1,720,960 research outputs found
PENERAPAN ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK SEBAGAI DASAR PENGUJIAN HAKIM DALAM KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA
Penelitian ini menganalisis Penerapan Asas-Asas Umum Pemerintahan
Yang Baik Sebagai Dasar Pengujian Hakim Dalam Sengketa Keputusan Tata
Usaha Negara sebagai eksistensi Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik di
Pengadilan Tata Usaha Negara dan melakukan pengujian terhadap sengketa
Keputusan Tata Usaha Negara menggunakan teori pengujian.
Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan sifat penelitian
deskriptif, bentuk penelitian diagnostik dan tujuan penelitian fact finding yang di
tinjau dari sudut penerapannya merupakan penelitian murni/dasar. Pendekatan
penelitiannya adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Data hukum penelitian berupa data hukum primer dan sekunder. Teknik
pengumpulan data dengan library research dan teknik analisis data bahan hukum
secara kualitatif selanjutnya dianalisis dan di susun secara sistematis untuk
menggambarkan objek yang diteliti.
Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa penerapan Asas-Asas
Umum Pemerintahan Yang Baik Sebagai Dasar Pengujian Hakim Dalam
Sengketa Keputusan Tata Usaha Negara keberadannya dari awal masuk
keindonesia sampai saat ini tetap menjadikan pengajuan gugatan dan dasar
pengujian Hakim dalam sengketa Keputusan Tata Usaha Negara, namun Hakim
Peradilan Tata Usaha Negara dalam putusan menerapkan Asas-Asas Umum
Pemerintahan yang Baik dan menjadikan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang
Baik sebagai hukum tidak tertulis.
Implementasi dari penelitian ini adalah Penerapan Asas-Asas Umum
Pemerintahan yang Baik sebagai dasar pengujian Hakim tidak hanya yang di atur
dalam Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Pengadilan
Tata Usaha Negara, namun melakukan penemuan hukum terhadap Asas-Asas
Umum Pemerintahan yang Baik dan menjadikan Asas-Asas Umum Pemerintahan
yang Baik hanya sebagai Hukum Tidak tertulis.
Kata Kunci: Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, Peradilan Tata Usaha
Negara, Dasar Pengujian Keputusan Tata Usaha Negar
TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM KEPUTUSAN PEJABAT TATA USAHA NEGARA DI LINGKUNGAN PERADILAN TATA USAHA NEGARA DI YOGYAKARTA
Dika Yudanto, E0008320, TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN ASAS-ASAS
UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM KEPUTUSAN
PEJABAT TATA USAHA NEGARA DILINGKUNGAN PERADILAN
TATA USAHA NEGARA DI YOGYAKARTA. Fakultas Hukum Universitas
Sebelas Maret.
Penelitian ini berkaitan dengan penerapan Asas-Asas Umum Pemerintahan
yang Baik dalam penerapkan Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara yang
materinya bersifat Konkrit-Individual, untuk mewujudkan pemerintahan yang
bersih di Lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dan
pemberlakukan setiap Surat Keputusan yang dikeluarkan Pejabat Tata Usaha
Negara serta Peranan Asas-Asas Umum Pemerintahn yang Baik dalam Mengisi
Ketidaklengkapan, Ketidakjelasan, Kekosongan Peraturan Perundang-Undangan
dalam menerapakan Surat Keputusan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan
jenis penelitian hukum normatif sosiologis. Pendekatan Undang-undang, historis,
konseptual.
Hasil penelitian menemukan dan mengungkapkan terbentuknya beberapa
asas, bersifat formil yaitu; asas persiapan yang cermat, motivasi dan larangan
penyalah gunaan prosedur, bersifat materiil yaitu; kepastian hukum, kepercayaan
atau pengharapan, larangan penyalah gunaan wewenang dan asas persamaan.
Asas-asas tersebut berlaku karena pembentukannya sesuai dengan hukum
kebiasaan yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam praktek penyelenggaraan
pemerintahan. Selanjutnya asas-asas tersebut memiliki peranan yang sangat
penting dalam mengisi ketidak lengkapan dan ketidak jelasan serta kekosongan
peraturan perundang-undangan dalam menerapkan Surat Keputusan.
Hakekatnya penerapan Surat Keputusan harus sesuai dengan AAUPB
yaitu Asas Formal yang ditentukan pada saat persiapan dalam menyusun setiap
Surat Keputusan, serta Asas Materiil dilihat dari batang tubuh atau isinya.
Pemberlakuannya dikaji secara yuridis dan sosiologis. Peranan AAUPB dalam
mengisi ketidaklengkapan, ketidakjelasan, kekosongan peraturan perundangundangan
harus diterima sebagai hukum yang tidak tertulis yang sederajat dengan
hukum yang tertulis
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
TINJAUAN KRIMINOLOGIS TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SURAKARTA
Penelitian tentang kriminologi terhadap Kenakalan Remaja ini dilakukan karena merupakan sebuah perilaku yang menyimpang yang terjadi pada kalangan remaja. Kenakalan remaja menunjuk perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya. Dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu: (1) kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diatur dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum; (2) kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Selanjutnya budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Hasil penelitian menunjukan bahwa, aparat penegak hukum benar-benar dapat memahami faktor-faktor penyebab hal tersebut, sehingga dapat merumuskan langkah-langkah yang efektif untuk mencegah agar kasus-kasus kejahatan yang dilakukan remaja tidak bertambah. Berdasarkan dari kasus yang ada di polresta Surakarta pada tahun ini terutama pada peran keluarga dalam mendidik anak pada usia remaja, tingkat kejahatan yang dilakukan oleh remaja masih tergolong rendah, hal ini dikarena peran pemerintah melalui dinas terkait dalam melakukan preventif pembinaan dan penyuluh berjalan dengan lancar dan terjadwal. Polresta Surakarta dalam menanggulangi remaja adalah: (1) Upaya preventif, berupa: (a) Penjagaan di tempat-tempat yang rawan terjadinya tindakan kenakalan remaja, (b) Patroli ke tempat-tempat yang rawan terjadinya kenakalan remaja, (c) Penyuluhan ke sekolah-sekolah, masyarakat, dan karangtaruna, (d) Penyampaian pesan-pesan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) kepada para warga, (e) Pengaturan lalu lintas, (f) Latihan Safety Riding. (2) Upaya Represif, berupa: (a) Upaya (b) Penggiringan ke Dinas Sosial bagi para pekerja seks komersial untuk dibina, (c) Penilangan bagi pelanggar lalu lintas, (d) Upaya rehabilitasi bagi para penyalahguna narkoba, (e) Penangkapan para pelaku kenakalan remaja untuk selanjutnya diproses secara hukum
Kata kunci : Kriminologi, Kenakalan Remaja, Surakart
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
