1,734,876 research outputs found
Ketika Yanti pindah ke Yogya
Buku ini menceritakan masalah Yanti. Apa yang salah? Pikir Yanti. Sebagai anak baru, dia menemui banyak sekali masalah, dari bahasa Jawa yang belum dia kuasai, makanan yang tidak cocok di lidahnya, sampai ketika dia menangis karena tersesat saat mencari alamat rumah temannya akibat tidak tahu arah. Apakah Yanti akan tetap di Yogya atau dia akan kembali ke Bau-Bau? Yuk, kita baca kisahnya
Upaya penanggulangan tindak pidana kekerasan oleh guru terhadap muridnya / oleh Yanti
abstrak (A) Nama : Yanti NIM : 205020023 (B) ?Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Kekerasan Oleh Guru Terhadap Muridnya? (C) vii + 85 halaman + lampiran, 2007 (D) Kata kunci : Kekerasan, Kepolisian, Guru, Murid, (E) Isi Abstrak (F) Bentuk kekerasan di sekolah dapat diwujudkan dengan melalui hukuman yang diberikan oleh guru terhadap muridnya, akan tetapi hukuman yang diberikan guru terhadap muridnya kemungkinan akan menyakitkan bagi si siswa itu sendiri. Kekerasan pada siswa yang dilakukan oleh seorang guru terhadap muridnya dengan menyilet jari manis murid, korbannya bukan hanya satu murid saja. Peristiwa murid naas dan guru sadis tersebut terjadi di SD Putra Derma yang berlokasi di Jalan Titian Kompas Indah, Tambun, Kabupaten Bekasi. Dalam upaya menanggulangi kekerasan dalam pendidikan yang diakukan kepolisian sebagai penegak hukum merupakan suatu hal yang sangat penting karena dengan penegakan hukum tersebut maka akan terhindar dari kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap muridnya. Apabila terbukti telah terjadi tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswanya maka jika terjadi laporan dari pihak keluarga korban kepada kepolisian maka selaku aparat penegak hukum harus melakukan penyidikan mengenai kasus yang terjadi tersebut. Proses penyidikan akan dapat berhenti berdasarkan Pasal 7 Butir i dan j Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 jo. Pasal 109 Ayat (2) KUHAP, akan tetapi dalam kasus yang terjadi penyidikan berhenti yaitu dengan melalui cara penyelesaian secara musyawarah yaitu dengan cara mendamaikan dari pihak si pelaku dan pihak si korban. Bentuk cara musyawarah ini dapat dilakukan dengan menggunakan dasar Pasal 7 huruf j tersebut dengan pertimbangan karena faktor yang akan dirugikan jika sampai kasus tersebut sampai ke pengadilan. Faktor kerugian yang dapat bagi siguru yaitu hilangnya pekerjaan sebagai guru karena pihak sekolah yang lain tidak akan menerimanya sebagai guru kembali. Fakor kerugian dari siswa itu sendiri yaitu tidak akan diterima disekolah yang lainnya karena pihak sekolah yang baru akan takut menerima murid tersebut dikarena kejadian akan terulang kembali pada sekolah yang barunya. (G) Daftar acuan : 15 (1986 ? 2003) (H) Pembimbing : P.C. Hadiprastowo, S.H. (I) Penulis : Yant
Makalah Indvidu & Makalah Kelompok
Makalah Indvidu menjelaskan tentang : Pengertian, ruang lingkup, karakteristik dan strategi kewirausahaan
Makalah kelompok menjelaskan tentang : Sumber peluang usaha, analisa peluang sebelum dijadikan usaha dan karakteristik kewirausahaanMakalah Individu di buat oleh : Yanti 11812054 (7B)
Makalah Kelompok dibuat oleh : Melania Khoiriyah 11812035, Sulis Aspiyani 11812050, Yanti 11812054 (7B
KC1-aozFG20170406 - Yanti story
Yanti tells a story about going into the forrest to cut honey when she was young. Original file name: aoz-FG-20170406- MammaT Transcribed by: Yedida Ora Checked and Edited by: Kirsten Culhane Free Indonesian/Kupang by: Yedida Ora Free English by: Kirsten Culhane. Language as given: Uab Met
Pura Dharma Yanti di Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi (Studi tentang Sejarah, Struktur dan Fungsi Pura)
Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi yang bertujuan untuk mengetahui :(1) Sejarah Pura Dharma Yanti; (2) Struktur Pura Dharma Yanti; (3) Fungsi Pura Dharma Yanti. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah yang dilakukan (1) Heuristik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Kritik sumber, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi penulisan sejarah. Berdasarkan temuan di lapangan Pura Dharma Yanti merupakan Pura pecahan dari Pura Dewata agung. Sebelum Pura Dharma Yanti di bangun, umat Hindhu yang bersembahyang di Pura Dharma Yanti masih ikut bersembahyang di Pura Dewata Agung. Pada tahun 2011 umat Hindhu yang berdomisili Sumberbulu sepakat untuk membangun Pura sendiri, hingga akhirnya pada tahun 2012 Pura Dharma Yanti di resmikan dan di pangku oleh bapak Sukaji anak kandung dari pemangku pertama Pura Dewata Agung. Struktur Pura Dewata Agung menggunakan konsep Dwi Mandala yang mana konsep ini membagi bagian Pura menjadi dua bagian yaitu Nista Mandala dan Utama Mandala. Fungsi Pura Dewata Agung dibagi menjadi tiga yakni, (1) Fungsi Religius; Pura merupakan tempat suci untuk memuja tuhan dengan berbagai manifestasinya sehingga pura merupakan tempat paling utama untuk melangsungkan aktifitas keagamaan (2) Fungsi Pendidikan; belajar membuat banten, penjor dan perlengkapan upacara lainnya yang dibuat oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Pura Dharma Yanti juga digunakan sebagai tempat pendidikan persantian dan juga pendidikan agama pasraman (3) Fungsi Sosial; Pura Dharma Yanti digunakan sebagai tempat musyawarah masyarakat yang ada disekitar pura, selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk menjadikan perekat solidaritas sosial dengan berinteraksi sosial melalui rapat ataupun musyawarah yang dilakukan di Pura Dharma Yanti (4) Fungsi Ekonomi; ketika ada acara penting masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan (5) Fungsi Budaya; Pura Dharma Yanti, setiap adanya upacara keagamaan di dalam pura masyarakat mengadakan atau memainkan alat musik tradisional yaitu ble ganjur.Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberbulu, Songgon, Banyuwangi yang bertujuan untuk mengetahui :(1) Sejarah Pura Dharma Yanti; (2) Struktur Pura Dharma Yanti; (3) Fungsi Pura Dharma Yanti. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah yang dilakukan (1) Heuristik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (2) Kritik sumber, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi penulisan sejarah. Berdasarkan temuan di lapangan Pura Dharma Yanti merupakan Pura pecahan dari Pura Dewata agung. Sebelum Pura Dharma Yanti di bangun, umat Hindhu yang bersembahyang di Pura Dharma Yanti masih ikut bersembahyang di Pura Dewata Agung. Pada tahun 2011 umat Hindhu yang berdomisili Sumberbulu sepakat untuk membangun Pura sendiri, hingga akhirnya pada tahun 2012 Pura Dharma Yanti di resmikan dan di pangku oleh bapak Sukaji anak kandung dari pemangku pertama Pura Dewata Agung. Struktur Pura Dewata Agung menggunakan konsep Dwi Mandala yang mana konsep ini membagi bagian Pura menjadi dua bagian yaitu Nista Mandala dan Utama Mandala. Fungsi Pura Dewata Agung dibagi menjadi tiga yakni, (1) Fungsi Religius; Pura merupakan tempat suci untuk memuja tuhan dengan berbagai manifestasinya sehingga pura merupakan tempat paling utama untuk melangsungkan aktifitas keagamaan (2) Fungsi Pendidikan; belajar membuat banten, penjor dan perlengkapan upacara lainnya yang dibuat oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Pura Dharma Yanti juga digunakan sebagai tempat pendidikan persantian dan juga pendidikan agama pasraman (3) Fungsi Sosial; Pura Dharma Yanti digunakan sebagai tempat musyawarah masyarakat yang ada disekitar pura, selain itu juga digunakan sebagai tempat untuk menjadikan perekat solidaritas sosial dengan berinteraksi sosial melalui rapat ataupun musyawarah yang dilakukan di Pura Dharma Yanti (4) Fungsi Ekonomi; ketika ada acara penting masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan (5) Fungsi Budaya; Pura Dharma Yanti, setiap adanya upacara keagamaan di dalam pura masyarakat mengadakan atau memainkan alat musik tradisional yaitu ble ganjur
Analisis pengelolaan dana desa di desa sambali (studi kasus pada desa sambali kecamatan pasimarannu kabupaten kepulauan selayar)
Skripsi ini disusun oleh Yanti mahasiswa jurusan Akuntansi STIE- YPUP Makassar.67 hlm.; 29 cm
Aplikasi Katering Berbasi Website Pada Usaha Mbak Yanti Caterig
Mbak Yanti Catering is a home-cooked food service provider, especially malay in Sungai Pakning, Bengkalis. Catering food orders are still very limited in scope. In Mbak Yanti Catering, it is still a manual or recording system for the ordering process, so catering entrepreneurs will have difficulty managing and carrying out the administrative process, this is certainly less efficient. And the ordering of the catering process, which is still done conventionally, certainly does not provide maximum results, because it requires a fairly long process. From these problems, a website-based catering application is proposed in the Mbak Yanti Catering business. The application is designed using PHP programming languages, MySql and uses the laravel framework as a database management system. The result
of this website is in the form of an application that can manage data and contribute catering orders to the people of Sungai Pakning
ANALISIS PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI KONVEKSI DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KARYAWAN (Studi Kasus Konveksi Mbak Yanti Kauman Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Analisis Pengembangan Home Industri Konveksi
Dalam Meningkatkan Perekonomian Karyawan (Studi Kasus Konveksi Mbak
Yanti Kauman Tulungagung)”, ditulis oleh Alifia Nurrahma, NIM. 12402193107.
Dengan pembimbing Dr. Nur Aziz Muslim, M.H.I.
Industri Konveksi merupakan perusahaan yang menghasilkan pakaian jadi.
Seiring berkembangnya dunia digital dan persaingan bisnis, semua usaha
termasuk industri konveksi dituntut untuk terus melakukan upgrade atau
pembaruan pada sistem maupun operasinya. Salah satunya yaitu home industri
konveksi Mbak Yanti yang sudah berdiri 20 tahun dan tetap berkembang ditengah
persaingan usaha yang sejenis. Hal tersebut, dikarenakan konveksi Mbak Yanti
melakukan beberapa strategi untuk mengembangkan usahanya demi kestabilan
perekonomian industrinya dan juga para karyawannya. Fokus penelitian dalam
skripsi ini adalah (1) Bagaimana strategi yang digunakan home industri Konveksi
Mbak Yanti untuk mengembangkan usahanya? (2) Bagaimana peran home
industri Konveksi Mbak Yanti dalam meningkatkan perekonomian karyawannya?
(3) Bagaimana kendala dan solusi pada Home Industri Konveksi Mbak Yanti
dalam meningkatkan usahanya?.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber
data terdiri dari wawancara dengan pemilik, kepala produksi, dan karyawan
Konveksi Mbak Yanti, situasi lokasi di Konveksi Mbak Yanti, dan berkas
dokumentasi berasal dari jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang terkait
dengan judul penelitian, serta buku catatan Konveksi Mbak Yanti. Teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Strategi pengembangan yang dilakukan
home industri Konveksi Mbak Yanti dalam mengembangkan usahanya, yaitu
memanfaatkan modal dengan sebaik-baiknya, menggunakan peralatan teknologi
yang bagus dan modern, kepemimpinan yang cakap, mengutamakan produk yang
berkualitas tinggi, menetapkan harga produk yang terjangkau, promosi
mengandalkan relasi dan dari mulut ke mulut, distribusi produk dengan mencari
lokasi strategis dan minat daya konsumtif masyarakat yang tinggi. (2) Peran home
industri Konveksi Mbak Yanti dalam meningkatkan perekonomian karyawannya
yaitu telah berperan untuk menyediakan lapangan pekerjaan, menumbuhkan jiwa
produktif dan kreatif, dan meningkatkan perekonomian karyawannya. (3) Kendala
dan Solusi pada home industri konveksi dalam meningkatkan usahanya yaitu
faktor sumber daya manusia dan faktor pemasaran. Untuk mengatasi kendala
tersebut pemilik usaha harus memberikan solusi yang efektif dan efisien agar
dapat menyelesaikan kendala dengan baik.
Kata Kunci: Pengembangan Usaha, Industri Konveksi, Perekonomian
Pembatalan perkawinan ditinjau dari Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (studi kasus pembatalan perkawinan Daniel Sutrisno Harseno dengan Vivi Anggraini Ngantung di Pengadilan Negeri Bekasi) / oleh Verra Yanti Ngantung
abstrak (A) Nama (NIM) : Verra Yanti Ngantung (205002015) (B) Judul Skripsi : ?PEMBATALAN PERKAWINAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (STUDI KASUS PEMBATALAN PERKAWINAN DANIEL SUTRISNO HARSENO DENGAN VIVI ANGGRAINI NGANTUNG DI PENGADILAN NEGERI BEKASI)?. (C) Halaman : viii+91+23+2007 (D) Kata Kunci : Pembatalan Perkawinan (E) Isi : Pembatalan perkawinan merupakan salah satu cara untuk pemutusan perkawinan dengan dimohonkan ke Pengadilan Negeri atau Agama untuk yang beragama Islam. Daniel Sutrisni Harseno memohonkan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Negeri Bekasi atas perkawinannya dengan Vivi Anggraini Ngantung. Alasan-alasan yang diajukan sebagai dasar permohonan pembatalan perkawinan sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan. Namun penetapan pembatalan perkawinannya ada tanpa hadirnya termohon dalam persidangan sehingga tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Peraturan Pelaksana Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Proses persidangan seharusnya sama dengan gugatan perceraian. Sehubungan dengan kasus ini hakim seharusnya bertindak adil dalam menetapkan atau memutus setiap perkara yang ada. Karena dalam perkawinan ada dua pihak, sebaiknya dalam menetapkan pembatalan perkawinan para pihak di dengar keterangannya, sebab pembatalan perkawinan sama seperti perkawinan mempengaruhi status seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. (F) Acuan : 23 (1975 - 2005) (G) Pembimbing I.G.A. Adi, S.H., M.H (H) Penulis Verra Yanti Ngantun
- …
