11 research outputs found

    PENTINGNYA SELF REGULATED LEARNING BAGI PESERTA DIDIK DALAM PENGGUNAAN GADGET

    Full text link
    AbstrakSelf Regulated Learning (SRL), merupakan sebuah konsep tentang pengelolaan diri dalam belajar. Teori kognisi social dari Bandura (1997) menjelaskan bahwa pribadi (person),perilaku(behavior),danlingkungan (environment) merupakan sebuah komponen yang tak terpisahkan. Ketigaaspek determinaninisalingberhubungan sebab? akibat,dimanapersonberusaha untuk meregulasi dirisendiri(selfregulated), hasilnyaberupakinerjaatauperilaku, dan perilakuiniberdampak padaperubahan lingkungan, dandemikianseterusnya.Artikel ini membahas tentang pentingnya selfregulated learning bagi peserta didik dalam penggunaan gadgetsebagai media yang sering digunakan anak dalam kegiatan mencari informasi di dalam proses pembelajaran. Gadget sebagai alat yang canggih mestinya dapat memberikan banyak manfaat ketimbang akibat buruk yang muncul karena kesalahan pemakaiannya.Oleh karena itu, diperlukan kreativitas bagi pemilik gadget sehingga dampak buruk dapat dihindari dan hasil positif dapat diraih.Penelitian mengatakan bahwa yang mempengaruhi tumbuhnya Self Regulated Learning adalah self efficacy dan dukungan sosial, kedua hal ini berdampak pada positif terhadap individu karena apabila individu tersebut mampu mengelola secara efektif pengalaman belajarnya sendiri sehingga mencapai hasil belajar yang optimal. Disisi lain self regulated learningdapat juga digunakan oleh sebagian guru/dosen sebagai model/strategi pembelajaran untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas.Kata kunci : Self Regulated Learning, Informasi, Dampak Gadge

    INTERNALISASI NILAI KECERDASAN BERAGAMA BERBASIS PENDIDIKAN SURAU DALAM PENDIDIKAN IPS DI PESANTREN AL- KAUTSAR SUMATERA BARAT

    Full text link
    Salah satu dampak negatif era globalisasi yang terjadi saat ini adalah hilangnya eksistensi nilai-nilai luhur yang telah lama berkembang dalam masyarakat. Di Minangkabau, salah satu nilai yang sudah mulai dilupakan yaitu nilai-nilai pendidikan surau. Melalui pendidikan surau peserta didik diharapkan dapat menjadi manusia yang memiliki kecerdasan beragama, berjiwa sosial, mampu bersosialisasi dan mudah beradaptasi, memahami adat dan budayanya, sesuai dengan tujuan dari pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai kecerdasan beragama berbasis pendidikan surau yang digunakan untuk membangun dan membentuk karakter peserta didik dalam Pembelajaran IPS di Pesantren. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pembelajaran IPS yang menggunakan nilai-nilai agama dan budaya daerah untuk menciptakan kecerdasan beragama peserta didiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dan mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi dan dilakukan dalam suasana yang alami. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data terdiri atas tiga sub proses yang saling berkait, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Nilai kecerdasan beragama yang terdapat dan digunakan dalam pesantren Al-Kautsar seperti tergolong dalam 4 bagian yaitu : nilai olah hati, nilai olah rasa, nilai Olah pikir dan nilai olah raga; 2) Pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPS di pesantren Al-Kautsar adalah mengadopsi kedua pendekatan yang ada, baik pendekatan yang yang berorientasi pada guru dan pendekatan yang berorientasi pada peserta didik. Selain itu pesantren juga menggunakan pendekatan penanaman, pendekatan pengembangan moral kognitif, pendekatan analisis nilai, pendekatan klarifikasi nilai, dan pendekatan pembelajaran berbuat; 3) Internalisasi nilai kecerdasan beragama berbasis pendidikan surau dalam pembelajaran IPS perlu dilakukan agar peserta didik menjadi manusia yang tidak hanya berilmu saja, tapi juga memiliki akhlak yang mulia sebagai bekal dalam menjalani kehidupan

    Penyuluhan Pengelolaan Bank Sampah dan Cara Bercocok Tanam Menggunakan Sistem Hidroponik Sederhana

    No full text
    Pelaksanaan kegiatan penyuluhan mengenai pengelolaan bank sampah untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah dengan memanfaatkan limbah kemasan botol plastik dan ember bekas sebagai wadah menanam tanpa tanah kepada 20 orang kelompok karang taruna kelurahan Balekambang Jakarta Timur. Hidroponik merupakan cara menanam ramah lingkungan memberikan banyak manfaat dengan keterbatasan lahan menggunakan sedikit air, mengurangi polusi dan ekonomis. Adapun bentuk produk yang akan dihasilkan berupa tanaman ataupun sayuran yang memiliki kualitas baik karena tanpa menggunakan zat kimi

    PENGARUH NILAI BUDAYA BISNIS PADA MASYARAKAT MINANGKABAU TERHADAP PERILAKU KEWIRAUSAHAAN PEDAGANG PERANTAU DI TANAH ABANG

    No full text
    Penelitian ini berawal dari semakin meningkatnya jumlah usaha perdagangan besar, kecil, rumah makan dan hotel yang menciptakan banyaknya wirausaha. Dengan adanya pandangan bahwa kunci sukses seorang entrepreneur sangat tergantung dari sikap dan perilaku mereka, maka budaya merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kewirausahaan dimana terdapat nilai-nilai budaya tertentu yang mendukung peningkatan potensi-potensi yang ada dalam diri seorang wirausaha. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai budaya bisnis pada masyarakat Minangkabau terhadap perilaku kewirausahaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey explanatory dan unit analisis yang digunakan adalah pedagang perantau bersuku Minangkabau di Pasar Tanah Abang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 400 orang yang dipilih secara random. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Alat analisis dalam penelitian ini adalah uji validitas, reliabilitas dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, budaya Uncertainty Avoidance, Masculinity-Femininity dan Long And Short Time Orientation berpengaruh signifikan terhadap perilaku kewirausahaan. Sedangkan Power Distance berpengaruh berlawanan terhadap minat berwirausaha dan Indiviidualism-collectivism tidak mempunyai pengaruh terhadap perilaku kewirausahaan. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa masih ada faktor lain yang berpengaruh terhadap perilaku kewirausahaan. This study departs from the increasing number of large trade enterprises, small restaurants and hotels that create many entrepreneurs. With the view that the key to the success of an entrepreneur depends on the attitudes and behavior, then the culture is one factor that plays a role in entrepreneurship where there is a certain cultural values that support the improvement of the existing potentials in an entrepreneur. Therefore, this study aims to determine the effect of the Minangkabau business culture values toward entrepreneurial behaviour. The method of this study is survey explanatory and the unit of analysis used is Minangkabau trader in Tanah Abang Market. Methods of data collection used a questionnaire with the respondents as many as 400 people chosen at random. Data were processed and analyzed using SPSS 16.0 for windows. Tools of analysis in this study is to test the validity, reliability and multiple linear regression. The results showed that, Uncertainty Avoidance culture, Masculinity-Femininity, and Long And Short Time Orientation significant effect on entrepreneurial behavior. While Power Distance effect opposite to the interest in entrepreneurship and Individualism-collectivism had no effect on entrepreneurial behavior. From the results it is concluded that there are still other factors that influence entrepreneurial behavior

    PENERAPAN SOCIALPRENEURSHIP DALAM PENGEMBANGAN KUALITAS POTENSI HIDUP PADA ANAK JALANAN DI JAKARTA TIMUR

    Full text link
    Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan untuk masyarakat khususnya para anak-anak jalanan yang berada di bawah naungan yayasan ERBE, Kebon Kopi Jakarta Timur adalah sebagai berikut: 1) Menurunkan jumlah anak-anak di bawah umur yang diberdayakan oleh orang tua sebagai sumber penghasilan. 2) Memperluas Peluang usaha yang relatif terbatas. 3) Menumbuhkembangkan pengetahuan yang diperoleh masyarakat mengenai kewirausahaan khususnya sociopreneurship yang baik dan benar, dan 4) mengoptimalkan usaha ekonomi produktif dan memperluas akses pasar bagi masyarakat yang telah memiliki usaha. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 2 mitra (sasaran) masyarakat, yaitu Dinas Sosial Kota Jakarta Timur dan Yayasan ERBE, Kebon Kopi, Jakarta Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 -21 November 2018. Kegiatan ini pada hari pertama dimulai pada pukul 09.00 - 12.00 WIB di Yayasan Anak Jalanan ERBE Kebon Kopi – Jakarta Timur dan hari kedua di Yayasan Anak Jalanan ERBE Kebon Kopi – Jakarta Timur pada pukul 14.00 - 17.00 WIB. Jumlah total peserta yang ikut adalah 50 orang. Hasil Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa subtema kegiatan " The Innovative Product Of Kain Perca" dan pengembangan karakter wirausaha melalui sociopreneur concept dapat dinilai sukses atau telah berhasil dilaksanakan dengan persentase perencanaan, hasilnya 91,66%; 95%, dan 87,5% dalam kategori sangat baik

    Penyuluhan Pengelolaan Bank Sampah dan Cara Bercocok Tanam Menggunakan Sistem Hidroponik Sederhana

    Full text link
    Pelaksanaan kegiatan penyuluhan mengenai pengelolaan bank sampah untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah dengan memanfaatkan limbah kemasan botol plastik dan ember bekas sebagai wadah menanam tanpa tanah kepada 20 orang kelompok karang taruna kelurahan Balekambang Jakarta Timur. Hidroponik merupakan cara menanam ramah lingkungan memberikan banyak manfaat dengan keterbatasan lahan menggunakan sedikit air, mengurangi polusi dan ekonomis. Adapun bentuk produk yang akan dihasilkan berupa tanaman ataupun sayuran yang memiliki kualitas baik karena tanpa menggunakan zat kimi

    Validation of a Transformative Learning Model Based on Marosok Local Wisdom for Strengthening Students' Entrepreneurial Character

    No full text
    The Marosok tradition is one of the local wisdoms of the Minangkabau culture that upholds the values of honesty, trust, responsibility, work ethic, and empathy. Due to globalization, the Marosok tradition is increasingly unfamiliar to school-aged generations. In fact, this tradition embodies entrepreneurial character values of Minangkabau traders. This study aims to elevate local community traditions as content in Social Studies education (IPS) while also preserving the local wisdom inherited from the Minangkabau society. The objective of this research is to develop a transformative learning model based on Marosok local wisdom and to produce a valid transformative learning model for Social Studies education. This research employs the Research and Development (R&D) method following the Borg & Gall model. Data collection techniques include questionnaires, focus group discussions (FGDs), interviews, and observations. The data analysis technique uses descriptive statistics. The research findings indicate that the development of a transformative learning model based on local wisdom results in seven syntax stages: Bapatuik, formulating essential questions, designing the project, implementing the project, assessing the results, decision-making, and constructing new meaning perspectives. Model validation was carried out in two stages: Focus Group Discussion and expert validation using questionnaires. The FGD stage recommended that the learning model could proceed to the implementation phase with a suggestion to reduce the decision-making syntax stage. The results of the model and learning tools validation by experts in model design, content, language, and practicing teachers indicated an average validity score of 93%, confirming that the transformative learning model based on Marosok local wisdom is valid for school implementation. The conclusion of this study is that the Marosok-based local wisdom learning model has been developed and is valid for use in Social Studies learning at the junior secondary level (SMP/MTs), with the potential to strengthen students’ entrepreneurial characte

    Internalization of Spiritual Intelligence Value Based on Surau Education in Social Studies Instruction

    Full text link
    This article aims to provide an overview of the research on the internalization of surau education-based spiritual intelligence values in social studies instruction. The method used is qualitative approach carried out in a natural setting, so that the researcher interacts closely with the research subject to find the meaning of the information extracted from the informants. The results of the study indicate that value education that is internalized in social studies instruction is the main foundation that cannot be abandoned in the education system, as 1) social change in society is an unavoidable condition, 2) the younger generation must face change. Therefore, the research found several values of spiritual intelligence, such as: 1) the value of the heart, i.e. being devoted to Allah SWT, being honest, worshiping sincerely and sincerely, and being responsible. 2) the value of compassion, which consists of a sense of togetherness, mutual love and respect, helping each other, and adapting wherever they are. 3) the value of thinking, which consists of the ability to think critically, intelligently, creatively, innovatively and open to change. 4) The value of sports, which aims to train students physically through scouting activities, martial arts, rago football, mountain climbing, and other sports
    corecore