1,720,957 research outputs found

    SARIKAT ISLAM DALAM PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA (1912-1927)

    Get PDF
    Pergerakan nasional Indonesia dimulai pada awal abad ke-20 dengan munculnya beberapa organisasi modern. Salah satunya adalah Sarekat Islam. Organisasi ini bermula dari sebuah perkumpulan para pedagang batik untuk mengimbangi kemajuan para pedagang batik Cina. Keanggotaannya terus berkembang hingga tidak terhadap para pedagang batik saja, tetapi seluruh bangsa Indonesia yang beragama Islam sehingga Sarekat Islam berkembang menjadi sebuah organisasi modern yang paling banyak anggotanya. Tulisan ini mengulas tentang keberadaan Sarekat Islam dalam pergerakan nasional Indonesia

    STRUKTUR BIROKRASI KERAJAAN PAJAJARAN ABAD X – XI

    Get PDF
    Struktur birokrasi Kerajaan Pajajaran yang keberadaannya diperkirakan antara abad VII hingga XV, dipengaruhi bentuk struktur kerajaan yang bernapaskan Hindu. Pengaruh yang dibawa dari India ini, tercermin pada nomenklatura yang terdapat pada stuktur birokrasi yang terungkap pada berbagai naskah kuno yang berkenaan dengan keberadaan kerajaan ini. Posisi sentral raja yang dianggap sebagai titisan dewa mengingatkan kita pada konsep dewa-raja yang pernah diungkap dalam tulisan oleh von Heine-Gelderen, sebagai salah satu karakteristik kekuasaan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara yang mengalami indianisasi. Konsepsi keharmonisan makro-mikro kosmos yang tersirat dalam konsepsi kekuasaan, terlihat pula pada susunan bangunan pusat kerajaan Pajajaran yang terakhir terletak di Pakuan Pajajaran (Bogor), di mana kediaman raja terletak di pusat dan dikelilingi bangunan-bangunan lain yang dihuni para bawahan raja. Susunan bangunan demikian mengingatkan pada konsep meru sesuai dengan yang terdapat pada konsepsi dewa-raja yang dibawa arus indianisasi di Asia Tenggara. Terungkap pula pada tulisan ini bahwa ciri berikutnya dari birokrasi kerajaan Pajajaran adalah susunan para pembantu raja yang secara garis besar dapat dibagi berdasarkan fungsinya dan pembagian wilayah-wilayah bawahan. Mengenai pembagian para penguasa wilayah bawahan, menurut Michael Munoz sebenarnya mencerminkan ciri politik lokal yang masih melekat pada birokrasi kerajaan Pajajaran yang telah mengalami pengaruh eksternal melalui indianisasi

    THE DEBT OF HONOUR

    Get PDF
    Gerakan Katipunan berhasil memproklamirkan  kemerdekaan  Filipina dari Spanyol pada 1896.Akan tetapi  lepas dari penjajahan  Spanyol,  Filipina  kembali  masuk  dalam  penjajahan  Amerika  Serikat. Namun   berbeda   dengan   Spanyol,   Amerika   Serikat   merasa   wajib   bukan   hanya   memberikan kemerdekaan  yang selama ini didambakan  oleh elit intelektual  dan sebagian besar rakyat Filipina, tetapi  juga  menyiapkan  mereka  agar  bisa  mengelola  suatu  bentuk  negara  modern  atas  dasar demokrasi liberal seperti yang diberlakukan di Amerika Serikat

    JEPANG DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA

    Get PDF
    Jepang secara tiba-tiba menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Port Harbour pada tahun 1941. Serangan ini menandai dimulainya Perang Asia Timur Raya dan sekaligus memperlebar medan pertempuran Perang Dunia II yang berpusat di Eropa. Untuk memenangkan perang, Jepang melancarkan ekspansi ke Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun masa pendudukan militer Jepang di Indonesia berakhir pada tahun 1945 setelah dikalahkan pasukan Sekutu pimpinan Amerika Serikat. Tulisan ini mengulas adakah peranan Jepang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dimulai sejak masa kolonial Hindia Belanda dan mencapai klimaksnya pada 17 Agustus 1945

    PERANAN BUDI UTOMO DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT

    Get PDF
    Bangkitnya kesadaran nasional di Indonesia pada awal abad ke-20 adalah katalisator begi kemerdekaan Indonesia pasca Perang Dunia II. Bangkitnya kesadaran nasional Indonesia didahului proses pendewasaan masyarakat melalui bidang-bidang pendidikan, organisasi politik dan kemasyarakatan, serta dalam cara pandang baru terhadap demarkasi primordial. Organisasi Budi Utomo adalah salah satu manifestasi paling awal dari kemunculan benih kesadaran nasional Indonesia. Perkembangan ini tidaklah instan bahkan mencerminkan dinamika pergulatan di kalangan pribumi sendiri tentang rumusan yang mereka inginkan. Implikasi ini terlihat pada dinamika Budi Utomo ketika menyikapi alur maupun metode pembaharuan masyarakat yang diinginkan, serta dalam hal menyikapi reaksi penguasa saat itu yaitu pemerintah kolonial Belanda. Hanya dengan perspektif sejarah yang multi kausal, maka perubahan penting menuju kesadaran nasional Indonesia tersebut memiliki konteks yang dinamis dan tidak monolitik. Dengan perspektif ini pula maka dapat dipahami mengapa Budi Utomo yang bercorak kedaerahan dianggap sebagai bagian penting proses bangkitnya kesadaran nasional Indonesia

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore