1,720,980 research outputs found

    MENGGALI POTENSI BUDAYA MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN UNTUK PELUANG USAHA RUMAHAN

    Full text link
    ada rangkaian pernikahan di negara kita, terdapat satu prosesi penyerahan keperluan calon penganten wanita dari calon pengantin pria. Setiap tahun terjadi peningkatan pasangan yang akan menikah, bisnis menghias seserahan pernikahanpun telah menjamur yang beragam tarifnya tergantung tingkat kesulitannya. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama YAKIN Cengkareng di wilayah Jakarta Barat. Metode dalam kegiatan ini pada dasarnya terbagi atas 3 (tiga) tahap yaitu: persiapan meliputi observasi lokasi, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan dalam bentuk pengisian kuisioner. Ketidakmampuan untuk membuat rangkaian seserahan yang unik membuat pelatihan ini sangat diperlukan dan diharapkan dapat memunculkan peluang dalam bidang usaha menghias keperluan calon pengantin wanita yang disebut seserahan maupun peningset. Mahalnya biaya pelatihan untuk kursus keterapilan membuat seserahan lamaran menjadikan hambatan bagi para peserta. Identifikasi serta rumusan masalah yang terkait dengan kegiatan ini adalah bagaimana memberikan pelatihan keterampilan membuat seserahan pernikahan kepada para peserta dengan cara yang efektif dan efisien

    ANALISIS TINGKAT RISIKO ERGONOMI PADA POIN KERJA CHASSIS AND TIRE DENGAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DI DEPARTEMEN ASSEMBLY FRAME PT. X (INDUSTRI PERAKITAN MOBIL)

    Full text link
    Penyakit myalgia (nyeri otot), Lowback pain, musculoskeletal disorders merupakan beberapa penyakit yang disebabkan oleh cara kerja yang tidak sesuai postur tubuh atau tidak ergonomis. Penelitian dilakukan di departeman Assembly Frame (AF) dikarenakan hasil observasi peneliti yang menemukan banyaknya kasus  postur janggal / melebihi batasan sudut normal sehingga menimbulkan keluhan myalgia terbesar.Rumusan masalah penelitian ini adalah Berapa tingkat  risiko ergonomi  terhadap  keluhan nyeri otot  (myalgia) pada karyawan di departemen AF poin kerja chassis and tire  PT. X,  apa saja bagian  tubuh yang paling banyak/ sering mengalami nyeri otot pada  karyawan  di departemen AF poin kerja chassis and tire di PT. X  serta apa rekomendasi perbaikan yang tepat untuk mengurangi/ menyelesaikan permasalahan karyawan terhadap keluhan nyeri otot  (myalgia) pada departemen AF (Assembly Frame) poin kerja chassis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi pada karyawan, yang diukur melalui postur janggal pada poin kerja chassis & tire di departemen assembly frame PT. X. Metode yang digunakan adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) serta penggunaan Quisinare Nordic Body Map. Hasil akhir penelitian ini adalah skor 11, 10, 11, 11, 10 dengan penjelasan risiko tinggi dan risiko sangat tinggi. Berdasarkan hasil kuesioner yang menggunakan Nordic Body Map Questioner diketahui bahwa bagian tubuh yang paling banyak mengalami sakit yaitu pinggang. Sehingga harus dilakukan perbaikan segera dan terhadap manusia dan design meja kerja untuk meminimalisir keluhan myalgia

    MENYULAP BARANG BEKAS SEBAGAI ALAT PENDUKUNG PRODUK HANTARAN DI KELURAHAN MERUYA SELATAN

    Full text link
    Barang bekas yang ada disekitar kita ternyata dapat dimanfaatkan untuk alat pendukung membuat hantaran pernikahan atau sessrahan. Hantaran pernikahan atau seserahan merupakan sesuatu yang umum dan harus ada dalam rangkaian pernikahan di Indonesia, merupakan simbolisasi dari pihak mempelai pria sebagai wujud tanggung jawab kepada pihak keluarga terutama orang tua calon pengantin wanita. Namun keterampilan untuk menghias seserahan dapat dikatakan tidak banyak orang yang mampu mengerjakannya, olah karena itu dengan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada para ibu rumah tangga agar dapat membuat sendiri hantaran pernikahan ataupun dapat dimanfaatkan untuk peluang bisnis rumahan. Permasalahan yang timbul adalah banyak para ibu yang tidak mengetahui cara membuat hantaran pernikahan dengan kreatif dan menarik, padahal keterampilan ini tentu sangat diperlukan untuk mereka sendiri ataupun dapat menjadi peluang jasa menghias hantaran pernikahan. Berdasarkan analisis situasi, ternyata banyak para ibu yang berminat mempelajari keterampilan ini namun tidak ada kesempatan karena keterbatasan biaya untuk mengadakan pelatihan ini dengan jumlah peserta yang banyak sekaligus. harus mengeluarkan biaya sebesar itu. Sasaran pelatihan ini yaitu para ibu-ibu rumah tangga dan para remaja putri disekitar lokasi pelaksanaan abdimas, pelatihan ini akan dilaksanakan di  RPTRA Kelurahan Meruya Selatan

    ANALISIS PENILAIAN DAYA SAING PRODUK OIL PASTEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) DI PT. SUMARI KARYA GLOBAL

    Full text link
    PT. Sumari Karya Global merupakan perusahaan yang memproduksi oil pastel Greebel sebagai produk baru. Selain memproduksi oil pastel, PT. Sumari Karya Global juga memproduksi alat tulis lain seperti, pensil warna, pensil 2B dan lainnya. Oil pastel merupakan jenis alat tulis pewarna dalam menggambar yang paling mudah digunakan. Bagi PT. Sumari Karya Global, oil pastel Greebel adalah salah satu produk unggulan. Untuk mengetahui posisi oil pastel Greebel diantara pesaingnya, digunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi oil pastel Greebel di bandingkan pesaing utamanya. Produk yang akan diteliti pada penelitian ini adalah oil pastel merk Greebel, Titi, dan Faber Castle. Pengambilan data hanya dilakukan di wilayah Jakarta Selatan. Responden terdiri dari 3 golongan yaitu : agen, sekolah dan end user (siswa-siswi TK yang diwakili oleh orang tua atau wali murid). Kemudian dilakukan pembobotan masing-masing kriteria dibandingkan dengan semua kriteria yang ada dan dihitung dengan menggunakan software AHP expert choice 11 dan diperoleh hasil eigen vector karakteristik yang dinilai adalah harga, info produk, kemasan, kekuatan, warna hasil dan aman digunakan. Hasil akhir pengolahan data didapatkan bahwa bobot oil pastel Greebel terpilih sebagai prioritas pertama dan dapat dikatakan paling banyak dipilih dibandingkan dengan oil pastel lainnya, dengan nilai 0,364. Disusul kemudian oil pastel Titi dengan nilai 0,306. Dan terakhir oil pastel Faber castle dengan nilai 0,329. Dengan demikian, posisi oil pastel Greebel berada di urutan pertama dibandingkan pesaingnya dan strategi yang tepat untuk mempertahankan posisi tersebut dengan tidak menaikkan harga jual oil pastel. Kata kunci : oil pastel ; analytical hierarchy process ; expert choice 11 ; eugene value ; consistemcy rati

    PELATIHAN PEMBUATAN SHAMPO DI RPTRA KELURAHAN MERUYA SELATAN

    Full text link
    The rapid development of social media has a positive impact on human life, one of which is encouraging business opportunities in all fields such as making it easy to achieve product marketing. This development provides an opportunity for anyone to do business and market it through social media, this is what prompted the service team to provide training on making shampoo through a home business that can be done by all levels of society. Hair is a crown for humans, especially for women. Shiny, clean, fragrant and healthy hair is every woman's dream. Shampoo is a product that can help make this happen. Given the easy process of making this shampoo, knowledge about making this shampoo needs to be disseminated, because apart from making people smarter, it can also motivate people to become entrepreneurs, especially since shampoo is a primary need that is evenly distributed in all levels of society. Shampoo-making training is expected to broaden the horizons of mothers and young women and can be a provision for them to do entrepreneurship, which if pursued will be able to help the family's finances. This training has been carried out well at RPTRA Menara and received positive responses from the participants

    Bimbingan Teknis Pengemasan Higienis untuk Makanan Bagi Pelajar Calon Wirausahawan Muda di Jakarta Barat

    No full text
    Pengemasan makanan merupakan salah satu bagian penting dari makanan karena ia memegang peranan penting untuk menjaga kualitas makanan tersebut. Kegiatan dilakukan secara daring di lokasi Mitra yaitu IP YAKIN dan mendapat respon yang baik pula dari khalayak umum pelaku usaha kuliner. Permasalahan yang terjadi adalah belum adanya praktek pengemasan makanan yang diselenggarakan oleh IP YAKIN sebagai intitusi pendidikan karena keterbatasan yang dihadapinya. Tujuan dari kegitan ini adalah memberikan bimbingan teknis pengemasan higienis untuk makanan kepada mitra dan khalayak umum. Metode pengemasan yang dipilih adalah dengan sistem vacuum sealing karena metode ini memberikan relatif lebih mudah dilakukan serta dapat memberikan keuntungan pada makanan yang dikemas yaitu umur simpan makanan yang lebih lama. Partisipan dari kegiatan yang telah dilaksanakan secara online ini dihadiri oleh 42 partisipan dari berbagai lapisan masyarakat. Hasil dari kegiatan yang telah di lakukan ini berupa penialai kegiatan dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada peserta dengan skor rata-rata 4.3 yang artinya termasuk dalam katagori memuaskan untuk pelaksanaan webinar secara keseluruhan ini

    Analisis Pengendalian Kualitas Pengelasan Pada Body Dump Truck Dengan Metode DMAIC

    Full text link
    Semakin berkembangnya zaman, perusahaan dituntut untuk mempertahankan pangsa pasarnya, salah satunya adalah dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk. Sebuah perusahaan karoseri di Tangerang yang memproduksi Body Dump Truck juga dituntut untuk melakukan pengendalian kualitas tersebut untuk dapat bersaing ditengah banyaknya industri karoseri. Dalam proses pembuatan produk tersebut, terdapat hambatan yaitu temuan-temuan defect pengelasan oleh Welding Inspector. Temuan defect pengelasan ini terjadi pada produk utamanya yaitu Body Dump Truck. Pada periode enam bulan produksi diketahui terdapat beberapa jenis defect yang paling umum menjadi temuan, yaitu porosity, undercut, spatter, crack dan slag inclusion. Perusahaan memberikan batas maksimal defect pengelasan adalah sebesar 0,3%. Dengan menggunakan pareto,diketahui jumlah tertinggi defect pengelasan yaitu porosity. Dari defect terbesar yang diketahui, pada penelitian ini difokuskan dalam mengidentifikasi dan memberikan usulan perbaikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dan DMAIC. Dari penggunaan metode Six Sigma dan DMAIC tersebut dapat diketahui rencana atau usulan perbaikan. Usulan perbaikan diterapkan dengan pembuatan dan penerapan standar. Dari perbaikan tersebut didapatkan hasil penurunan defect porosity dan juga diikuti oleh meningkatnya nilai sigma dari 4.18 sigma menjadi 4.48 sigma

    EVALUASI PENERAPAN SISTEM OTOMASI PADA MAIN STATION PT. XYZ (INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT) TERHADAP PENCAPAIAN TITIK BEP (BREAK EVEN POINT)

    Full text link
    AbstrakPT. XYZ merupakan salah satu perusahaan agribisnis berlokasi di Sumatera Utara yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit mulai dari pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO).Penelitian ini membahas mengenai evaluasi penerapan sistem otomasi pada stasiun klarifikasi yang merupakan Main Station dari pabrik kelapa sawit terhadap pencapaian titik BEP dari investasi sistem otomasi tersebut. Metode yang digunakan untuk menentukan titik BEP adalah metode peramalan regresi linier. Data yang digunakan adalah pada saat pabrik belum menerapkan sistem otomasi yaitu pada tahun 2014 dan data pabrik pada saat setelah dilakukan penerapan otomasi dan evaluasi terhadap penerapan sistem otomasi tersebut yaitu tahun 2015 dan 2016. Pengaruh seting mesin dan parameter control, berpengaruh terhadap saving losses, sehingga saving losses akan didapatkan lebih besar terlihat pada tahun 2014 0.02% dan di tahun 2015 dan 2016 menjadi rata-rata 0.055% dengan produksi 76.5 ton/jam akan saving sebesar 4,2 ton/jam cpo. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai NPV setelah evaluasi sebesar Rp 7,478.000.000 dari RP 5.998.420.000 awal, IRR setelah evaluasi sebesar 25% dari 18%, PP evaluasi selama 3 tahun, 11 Bulan dari awal 7 tahun 2 bulan, dan BCR sebesar evaluasi 2.211 dari 1.803. serta didukung dua aspek penting lainnya seperti aspek teknis & produksi seperti reduce manpower, oil recovery. Kata Kunci: Evaluasi Sistem, Otomasi, Investasi, BEP AbstractPT. XYZ is one of the agribusiness company located in North Sumatra which is engaged in oil palm plantation starting from seeding, planting, harvesting and processing of fresh fruit bunches (FFB) to Crude Palm Oil (CPO). This research discusses the evaluation of the implementation of automation system at the clarification station which is the Main Station of the palm oil mill towards achieving the BEP point of the automated system investment. The method used to determine the BEP point is the linear regression forecasting method. The data used is when the factory has not implemented the automation system that is in 2014 and the factory data at the time after the implementation of automation and evaluation of the implementation of the automation system is 2015 and 2016. The influence of machine settings and control parameters, affect saving losses, so saving losses will be more visible in 2014 0.02% and in 2015 and 2016 to average 0.055% with 76.5 tons / hour production will saving 4.2 tons / hour cpo. From the calculation results obtained NPV value after evaluation of Rp 7.478.000.000 from RP 5.998.420.000 beginning, IRR after evaluation of 25% from 18%, PP evaluation for 3 years, 11 months from the beginning 7 years 2 months, and BCR for evaluation 2.211 from 1,803. and supported two other important aspects such as technical & production aspects such as reduce manpower, oil recovery. Keywords: System Evaluation, Automation, Investment, BE

    PEMBUATAN PROGRAM MACHINING TIME GUARD MESIN CNC UNTUK MENJAGA CYCLE TIME MESIN PADA PROSES PRODUKSI SEPEDA MOTOR MATIC

    Full text link
    Perusahaan tempat dilakukan penelitian ini adalah PT. X yang bergerak dibidang manufaktur kendaraan roda dua yang terletak di Jakarta. Permasalahan yang terjadi di PT. X saat ini adalah salah satunya cycle time produksi yang melebihi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  apa saja penyebab Cycle Time yang melebihi standar, menemukan solusi permasalahan Cycle Time agar selalu dalam keadaan standar, mengetahui hasil penerapan perbaikan yang dilakukan. Dalam pelaksanaan penelitian ini, digunakan konsep Kaizen dengan pendekatan metode PDCA untuk menyelesaikan serta mengendalikan suatu permasalahan dengan pola yang runtun dan sistematis. Selain itu untuk kegiatan continuous improvement dalam rangka memperpendek alur kerja dan menghapuskan pemborosan ditempat kerja dan meningkatkan produktivitas. Hasil dari penelitian ini berupa program machining time guard yang berguna untuk menjaga cycle time agar tetap dalam kondisi standar. Program machining time akan memberikan sinyal alarm apabila machining time melebihi atau kurang dari standar

    Analisis Pemilihan Supplier Kemasan Karton Pada Produk Multivitamin Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS)

    Full text link
    In this research, analyzing the supplier selection of carton is by using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) methods. The AHP method is used in making an assessment through pairwise comparisons between elements accurately to determine the weight of each alternative and to test the consistency of each respondent against each criterion and alternative. The results obtained from the AHP method are InterCriteria 0.01, Quality 0.03, Cost 0.04, Delivery 0.01, Flexibility 0.003, and Responsiveness 0.09. This proves that the value of the Consistency ratio (CR) ≤ 0.1% means that the data is correct and is considered consistent. Meanwhile, the Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS) method is used to rank each alternative. The results obtained from the TOPSIS method are based on ranking sequentially, namely PT PBA 0.77, PT ARP 0.50, and PT DAI 0.47
    corecore