536 research outputs found
Lightweight generic random ferns for multi-target augmented reality on mobile devices
Proposed use lightweight generic random ferns (LGRF), a fast key-point classifier designed for multi-target augmented reality (AR) on mobile devices. LGRF uses binary features of image patches for both object recognition and keypoint matching of multiple objects, and stores probabilities in a single bit representation to reduce memory requirements. As a result, LGRF can perform simultaneous object recognition and keypoint matching in real time with low memory consumption, making it suitable for multi-target AR on mobile devices
Implementasi Kerjasama Sister City Bandung – Suwon Pada Tahun 2018 – 2021
Hubungan Internasional dalam ranah kerjasamanya bukan berbicara lagi soal negara sebagai aktor melainkan aktor baru lainnya seperti pemerintah daerah (local government) mempengaruhi pengembangan model hubungan yang bersifat transnasional, seperti kerjasama yang terjalin antara Kota Bandung dan Kota Suwon. Kerjasama Internasional Bandung – Suwon sudah terjalin sejak 26 tahun, tentu hubungan paradiplomasi memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan kerjasama internasional salah satu contohnya adalah sister city. Kedua kota ini sepakat melakukan implementasi karena Wali Kota Bandung Oded M Danial bertemu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom di Ruang Kenegaraan Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana di tahun 2018 sehingga peneliti akan meneliti di tahun 2018. Untuk itu penulis akan meneliti tentang “Implementasi Kerjasama Sister City Bandung – Suwon di Tahun 2018 – 2021” dengan menggunakan Teori Kerjasama Internasional, dan menggunakan kedua konsep yaitu Konsep Paradiplomasi dan Konsep Sister City. Hasil penelitian pada bab pembahasan menunjukkan Bagaimana Implementasi Kerjasama Sister City Bandung – Suwon di Tahun 2018 – 2021 terlaksanakan sesuai kesepakatan kedua kota melalui pendoman hukum yang berlaku sesuai dengan kesepakatan yang sah pada bidang ruang lingkup kerjasama yang tertuang MoU yang telah ditandatangani kedua kota.The state is no longer referred to as an actor in international relations when addressing cooperation; instead, other new actors, like local governments, have influenced the creation of a transnational relationship model, such as the cooperation between the cities of Bandung and Suwon. Bandung to Suwon Because there has been international cooperation for 26 years, it is clear that local governments could more easily handle international cooperation. A great example for this is the sister city relationship. According to a discussion between both the South Korean Ambassador to Indonesia, Kim Chang-beom, and the Mayor of Bandung, Oded M. Danial, in the State Room of Bandung City Hall, Jalan Wastukancana, in 2018, the two cities decided to bring out the implementation. As a consequence, research will be done in 2018. For this reason, the authors will employ the Paradiplomacy Concept and the Sister City to examine the "Implementation of Collaboration Sister City Bandung - Suwon in 2018 - 2021" using the Theory of International Cooperation. In accordance with a valid agreement in the area of the scope of cooperation contained in the MoU that was signed by the two cities, the research results in the discussion chapter prove how cooperation Sister City Bandung - Suwon in 2018 - 2021 was carried out through applicable legal guidelines
Paradiplomasi Pemerintah Kota Bandung – Suwon (Korea Selatan) Melalui Kerjasama Sister City Dalam Bidang Pendidikan Dan Kebudayaan
Hubungan Internasional mulai mengalami transformasi terkait dengan aktor yang terlibat didalamnya. Munculnya konsep paradiplomasi mengacu pada kapasitas untuk melakukan hubungan luar negeri dengan pihak asing yang dilakukan oleh entitas sub-state atau pemerintah regional. Sister city merupakan bentuk pengimplementasian dari paradiplomasi. Kerjasama Sister city ini diadopsi oleh Kota Bandung dan Kota Suwon yang sudah terjalin dari tahun 1997. Seiring dengan berjalannya kerja sama sister city ini, sudah banyak program-program yang terlaksana diantara keduanya khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Melalui metode kualitatif penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan literatur serta didukung oleh studi pustaka, penelusuran data online, jurnal, ataupun laporan dan dokumen dari instansi terkait seperti Bagian Kerjasama Sekretariat Kota Bandung, serta dokumentasi dan observasi yang kemudian di analisis dengan pendekatan Ilmu Hubungan Internasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerjasama Sister city yang dijalin Kota Bandung dan Kota Suwon pada jangka periode tahun 2018 hingga tahun 2020 belum efektif dan maksimal. Hal ini dapat dilihat pada tahun 2020 mengalami penundaan program atau terhenti dalam pelaksanaannya. Terdapat dua faktor yang menjadi penghambat terlaksananya kerjasama sister city Kota Bandung dan Kota Suwon menjadi tidak efektif, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal menjadi hambatan utama karena terjadinya Pandemi Covid-19 yang memberikan dampak terhadap pelaksanaan dan realisasi Kerjasama sister city Kota Bandung dan Kota Suwon
Identifikasi Tujuan Kerjasama Sister City Antara Pemerintah Kota Bandung (Indonesia) Dengan Pemerintah Kota Suwon (Korea Selatan) Pada Tahun 2010 – 2015
Fenomena Sister City dalam hubungan internasional telah berkembang pesat tidak hanya di luar negeri, namun juga di Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuka pengetahuan tentang hubungan antar-kota dengan menggambarkan tujuan Sister City dan program-program yang dilaksanakan. Fokus penelitian ini adalah tujuan Pemerintah Kota Bandung untuk bekerjasama dalam program Sister City dengan Kota Suwon (Korea Selatan). Kerjasama antara Kota Bandung Indonesia dan Suwon Kota Korea Selatan merupakan salah satu kerjasama sub-nasional atau pemerintah lokal antar-negara tertua di kedua negara. Kerjasama ini telah mengalami perkembangan dalam ruang lingkup yang dikerjasamakan. Penelitian ini menggunakan Konsep Paradiplomacy – Three Layers of Paradiplomacy yang ditulis oleh André Lecours. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder, dengan teknik yang digunakan adalah mengumpulkan data-data sekunder kepustakaan dan data primer yang didapat dari wawancara serta dokumen – dokumen resmi pemerintah.. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelaksanaan kemitraan Sister City dari Pemerintah Kota Bandung (Indonesia) dengan Kota Suwon (Korea Selatan) dimotivasi oleh tujuan dalam lapisan ekonomi dan lapisan exchange of knowledge. Kedua kota terlibat program-program yang termasuk dalam kerjasama bisnis, pertukaran budaya, pertukaran pendidikan dan kerjasama teknis yang telah dilaksanakan sehingga membantu pembangunan daerah di Kota Bandung sebagai bagian dari negara berkembang
CAMPUR KODE DALAM KONTEN YOUTUBE AMELICANO “KE SUWON UNTUK SUPPORT MEGAWATI HANGESTRI PERTIWI”
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan 1) penggunaan campur kode dalam konten Youtube Amelicano “Ke Suwon Untuk Support Megawati Hangestri Pertiwi”, 2) bentuk-bentuk campur kode dalam konten Youtube Amelicano “Ke Suwon Untuk Support Megawati Hangestri Pertiwi”. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak catat yang mana peneliti menyimak atau mengamati penggunaan bahasa yang diujarkan. Hasil dari penelitian ini menggunakan teori Nursaid dan Marjusman Maksan yaitu terdapat dua jenis campur kode, yakni campur kode ke dalam (inner code mixing) dan campur kode ke luar (outer code mixing). Hasil dalam penelitian ini terdapat 20 data ujaran berupa campur kode ke luar dengan pengujarannya yakni kata dan frasa. Selain itu, dari semua ujaran terdapat 18 bentuk unsur kata dan 6 bentuk unsur frasa. Penggunaan campur kode ke luar yang diujarkan oleh Amelia Tantono yaitu berupa ujaran bahasa Indonesia dengan bahasa Korea serta ujaran bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Ujaran yang diucapkan oleh Amelia Tantono seringkali terjadinya campur kode ke luar. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sebuah pengetahuan mengenai bentuk campur kode dan dapat sebagai acuan peneliti dalam memahami bentuk – bentuk campur kode
Profil Literasi Digital siswa terhadap media pembelajaran MATUR SUWON (Mathematics Adventure of Super Wonder) pada materi Aritmatika Sosial
Kemampuan kompetensi digital siswa dapat diukur menggunakan individual competence framework. Terdapat tiga indikator yang digunakan yaitu technical skill, critical understanding dan social competence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil literasi digital siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah terhadap media pembelajaran Matur Suwon pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Uji coba dilakukan pada 9 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data diperoleh menggunakan instrumen tes tertulis, observasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan indikator literasi digital untuk diperoleh profil literasi digital siswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi digital siswa dengan kemampuan matematika tinggi terhadap media pembelajaran Matur Suwon pada materi aritmatika sosial memiliki tingkat kompetensi digital sedang. Siswa dengan kemampuan matematika sedang memiliki tingkat kompetensi digital sedang. Sedangkan, siswa dengan kemampuan matematika rendah memiliki tingkat kompetensi digital rendah
Quantisation‐free binary feature aggregation for fast image representation
A method for aggregating binary features to represent an image in a single vector is proposed. Binary features are decomposed into several sub-features to permit the individual aggregation of each sub-feature into a histogram. The method is completely quantisation-free, enabling exceptionally fast image representation. Experimental results demonstrate that the method is a competitive alternative for image representation when runtime efficiency is crucial.
Implementasi Kerja Sama Sister City Kota Bandung Dan Kota Suwon-Korea Selatan
Kerjasama Sister City merupakan persetujuan kerjasama antara dua kota, daerah setingkat provinsi, negara bagian atau prefektur yang memiliki satu atau lebih kemiripan karakteristik dimana dua daerah tersebut terdapat pada dua negara yang berbeda. Kerja Sama Sister City antara pihak Universitas Kyonggi dan PAUD Dahlia dalam Pembangunan fasilitas terhenti dikarenakan adanya Miss Communication dan masalah anggaran. Pengaturannya kurang berjalan secara maksimal dikarenakan kurang adanya peranan Pemerintah Kota Bandung khusunya Bagian Kerja Sama Kota Bandung. Studi mengenai implementasi ini mengacu ada teori implementasimenurut Edwards III dimana, keberhasilan implementasi dapa tdilihat berdasarkan pada Communication, Resources, Disposittions, dan Bureauceratic Structure. Untuk melihat keberhasilan dalam implementasi kerja sama Sister City. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti lebih menekankan pada penyelidikan untuk memahami masalah sosial berdasarkan pada pandangan informan yang terperinci tentang suatu masalah. Adapun dari tujuan metode tersebut untuk membuat gambaran secara sistematis, formal, dan aktual mengenai fakta, sifat, serta hubungan antara fenomena yang akan diteliti lebih terperinci. Hasil Peneliti menunjukan bahwa Implementasi Kerja Sama Sister City Kota Bandung dan Kota Suwon-Korea Selatan (Studi pada masalah Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Kelurahan Sukamulya Kota Bandung) oleh BagianKerja Sama Sub Bagian Luar Negeri Kota Bandung masih belum berhasil dalam kerjasama tersebut dikarenakan masalah anggaran, komunikasi, sumberdaya manusia, dan struktur birokrasi. Pembangunan fasilitas Pendidikan tersebut tidak dilanjutkan lagi dikarenakan komunikasi tidak berjalan dengan baik, komunikasi yang terjalin hanya menggunakan sosial media sehingga terjadinya miss communication antara Universitas Kyonggi dan PAUD Dahlia
Efficient and robust object recognition for large-scale standalone mobile augmented reality
학위논문(박사) - 한국과학기술원 : 전산학부, 2017.8,[iii, 60 p. :]스마트폰과 같은 모바일 기기의 대중화는 증강현실에 대한 기대감을 증가시키는 동시에 제한된 자원 문제를 해결해야 하는 숙제도 안겼다. 제한된 자원은 증강현실의 대상이 되는 물체의 수를 한정하며, 이는 서비스의 단순화로 이어진다. 본 연구는 대규모 자립형 모바일 증강현실 시스템을 실현하기 위해 순수 모바일 기기의 자원만을 활용하여 대규모의 물체를 정확하고 빠르게 인식하는 기법을 제안한다. 제안된 기법은 공간적 지역성, 선택적 특징 추출 및 2 단계 인식 등을 포함한다. 실험을 통해 단일 물체를 대상으로 한 기존의 시스템과 비교했을 때 약 8%의 정확도 저하로 인식 대상 물체의 수를 2,000개 단위로 확장할 수 있었으며, 모바일 기기 상에서 36Mbytes의 메모리만으로 2,000개의 물체를 대상으로 30fps 이상의 실시간 연산이 가능함을 보였다.한국과학기술원 :전산학부
Effects of ATF cladding properties on PWR responses to an SBO accident: A sensitivity analysis
To investigate the effects of ATF cladding properties on the plant responses to severe accidents, shortterm station blackout simulations and sensitivity analyses on hypothetical cladding materials were performed using MAAP code. For sensitivity analyses, 7 hypothetical cladding materials were used. Hypo-0 was the reference cladding whose properties are anticipated to show the poorest fuel performance during an STSBO. The input property values for Hypo-1 through Hypo-6 were selected by changing each variable independently while keeping the others at their reference values. The onset times for core uncovery and cladding oxidation were similar for all the simulation cases, implying that single property cannot affect the event times. A main conclusion is that a large enthalpy of cladding can delay the increase in temperatures of fuel and cladding by playing a role as a heat sink after the core uncovery occurs, resulting in the delayed hot leg rupture. (c) 2021 The Author(s). Published by Elsevier Ltd. This is an open access article under the CC BY license (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/).
- …
