7 research outputs found

    Efek Pemberian Vitamin C Berbagai Dosis pada Profil Kadar Methemoglobin Polisi yang Bertugas di Area Lampu Lalu Lintas*

    Get PDF
    Sebuah penelitian telah dilakukan dengan mengajukan hipotesis bahwa terdapatpenurunan kadar methemoglobin setelah pemberian vitamin C pada polisi yang bertugas diarea lampu lalu lintas. Dilakukan eksperimen dengan cara memberikan berbagai dosis vitaminC per oral , 500 mg, 250 mg dan 100 mg, kepada 42 orang subyek penelitian untuk kemudiandilakukan pengukuran kadar methemoglobin darah. Hasil pengukuran dibandingkan dengankadar methemoglobin yang diukur sebelum pemberian vitamin C. Dilakukan perbandingantingkat penurunan kadar methemoglobin darah setelah pemberian vitamin. Diperoleh hasilbahwa secara umum terjadi penurunan kadar methemoglobin pada subyek setelah pemberianvitamin C dibandingkan dengan placebo. Pemberian vitamin C dosis 500 mg terbukti secarasignifikan (p < 0.01) memberikan tingkat penurunan kadar methemoglobin paling tinggi

    Mitochondrially-Encoded Adenosine Triphosphate Synthase 6 Gene Haplotype Variation Among World Population During 2003-2013

    Get PDF
    Background: Adaptation and natural selection serve as an important part of evolution. Adaptation in molecular level can lead to genetic drift which causes mutation of genetic material; one of which is polymorphism of mitochondrial DNA (mtDNA). The aim of this study is to verify the polymorphism of mitochondrially-encoded Adenosine Triphosphate synthase6gene (MT-ATP6) as one of mtDNA building blocks among tropic, sub-tropic, and polar areas. Methods: This descriptive quantitative research used 3,210 mtDNA sequences, taken from GenBank, as secondary data from 27 different populations. The data were grouped into 3 population groups based on the climates of their location. After grouping, the sequences were then aligned and trimmed using Unipro EUGENE, and analysed by Arlequin and MitoTool. Results: Results demonstrated 21 haplotypes distributed among 3 populations with variations between each climate population. In the tropic and sub-tropic populations, the dominant haplotype is h1 while h6 is dominant in the polar population. Conclusions: There is a variation of haplotype polymorphism between tropic, sub-tropic, and polar climate population.&nbsp;&nbsp

    KORELASI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE BURUH PABRIK DENGAN HASIL LUARAN BAYI DI KABUPATEN KUDUS

    Get PDF
    Latar Belakang : Hasil luaran bayi merupakan hasil dari kehamilan yang dapat berupa hasil luaran menguntungkan dan tidak menguntungkan. Kunjungan Antenatal care (ANC) yang adekuat dan berkualitas dipercaya dapat mencegah terjadinya hasil luaran yang tidak menguntungkan.Tujuan : penelitian ini adalah untuk menganalisis kunjungan ANC  buruh pabrik dengan hasil luaran bayi yang tidak menguntungkan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kudus dari bulan Februari-April 2013 dengan rancangan penelitian potong lintang dan didapatkan 92 responden.Metode :Analisis dilakukan secara bivariabel dengan menggunakan uji Rank Spearman,Hasil penelitian : menunjukkan ada korelasi antara kunjungan ANC dengan hasil luaran bayi, untuk jumlah kunjungan (r=0,206., p=0,049) dan waktu kunjungan (r=-0,455., p=0,000).Simpulan : dalam penelitian ini adalah jumlah dan waktu kunjungan ANC berkorelasi dengan hasil luaran bayi, semakin banyak jumlah kunjungan ANC semakin baik hasil luaran bayi dan semakin terlambat waktu kunjungan ANC semakin jelek hasil luaran bayi

    Hubungan antara Profil Berat Organ Manusia Indonesia dengan Umur, Jenis Kelamin, Panjang Badan, dan Berat Badan (Studi di Rsup Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2008-2012

    Get PDF
    In forensic medicine organ weight is a standard to determine health status and supports the determination of the cause of death. This study is aimed to analyze the correlation between organ weight profiles and age, body length, body weight, and gender; and to analyze the factors that give influence most to organ weight. Data were taken from autopsy reports of Indonesian adults, from 2008 to 2012 in Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung. Results showed—all male organ weight are heavier than female (N=243; 174 male, 69 female). In male there are significant correlations (

    Outcomes of a 3-day transparent film dressing protocol after hypospadias repair

    No full text
    Abstract This study aimed to evaluate a 3-day transparent film dressing protocol after hypospadias repair. A retrospective observational study was conducted in boys with hypospadias who were operated in our institution between 2022 and 2023. Postoperatively, the penis was wrapped with a transparent film dressing, which was removed after 3 days. Postoperative complications were observed until postoperative day 14. The associations of age, meatal location, and type of procedure were analyzed using Chi square, Fisher exact, Mann Whitney, and Kruskall Wallis test (p < 0.05 = significant). Sixty-five patients were studied. Median age was five years, the majority had proximal meatus (58.5%), and underwent urethroplasty (76.9%). After dressing removal, positive bacterial culture was found in 43.1%, mild penile edema in 33.8%, bleeding in 10.8%, and SSI in 49.2% of cases, with pus formation (10.8%), dehiscence (9.2%), and urethrocutaneous fistula (10% after urethroplasty procedure). Surgical site infection and positive culture were significantly higher in patients with proximal meatus compared to distal (p = 0.031, p = 0.019; respectively). A 3-day transparent film dressing prevented penile edema and bleeding in most cases. However, the rate of SSI and positive wound culture was high, and was associated with proximal meatal location

    Mitochondrially-Encoded Adenosine Triphosphate Synthase 6 Gene Haplotype Variation among World Population during 2003-2013

    No full text
    Background: Adaptation and natural selection serve as an important part of evolution. Adaptation in molecular level can lead to genetic drift which causes mutation of genetic material; one of which is polymorphism of mitochondrial DNA (mtDNA). The aim of this study is to verify the polymorphism of mitochondrially-encoded Adenosine Triphosphate synthase6gene (MT-ATP6) as one of mtDNA building blocks among tropic, sub-tropic, and polar areas. Methods: This descriptive quantitative research used 3,210 mtDNA sequences, taken from GenBank, as secondary data from 27 different populations. The data were grouped into 3 population groups based on the climates of their location. After grouping, the sequences were then aligned and trimmed using Unipro EUGENE, and analysed by Arlequin and MitoTool. Results: Results demonstrated 21 haplotypes distributed among 3 populations with variations between each climate population. In the tropic and sub-tropic populations, the dominant haplotype is h1 while h6 is dominant in the polar population. Conclusions: There is a variation of haplotype polymorphism between tropic, sub-tropic, and polar climate population.&nbsp;&nbsp

    Isu Etik dalam Penelitian di Bidang Kesehatan

    Get PDF
    Buku ini ditulis secara multidisipliner oleh para dokter, ahli farmasi, dan psikolog. Hampir seluruh penulis bukan merupakan etikawan atau teoris etika. Komposisi penulis seperti ini jarang ditemukan, bila bukan tiada, dalam literatur etika penelitian kesehatan di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi ciri distingtif dari buku ini karena buku etika di bidang kesehatan di Indonesia pada umumnya ditulis oleh filsuf atau teoris dalam bidang moral atau etika. Penulisan buku ini mau melengkapi perbendaharaan buku-buku bioetika dan etika penelitian kesehatan yang sudah ada di Indonesia. Hal ini menggambarkan adanya kepedulian aksiologis dari para penulis. Meskipun etika "sedang naik daun" (Bertens, 2001), tidak dapat dipungkiri bahwa kepedulian semacam ini sangatlah langka di tengah-tengah sikap pragmatis ilmuwan dan profesi serta berbagai bentuk pengabaian untuk melakukan refleksi etis terhadap keputusan-keputusan yang akan, sedang, atau sudah diambilnya .... (Buku) ini menunjukkan kesadaran ilmuwan dan praktisi penelitian di bidang kesehatan mengenai urgensi penguasaan state of the art isu-isu etis yang berkenaan dengan metodologi maupun isi dari ilmu dan praktiknya sendiri. Hal ini merupakan syarat perlu agar ilmuwan dan praktisi lebih bertanggung jawab dalam memberikan pandangan dan penilaian etis serta menentukan tindakan etisnya
    corecore