3 research outputs found
Rancang Bangun Lampu LED AC Tenaga Surya 12 Watt Dengan Tenaga Panel Surya Untuk Penerangan Selasar G4
ABSTRAKYogi, Sastra, Surya., 2019. Rancang Bangun Lampu LED AC Tenaga Surya 12 Watt Dengan Tenaga Panel Surya Untuk Penerangan Selasar G4. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Hari Putranto, M.PdKata Kunci : Penerangan Selasar G4, Modul Surya, Lampu LED, Solar Charger Controller, dan BateraiPenerangan Selasar G4 menggunakan tenaga surya adalah suatu fasilitas vital yang dibutuhkan oleh masyarakat modern, serta meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari. Penerangan jalan umum menggunakan tenaga surya merupakan sebuah alternatif yang murah dan hemat untuk digunakan sebagai sumber listrik penerangan karena menggunakan sumber energi gratis dan tak terbatas dari alam yaitu energi matahari. Lampu yang digunakan pada perencanaan penerangan jalan umum menggunakan tenaga surya ini menggunakan jenis lampu LED jenis hi-power yang sangat terang, hemat energy. Perencanaan penerangan jalan umum tenaga surya menggunakan jenis tiang lengan ganda serta penempatan pada bagian median jalan, pada tiang lampu terdapat 1 unit modul surya dengan kapasitas 80 Wp dengan menggunakan jenis polikristal, 2 unit lampu LED dengan daya 12 W, 1 unit baterai VRLA GEL dengan kapasitas 45 Ah, 1 unit Solar Charger Controller dengan kapasitas 10 A, serta menggunakan jenis kabel NYM 2 x 2,5 mm2 dan kabel NYMHY 3 x 1,5 mm2
ABNORMALITAS TOKOH UTAMA DALAM FILM FIKSI KARYA MOULY SURYA (Sebuah Kajian Psikologi Sastra)
Audina, Tara. 2020. “Abnormal Behavior of the main role of Fiction by Dir. Mouly Surya”, Thesis of Indonesian Languange and Culture Program, Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University, Semarang. Supervisor Muh. Abdullah, M.A.
Material object used in this research is Fiction : a film by Mouly Surya in 2008. Formal object of this research is the abnormal behavior of Alisha, the main character of Fiction. In addition, the author also uses the DSM – IV theory to analyze abnormal behavior of Alisha.
The results of this research is narrative relation with space covering Alisha’s house, S Block, and the flats where Bari lives, which is became Alisha’s new house. The narrative relationship with the time sequence used in film using linear pattern A – B – C – D – E. Abnormal behavior shown by Alisha in this film is lying, manipulating, hitting, killing, and getting obsessed with Bari and his fiction works, so She did everything to make his dream come true. Another abnormal behaviors are symptoms or characteristic of psychopathic mental disorders, namely fluent lying, egocentric, being indifferent, lacking empathy, agressive, criminal, bad social behavior, irresponsible, and manipulative.
Keywords : Fiction 2008, Alisha, Literary Psychology, Narrative Structure
THE IMAGINARY LACAN SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SKENARIO FILM PENDEK SEKUEL KEDUA FILM KOPER GENDIS MENCARI JAWAB MENAKAR TANYA
Sejauh ini teori psikologi (psikoanalisis) Lacan hanya digunakan sebagaipisau analisis, baik karya teks (sastra), pertunjukan, film maupun karya seni rupa. Berpijak dari hal tersebut, penulis menawarkan interprerstasi lain tentang aplikatif teori psikoanalisis Lacan sebagai dasar penciptaan skenario. Penelitian ini merupakan penelitian terapan berupa penciptaan skenario film pendek dengan pendekatan teori Lacan tentang the imaginary dan kelanjutan pada penciptaan film sebelumnya (sekuel kedua) dari Film Koper Gendis Mencari Jawab Menakar Tanya. Penciptaan skenario dengan pendekatan Lacan ini diharapkan menjadi alternatif baru pada ranah penciptaan skenario film.Kata kunci: The Imaginary, Lacan, skenario film, Koper GendisSo far, Lacan's psychological theory (psychoanalysis) has only beenused as a tool of analysis, whether it be text (literature), performances, films, orworks of art. The author used Lacan's psychoanalytic theory as the basis forscenario creation. This report is applied research in the form of short film scenario creation with Lacan's theory approach of the imaginary and the continuation of the previous film creation (as a second sequel) from Film Koper Gendis Mencari Jawab Menakar Tanya. This scenario creation is expected to be a new alternative in film scenario creation.Keywords: The Imaginary, Lacan, film scenario, Koper Gendi
