1,720,989 research outputs found
Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual Matematika di SMP Kelas IX yang Menekankan Religiusitas Peserta didik
Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) mengembangkan produk pembelajaran kontekstual matematika yang menekankan religiusitas peserta didik, (2) menghasilkan produk pengembangan pembelajaran kontekstual matematika yang menekankan religiusitas peserta didik yang valid, praktis, dan efektif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau development research. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan pembelajaran kontekstual matematika yang menekankan religiusitas peserta didik. Subjek uji coba adalah peserta didik SMP Negeri 2 Banyumas, Jawa Tengah kelas IXA. Pengembangan pembelajaran difokuskan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan juga pengembangan perangkat pembelajaran yang membantu keterlaksanaan model pembelajaran, yaitu buku panduan guru (BPG), lembar kerja siswa (LKS), lembar projek. Produk yang diciptakan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini valid, jika hasil penilaian para ahli dan praktisi yang didasarkan pada aspek teoritis yang kuat. Aspek kepraktisan ditinjau dari keterpakaian dan kemudahan guru dalam menggunakan perangkat pembelajaran dan peserta didik dalam pemanfaatan LKS, projek, dan lembar penilaian diri. Keefektifan dilihat dari hasil penilaian LKS, penilaian observasi dan hasil penilaian diri dalam pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan produk pengembangan memenuhi kriteria: (1) kevalidan yakni para dosen ahli menyatakan perangkat pembelajaran valid, dengan kriteria yang dihasilkan oleh RPP yaitu 3,72 4 (valid), BPG menghasilkan 3,91 4 (valid), LKS yaitu 3,64 4 (valid), dan lembar projek peserta didik sebesar 3,47 3 (cukup valid), (2) tingkat kepraktisan yakni; (a) kepraktisan guru terhadap perangkat pembelajaran menghasilkan skor kepraktisan yaitu 4,26 (praktis), (b) kepraktisan peserta didik terhadap pemanfaatan LKS, Projek, dan Penilaian diri yang menghasilkan kriteria yaitu 4,03 (praktis), (3) tingkat keefektifan yakni; (a) hasil penilaian masing-masing LKS1, LKS2, dan LKS3 sebanyak 89%, 92%, dan 95% memperoleh nilai predikat minimal cukup (C), sehingga dikatakan tuntas, (b) hasil penilaian msing-masing observasi1, observasi2, dan observasi3 memperoleh skor 100% (Tuntas), dan (c) skor hasil penilaian diri sebanyak 100% (Tuntas). Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual matematika yang menekankan religiusitas peserta didik memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif
THE BENEFITS OF IMAGES: GUESS AND CHECK GAME IN MATH CLASSROOM
Geometry is a learning that requires some abilities to cover it. One of it is the spatial ability. The purpose of this study are how learning geometry in mathematics education, Teacher Training and Education Faculty at the University of Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia can be easily understood by students. So, the researchers made a model of learning that is associated with the game, guess and check game is one of a game which is support for the student to understand the geometry with easily. Guess and check game consists of several steps or rules of the game. Guess and Check game also closely associated with the image. To improve a spatial ability and motivation to learn geometry for students, images are needed in the game especially in guess and check game. How guess and check the game as the application of the use of the image can improve spatial ability and motivation to learn in geometry? 
DESKRIPSI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI ANALITIK BIDANG YANG TERMODIFIKASI DENGAN TEORI DIENES DAN VAN HIELE
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis mahasiswa semester 1 program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui pembelajaran GAB (Geometri Analitik Bidang) yang termodifikasi dengan teori Dienes dan Van Hiele. Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan untuk mengungkapkan gagasan atau ide-ide matematika dalam upaya untuk mencari suatu solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Oleh karena itu, dengan merepresentasikan idenya mahasiswa akanmengalami kemudahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran yang termodifikasi dengan teori belajar Dienes dan teori belajar Van Hiele. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 1 kelas A program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sedangkan objek penelitian adalah seluruh proses dan hasil pembelajaran matematika dengan penerapan pembelajaran yang termodifikasi Dienes dan Van hiele untuk mengetahui deskripsi kemampuan representasi matematis mahasiswa di kelas tersebut. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi kemampuan representasi matematis, pedoman wawancara, dan tes kemampuan representasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran yang telah dirancang oleh dosen model dan para dosen observer telah dapat memunculkan kemampuan representasi matematis mahasiswa. Dari hasil dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada mata kuliah Geometri Analitik Bidang yang telah dimodifikasi dengan teori belajar Dienes dan Van Hiele dapat membantu perkembangan kemampuan representasi matematis mahasiswa. Pengembangan pembelajaran dilakukan sesuai dengan kebutuhan pada mahasiswa. Kata Kunci: kemampuan representasi matematis, pembelajaran GAB, teori Dienes, teori Van Hiele ABSTRACT This study aimed to describe the ability of a mathematical representation of first semester students of Mathematics Education courses through learning Muhammadiyah University Purwokerto GAB (Analytic Geometry Field) modified with Dienes and Van Hiele theory. Mathematical representation capability is the ability to express ideas or mathematical ideas in an effort to find a solution to the problem at hand. Therefore, to represent the idea of students akanmengalami ease in completing a math problem. Learning model used is a modified model of learning with learning theory and learning theory Dienes Van Hiele. The subjects were students of first semester of grade A Mathematics Education courses Muhammadiyah University Purwokerto. While the research object is the whole process and the learning outcomes of learning mathematics with application of modified Dienes and Van hiele to know the description of the mathematical representation ability of students in the class. The research instrument is observation sheet feasibility study, a mathematical representation capability observation sheet, interview, and test the ability of mathematical representation. The results showed that the learning that has been designed by professors and lecturers observer models have been able to raise the ability of the student mathematical representation. From the results and discussion in this study it can be concluded that learning in courses Analytic Geometry field that has been modified with learning theory and Van Hiele Dienes can help the development of a mathematical representation of student ability. Development of learning is done in accordance with the needs of the students. Key Words : Mathematical representation ability, GAB learning, Dienes’ theory, Van Hiele’s theor
DISCOVERY LEARNING DALAM MATA KULIAH TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN PENEMUAN DIRI (SELF INVENTION) DAN KEAKTIFAN MAHASISWA
COLLABORATIVE LEARNING PADA MATA KULIAH GEOMETRI ANALITIK BIDANG UNTUK MENUMBUHKAN KECERDASAN SPASIAL (SPACIAL INTELLIGENCE) MATEMATIKA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan spasial (spacial intelligence) matematika mahasiswa dengan dibantu oleh model pembelajaran collaborative learning pada mata kuliah Geometri Analitik Bidang. Kecerdasan Spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia spasial secara cermat. Spasial adalah suatu hal yang berkenaan dengan ruang atau tempat dengan melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, bidang, ruang, ukuran, dan juga hubungan di antara elemen-elemen tersebut. Oleh karena itu, dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif diharapkan mahasiswa dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang terkait dengan mata kuliah Geometri Analitik Bidang dengan menggunakan kecerdasan spasial mereka dalam pembelajaranya di kelas. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 1 kelas A program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sedangkan objek penelitian adalah seluruh proses dan hasil pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran collaborative learning yang diharapkan dapat menumbuhkan kecerdasan spasial (spacial intelligence) mahasiswa di kelas tersebut. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi kecerdasan spasial (spacial intelligence), lembar observasi keaktifan mahasiswa, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran yang telah dirancang oleh dosen model dan para dosen observer telah dapat memunculkan kecerdasan spasial (spacial intelligence). Dari hasil dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran collaborative learning pada mata kuliah Geometri Analitik Bidang dapat membantu menumbuhkan kecerdasan spasial (spacial intelligence). Pengembangan pembelajaran dilakukan sesuai dengan kebutuhan pada mahasiswa
TEACHER AS A FACILITATOR OR A TEACHER: EMPOWERING LEARNING STRATEGIES IN GEOMETRY COURSE
Teaching is the well known word for teachers. Teachers know the meaning of this word and know how to perform teaching. Sometimes they do not know the difference between teaching and facilitating in learning and it make a distance between the students and teachers. The purpose of this study are how learning geometry in mathematics education, Teacher Training and Education Faculty at the University of Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia modify the class in geometry course interactively and can be easily understood by students. So, the researchers made the strategies in geometry course that is associated with the games. Games are one of strategy in class which is support for the student to understand the geometry with easily and make the class interactively.
FLIPPED CLASSROOM LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BI-LINGUAL UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Flipped classroom is a learning model that uses exciting technology that commonly used in everyday life. Therefore students are expected to learn independently and can change the negative paradigm of technology itself. The purpose of this study is to get an idea of ​​how the application of Flipped Classroom learning model in Mathematics Education students of University of Muhammadiyah Purwokerto in Mathematics Bi-Lingual subject. The results of this study are application of flipped classroom learning stages; and an overview of independent learning of students during the learning by applying flipped classroom learning model. Key words: Flipped classroom, independently of study, and learning technolog
Permainan Interaktif untuk Menumbuhkan Partisipasi Aktif, dan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Melalui Penerapan Lesson Study
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana permainan interaktif dapat diaplikasikan pada mata kuliah geometri analitik bidang melalui penerapan lesson study. Penelitian ini terdiri dari 4 siklus, setiap siklus terdari dari 3 tahap yaitu plan, do, see. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester I kelas A angkatan 2014 pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Data penelitian ini yaitu melalui lembar observasi, rekaman video, portofolio, dan angket. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif, dan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dan inovasi pembelajaran dapat tumbuh melalui penerapan lesson study
EXAMPLE AND NON-EXAMPLE LEARNING MODEL BERBANTUAN MEDIA POSTER UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MAHASISWA
Proses belajar matematika yang dilakukan di program studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hendaknya mendukung kemampuan mahasiswa untuk mencari konsep dari belajar itu sendiri sebagai proses belajar mereka. Untuk menciptakan suasana belajar dimana mahasiswa dapat mencari ide dan konsep belajar matematika mereka sendiri perlu didukung oleh model pembelajaran yang dapat efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut dan media pembelajaran guna alat bantu mahasiswa untuk memaksimalkan kemampuan matematika mereka. Penggunaan Example and Non-Example Learning Model dengan berbantuan media pemelajaran poster diharapkan dapat merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif, menumbuhkembangkan kemampuan dalam pembelajaran secara umum, dan menciptakan kemampuan matematika secara khusus, seperti kemampuan koneksi matematika, serta mengubah pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented. Oleh karena itu, dengan menggunakan Pembelajaran Example and Non-Example berbantuan media pembelajaran poster secara berulang-ulang di mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan koneksi matematika mahasiswa.Kata Kunci : example and non-example, media pembelajaran poster, dan kemampuan koneksi matemati
Game-Based Learning Utilised Kahoot! Application for Mathematics Literacy and Motivation Among Primary Students: Experimental Study
This study explores how game-based learning using the Kahoot! application can enhance mathematics literacy and learning motivation among primary school students. Employing a quantitative experimental approach, the research involved two student groups: the experimental group engaged in math lessons incorporating Kahoot!, while the control group received conventional teacher-centered instruction. A total of sixty elementary students took part in the study. To evaluate outcomes, mathematics literacy was assessed through pre-tests and post-tests, while a motivation questionnaire gauged students' engagement and attitudes toward learning math. The findings showed that the experimental group experienced significantly greater gains in both mathematics literacy and motivation. The interactive, game-like nature of Kahoot! created a more enjoyable and participatory learning atmosphere, promoting better understanding of mathematical concepts. These results indicate that game-based learning tools like Kahoot! can enhance academic performance and foster a more positive attitude toward mathematics. The study underscores the potential of digital learning innovations to make classrooms more interactive and student-focused, ultimately supporting the development of key mathematical skills in primary education
- …
