1,720,966 research outputs found
Pengembangan Media Animasi Berbasis Microsoft PowerPoint Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas III Sekolah Dasar
This study focuses on developing animation media using Microsoft PowerPoint for Indonesian language lessons, specifically for third-grade students at SDN Putat Jaya 1 Surabaya. This study aims to develop a suitable and effective product for teaching fairy tales. The development method used is the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data was collected through the use of a questionnaire instrument. Data analysis included validity tests conducted by media experts, subject matter experts, the audience, and pretest and posttest assessments of students. The findings of this research on development show that animation media is considered appropriate, as indicated by the validity test conducted by media experts, which resulted in a result of 91.25%. Additionally, the media experts provided a result of 97.5%, while audience testing resulted in a score of 90%. Further, the pretest and posttest results showed an 8% improvement, confirming the efficacy of animation as a learning medium for third-grade elementary school students
Pengembangan Media Video Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar
Development of instructional media for learning valid and effective video learning media as a learning resource for social studies learning in grade IV elementary school. The development of this instructional video media uses the ASSURE model which has 6 stages: (1) analysis of students, (2) determining learning objectives, (3) choosing methods, media and materials, (4) using media and materials, (5) encouraging participation students, (6) evaluation and improvement. The subject of the development of this instructional video media is Grade IV students of SDN Pakis V. The development of this video media is declared valid to be used in social studies learning in class IV. This is obtained from the results of the validation of media experts, material experts, individual students, small groups, large groups / classical. After testing the experts and testing the students then conducted trials aimed at learning effectiveness using this instructional video media. Test results obtained in the use of instructional video media show that students have succeeded in getting grades above the specified KKM. Thus it can be denied that this instructional video learning media is effective for use in the learning process. Keywords: media development, video learning, social studies
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas 1 SDN Dukuh Kupang V Surabaya
Kemampuan membaca siswa kelas 1 masih terbatas. Kemampuan decodingnya, serta menghubungkan kalimat baru mulai berkembang sehingga membutuhkan waktu lama. Pemilihan model pembelajaran yang belum sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar materi gotong royong pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas 1 SDN Dukuh Kupang V melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Penelitian dimulai dari kegiatan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pengumpulan data menggunakan lembar tes serta dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian adalah kelas 1 dengan jumlah 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terbukti meningkatkan hasil belajar. Hasilnya mengalami peningkatan ketuntasan hasil belajar kegiatan prasiklus dengan presentase 44,9%, pada siklus I meningkat menjadi 55,2%. Pada siklus II meningkat signifikan menjadi 89,7%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan pancasila materi gotong royong pada kelas 1
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Microsoft Powerpoint Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian yang dilakukan adalah merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis Microsoft PowerPoint yang layak dan efekif digunakan untuk mengembangkan kegiatan belajar siswa kelas IV-A SD Raden Patah Surabaya. Metode pengembangan menggunakan model ADDIE (Anlysis-Desaign-Development-Implementation,Evaluation). Pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Analisis data menggunakan uji validitas dari ahli media, ahli materi, serta hasil pretest dan posttest audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran telah dinyatakan layak berdasarkan uji validitas. Menurut ahli media diperoleh hasil 92,5% dengan kriteria valid/layak, ahli materi diperoleh hasil 92,5% dengan kriteria valid/ layak, uji coba perseorangan 92,5% dengan kriteria Valid/ layak, uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 93,5% dengan kriteria Valid/ layak, uji coba kelompok besar 91,6% dengan kriteria valid/ layak dan tes hasil belajar siswa yaitu 26 mengalami peningkatan 8% hasil belajar. Kesimpulan penelitian ini adalah pada proses pengembangan media pembelajaran berbasis Microsoft PowerPoint dinyatakan efektif digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Matematika kelas IV
Pengembangan Media Video Pembelajaran Berbasis Aplikasi Capcut Materi Penjumlahan dan Pengurangan Siswa Kelas I SDN Pakis V Surabaya
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menghasilkan produk media video pembelajaran berbasis aplikasi CapCut layak dan efektif yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media video pembelajaran berbasis aplikasi CapCut layak dan efektif digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas I-B SDN Pakis V Surabaya, model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation), pengumpulan data menggunakan instrumen angket uji validasi untuk ahli media, ahli materi, siswa dan tes soal pre-test dan post-test. (4) Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dinyatakan valid atau layak berdasarkan uji validitas oleh ahli media menghasilkan 93,75% dengan kriteria layak atau valid, ahli materi menghasilkan 97,5% dengan kriteria layak atau valid, siswa menghasilkan 94,3% dengan kriteria layak dan tes hasil belajar siswa 29 siswa rata-rata nilai pre-test menghasilkan 63,50 sedangkan rata-rata nilai post-test menghasilkan 85,70 sehingga hasil belajar meningkat 22,1%. Dari hasil uji coba diatas dapat disimpulkan bahwa media video pembelajaran berbasis aplikasi CapCut materi penjumlahan dan pengurangan dinyatakan efektif digunkan dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan siswa kelas I-B SDN Pakis V Surabaya
Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Berbasis Canva untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS SDN Pakis V Surabaya
Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan:(1) untuk menghasilkan produk berupa media animasi pembelajaran berbasis Canva yang layak dan efektif digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas IV-B SDN Pakis V Surabaya. (2) Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). (3) pengumpulan data menggunakan instrumen angket uji validasi untuk ahli media, ahli materi, siswa dan tes soal pre-test dan post-test. (4) Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran dinyatakan valid atau layak berdasarkan uji validitas oleh : a. Ahli media diperoleh hasil 93,75% dengan kriteria layak/valid, b. Ahli Materi diperoleh hasil 90% dengan kriteria layak/valid, c. siswa diperoleh hasil 94,3% dengan kriteria layak, d. Tes hasil belajar siswa 29 siswa rata-rata nilai yang diperoleh pada hasil pre-test 62,79 sedangkan rata-rata nilai yang diperoleh pada hasil post-test 94,48 sehingga hasil belajar meningkat 28,7%. Dari hasil uji coba diatas dapat disimpulkan bahwa media animasi pembelajaran berbasis Canva materi kekayaan budaya Indonesia dinyatakan efektif digunkan dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPAS materi kekayaan budaya Indonesia siswa kelas IV SDN Pakis V Surabaya
Implementasi Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN Dukuh Kupang V Surabaya
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran project based learning untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV di SDN Dukuh Kupang V Surabaya. Pengajaran ini dilakukan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui kegiatan-kegiatan antara lain diskusi kelompok, presentasi, dan pembelajaran berbasis proyek yang menghasilkan produk jadi. Hasil observasi menunjukkan bahwa 30% siswa kelas IV IPAS belum mengikuti KKTP. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi dan tes. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu dengan menganalisis hasil belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II. Kemudian dilakukan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil belajar peserta didik. Siklus I terdapat 5% siswa yang hasil belajarnya belum tercapai; 12,5% telah mencapai hasil belajar dengan sangat baik. Kategori tercapai dan tercapai dengan baik berturut-turut diperoleh prosentase sebesar 40% dan 42,5% serta rata-rata yang diperoleh yaitu sebesar 72,5. Pada siklus II hasil kategori hasil belajar siswa yang belum tercapai 0%; kategori hasil belajar siswa yang tercapai terdapat 20%; kategori siswa yang hasil belajarnya tercapai dengan baik terdapat 25%; siswa yang dikategorikan hasil belajanya tercapai dengan sangat baik yaitu sebesar 55% dan rata-rata siklus II yang menunjukkan nilai yang signifikan yaitu sebesar 82,6. Penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan melihat grafik di atas bahwa implementasi model project based learning dapat meningkatkan hasil belajar IPAS
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
