29,691 research outputs found

    Program Gotong Royong Face Off Jl. HOS Cokro Aminoto Ponorogo

    Full text link
    Program gotong royong dalam upaya merealisasikan Face off Jl. HOS Cokro Aminoto dengan beberapa fihak penting menjadikan identitas Dan tempat ruang publik yang indah dan bersih di Ponorog

    Koordinasi Lampu Lalu Lintas di Persimpangan Jl. Alianyang – Jl. Putri Daranante – Jl. Putri Darahitam dengan Persimpangan Jl. Alianyang – Jl. Gusti Hamzah – Jl. Putri Candramidi di Kota Pontianak

    Full text link
    Kemacetan lalu lintas umumnya terjadi akibat antrian di simpang-simpang jalan, terlebih lagi pada simpang-simpang yang berdekatan. Hal ini karena simpang merupakan tempat konflik antar kendaraan yang terkonsentrasi, yang secara umum berfungsi pada kapasitas dengan tingkat pelayanan atau kinerja yang lebih rendah dari persimpangan jalan yang dilayani. Saat volume lalu lintas tinggi, misalnya pada jam-jam sibuk umumnya persimpangan menjadi prasarana transportasi yang secara nyata terlihat tidak mampu menampung arus lalu lintas. Koordinasi sinyal antar simpang diperlukan untuk mengoptimalkan kapasitas jaringan jalan karena dengan adanya koordinasi sinyal ini diharapkan tundaan (delay) yang dialami kendaraan dapat berkurang. Lokasi penelitian ini diambil pada lengan simpang Jl. Alianyang I – Jl. Putri Daranante – Jl. Putri Dara Hitam dan lengan simpang JL. Gusti Hamzah – Jl. Alianyang III – Jl. Putri Candramidi. Dipilihnya kedua persimpangan tersebut karena jarak kedua simpang yang hanya 500 m sehingga memungkinkan untuk diterapkan pengaturan lalu lintas terkoordinasi. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari, yaitu pada hari Sabtu, Minggu dan Senin. Survey dimulai pukul 06.00-18.00 WIB dengan interval waktu per 1 jam. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian jumlah kendaraan yang lewat pada persimpangan tersebut. Dari jumlah kendaraan yang lewat pada tiap simpang akan didapat Volume Jam Puncak dan lama sinyal hijau untuk tiap simpang yang diteliti. Dengan adanya koordinasi lampu lalu lintas antar simpang, maka tundaan dan kemacetan dapat dikurangi, terutama yang biasa terjadi pada jam-jam puncak. Dari hasil penelitian didapat Volume Jam Puncak pada pukul 16.00-17.00 WIB untuk simpang 1 sebesar 1656 smp/jam dan untuk simpang 2 sebesar 2249 smp/jam serta didapat juga waktu tempuh kendaraan sebesar 40 km/jam. Sedangkan waktu siklus tiap simpang pada jam puncak untuk simpang 1 lama waktu siklusnya 69 detik, dengan masing-masing sinyal hijau pada tiap kaki simpang Jl. Alianyang I = 13 detik, Jl. Putri Daranante = 12 detik, Jl. Alianyang II = 17 detik, Jl. Putri Dara Hitam = 11 detik dan pada simpang 2 didapat waktu siklusnya 96 detik dengan sinyal hijau pada tiap kaki simpang Jl. Putri Candramidi = 18 detik, Jl. Alianyang III = 18, Jl. Gusti Hamzah = 22 detik, Jl. Alianyang II = 22 detik. Dengan dikoordinasikannya kedua simpang tersebut sesuai pola lama sinyal hijau, merah dan kuning yang telah didapat, maka kendaraan yang lewat dari simpang 1 menuju ke simpang 2 atau sebaliknya akan selalu mendapat sinyal hijau

    ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA JL. URIP SUMOHARJO - JL. G. BAWAKARAENG ??? JL. MESJID RAYA DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan populasi yang cukup tinggi, permasalahan transportasi di Kota Makassar semakin meningkat dari hari ke hari. Jumlah prasarana yang kurang memadai, pertumbuhan kendaraan yang cukup tinggi, serta sifat para pengemudi yang kurang disiplin merupakan salah satu faktor permasalahan transportasi di kota besar di Indonesia khususnya di Kota Makassar. Pertumbuhan kendaraan di Kota Makassar mencapai 12-15% per tahun dengan peningkatan jumlah kendaraan, baik kendaraan umum maupun pribadi, mencapai sekitar 856 ribu unit pada tahun 2010. Simpang merupakan daerah umum dimana dua jalan atau lebih bergabung atau bersimpangan, termasuk jalan dan fasilitas tepi jalan untuk pergerakan lalu lintas di dalamnya. Tujuan penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian pada simpang tak besinyal di Jl. Urip sumoharjo ??? Jl. Gunung bawakaraeng ??? Jl. Mesjid raya.Dari hasil survey lapangan yang dilakukan di penelitian ini Simpang Jl. Urip sumoharjo ??? Jl. Gunung bawakaraeng ??? Jl. Mesjid raya memiliki geometric jalan yang kurang lebar. Penyempitan sering terjadi pada simpang ini juga ditambah dengan sering terjadi hambatan pergerakan dikarenakan aktivitas kendaraan berat yang sangat padat.Dari hasil perhitungan analisa kinerja Simpang Jl. Urip sumoharjo ??? Jl. Gunung bawakaraeng ??? Jl. Mesjid raya dengan menggunakan komposisi kendaraan MKJI diperoleh nilai DS rata-rata dengan nilai DS=0,74. Dari hasil tersebut tidak melebihi DS berdasarkan syarat MKJI yaitu < 0,85 sehingga untuk saat ini tidak diperlukan evaluasi perbaikan simpang. Kondisi tingkat pelayanan pada simpang Jl. Urip sumoharjo ??? Jl. Gunung bawakaraeng ??? Jl. Mesjid raya, menunjukkan bahwa tingkat pelayanan masih bagus

    Evaluasi Traffic Light Pada Perempatan JL. PB Sudirman, Jl. Anggrek, Jl. Bedadung Jember

    No full text
    Simpangan merupakan pertemuan atau percabangan dua atau lebih ruas jalan dan juga tempat terjadinya konflik lalu lintas. Salah satu simpang bersinyal dikota jember khususnya pada perempatan Jl. PB Sudirman, Jl. Anggrek, Jl. Bedadung semakin lama menunjukkan tingkat pertumbuhan kendaraan yang cukup tinggi. Penelitian ini membahas tentang kapasitas jalan yang ada pada perempatan Jl. PB Sudirman, JL Anggrek dan Jl. Bedadung. Dari hasil pembahasan perhitungan eksisting perempatan ketiga jalan tersebut sebesar 1506 smp/jam, kapasitas pada Jl PB Sudirman sebesar 642 smp/jam, kapasitas Jl. Bedadung sebesar 285 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan Jl. PB Sudirman sebesar 0.65

    EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JL. VETERAN – JL. BENDUNGAN SIGURA-GURA – JL. SUMBERSARI – JL. BENDUNGAN SUTAMI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Zakariya, Ahmad. 2014. Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami di Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T.,M.T., (II) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd, M.T.   Kata Kunci: evaluasi simpang bersinyal, simpang Veteran-Sigura-gura, Malang   Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat menyebabkan padatnya arus lalu lintas serta titik-titik kemacetan setiap ruas jalan di kota Malang. Sehingga dibutuhkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan tersebut. Salah satu rekayasa lalu lintas yang digunakan yaitu pemberlakuan sistem jalan satu arah. Salah satu penerapan jalan satu arah dilakukan di jalan Sumbersari. Evaluasi ini dilaksanakan pada kinerja simpang ketika pengelolaan lalu lintas sistem satu arah dan kinerja simpang ketika lalu lintas sistem dua arah. Persimpangan Jl. Veteran - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Bendungan Sigura-gura - Jl. Sumbersari merupakan salah satu persimpangan yang padat di Kota Malang. Adanya beberapa institusi pendidikan seperti sekolah maupun kampus yang banyak memberikan tarikan pergerakan dari kendaraan maupun manusia, sehingga menambah jumlah arus lalu lintas yang tinggi pada simpang tersebut. Selain itu juga adanya pusat perbelanjaan yakni Malang Town Square (MATOS). Pusat perbelanjaan ini sangat berpengaruh pada pergerakan kendaraan di persimpangan Jl. Veteran – Jl. Bend. Sutami – Jl. Bendungan Sigura-gura – Jl. Sumbersari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kinerja Simpang Bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami kondisi saat ini. (2) alternatif solusi terhadap permasalahan yang ada guna meningkatkan kinerja Simpang Bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami. Analisis perhitungan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengambilan data survei dibagi menjadi dua, yaitu (1) ketika jalan satu arah selama 4 jam dengan pembagian 2 jam pada pagi hari dan 2 jam pada siang hari, (2) ketika jalan dua arah selama 2 jam pada sore hari. Survei dilakukan selama 2 hari pada hari kerja dan hari libur. Hasil kinerja simpang bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami ketika sistem jalan satu arah menghasilkan derajat kejenuhan (DS) rata-rata tiap pendekat sebesar 0,872, sedangkan hasil kinerja simpang bersinyal ketika sistem jalan dua arah menghasilkan derajat kejenuhan rata-rata tiap pendekat sebesar 0,891. Hasil tersebut melebihi batas yang disyaratkan yaitu 0,85 yang berarti mendekati lewat jenuh. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan 3 (tiga) alternatif desain. Alternatif I yaitu pengaturan waktu rekayasa lalu lintas. Derajat kejenuhan yang diperoleh adalah 0,884 (masih di atas 0,85). Alternatif II yaitu dengan perbaikan geometrik. Hasil Derajat kejenuhan yang terjadi di simpang ITN pada kondisi jalan sistem satu arah sebesar 0,831, sedangkan pada kondisi jalan dua arah sebesar 0,848 (di bawah 0,85). Alternatif III yaitu dengan Pelarangan belok kanan. Hasil Derajat kejenuhan yang terjadi di simpang ITN pada kondisi jalan sistem satu arah sebesar 0,838, sedangkan pada kondisi jalan dua arah sebesar 0,856 (di atas 0,85). Berdasarkan ketiga alternatif di atas, alternatif II dipilih sebagai solusi untuk kondisi saat ini
    corecore