3,037 research outputs found
Bunga Bank: studi komparasi antara PW Nahdlatul Ulama dan PW Muhammadiyah Jawa Timur
Persoalan mengenai bunga bank telah menjadi pembicaraan menarik di kalangan umat Islam. Bertitik tolak pada keterangan itu, maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini yaitu Apa saja dalil hukum syara’ yang digunakan dan Bagaimana istinbat hukum PW nahdlatul ulama dan PW Muhammadiyah Jatim dan Apa persamaan dan perbedaan putusan tentang hukum bunga bank.Skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penelitian library research (penelitian kepustakaan). Data primer, yaitu putusan PW nahdlatul ulama dan PW Muhammadiyah Jawa timur dan data sekunder yaitu karya-karya lain yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Adapun analisis data adalah analisis komparatif.PW nahdlatul ulama menggunakan qiyas sebagai metode penetapan hukumnya. Dan hasil dalam Sidang bah{sul masail PWNU Jawa timur di Pon. Pes. Darussalam Blokagung Banyuwangi 22-24 Juli 1990 yaitu:a. Haram : Karena termasuk barang yang dipungut manfaatnya (rente).b. Halal : Sebab tidak ada syarat pada waktu akad, sebab menurut para ahli hukum terkenal, bahwa adat yang berlaku itu tidak termasuk menjadi syarat.c. Syubhat : (tidak tentu halal-haramnya)Sedangkan, metode pengambilan hukum yang dilakukan PW Muhammadiyah Jawa Timur mengikuti prosedur pengambilan dengan cara ilhaq al-masail bi nazairiha. sebagaimana yang telah diputuskan dalam keputusan PW Majlis Tarjih PW Muhammadiyah Jawa Timur ke XIII di sidoarjo 1968 yaitu:1) Riba hukumnya haram, dengan nas sarih al-Qur’an dan as-Sunnah.2) Bank dengan sistem riba hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal.3) Bunga bank yang diberikan oleh Bank-bank milik Negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku, termasuk perkara Musytabihat.4) Menyarankan kepada PP. Muhammadiyah untuk mengusahakan terwujudnya konsepsi sistem perekonomian khususnya lembaga perbankan yang sesuai dengan kaidah Islam.Sebagai penutup, PW nahdlatul ulama dan PW Muhammadiyah Jawa Timur sama-sama sependapat bahwa riba hukumnya adalah haram hal ini berdasarkan pada nas sarih al-Qur’an dan al-Hadis yang dengan jelas-jelas telah mengharamkan adanya praktek riba
Effect of phosphorylation on the transactivation activity of Epstein-Barr virus BMRF1, a major target of the viral BGLF4 kinase.
The effective antigen Presentation of human MHC on the Lymphocyte of HLA DPw4 Transgenic Pig: Examination with xenogenic mixed lymphocyte culture and primed lymphocyte test.
Non-Coherent Cooperative Communications Dispensing with Channel Estimation Relying on Erasure Insertion Aided Reed-Solomon Coded SFH M-ary FSK Subjected to Partial-Band Interference and Rayleigh Fading
The rationale of our design is that although much of the literature of cooperative systems assumes perfect coherent detection, the assumption of having any channel estimates at the relays imposes an unreasonable burden on the relay station. Hence, non-coherently detected Reed-Solomon (ReS) coded Slow Frequency Hopping (SFH) assisted M -ary Frequency Shift Keying (FSK) is proposed for cooperative wireless networks, subjected to both partial-band interference and Rayleigh fading. Erasure insertion (EI) assisted ReS decoding based on the joint maximum output-ratio threshold test (MO-RTT) is investigated in order to evaluate the attainable system performance. Compared to the conventional error-correction-only decoder, the EI scheme may achieve an Eb/N0 gain of approximately 3dB at the Codeword Error Probability, Pw , of 10-4 , when employing the ReS (31, 20) code combined with 32-FSK modulation. Additionally, we evaluated the system’s performance, when either equal gain combining (EGC) or selection combining (SC) techniques are employed at the destination’s receiver. The results demonstrated that in the presence of one and two assisting relays, the EGC scheme achieves gains of 1.5 dB and 1.0 dB at the Pw of 10-6 , respectively, compared to the SC arrangement. Furthermore, we demonstrated that for the same coding rate and packet size, the ReS (31, 20) code using EI decoding is capable of outperforming convolutional coding, when 32-FSK modulation is considered, whilst LDPC coding had an edge over the above two schemes
Pandangan PW 'Aisyiyah Muhammadiyah dan PW Kesejahteraan Keluarga LDII Jawa Timur terhadap kebolehan Poligami: studi Komparatif
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Pandangan PW ‘Aisyiyah Muhammadiyah berpendapat bahwa kebolehan poligami hanya dilakukan dalam keadaan yang sangat darurat, dan harus mengikuti syarat-syarat berpoligami terutama adil tetapi sulit sehingga lebih baik tidak berpoligami. Sedangkan menurut PW’ Kesejahteraan Keluarga LDII berpendapat bahwa poligami merupakan suatu ajaran dari Rasulullah SAW. Selain itu poligami diperbolehkan dalam QS an-Nisa ayat 3, sehingga jika tidak mengizinkan untuk berpoligami sama saja tidak mempercayai al-Qur’an. Banyak terjadinya poligami yang berujung tidak harmonis untuk itu bagi pembaca agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai hakikat poligami yang sebenarnya agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman yang disyariatkan dalam hukum Islam
Possible Worlds and Resources: The Semantics of BI
AbstractThe logic of bunched implications, BI, is a substructural system which freely combines an additive (intuitionistic) and a multiplicative (linear) implication via bunches (contexts with two combining operations, one which admits Weakening and Contraction and one which does not). BI may be seen to arise from two main perspectives. On the one hand, from proof-theoretic or categorical concerns and, on the other, from a possible-worlds semantics based on preordered (commutative) monoids. This semantics may be motivated from a basic model of the notion of resource. We explain BI's proof-theoretic, categorical and semantic origins. We discuss in detail the question of completeness, explaining the essential distinction between BI with and without ⊥ (the unit of ∨). We give an extensive discussion of BI as a semantically based logic of resources, giving concrete models based on Petri nets, ambients, computer memory, logic programming, and money
Development Of A Preliminary Lifing Analysis Tool For The F135-PW-100 Engine
In the near future the Royal Netherlands Air Force will replace their fleet of F-16’s with the F-35. In the past the NLR has aided the Air Force with life cycle and deterioration analysis work on the F100-PW-220 engine, which powers the F-16. Understanding the physical system of the engine allows for on-condition maintenance. The same is preferred for the F135-PW-100 engine powering the F-35. Therefore, a preliminary lifing analysis tool has been developed for the F135-PW-100 engine rotor blades, based on open source literature. Aerospace Engineerin
Studi Perencanaan Bisnis Dalam Rangka Pengembangan Usaha PW Snack
Pertumbuhan industri makanan ringan di Indonesia menunjukkan peningkatan
yang signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari beberapa sumber
menegaskan bahwa industri ini terus mengalami pertumbuhan yang konsisten. Di
samping itu, di Kabupaten Blitar memiliki potensi buah pepaya yang melimpah,
tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menjadi latar belakang yang
mendorong munculnya sebuah bisnis makanan ringan inovatif, yaitu PW Snack.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi sejumlah tantangan yang dihadapi oleh
PW Snack saat ini, serta merancang langkah-langkah strategis untuk
mengembangkan bisnis ke depan menggunakan studi perencanaan bisnis. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data
melalui wawancara dan dokumentasi. Tahap awal penelitian melibatkan analisis
mendalam terhadap kondisi bisnis saat ini. Setelah itu, dilakukan perancangan
bisnis untuk merumuskan strategi yang akan diterapkan dalam pengembangan
bisnis PW Snack. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PW Snack telah
merancang serangkaian langkah strategis yang didasarkan pada analisis mendalam
terhadap kondisi bisnis saat ini. Langkah-langkah tersebut meliputi pembaruan
kemasan produk, penerapan strategi pemasaran digital yang lebih optimal,
peningkatan efektivitas promosi penjualan, manajemen pemasaran konsinyasi dan
pemasaran langsung yang lebih baik, penggunaan sistem reseller dan
dropshipping, peningkatan dan perbaruan dalam sumber daya yang dimiliki,
optimalisasi penerapan SOP produksi, dan peningkatan manajemen keuangan
Spectral shaping of an OPCPA preamplifier for a sub-20-fs multi-PW laser
We developed an OPCPA preamplifier with an actively shaped output spectrum to obtain a sub-20-fs-duration pulse for a 4-PW laser. The active spectral shaping was facilitated by controlling the temporal profile of a pump pulse in the OPCPA preamplifier. By optimizing the output spectrum of the OPCPA to compensate for the gain-depletion effect in the 4-PW laser, a final laser pulse with a broad spectrum of 101-nm in width (FWHM), resulting in a short pulse duration of 17 fs, was achieved. (C) 2018 Optical Society of America under the terms of the OSA Open Access Publishing Agreeme
- …
