1,722,512 research outputs found
Rancangan 5 S pada Salon Yosep Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan 5S pada Salon Yosep di Surabaya. Salon Yosep merupakan salah satu salon kecantikan yang melayani: Rias wajah, Hair style, Potong rambut untuk pria dan wanita, Hair spa, Smoothing rambut, Keriting rambut, Pewarnaan rambut, Creambath, Mencuci rambut, serta Penjualan vitamin dan produk-produk perawatan rambut. Permasalahan yang dihadapi oleh Salon Yosep adalah masih terdapat barang-barang atau peralatan-peralatan yang sudah tidak digunakan tapi masih disimpan dan menumpuk, peralatan yang berserakan dan tidak segera dikembalikan pada tempatnya, minimnya pelabelan atau alat bantu visual yang ada di area kerja, serta kurangnya kerapian. Masalah yang ada dapat diatasi dengan merancangkan 5S pada Salon Yosep.
Tahap persiapan dilakukan dengan memperkenalkan para karyawan dengan 5S dan melakukan perancangan tahap awal. Tahap seiri (pemilahan) dirancangkan dengan cara memilah antara peralatan yang dipakai dan tidak terpakai dengan jelas. Tahap seiton (penataan) dirancangkan dengan menata peralatan agar berada dekat dengan aktivitas yang akan dilakukan pekerja.
Tahap seiso (pembersihan) dirancangkan dengan mengidentifikasikan hal hal apa saja yang menghasilkan kotoran, membuat jadwal piket harian, menambah peralatan kebersihan, serta membuat pekerja bertanggung jawab terhadap kebersihan area salon. Tahap seiketsu (pemantapan) dirancangkan dengan memberikan kontrol visual untuk pelabelan. Tahap shitsuke (pembiasaan) dirancangkan dengan kampanye 5S yang dilakukan dengan penempelan poster. Selain itu, tahap ini juga dilakukan evaluasi hasil kerja dengan memberi hukuman dan penghargaan. Setelah 5S dirancangkan, maka dilakukan perancangan untuk pembudayaan 5S dengan memberikan briefing pada karyawan serta membuat dokumentasi saat sebelum dan sesudah 5S diterapkan.
Dari rancangan ini maka manfaat secara keseluruhan yang akan
didapatkan oleh Salon Yosep adalah meningkatkan produktivitas kerja, efisiensi waktu, meningkatkan profit, keselamatan dan kesehatan pekerja, dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen
NILAI KARAKTER TOKOH CERPEN “JUARA YANG CURANG” KARYA YOSEP RUSTANDI
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakter pada setiap tokoh dalam Cerpen “Juara yang Curang" karya Yosep Rustandi. Penelitian memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk memahami Karakter dari setiap Tokoh dalam Cerpen “Juara yang Curang" karya Yosep Rustandi. penelitian ini, penulis menggunakan sumber sekunder dan subjek penelitian adalah cerpen Juara Yang Curang karya Yosep Rustandi. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah karakter tokoh yang terdapat dalam cerpen Juara Yang Curang karya Yosep Rustandi. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai-nilai karakter seperti ramah-tamah, rendah hati, pintar, kreatif, rajin, berbesar hati, bijaksana, pemaaf, peduli dan lain sebagainya
Itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian jual beli satuan rumah susun (analisis kasus pada apartemen permata gandaria) / oleh Alfa Fredrick Yosep Lieputra
abstrak (A) Nama : Alfa Fredrick Yosep Lieputra (NIM: 205040070) (B) Judul Skripsi : Itikad Baik Dalam Pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Satuan Rumah Susun (Analisis Kasus Pada Apartemen Permata Gandaria) (C) Halaman : vii + 76hlm+ lampiran (D) Kata Kunci : Itikad Baik Dalam Pelaksanaan Perjanjian (E) Isi : Pada umumnya praktek jual beli satuan rumah susun didahului dengan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Akan tetapi dalam prakteknya, banyak PPJB yang pelaksanaannya merugikan pembeli atau konsumen dikarenakan ketiadaan itikad baik dari pengembang (developer) dalam pelaksanaan perjanjian. Apakah developer mempunyai itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian jual beli satuan rumah susun dengan pembeli? Penulis dalam kasus ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa tindakan PT. New Century Development, Tbk (sebelumnya bernama PT. Putra Surya Perkasa, Tbk) menjaminkan hak milik satuan rumah susun Apartemen Permata Gandaria yang menjadi objek PPJB antara PT. New Century Development dan konsumen kepada Bank BNI 46 merupakan tindakan yang dapat dikaji apakah bertentangan dengan hukum khususnya bila ditinjau dari konsep itikad baik. Dalam Pasal 10 PPJB yang dibuat pada tahun 1996 tersebut, para pihak akan melakukan perjanjian jual beli dihadapan PPAT setelah pembayaran lunas dan satuan rumah susun telah diserahkan serta layak huni dengan ketentuan bahwa penyerahan satuan rumah susun paling lambat pada Maret 1997. Pada Desember 1998, satuan rumah susun yang menjadi objek perjanjian dalam PPJB tersebut dijaminkan oleh PT. New Century Development, Tbk kepada Bank BNI 46 dengan Hak Tanggungan. Tindakan PT. New Century Development menjaminkan benda yang menjadi objek perjanjian dalam PPJB merupakan tindakan yang bertentangan dengan hukum karena ketiadaan itikad baik dari PT. New Century Development dalam melaksanakan perjanjian PPJB, dimana hal ini mengakibatkan kerugian bagi pihak pembeli atau konsumen satuan rumah susun berupa posisi yang dikalahkan apabila terjadi eksekusi atas satuan rumah susun yang dijaminkan dengan Hak Tanggungan tersebut. Oleh karena itu sebaiknya dalam membeli rumah susun, harus melihat kepada sejarah developer tersebut apakah pernah mempunyai catatan buruk atau tidak dalam berbisnis. (F) Daftar Acuan: 31( 1976-2007) (G) Dosen Pembimbing : Dr. Gunawan Djajaputra, SH, MH (H) Penulis : Alfa Fredrick Yosep Lieputr
WANITA MANDIRI DALAM NOVEL SIREPING PRAHARA KARYA YOSEP BAMBANG MARGONO (KAJIAN FEMINISME)
Wanita mandiri merupakan wanita yang dapat mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung kepada siapapun. Dominasi pria yang masih berkembang menjadikan wanita tidak memiliki rasa percaya diri untu berkembang. Keberadaan wanita mandiri ditengah masyarakat sebagai bentuk pembuktian bahwa wanita bisa berdiri sendiri dan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Penelitian mengenai wanita mandiri dalam novel Sireping Prahara karya Yosep Bambang Margono ini memiliki dua tujuan yaitu (1) mengetahui wujud wanita mandiri dalam novel Sireping Prahara karya Yosep Bambang Margono, dan (2) mengetahui tanggapan masyarakat terhadap wanita mandiri dalam novel Sireping Prahara karya Yosep Bambang Margono. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori feminisme liberal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah narasi dan dialog di dalam novel Sireping Prahara yang sesuai dengan rumusan masalah yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian ini ada dua, yaitu (1) wujud wanita mandiri dalam novel Sireping Prahara karya Yosep Bambang Margono yang dibuktikan dengan keterampilan yang dimiliki oleh tokoh Ningrum yang awalnya bekerja sebagau buruh tani kemudian merantau ke kota Semarang dan menjadi karyawan toko elektronik. (2) tanggapan masyarakat terhadap wanita mandiri dalam novel Sireping Prahara karya Yosep Bambang Margono yang terdiri dari 2 sub bab yaitu tanggapan yang mendukung keberadaan wanita mandiri dan tanggapan yang menolak keberadaan wanita mandiri.
Kata Kunci: Wanita mandiri, feminisme, tanggapan masyaraka
- …
