36 research outputs found

    PERAN GURU PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENINGKATKAN SELF-CONTROL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2017/2018

    No full text
    Latar belakang penelitian ini bermula dari ketertarikan peneliti terhadap self-control(kontrol diri) seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari diling- kungan sekolah, dimana kontrol diri ini diterapkan kepada anak berkebutuhan khusus di SMP Muhammadiyah 1 Sleman, Yogyakarta yang termasuk salah satu sekolah inklusi yang paling banyak dengan beberapa macam ketunaan, seperti: autis, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, gifted(cerdas berbakat) dan slowlearn- er(lambat belajar) melalui pendidikan karakter yang disampaikan oleh guru pen- didikan akhlak. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: mencari realita anak berkebutuhan khusus dalam megembangkan dan meningkatkan self-control dirinya dengan kemajuan zaman globalisasi yang semakin banyak perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh siswa baik di sekolah maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru pendidikan akhlak dalam meningkatkan self-control anak berkebutuhan khusus dengan beberapa ke- tunaan, menganalisa program yang diberikan dan strategi, faktor pendukung dan penghambat program, serta evaluasi program peningkatan self-control anak berkebutuhan khusus SMP Muhammadiyah 1 Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar di SMP Muhammadiyah 1 Sleman, Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dil- akukan dengan cara melaksanakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan menarik kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dengan cara trianggulasi sumber dan teknik serta dikombinasikan dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peran guru dalam membantu proses self-control, melalui berbagai peran guru sebagai berikut: perencana, pelaksana, pembimbing, pendidik, demonstrator, dan evaluator. (2) Strategi pelaksanaan pro- gram dalam meningkatkan self-control anak berkebutuhan khusus di SMP Mu- hammadiyah 1 Sleman, yaitu: memberi program tambahan guru pendidikan akhlak khususnya, untuk membantu memperbaiki karakter melalui pelaksanaan penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter, melalui motivasi dari guru yang diselipkan di sela-sela proses pendidikan, (3) Faktor yang mempengaruhi proses peningkatan self-control, baik pendukung dan penghambat, yaitu: adanya kerjasama dan kemauan untuk mengembangkan self-control atau ketidakpedulian keluarga dalam mengontrol diri anak, (4) Hasil dari peranan guru pendidikan akhlak dalam membantu meningkatkan self-control anak berkebutuhan khusus cukup dibilang baik, akan tetapi masih dianggap kurang mampu dalam menangani problematika anak yang memiliki ketunaan karena butuh keahlian khusus dalam bersosialisasi dengan mereka

    Uji Performansi Mesin Powder Grinder Mill Untuk Penggilingan Halus Beras Jagung

    No full text
    Jagung (Zea Mays L.) dalam keadaan utuh kurang bisa dimanfaatkan dengan maksimal karena sulit menyerap air sehingga dibutuhkan proses penggilingan. Biji jagung merupakan bagian terpenting dari tanaman jagung. Biji jagung yang telah digiling kemudian menjadi beras jagung dengan ukuran yang lebih kecil dari pipilan jagung. Jagung giling untuk pakan dan pangan sangat dipengaruhi oleh tingkat kehalusan gilingan. Teknologi penggilingan jagung yang sudah ada memiliki berbagai macam prinsip kerja untuk menghasilkan hasil penggilingan dengan ukuran partikel yang seragam. Penelitian ini menggunakan mesin powder grinder mill dengan tujuan untuk mengetahui performansi mesin yang ditinjau dari bukaan lubang udara inlet yaitu 0°, 45° dan 90° dan lama waktu penggilingan beras jagung yaitu 10 menit, 20 menit dan 30 menit. Penelitian ini menggunakan massa input penggilingan sebanyak 1 kg beras jagung dengan spesifikasi ukuran partikel lolos 12 mesh (1.68 mm). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan parameter pengujian yaitu kadar air bahan sebelum dan sesudah diling, massa hasil penggilingan sebelum dan sesudah digiling dan ukuran partikel sebelum dan sesudah digiling menggunakan mesin powder grinder mill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air sebelum digiling adalah sebesar 10.73% dan mengalami penurunan pada saat proses penggilingan hingga 9%. Hasil penggilingan untuk 1 kg (1000 gram) beras jagung dengan variasi bukaan lubang udara inlet 0°, 45° dan 90° dengan waktu lama penggilingan 10 menit, 20 menit dan 30 menit menggunakan mesin powder grinder mill menunjukkan bahwa hasil penggilingan yang dihasilkan oleh mesin seimbang dengan massa input bahan yang digiling. Ukuran partikel terkecil pada hasil penggilingan beras ix jagung yang tertampung pada chamber adalah lolos 60 mesh dengan persentase lolos terbesar adalah 21.73% dari inpt bahan penggilingan yang didapat dari perlakuan bukaan lubang udara inlet 45° dengan lama waktu penggilingan 30 menit. Sedangkan persentase lolos 18 mesh hasil penggilingan pada chamber adalah 77% dengan perlakuan bukaan lubang udara inlet 0° dengan lama waktu penggilingan 20 menit. Uji performansi mesin powder grinder mill pada penggilingan beras jagung yang ditinjau dari bukaan lubang udara inlet dan lama waktu penggilingan memiliki hasil penggilingan optimal pada bukaan lubang udara inlet 0° dengan lama waktu penggilingan 10 menit

    Prebiotic Effect of Fructooligosaccharides from Morinda officinalis on Alzheimer’s Disease in Rodent Models by Targeting the Microbiota-Gut-Brain Axis

    No full text
    Gut microbiota influences the central nervous system disorders such as Alzheimer’s disease (AD). The prebiotics and probiotics can improve the host cognition. A previous study demonstrated that fructooligosaccharides from Morinda officinalis (OMO) exert effective memory improvements in AD-like animals, thereby considered as potential prebiotics; however, the underlying mechanism still remains enigma. Thus, the present study investigated whether OMO is effective in alleviating AD by targeting the microbiota-gut-brain axis. OMO was administered in rats with AD-like symptoms (D-galactose- and Aβ1-42-induced deficient rats). Significant and systematic deterioration in AD-like animals were identified, including learning and memory abilities, histological changes, production of cytokines, and microbial community shifts. Behavioral experiments demonstrated that OMO administration can ameliorate the learning and memory abilities in both AD-like animals significantly. AD parameters showed that OMO administration cannot only improve oxidative stress and inflammation disorder, but also regulate the synthesis and secretion of neurotransmitter. Histological changes indicated that OMO administration ameliorates the swelling of brain tissues, neuronal apoptosis, and down-regulation of the expression of AD intracellular markers (Tau and Aβ1-42). 16S rRNA sequencing of gut microbiota indicated that OMO administration maintains the diversity and stability of the microbial community. In addition, OMO regulated the composition and metabolism of gut microbiota in inflammatory bowel disease (IBD) mice model treated by overdosed antibiotics and thus showed the prebiotic potential. Moreover, gut microbiota plays a major role in neurodevelopment, leading to alterations in gene expression in critical brain and intestinal regions, thereby resulting in perturbation to the programming of normal cognitive behaviors. Taken together, our findings suggest that the therapeutic effect of the traditional medicine, M. officinalis, on various neurological diseases such as AD, is at least partially contributed by its naturally occurring chemical constituent, OMO, via modulating the interaction between gut ecology and brain physiology

    The Associations between Paraoxonase 1 L55M/Q192R Genetic Polymorphisms and the Susceptibilities of Diabetic Macroangiopathy and Diabetic Microangiopathy: A Meta-Analysis

    No full text
    Article full text The full text of this article can be found here. https://link.springer.com/article/10.1007/s13300-018-0466-5 Provide enhanced content for this article If you are an author of this publication and would like to provide additional enhanced content for your article then please contact [email protected]. The journal offers a range of additional features designed to increase visibility and readership. All features will be thoroughly peer reviewed to ensure the content is of the highest scientific standard and all features are marked as ‘peer reviewed’ to ensure readers are aware that the content has been reviewed to the same level as the articles they are being presented alongside. Moreover, all sponsorship and disclosure information is included to provide complete transparency and adherence to good publication practices. This ensures that however the content is reached the reader has a full understanding of its origin. No fees are charged for hosting additional open access content. Other enhanced features include, but are not limited to: • Slide decks • Videos and animations • Audio abstracts • Audio slides</p

    Pengaruh peran serta lingkungan Ekologi belajar dan tingkat perkembangan diri siswa terhadap motivasi Belajar siswa sekolah dasar di kecamatan Nalumsari kabupaten jepara

    No full text
    Tujuan dilaksanakan penelitian ini antara lain untuk mengetahui: 1). Pengaruh peran serta lingkungan ekologi belajar peserta didik terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar negeri di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara; 2). Pengaruh tingkat perkembangan diri peserta didik terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar negeri di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara; 3). Pengaruh peran serta lingkungan ekologi belajar dan tingkat perkembangan diri siswa ter-hadap motivasi belajar siswa sekolah dasar negeri di Kecamatan Nalumsari, Ka-bupaten Jepara. Penelitian ini merupakan Janis penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Objek pada penelitian yang digunakan yaitu pada lingkup sekolah dasar negeri yang masuk dalam pengawasan Dabin 1 ‘Ki Hajar Dewantoro’ di Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara yang terdiri dari SDN 2 Bendanpete, SDN 1 Ngetuk dan SDN 1 Bategede. Subjek penelitian meli-puti siswa dan wali murid dari tiga sekolah dasar negeri tersebut yang miliki populasi mencapai 632 siswa dan penentuan sampling gunakan teknik Slovin (n=87). Teknik pengumpulan data gunakan metode observasi, dokumentasi dan kuesioner. Desain kuesioner mengunakan skala likert untuk ketiga variabel yang ada serta didasarkan pada pedoman instrumen yang telah dibuat. Responden penelitian untuk angket juga dibagi dalam dua kategori: 1). Angket variabel X1 berupa ‘lingkungan ekologi belajar’ diambilkan datanya dari orang tua murid; 2). Angket variabel X2 yaitu ‘tingkat perkembangan diri’ diambilkan datanya dari peserta didik selaku penerima layanan program BK di sekolah dasar; 3). Angket variabel terikat (Y) yakni ‘motivasi belajar’ diambilkan datanya dari peserta didik. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan peneliti yaitu uji regresi parsial me-lalui uji t untuk variabel lingkungan ekologi belajar = 28,829 > t tabel = 1,662. Begitupun nilai Sig. 0,000 t tabel = 1,662. Begitupun nilai Sig. 0,000 F tabel = 3,10 dan nilai Sig. 0,000 < Alpha 5% atau 0,05 sehingga untuk uji hipotesisnya dinyatakan menerima H3 dan menolak Ho, Tingkat keterlibatan lingkungan ekologi belajar peserta didik (X1), tingkat perkembangan diri siswa (X2) dan tingkat motivasi belajar siswa memiliki kategori sangat baik. Dari penelitian ini disarankan, bahwa: 1) Kepala sekolah hendaknya melakukan evaluasi terkait kegiatan bimbingan dan konseling khususnya terkait peran lingkungan ekologi, pengembangan diri dan motivasi belajar siswa, 2) guru hendaknya mengembangkan bimbingan belajar secara komprehensif, 3) orang tua hendaknya mengupayakan pengawasan dan pendampingan belajar selama diling-kungan rumah, dan 4) siswa hendaknya meningkatkan motivasi belajarnya dan memaksimalkan daya guna potensinya

    Docking Studies and Biological Evaluation of a Potential β-Secretase Inhibitor of 3-Hydroxyhericenone F from Hericium erinaceus

    No full text
    Alzheimer’s disease (AD) is the most common neurodegenerative disorder, affecting approximately more than 5% of the population worldwide over the age 65, annually. The incidence of AD is expected to be higher in the next 10 years. AD patients experience poor prognosis and as a consequence new drugs and therapeutic strategies are required in order to improve the clinical responses and outcomes of AD. The purpose of the present study was to screen a certain number of potential compounds from herbal sources and investigate their corresponding mode of action. In the present study, the learning and memory effects of ethanol:water (8:2) extracts from Hericium erinaceus were evaluated on a dementia rat model. The model was established by intraperitoneal injection of 100 mg/kg/d D-galactose in rats. The results indicated that the extracts can significantly ameliorate the learning and memory abilities. Specific active ingredients were screened in vivo assays and the results were combined with molecular docking studies. Potential receptor–ligand interactions on the BACE1-inhibitor namely, 3-Hydroxyhericenone F (3HF) were investigated. The isolation of a limited amount of 3HF from the fruit body of H. erinaceus by chemical separation was conducted, and the mode of action of this compound was verified in NaN3-induced PC12 cells. The cell-based assays demonstrated that 3HF can significantly down-regulate the expression of BACE1 (p &lt; 0.01), while additional AD intracellular markers namely, p-Tau and Aβ1-42 were further down-regulated (p &lt; 0.05). The data further indicate that 3HF can ameliorate certain mitochondrial dysfunction conditions by the reversal of the decreasing level of mitochondrial respiratory chain complexes, the calcium ion levels ([Ca2+]), the inhibiton in the production of ROS, the increase in the mitochondrial membrane potential and ATP levels, and the regulation of the expression levels of the genes encoding for the p21, COX I, COX II, PARP1, and NF-κB proteins. The observations suggest the use of H. erinaceus in traditional medicine for the treatment of various neurological diseases and render 3HF as a promising naturally occurring chemical constituent for the treatment of AD via the inhibition of the β-secretase enzyme

    Early-life exposure to APP/PS1 mice increases neuroinflammation through gut microbes

    No full text
    Objective: The gut-brain axis has been implicated in the complex pathogenesis of Alzheimer's disease (AD), but the mechanism of action is unclear. This study was performed to clarify the link between the gut microbiota and AD. Methods: Gut microbiota structure, long-term potentiation (LTP), inflammation levels, AD biomarkers, and metabolomics were monitored. Moreover, the regulatory action of bacterial metabolites on tau protein phosphorylation was evaluated. Results: Early-life exposure to APP/PS1 mice showed that gut bacteria from donated mice altered the gut microbiota structure in newborn mice, LTP in hippocampal slices was significantly shortened, inflammatory marker levels increased, AD biomarkers were upregulated, and tau protein phosphorylation was significantly higher at multiple sites. Special bacteria, such as Akkermansia, Lactobacillus, and Klebsiella, increased in AD patient samples, which might induce and/or accelerate disease processes. Conclusion: These results implied that the gut bacteria in AD could change the gut microbiota structure, induce metabolism disorders, induce inflammation and autophagy dysfunction (thus leading to accelerated tau protein phosphorylation), reduce LTP in AD cohoused mouse hippocampus, and increase neuroinflammation. Long-term clinical monitoring is needed to design dietary and nutritional interventions for AD based on the gut microbiota and mycobiota
    corecore