135 research outputs found

    PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDU DALAM PENGENDALIAN DIRI ANAK BINAAN PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KLAS II PEKANBARU

    Full text link
    ABSTRAK Nama : Indah Yuni Pertiwi Nim : 12040221596 Jurusan : Bimbingan Konseling Islam Judul : Pelaksanaan Konseling Individu Dalam Pengendalian Diri Anak Binaan Pemasyarakatan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Pekanbaru Konseling individu adalah layanan konseling yang diselenggarakan oleh seorang konselor terhadap seorang klien dalam rangka pengentasan masalah pribadi klien. Dalam proses konseling dilaksanakan secara interaksi langsung antara anak binaan dan konselor untuk membahas berbagai hal tentang masalah yang dialami anak binaan. Masalah yang dialami anak binaan pemasyarakatan di LPKA adalah kurangnya pengendalian diri (self control), ditandai dengan kurangnya disiplin serta kurang mampu membangun atau mengembangkan dirinya. Seperti merasa tersinggung ketika sedang bercanda,selau sensitif dalam lingkungan sehingga mudah terpancing emosi dan anak binaan lebih sering menyendiri dari pada bergabung dengan teman-teman di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan konseling individu dalam pengendalian diri anak binaan pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif,teknik pengumpulan data yaitu : observasi,wawancara,dan dokumentasi. Adapun informan pada penelitian ini adalah 1 orang konselor,1 kepala pembinaan LPKA dan 3 orang anak binaan.Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam pelaksanaan konseling individu dalam pengendalian diri anak binaan dimana terdapat 3 tahap dalam pelasanaannya seperti tahap awal dimana konselor membangun hubungan hubungan yang baik dengan anak binaan dengan mendatangi anak binaan tersebut,memperjelas masalah,merumuskan tujuan dan menegoisasikan kontrak. Pada tahap pertengahan konselor menjelajahi masalah anak binaan dan pada tahap akhir konselor mengakhiri hubungan konseling dilakukan ketika anak binaan merasa koneling yang dilakukan membantu anak binaan keluar dari masalahnya. Dalam hal ini untuk pelaksanaan konseling individu dalam pengendalian diri anak binaan yang diberikan oleh pihak LPKA agar dapat membantu anak binaan menyelesaiakan permasalahannya dengan bekerjasama dengan konselor. Kata kunci: Konseling Individu,Pengendalian Diri,Anak Binaa

    Erratum: Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Purtiwi, P.D. (2017): Author Purtiwi, P.D. is spelled Pertiwi, P.D.

    No full text
    Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Purtiwi, P.D. (2017) Descriptions of four new species of damselfishes (Pomacentridae) in the Pomacentrus philippinus complex from the tropical western Pacific Ocean. Journal of the Ocean Science Foundation, 25, 47–76. corrected spelling of third author’s name to: Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Pertiwi, P.D. (2017) Descriptions of four new species of damselfishes (Pomacentridae) in the Pomacentrus philippinus complex from the tropical western Pacific Ocean. Journal of the Ocean Science Foundation, 25, 47–76

    Pembangunan Media Pembelajaran Alat Transportasi Dan Rambu-Rambu Lalu Lintas Pada Taman Kanak-Kanak Pertiwi 1 Plumbungan Karangmalang Sragen

    Full text link
    Abatrak : Media Komputer Pembelajaran adalah media yang menggunakan teknologi berbasis komputer. Penggunaan media ini dalam proses pembelajaran dapat memotivasi anak dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan. Pada pengenalan berbagai alat transportasi dan rambu-rambu lalu lintas, karena anak yang masih berusia kanak-kanak  belum bisa membedakan dan dituntut untuk mampu menguasai materi yakni dengan kompetensi dasar berupa pengenalan alat-alat transportasi dengan baik dan benar.  Dengan banyaknya jenis dan konsep yang harus diserap serta proses pembelajaran yang digunakan masih bersifat klasikal sehingga menyebabkan siswa bosan dengan pembelajaran dikelas serta guru harus seringkali mengulangi materi pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu media pembelajaran Alat Transportasi dan Rambu-rambu lalu lintas pada Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi 1 Plumbungan Karangmalang Kabupaten Sragen, agar dapat membantu para pengajar untuk bisa lebih mudah dan efektif dalam melakukan proses mengajar selain itu dapat digunakan sebagai sarana belajar sendiri.Penelitian akan menggunakan metode observasi, kepustakaan, perancangan, pembuatan, uji coba dan implementasi. Penelitian ini dapat membantu dalam proses belajar mengajar dan dapat menambah referensi baru pembelajaran Pengenalan Alat Transportasi dan Rambu-rambu lalu lintas Pada Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi 1 Plumbungan Karangmalang Kabupaten Sragen.Kesimpulan dari penelitian yaitu media pembelajaran yang dibuati cukup bermanfaat dalam melakukan proses belajar.Kata Kunci : Media Pembelajaran TK Pertiwi 1  Abstract : Computer based media is learning process uses computer as a learning media. The  use of this media in the learning process is able to motivate and increase the children’s science and skill. In term of introducing some kinds of transportation vehicle and traffic signs, the children are expected to recognize the materials by using basic competence such as recognizing the transportation vehicle correctly, because the children are still in kindergarten and they find many difficulties to differ them.  There are many types of children and concepts which must be adapted and the learning process is classical, so it can make the children feel boring with the classroom learning and even the teacher sometimes has to repeat the learning material more and more.This Research is expected to make an Development  media , transportation vehicle and traffic signs in the Kindergarten (TK) Pertiwi Plumbungan Karangmalang Sragen Regency, so that it can help the teachers easier and more effective in doing thelearning process, and even it canbe used a media for learning themselves. The research uses the observation method, leterary criticism, arrangement, producing, trial and implementation. This researh is able to help in teaching learning process and improve the new reference of learning to introduce transportation vehicle and traffic signs in the Kindergarten (TK) Pertiwi Plumbungan Karangmalang Sragen Regency. As the conclusion, the learning media used in the research has many advantages in learning process.Key word       : Learning Media or Multimedi

    Pengaruh Menggambar Bebas Dengan Media Cat Air Terhadap Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Kelompok A Di TK Pertiwi I Sine Sragen Tahun Ajaran 2012 / 2013

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode menggambar bebas dengan media cat air terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK Pertiwi I Sine Sragen tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Pertiwi I Sine Sragen sejumlah 20 anak. Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data mengenai kemampuan motorik halus anak yang didapatkan melalui observasi nonpartisipan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah dengan uji paired sample t test dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Pengujian paired sample t test terhadap hasil posttest menghasilkan nilai thitung -10,228 yang berada pada Ho ditolak dan Ha diterima dengan probabilitas sebesar 0,000<α 0,05. Berdasarkan hasil ini, maka keputusan hasil uji hipotesisnya adalah menolak Ho dan menerima Ha yang berarti bahwa ada pengaruh penggunaan metode menggambar bebas dengan media cat air terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A di TK Pertiwi I Sine Sragen tahun ajaran 2012/2013

    Pengaruh Penggunaan Metode Bercerita Terhadap Rasa Percaya Diri Anak di TK Pertiwi 1 Manjung Kelompok A Tahun Pelajaran 2017/2018

    Full text link
    Confidence is required by the child, therefore learning must be fun and interesting. One way that allows the emergence of child’s confidence is to tell stories. This study aims to determine the effect of the method of telling the child’s confidence. This research is a quantitative research. Subjects in this study were students of the group A in TK Pertiwi 1 Manjung 2017/2018 Academic Year. While the number of students TK Pertiwi 1 Manjung group A group of 15 children. File collected through observation. The author use quasi experimental research design. Result of data analysis using paired sample t test obtained thitung equal to -17,063. Statistically can be seen on thitung value -17,063 ≤ ttabel -2,145 then H0 is rejected which means there is influence of storytelling method to the confidence of child group A in TK Pertiwi 1 Manjung. The conclusion of the rexearch is that the storytelling method can have an effect to improve the child’s confidence

    Kritik Sastra Ekologi Dalam Kumpulan Naskah Drama Pasar Malam Untuk Brojo Karya Dhianita Kusuma Pertiwi

    Full text link
    ABSTRACT Ghina, Hanifah. 2019. Skripsi. Kritik Sastra Ekologi Pada Kumpulan Naskah Drama Pasar Malam Untuk Brojo karya Dhianita Kusuma Pertiwi. This research seeks to make people aware of the environment, because many people do not care about their surroundings. Therefore, the need for studies that discuss the environment such as ecological literature research. This is what makes this research interesting to do. The problem in the study is how ecological literary criticism is in the manuscripts of the drama Pasar Malam for Brojo by Dhianita Kusuma Pertiwi. The theory used is the ecological literary theory by Endraswara (2016), Wiyatmi (2017), Sikana (2005), et al, and other supporting theories. The data source in this study is a collection of manuscripts of Pasar Malam for Brojo by Dhianita Kusuma Pertiwi published by Pelangi Sastra in 2016. The approach used is a qualitative approach, with the type of library research and methods used in content analysis using hermeneutical techniques. Meticulous data are words, phrases, clauses, sentences and paragraphs contained in the manuscripts of the drama Night Market for Brojo by Dhianita Kusuma Pertiwi. The results of the data that have been classified and analyzed are 61 data containing ecological literary concepts, namely (1) Pollution totaling 9 data, (2) Wilderness with 1 data, (3) Disaster with no data, (4) Housing / residence numbering 42 data, (5) Animals totaling 1 data, and (6) Earth totaling 10 data. There are data on two ecological literary concepts in one quotation. Based on the data obtained by the author, the collection of the drama Night Market for Brojo by Dhianita Kusuma Pertiwi is an ecological element

    Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web Pada SMK Bhakti Pertiwi Kota Tangerang

    Full text link
    SMK Bhakti Pertiwi is one of the private Vocational Schools in Tangerang City, of course, as an educational institution, of course, it is also expected to keep up with technological developments, because for tens of years SMK Bhakti Pertiwi was established, new student data processing systems still use manual methods. As for some of the problems that are often faced by the new admissions committee when conducting a manual admission system include: Registration forms are often tucked / lost / wrong when placed in a folder that is in place so that when needed for re-registration it often takes time other than that it will cause delays in reporting, inaccurate recording of student data, especially those with somewhat similar names, etc. For this reason, the author tries to make a final assignment regarding the new student admission system at the Bhakti Pertiwi Vocational School, Tangerang City, which until now has not been computerized. Web-based information systems can be used as a means of improving the new student admission system. The utilization will facilitate a job such as recording, storing, searching and processing data faster so that the decisions taken are more appropriate, saving costs and time both for the committee and for the registran

    Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim. AUTHOR: Alfian Nur Salsabila, Gayatri Galuh Pertiwi, Popi Fitriyah Dewi

    No full text
    Rekonseptualisasi Lembaga Keamanan Laut sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Menjadi Negara Poros Maritim Alfian Nur Salsabila, Gayatri Galuh Pertiwi, Popi Fitriyah Dew

    ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL ANGKUTAN MASSAL BERBASIS JALAN ( STUDI KASUS TRANS METRO PEKANBARU )

    Full text link
    penelitian ini dilakukan tiga tempat. Yang pertama di Kantor UPTD Trans Metro Pekanbaru Dinas Perhubungan, Komunikasi & Informatika Kota Pekanbaru yang beralamat di Jalan Sutomo No. 88, yang kedua di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru yang beralamat di Jalan Sudirman No. 454 dan di Halte Permanen Trans Metro Pekanbaru yaitu di Jalan Sudirman, Kaharuddin Nasution, Imam Munandar, Tuanku Tambusai, Arifin Ahmad, HR Soebrantas dan Tanjung Datuk. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa faktor penyebab tidak terpenuhinya standar kelayakan halte Trans Metro Pekanbaru dan apa upaya yang dilakukan dalam memenuhi standar kelayakan halte Trans Metro Pekanbaru ? tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor penyebab tidak terpenuhinya standar kelayakan halte Trans Metro Pekanbaru dan apa upaya yang dilakukan dalam memenuhi standar kelayakan halte Trans Metro Pekanbaru. Sedangkan dasar hukum yang di gunakan adalah Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 27 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, yaitu suatu metode yang menggambarkan dan menjelaskan hasil dilapangan dalam bentuk katakata antar kalimat. Subjek penelitian inni adalah Pegawai Dinas Perhubungan bagian UPTD Trans Metro Pekanbaru, Anggota DPRD Komisi IV serta Penumpang Busway Trans Metro Kota Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian analisa dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa anlisa yang dilakukan dapat dinyatakan “cukup baik”karena masih ada halte dan bus Trans Metro Pekanbaru yang masih belum memenuhi standar Kata kunci : Penerapan, Standar Minima

    Penanda Kohesi dalam Teks Eksplanasi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Dalam bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Peserta didik dituntut agar dapat menguasai keempat jenis keterampilan berbahasa. Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut mendengar dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan, sedangkan membaca dan menulis merupakan keterampilan berbahasa tulis. Keterampilan menulis merupakan aktivitas berbahasa yang paling tinggi karena menulis tidak hanya menyalin kata-kata dan kalimat , tetapi  juga menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu bentuk tulisan yang teratur.Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling sulit karena memerlukan tingkat konsentrasi dan pemikiran yang tinggi daripada keterampilan berbahasa lainnya. Dalam menulis sebuah karangan harus memperhatikan penggunaan penanda kohesi yang sesuai. Hubungan kohesif ditandai dengan penggunaan piranti formal yang berupa bentuk linguistik. Dalam menulis teks eksplanasi, peserta didik harus memperhatikan hubungan antarbagian dalam teks. Alat yang digunakan untuk menghubungkan antarbagian di dalam teks disebut penanda kohesi. Siswa perlu memperhatikan penggunaan penanda kohesi agar teks eksplanasi menjadi wacana yang utuh dan padu. Fokus penelitian ini adalah penggunaan penanda kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam teks eksplanasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penanda kohesi gramatikal dan leksikal dalam teks eksplanasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Malang. Instrumen yang digunakan adalah studi dokumentasi. Dokumen teks berita karya siswa direduksi berdasarkan panduan studi dokumentasi. Data yang sudah direduksi kemudian dikodifikasi dan dianalisis ke dalam tabel analisis data.Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penggunaan penanda kohesi gramatikal yang ditemukan dalam teks eksplanasi karya siswa dikelompokkan menjadi 3, yaitu penanda kohesi gramatikal referensi, substitusi, dan konjungsi. Penanda referensi dikelompokkan menjadi referensi eksoforis, referensi personal, dan referensi demonstrativa. Penanda referensi yang paling banyak ditemukan adalah referensi eksoforis dan referensi demonstrativa. Penanda substitusi yang ditemukan adalah substitusi nominal dan substitusi verbal. Penanda konjungsi yang paling banyak ditemukan adalah penanda konjungsi penjumlahan dan konjungsi kausal. Penanda kohesi gramatikal konjungsi paling banyak ditemukan dari pada penanda kohesi gramatikal lainnya. Penanda kohesi gramatikal konjungsi berjumlah 187 data, penanda referensi berjumlah 15 data, dan penanda substitusi berjumlah 8 data. Kedua, penanda kohesi leksikal yang ditemukan adalah reiterasi atau perulangan, antonimi, sinonimi, dan hiponimi. Penanda kohesi leksikal pengulangan merupakan penanda leksikal yang paling banyak ditemukan dalam teks eksplanasi karya siswa. Hal ini dibuktikan dengan jumlah penanda leksikal yang ditemukan terdiri atas, penanda kohesi leksikal reiterasi berjumlah 62 data, kohesi leksikal antonimi berjumlah 8 data, kohesi leksikal sinonimi berjumlah 3 data, dan kohesi leksikal hiponimi berjumlah2 data. Dari temuan penelitian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan sebagai berikut. Penanda kohesi gramatikal elipsis dan penanda kohesi leksikal kolokasi tidak ditemukan dalam teks eksplanasi karya siswa. Saran penelitian ini disampaikan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan kepada peneliti lain. Guru perlu memberikan pemantapan materi mengenai penanda kohesi gramatikal dan leksikal agar siswa dapat menggunakan penanda tersebut dengan tepat. Kekurangan lain ada pada penanda elipsis dan kolokasi yang tidak muncul dalam teks ekplanasi, seharusnya guru memberikan contoh kalimat yang mengandung penanda kohesi elipsis dan kolokasi. Bagi peneliti lain sebaiknya membaca sumber rujukan atau referensi yang berhubungan dengan penanda kohesi. Berdasarkan penelitiam penanda kohesi tersebut, dapat dilakukan penelitian yang mendekati atau subjek lain
    corecore