1,720,973 research outputs found
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI POTONG MENJADI PUPUK KOMPOS PADA KELOMPOK TERNAK DI KABUPATEN PURBALINGGA
Improper management of cattle manure waste often poses significant challenges for farmers, both in terms of economic losses and negative environmental impacts. This community service program aimed to provide training and assistance to the Maju Makmur Livestock Group in Pagedangan Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency, to enhance their knowledge in processing beef cattle manure into economically valuable compost fertilizer. In collaboration with the Purbalingga District Agriculture Office, the program focused on improving farmers’ knowledge and skills in efficient waste processing, as well as developing marketing strategies for compost fertilizer as an additional source of income. Beyond economic benefits, the program also sought to improve environmental health by reducing pollution resulting from unmanaged livestock waste. The activities implemented with the Maju Makmur Livestock Group demonstrated positive outcomes in increasing members’ knowledge and skills through educational and collaborative approaches. The next stage of the program involves conducting chemical analyses of the compost fertilizer to determine nutrient content such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), as well as C-organic levels and pH, designing informative and attractive product labels, and promoting marketing digitalization as an adaptive strategy in the era of modern agriculture
Evaluasi dan impact assessment pelatihan sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SL-PHT) tanaman jagung melalui pengenalan dan aplikasi pestisida nabati di Kabupaten Purbalingga
The Sri Lestari farmer group in Karangbanjar Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency works on the cultivation of food crops such as corn and rice, some of them working on horticultural crops. The use of chemical fertilizers and chemical pesticides carried out from year to year is quite worrying with the increasing dose of use of Chemical Fertilizers as well as environmentally unfriendly chemicals that are concerned will damage the natural ecosystems. The implementation of integrated pest management field schools (SL-IPM) corn farm efforts are expected to be able to impact the level of application of integrated pesticide control through the identification and application of plant pesticides on the Sri Lestari farmer group. The aim of the study was to analyze the impact of the SL-IPM implementation on the level of application of integrated pest control and the socioeconomic impacts of members of the Sri Lestari group. This research was conducted in May 2023. The number of respondents was 35 people using the census technique. Data is analyzed quantitatively. The observed variables are characteristics, pre-test and post-test, and socio-economic impact assessment of members of the farm group. The results of that there was an improvement in understanding, changes in attitudes, skills, knowledge and behavior in the good category (when an increase in respondent understanding of the training material was more than 30% of all pre-test and post-test questions). The number of members of the peasant group who applied the FS-IPM principle of corn crops was 62.86% with an increase in corn productivity of 50.91%
Pengaruh Alokasi Modal Terhadap Pendapatan Pada Usaha Ayam Niaga Pedaging Di Kabupaten Majalengka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alokasi modal usaha yang meliputi nilai kandang, peralatan, bibit, pakan, dan tenaga kerja terhadap besarnya pendapatan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka. Mengetahui faktor-faktor yang besarnya pendapatan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka yang meliputi Kecamatan Majalengka, Kecamatan Maja, Kecamatan Talaga. Sampel wilayah diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan sampel peternak diambil  30 persen peternak secara simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan modal yang dikeluarkan oleh peternak adalah Rp 170.700.428,- untuk usaha per 6.675 ekor ayam niaga pedaging, modal tersebut dialokasikan untuk; pendirian kandang sebesar 34,82 persen, pembelian peralatan sebesar 25,9 persen, pembelian bibit sebesar 11,47 persen, pembelian pakan sebesar 26,07 persen, upah tenaga kerja sebesar 1,71 persen dan sisanya 0,03 persen untuk alokasi diluar kelima faktor tersebut diatas. Rata-rata pendapatan peternak sebesar Rp 5.646.310,6,- per periode atau Rp 28.231.553,-.  Nilai Fhitung sebesar 126,593>Ftabel 0,05 sebesar 2,49, dengan tingkat kepercayaan sebesar 99 persen (P<0,01), berarti bahwa faktor nilai kandang, peralatan, bibit, pakan, dan tenaga kerja berpengaruh sangat nyata terhadap besarnya pendapatan peternak ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka. Pengaruh alokasi modal terhadap pendapatan pada usaha ayam niaga pedaging di Kabupaten Majalengka dapat diestimasikan dalam fungsi Y= 420815,6 + 0,166 X1 + 0,022 X2 + 0,003 X3 - 0,020 X4 - 12,435 X5. Alokasi modal kandang (X1) peralatan (X2) dan bibit (X3) secara parsial berpengaruh positif terhadap pendapatan (Y), sedangkan dan pakan (X4) dan tenaga kerja (X5) secara parsial berpengaruh negatif terhadap pendapatan (Y).Kata kunci : alokasi modal, usaha ayam niaga pedaging, pendapata
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI BIRAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN IB PADA SAPI POTONG
Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
POLA DAN UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI SUSU RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN KUNINGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga peternak, tingkat pendidikan ibu tumah tangga, jumlah anggota keluarga mempengaruhi pola konsumsi susu rumah tangga peternak sapi perah di kabupaten kuningan hasil perahan sendiri tersebut sehingga tidak diminum oleh keluarga peternak, serta menganalisis upaya peningkatan konsumsi susu rumah tangga peternak sapi perah di kabupaten kuningan. sasaran penelitian merupakan rumahtangga pertank sapi perah di kabupaten kuningan sebanyak 78 responden. penelitian ini dilakukan dengan metode penentuan frekuensi konsumsi pangan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). pengolahan data didalam penelitian ini menggunakan analisis uji korelasi kendall tau yang diinterprestasikan menggunakan aturan guiford. hasil penelitian menunjukaan skor frekuensi konsumsi susu rumah tangga peternak sapi perah anggota KPSP saluyu termasuk pola konsumsi kategori sedang =34,62 (skor 33,4-66,6) dengan frekuensi konsumsi kadang-kandang (2-3 kali/ minggu)
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pola Dan Perilaku Konsumsi Pangan Asal Ternak Pada Rumah Tangga Peternak Sapi Perah Di Jawa Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah.Penelitian dilakukan padabulan Nopember 2014 sampai bulan Desember 2014 dengan metode survai melibatkan responden sebanyak 97 peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali, Kota Salatiga dan Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah mengalokasikan 9,44% pendapatannya untuk pengeluaran pangan asal ternak. Pola konsumsi pangan asal ternak rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah adalah pola konsumsi pangan telur dengan persentase kontribusi konsumsi telur sebesar 48,83%, 28,56% konsumsi daging dan 22,62% konsumsi susu.Perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah masih rendah yang berarti bahwa frekuensi konsumsi antara 8-15 kali/ bulan. Hasil Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pendidikan ibu rumah tangga, usia ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga secara bersama-sama berpengaruh terhadap pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,01). Pendidikan ibu rumah tangga dan pendapatan rumah tangga berperan dalam meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05), sedangkan jumlah anggota rumah tangga dapat menurunkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah di Jawa Tengah (P<0,05). Untuk meningkatkan pola dan perilaku konsumsi pangan asal ternak pada rumah tangga peternak sapi perah dapat dilakukan dengan menigkatkan produktivitas tenaga kerja keluarga dan meningkatkan curahan jam kerja terhadap usaha sapi perah, diversifikasi usaha produk susu, menaikkan harga jual susu di koperasi,kegiatan pendidiksan, pelatihan dan penyuluhan mengenai pentingnya mengkonsumsi pangan hewani asal ternak.(Kata kunci :Pola Konsumsi, Perilaku Konsumsi, Pangan Asal Ternak
- …
