3,802 research outputs found
Pemaknaan Dandan dalam perjodohan pada Masyarakat Desa Jabalsari.
Penelitian ini membahas tentang pemaknaan dandan dalam perjodohan pada masyarakat Desa Jabalsari. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui struktur, fungsi dan peran dandan pada masyarakat Desa Jabalsari. Tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui pemaknaan dandan masyarakat Desa Jabalsari. Manfaat dari pelaksanaan penelitian ini adalah mampu memperkaya kajian keilmuan terkait dengan Sosiologi dalam mengamati dan mengkaji fenomena makelar dalam perjodohan.
Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann untuk menganalisis pemaknaan dandan pada Masyarakat Desa Jabalsari. Berger dan Luckmann menjelaskan proses konstruksi terbentuk karena adanya dialektika realitas obyektif yang tidak terlepas dari sejarah keberadaan dandan dan realitas subyektif dalam hubungannya dengan pemaknaan inidividu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan interview dengan lima orang subyek.
Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat tradisi menggunakan dandan yang telah diwariskan dan dikonstruksian pada masyarakat Desa Jabalsari, dimana tradisi ini menunjukkan hubungan antar keduanya. Fungsi dandan dalam masyarakat adalah sebagai perantara di dalam perjodohan. Bahwa struktur dandan adalah horizontal , artinya sejajar atau setara satu sama lain ketika mereka bekerja sama dalam mencarikan pasangan, hal ini dapat terjadi apabila melibatkan lebih dari satu dandan . Dandan dapat merubah stratifikasi masyarakat, karena dengan adanya dandan seseorang akan mudah mendapatkan pasangan yang memiliki harta berlebih. Status sebagai dandan sebenarnya membawa beberapa peran: sebagai perantara dalam perjodohan (terhadap pengguna jasa dandan ), dan sebagai tulang punggung keluarga (terhadap anggota keluarganya yang menggantungkan perekonomian kepada kepala keluarga). Perjodohan melalui Dandan di wilayah Desa Jabalsari dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat untuk memudahkan masyarakat dalam menentukan pasangan
Syair dandan setia
Salah satu bentuk puisi lama yang dikenal adalah syair. Berbeda dengan pantun. Syair mengungkapkan suatu cerita yang berurutan dan panjang sehingga tidak dapat selesai dengan hanya beberapa bait saja. Pada umumnya cerita-cerita syair bertemakan percintaan antara putra dan putri raja yang
dihiasi dengan berbagai-bagai pengalaman suka dan dukanya . Oleh karena itu cerita syair digolongkan ke dalam cerita pelipur lara
Pelaksanaan khitbah melalui dandan: Studi fakta hukum Adat dalam masyarakat Islam di Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK
Di Desa Jabalsari yang mayoritas penduduknya muslim mempunyai adat dan tradisi dalam peminangan, yaitu dengan menggunakan perantara atau mereka biasa menyeburnya dengan istilah dandan. Adapun pelaksanaan khitbah (peminangan) yang melalui dandan biasanya dilakukan dengan beberapa tahap seperti penentuan jodoh, nontoni, nakokne, nalurakne pitunge rembuk لآلآة sisetan, لم٠ةلغلآ الآفخ tidak dengan melalui tahap penentuan jodoh dan nontoni namun hanya tahap nakokne, pelaksanaanya tetap melalui karena apabila nakokne pelaksanaanya tidak melalui dandan maka akan dianggap tabu dan kurang sopan. Adapun dalam pelaksanaan khitbah dandan tidak hanya mengatur tahap penentuan jodoh, nontoni, nakokne, nalurakne pitunge rembuk dan sisetan, akan tetapi dandan berwenang memutuskan peminangan, yang berakibat hukum pada putusnya kesepakatan diantara laki-laki dan perempuan untuk menuju kepemikahan. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan khitbah melalui dandan serta bagaimana pemutusan khitbah oleh dandan dan akibat hukinya
Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan informasi tentang fakta hukum adat tentang pelaksanaan khitbah pada masyarakat Islam di Desa Jabalsari serta memberikan informasi tentang putusnya khitbah melalui dandan dan dampak hukum dalam realitas hukum dalam masyarakat. Penelitian menggunakan paradigma ushuliyyah dan antropologi. Pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif Adapun metode pengumpulan data dari sumber data penelitian yang terdiri dari data primer yang diperoleh dari interview atau wawancara kepada subyek penelitian yaitu para dandan, orang tua , pihak perempuan atau laki-laki. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwasanya pelaksanaan khitbah melalui dandan dengan beberapa tahap seperti penentuan jodoh, nontoni, nakokne, nalurakne pitunge rembuk dan sisetan tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan ini termasuk urf shahih yang harus dilestarikan karena tidak bertentangan dengan nash dan tidak menghilangkan kemaslahatan mereka. Tetapi masalah pemutusan khitbah yang dilakukan dandan dengan cara sepihak tanpa persetujuan dari pihak-laki-laki hal ini tidak sesuai dengan ajaran Islam karena menimbulkan kekecewaan dan salah faham dari berbagai pihak.
ABSTRACT
The village of Jabalsari of which the majority of the people are moslem has its own traditions and costums in marital proposal by using mediator so-called dandan. The implementation of khitbah (marital proposal) is conducted through some steps such as penentua jodoh (mate confirmation), nontoni (have a look at), nakokne (asking), nalurakne pitunge rembuk (follow up), and sisetan (giving bride price). Although, the process does not involve penentuan jodoh and nontoni, but only nekokne it still involves the dandan. It is considered to be impolite or taboo. In the process of khitbah, the dandan does not only arrange mate selection mengatur tahap penentuan jodoh, nontoni, nakokne, nalurakne pitunge rembuk dan sisetan, right to break up the process of marital proposal which of course lead to legal consequences. In other word, he has an authority to discontinue the agreement between a man and a woman for a marriage. The problem of the study is the process of khitbah implementation through dandan and khitbah discountinuity by dandan.
The objective of the research is to provide information on the fact of costum law on the implementation of khitbah among Islamic society in the village of Jabalsari and in the breaking up of khitbah through dandan and its law consequences in legal reality and costum law in the society. The research is using anthropological and ushuliyyah paradigms, whereas the method used is qualitative method. The method of data collecting obtained from the source of research data is consisting of primary data taken from interviewing the subject research such as dandan, parent, the family of the the man and woman the technique of analyzing data is using qualitative descriptive.
The result of the research shows that the implementation khitbah through dandan خ٧آللا\ل٢لأ٦آل some steps sueVi as penentuan jodoh, nontoni, nakokne, nalurakne pitunge rembuk and sisetan is not againts the Islamic teaching and is part of Urf Shahih that is must be preserved, because it is accordance with nash and does not diminish their usefullness value. The discontinuity or breaking up, however, done by dandan without any permissoin from the man’s party is againts the Islamic teaching, since it leads to dissappoinment and misundertanding among the parties involved
Analisis Tingkat Kemampuan Mahasiswa Dalam Memahami Kata Keterangan (Fukushi 副詞) Dandan(だんだん)dan Dondon(どんどん).
Kata keterangan atau adverbia merupakan salah satu komponen kata yang digunakan untuk
melengkapi kalimat. Beberapa fukushi (副詞) yang memiliki kesamaan pengertian,
contohnya dandan(だんだん)dan dondon(どんどん)yang secara harfiah
fukushi(副詞)tersebut memiliki arti yang sama yaitu ‘semakin’. Di dalam bahasa Jepang
terdapat banyak kata yang memiliki persamaan kata atau sinonim. Kata dalam bahasa
Jepang yang bersinonim tersebut menjadi salah satu penyebab pemelajar kesulitan
memahami kapan saat yang tepat menggunakannya dalam sebuah kalimat. Tujuan pada
penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan pemelajar bahasa Jepang di Universitas
Brawijaya dalam memahami penggunaan fukushi(副詞)dandan(だんだん)dan
dondon(どんどん). Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode kuantitif
deskriptif. Data penelitian diperoleh dari penyeberan soal tes pilihan ganda. Dalam
menganalisis data, peneliti menggunakan teori Akira (1986) mengenai penggunaan
fukushi(副詞)dandan(だんだん)dan dondon(どんどん). Temuan yang
diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat 60% dengan interpretasi cukup
menunjukkan responden cukup memahami penggunaan dandan(だんだん)pada
soal nomor 1, 50% dengan interpretasi cukup memahami penggunaan
dondon(どんどん)pada soal nomor 2, 75% dengan interpretasi tinggi atau
responden memahami penggunaan penggunaan dondon(どんどん)pada soal
nomor 3, 65% dengan interpretasi tinggi pada soal nomor 4. Selanjutnya terdapat
70% dengan interpretasi tinggi pada soal nomor 5 dan pada soal terakhir terdapat
70% dengan interpretasi tinggi yang menunjukkan responden memahami
penggunaan dandan(だんだん)pada soal nomor 6. Kesimpulan dari penelitian ini
yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Brawijaya
angakatan 2019 memiliki tingkat pemahaman tinggi sebesar 54% mengenai
penggunaan fukushi(副詞)dandan(だんだん)dan dondon(どんどん)yang
memiliki kesamaan arti tetapi berbeda maknanya
Supplemental Material - Activating transcription factor 3 is a new biomarker correlation with renal clear cell carcinoma progression
Supplemental Material for Activating transcription factor 3 is a new biomarker correlation with renal clear cell carcinoma progression by Zhicong Yang, Yongwang Hou, Jingqi Li, Dandan Xu, Zhichao Yang, and Xinsheng Wang in International Journal of Immunopathology and Pharmacology</p
IMPLEMENTASI PROGRAM DANDAN OMAH DALAM MEWUJUDKAN RUMAH LAYAK HUNI BAGI KELUARGA MISKIN (GAMIS) DI KELURAHAN KEDUNG COWEK KOTA SURABAYA
Keberadaan sejumlah kawasan kumuh di Kota Surabaya disebabkan oleh faktor kemiskinan, tingginya harga lahan di ibu kota, serta keterbatasan lahan yang terjangkau dan layak huni. Hal ini mengakibatkan munculnya kondisi rumah tidak
layak huni, terutama di wilayah pesisir pantai utara Kota Surabaya, seperti Kelurahan Kedung Cowek yang termasuk dalam prioritas 1 untuk Kawasan Prioritas Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman Kota Surabaya, sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kota Surabaya tahun 2021–2026. Oleh karena itu, terdapat pelaksanaan Program Dandan Omah yang merupakan upaya pemerintah untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni sebagai bentuk bantuan kepada keluarga miskin sebagai prioritas agar memperoleh tempat tinggal yang layak. Upaya ini sejalan dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 7 Tahun
2024 tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni di Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan sejauh mana implementasi Program Dandan Omah di Kelurahan Kedung Cowek Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik penentuan informan melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data merupakan kombinasi tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui triangulasi metode dan dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Berfokus pada: (1) Kesesuaian program dengan penerima manfaat; (2) Kesesuaian program dengan organisasi pelaksana; dan (3) Kesesuaian penerima manfaat dengan organisasi pelaksana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Dandan Omah di Kelurahan Kedung Cowek telah terimplementasi dengan baik karena dari setiap fokus program, organisasi pelaksana, dan penerima manfaat telah memiliki kesesuaian meskipun masih terdapat beberapa kendala
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM KOLABORASI PENYEDIAAN PERMUKIMAN LAYAK HUNI DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA PROGRAM DANDAN OMAH)
In 2022, the Surabaya City Government launched the Dandan Omah program which is a continuation of the modified uninhabitable housing social rehabilitation program with a new concept. In its implementation, the Surabaya City Government collaborated with external parties, namely the Surabaya City Baznas, the Manarul Ilmi Foundation and KTPR. The purpose of this study is to identify the roles of actors involved in the collaboration in providing habitable housing in the city of Surabaya. This research is a type of qualitative research with a case study approach with content analysis techniques. The analysis was carried out by compiling a content analysis matrix to obtain positive and negative sentiments from each substance obtained from sources and from other supporting data. Data were collected through interview instruments, observation and documentation. The focus of the research is the role of actors consisting of 5 dimensions, namely: 1) policy creator; 2) coordinator; 3) facilitator; 4) implementor; 5) accelerator. The research findings show that the role of policy creator is carried out by the Surabaya City DPRKPP by developing a funding scheme outside the APBD through collaboration. The role of the Coordinator is carried out by the Surabaya City DPRKPP by providing written or unwritten information to other actors. The role of Facilitator is carried out by DPRKPP Surabaya City, Baznas Surabaya City, YMI ITS. The role of implementor is carried out by DPRKPP Surabaya City, Baznas Surabaya City, YMI ITS and KTPR by implementing the program according to mutual agreement. The role of Accelerator is carried out by DPRKPP Surabaya City through the promotion of the Dandan Omah logo on certain souvenirs. Research recommendations for collaborative actors of the Dandan Omah program to create an MoU if there is none and recommend publishing an MoU if there is one as a form of transparency to the public regarding the program run by the government.
Pada tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Dandan Omah yang merupakan keberlanjutan dari program rehabilitasi sosial rutilahu yang dimodifikasi dengan konsep baru. Pada pelaksanaannya, Pemerintah Kota Surabaya melakukan kolaborasi bersama pihak luar, yakni Baznas Kota Surabaya, Yayasan Manarul Ilmi dan KTPR.Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi peran aktor yang terlibat dalam kolaborasi penyediaan permukiman layak huni di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik analisis konten. Analisis dilakukan dengan menyusun matrik analisis konten untuk mendapatkan sentimen positif maupun negatif dari tiap substansi yang didapatkan dari narasumber maupun dari data dukung lainnya. Data dikumpulkan melalui instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian yaitu peran aktor yang terdiri dari 5 dimensi yaitu: 1) policy creator; 2) koordinator; 3) fasilitator; 4) implementor; 5) akselerator. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran policy creator dilaksanakan oleh DPRKPP Kota Surabaya dengan mengembangkan skema pendanaan diluar APBD melalui kolaborasi. Peran Koordinator dijalankan oleh DPRKPP Kota Surabaya melalui pemberian informasi secara tertulis atau tidak tertulis kepada aktor yang lain. Peran Fasilitator dijalankan oleh DPRKPP Kota Surabaya, Baznas Kota Surabaya, YMI ITS. Peran implementor dijalankan oleh DPRKPP Kota Surabaya, Baznas Kota Surabaya, YMI ITS dan KTPR dengan melaksanakan program sesuai kesepakatan bersama. Peran Akselerator dijalankan oleh DPRKPP Kota Surabaya melalui promosi logo dandan omah pada souvenir tertentu. Rekomendasi penelitian untuk para aktor kolaborasi program Dandan Omah untuk membuat MoU apabila belum ada dan merekomendasikan untuk mempublish MoU apabila memang sudah ada sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat terkait program yang dijalankan oleh pemerintah
sj-docx-1-car-10.1177_19476035221137722 – Supplemental material for Expression of m6A Methylation Regulator in Osteoarthritis and Its Prognostic Markers
Supplemental material, sj-docx-1-car-10.1177_19476035221137722 for Expression of m6A Methylation Regulator in Osteoarthritis and Its Prognostic Markers by Di Zhang, DanDan Zhang, XiaoLi Yang, Qiang Li, RongQiang Zhang and YongMin Xiong in CARTILAGE</p
sj-pdf-2-imr-10.1177_03000605221089795 - Supplemental material for Application of metagenomic next-generation sequencing for bronchoalveolar lavage diagnostics in patients with lower respiratory tract infections
Supplemental material, sj-pdf-2-imr-10.1177_03000605221089795 for Application of metagenomic next-generation sequencing for bronchoalveolar lavage diagnostics in patients with lower respiratory tract infections by Dandan Zhang, Xue Yang, Junli Wang, Jian Xu and Mengyi Wang in Journal of International Medical Research</p
Thliptoceras artatalis Caradja 1925
<i>Thliptoceras artatalis</i> (Caradja, 1925) <p>Figs. 3, 4, 15, 16, 30, 39</p> <p> <i>Crocidophora artatalis</i> Caradja, 1925: 101, pl. 2, figs. 54, 55. Type locality: China, Lienping; Amoy. <i>Thliptoceras artatale</i>: Munroe, 1967: 723.</p> <p> <b>DIagnosIs.</b> Wing expanse 22–28 mm. <i>Thliptoceras artatalis</i> has the narrow, modified wings of the <i>artatalis</i> group in the male. It is characterised by yellow wings with contrasting brown termen and fringe, and by a male antenna with scape and pedicel slightly compressed dorsally and flagellum with a short cone-shaped scale-tooth dorsally at base followed by a few lightly compressed segments. Male genitalia with distal half of uncus extremely slender, pencil-shaped, without setae; costa straight with a minute spine at apex; editum long and recurved; process of sacculus long, finger-shaped, extending dorsad beyond transtilla; anellus with two slim and long sclerotized bands which are unique and diagnostic. Female genitalia with antrum funnel-shaped, anteriorly tapering, ductus bursae rather short, longitudinally wrinkled; signum very large (wider than half diameter of corpus bursae) and asymmetrical, with angles bearing carina rounded and the other two narrower and longer; accessory bursae arising from middle part of corpus bursae.</p> <p> <b>MaterIal examIned</b>. CHINA, Zhejiang: 3 ♂, 1 ♀, Mt. Tianmushan, alt. 295 m, 11.V.2012, coll. Li Jinwei; Fujian: 4♂, 3 ♀, Tongmu, Mt. Wuyishan, alt. 759 m, 19, 20.V.2012, coll. Li Jinwei; Jiangxi: 2 ♀, Xiagongtang, Mt. Jiulianshan, alt. 630 m, 29.VIII.2007, coll. Zhang Dandan; 11 ♂, 27 ♀, Daqiutian, Mt. Jiulianshan, alt. 500 m, 30, 31.VIII.2007, coll. Zhang Dandan and Pang Hong, 12, 13.VII.2008, He Fengxia, Li Jiahui and Jia Fenglong, et. al.; 3 ♂, 8 ♀, Xiaoxidong, Mt. Jinggangshan, 2.VIII.2011, coll. Li Jinwei, 2.IX.2011, coll. Yang Lijun; 2 ♂, Mt. Sanqingshan, alt. 389 m, 15.V.2012, coll. Li Jinwei; Guangdong: 5 ♂, 6 ♀, Heshan County, 22–24.IV., 28.V., 16.VII., 6.VIII., 28.VIII.2002, 28.III.2003, coll. Liu Guilin, Pang Hong and Chen Haidong; 1 ♀, Mt. Nankunshan, 16.VII.2003, coll. Zhang Dandan and Li Zhiqiang; 5 ♂, 2 ♀, Lianping County, 12.VIII.2009, coll. Zeng Yanyi; 3 ♀, Yanshuitian, Mt. Heishiding, Fengkai County, 2.V., 3.VIII.2011, coll. Zhang Dandan, Tong Bo and Xie Jiaqin; 1 ♂, Heerkou, Fengkai County, 2.VII.2010, coll. Chen Haidong, Zhang Dandan, Tong Bo; 3 ♂, 4 ♀, Mt. Heishiding, Fengkai County, 14.VI.2009, coll. Han Xiaolei, 7.V.2010, 1.V.2011, coll. Zhang Dandan and Tong Bo; 12 ♂, 19 ♀, Mt. Danxiashan, alt. 96 m, 408 m, 15.IV., 31.V.2008, coll. He Fengxia, 6–7.VI.2012, coll. Li Jinwei; Guangxi: 1 ♂, Mt. Shiwandashan, alt. 352 m, 18.IV.2012, coll. Li Jinwei; Hainan, 2 ♂, 1 ♀, Mt. Limushan, 4–6.V.2012, coll. Zhang Dandan, Yang Lijun and Yang Lifeng; Guizhou: 1 ♂, Mt. Fanjingshan, 25.VIII.2012, coll. Li Jinwei and Chen Xiaohua.</p> <p> <b>DIstrIbutIon</b>. China (Zhejiang, Fujian, Jiangxi, Guangdong, Guangxi, Hainan, Guizhou).</p>Published as part of <i>Zhang, Dandan, Xu, Jiawen & Li, Jinwei, 2014, Review of the genus Thliptoceras Warren, 1890 (Lepidoptera: Crambidae: Pyraustinae) from the Oriental region of China, pp. 265-286 in Zootaxa 3796 (2)</i> on page 268, DOI: 10.11646/zootaxa.3796.2.3, <a href="http://zenodo.org/record/230569">http://zenodo.org/record/230569</a>
- …
