242 research outputs found

    Manajemen Penunasan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Sungai Bahaur Estate, PT Windu Nabatindo Abadi, Kalimantan Tengah

    No full text
    This internship was conducted at Sungai Bahaur Estate (SBHE), PT Windu Nabatindo Abadi from March to July 2014. Apprenticeship aims to increase the understanding and skill on technical and managerial aspects of oil palm plantation, especially in pruning management. The observation was conducted on the pruning system, number of leaf frond retained, pruning technique, sex ratio of flower and number of fruit bunches. Pruning was applied according to corrective pruning system. The number of leaf frond which is maintained following the pruning techniques which is applied based on the age of the plant. The sex ratio of flowers are used to estimate the potential of plants to bear fruit. Implementation of pruning at SBHE had not run well according to SOP, several constraints were found such as the low discipline harvesters, lack of supervision, and the absence of strict sanctions

    Manajemen Pemupukan Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Tambusai Estate Pt. Panca Surya Agrindo, First Resources Ltd., Kabupaten Rokan Hulu, Riau

    No full text
    Kegiatan magang secara umum bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman kelapa sawit, memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja dalam pengelolaan kebun kelapa sawit baik teknis maupun manajerial. Tujuan khusus dari kegiatan magang adalah mempelajari pengelolaan pemupukan tanaman kelapa sawit pada tanaman menghasilkan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan dan efisiensi pemupukan secara manual dan mekanis.. Kegiatan magang dilaksanakan di Tambusai Estate, PT. Panca Surya Agrindo, First Resources Ltd, Kabupaten Rokan Hulu, Riau dimulai dari tanggal 13 Februari hingga 13 Mei 2012. Metode yang digunakan selama kegiatan magang adalah bekerja langsung menjadi karyawan harian lepas (KHL) selama tiga minggu, pendamping mandor selama tiga minggu dan pendamping asisten Afdeling selama enam minggu. Pengumpulan data yang penulis lakukan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yaitu pengamatan terhadap waktu pemupukan, dosis pupuk, jenis pupuk, cara pemupukan serta pengamatan visual terhadap gejala defisiensi hara yang diperoleh langsung di lapangan. Data sekunder meliputi kondisi umum perkebunan, curah hujan, produksi dan produktivitas tanaman lima tahun terakhir, jumlah tenaga kerja, realisasi pemupukan serta data-data lain yang dapat membantu yang diperoleh dari arsip perusahaan. Hasil yang penulis dapatkan dari kegiatan magang ini menunjukkan bahwa manajemen pemupukan di Tambusai Estate, telah memenuhi konsep tepat jenis dan tepat cara, tetapi belum memenuhi konsep tepat dosis dan tepat waktu. Penentuan jumlah tenaga kerja pemupukan di Tambusai Estate belum efisien dengan target yang diharapkan. Penggunaan alat pengaman diri di Tambusai Estate masih rendah. Pada pengamatan mengenai gejala defisiensi hara pada tanaman kelapa sawit, persentase tanaman yang mengalami gejala defisiensi hara cukup tinggi yakni sebesar 62.54 % dari total tanaman sampel. Kegiatan pemupukan secara mekanis dengan fertilizer spreader di Tambusai Estate menunjukkan bahwa bahwa hasil pekerjaan jauh lebih efektif dan lebih efisien daripada pemupukan secara manual

    Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Adolina PTPN IV Persero, Serdang Bedagai, Sumatera Utara

    No full text
    Internship program provides knowledge and skills in aspects agronomy of oil palm, both technical and managerial. This internship activities were started from February 2014 to June 2014 at Adolina Estate PTPN IV Persero, Serdang Bedagai, North Sumatera. Intership activities included, worker in the field as laborer, as supervisor and field manager. Management of harvesting included harvester, harvest capacity, harvest quality, and production as well as productivity of the palm. Secondary data were collected form literature and field devision archives such as monthly and annuals reports, as well as documentation of the field activities. Generally the needs of the harvester in Adolina Estate has been sufficient, but the quality and capacity of the harvest still low. Ripe fruits were not harvested and there were still many loosed fruits which has not been collected in the field. The production and productivity of palm per year of transplanting is not based on target. Better quality harvester and more intensive control by supervisor will improve quality and quantity of harvest

    Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri: Vo.l. 16, No. 2, Desember 2014

    No full text
    1. Information system quality and its impact on individual users\u27 benefit: analyzing the role of knowledge enablers / Iman Sudirman, Rajesri Govindaraju, Andara Arie Pratiwi 2. Model integrasi penjadwalan produksi batch dan penjadwalan perawatan dengan kendala Due Date / Zahedi, et al. 3. Model vehicle routing problem dengan karakteristik rute majemuk, multiple time windows, multiple products dan heterogeneous fleet untuk depot tunggal / Ary Arvianto, Aditya Hendra Setiawan, Singgih Saptadi 4. The development of manufacturing process analysis: lesson learned from process mining /Bernardo Nugroho Yahya 5. The effect of unreliable machine for two echelons deteriorating inventory model / I Nyoman Sutapa, I Gede Agus Widyadana 6. On the effect of combination of statistical and judgmental stock control methods / Inna Kholidasari 7. Fuzzy logic reliability centered maintenance / Felecia 8. Dairy suplly chain risk management in Bangladesh: Field studies of factors and variables / Tasnuba Nasir, Muhammed Quaddus, Mohamamd Shamsuddoha 9. E-Business initiatives in Indonesia manufacturing SMEs / Singgih Saptadi, Iman Sudirman, TMA Ari Samadhi, Rajesri Govindaraj

    Manajemen Pelepah Kelapa Sawit (Eleais guineensis Jacq.) Di Kebun Bangun Bandar, PT Socfin Indonesia, Serdang Bedagai, Sumatera Utara

    No full text
    Magang ini dilakukan di Kebun Bangun Bandar, PT Socfin Indonesia, Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan dimulai pada bulan Februari hingga Juni 2015. Kegiatan magang ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja dalam memahami proses kerja nyata, pengelolaan perkebunan kelapa sawit terutama mendalami aspek pelepah sesuai dengan umur dalam pengelolaan pelepah kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan meliputi sistem penunasan, teknik penunasan, jumlah pelepah yang dipertahankan, dan hubungan jumlah pelepah dengan nisbah seks bunga. Sistem penunasan yang diterapkan yaitu penunasan progressive dan penunasan periodik. Teknik penunasan yang diterapkan belum seluruhnya mengikuti pedoman Instruksi Kerja (IK) PT Socfin Indonesia, karena beberapa hal yaitu pemanen yang hanya mengacu pada posisi buah pada saat pemanenan dan tidak berpedoman pada IK perusahaan, serta masih banyak terdapat variasi songgo dalam satu blok. Kegiatan penunasan di PT Socfindo telah berjalan dengan baik tetapi masih ada beberapa kendala seperti kurangnya tenaga panen dan tidak adanya premi tunas untuk pemanen dalam menunas

    Manajemen pemanenan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Sungai Kupang, PT Sinar Kencana Inti Perkasa Kotabaru, Kalimantan Selatan.

    No full text
    Kegiatan magang di Kebun Sungai Kupang Estate, PT Sinar Kencana Inti Perkasa, Kotabaru, Kalimantan Selatan bertujuan melatih keterampilan dan kemampuan dalam bidang perkebunan, serta memperoleh pengalaman kerja secara langsung dengan mempelajari aspek teknis dan manajerial di lapangan. Hal yang diamati dalam manajemen panen adalah sistem panen, kriteria panen, AKP, kebutuhan tenaga panen, kehilangan hasil, mutu buah dan transportasi panen. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa efektifitas pelaksanaan panen mencapai 98.36%, hasil tersebut sudah sesuai dengan standar. Sistem panen menggunakan DOL C1R1 yang terdiri dari dua orang karyawan panen dalam satu tim (cutter dan picker). Aspek pemanenan yang perlu mendapat perhatian adalah kurang sadarnya pemanen terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa manajemen panen ini cukup efektif meningkatkan mutu buah dan kapasitas panen. Sementara upaya menekan kehilangan hasil dan pengawasan di lapangan masih perlu ditingkatkan

    Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeisguineensis Jacq.) di Kebun Adolina PTPN IV, Serdang Bedagai, Sumatera Utara

    No full text
    Pelaksanaan magang di Kebun dilakukan sejak 21 Januari hingga 21 Mei 2019 . Magang secara umum bertujuan memahami dan menambah kemampuan diseluruh aspek yang berkaitan dengan budidaya kelapa sawit secara teknis dan manajerial. Tujuan khusus maganga dalah mempelajari kegiatan panen dari persiapan panen hingga pengangkutan ke pa brik pengolahan . ... ds

    Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun, PTPN V, Kabupaten Kampar, Riau.

    No full text
    Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Tandun, PTPN V, Kabupaten Kampar, Riau selama tiga bulan mulai tanggal 20 Januari hingga 14 April 2020. Pengelolaan pemupukan sangat penting untuk diperhatikan agar pemupukan berjalan secara efektif. Pengamatan dilakukan berdasarkan kaidah pemupukan 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat) dan produksi pada demplot percobaan Precipalm. Hasil pengamatan menunjukkan pengelolaan pemupukan di Kebun Tandun berdasarkan kaidah 5T sudah sesuai dengan standar perusahaan, kecuali pada waktu pemupukan Dolomit tidak sesuai dengan rencana. Persentase ketepatan jenis, dosis, tempat, dan cara pemupukan di Afdeling III Kebun Tandun lebih dari 85%. Pengamatan pada demplot percobaan Precipalm dilakukan dengan menghitung bobot produksi, jumlah tandan, bobot tandan rata-rata, dan efisiensi pemupukan. Bobot total tandan dan bobot tandan rata-rata pada kedua perlakuan sudah melebihi standar produksi, sedangkan jumlah tandan masih di bawah standar produksi dari PPKS. Efisiensi pemupukan pada perlakuan precipalm sebesar 32.97% dan perlakuan kontrol sebesar 28.57%

    Manajemen Vegetasi Penutup Tanah pada Areal Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tinjowan PTPN IV Sumatera Utara.

    No full text
    Kegiatan magang dilaksanakan di Afdeling IV Kebun Tinjowan PT Perkebunan Nusantara IV Sumatera Utara dari Februari sampai Juni 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan tanaman penutup tanah di kebun kelapa sawit. Metode yang dilakukan dengan mengamati jenis vegetasi penutup tanah yang mendominasi pada lahan tanaman menghasilkan (TM) tua, TM muda dan tanaman belum menghasilkan (TBM) lalu dipilih tiga daerah pengamatan yang dapat mewakili ragam dan pertumbuhan vegetasi penutup tanah yang ada. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi tahun tanam berpengaruh terhadap jenis vegetasi penutup tanah yang tumbuh. Vegetasi yang dominan dapat digunakan sebagai penutup tanah pada TM tua sebesar 41,15% yaitu Axonopus compressus, karena dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrim dan memiliki penyebaran penutup tanah yang baik. Vegetasi yang dominan dapat digunakan sebagai penutup tanah pada TM muda sebesar 30,51% yaitu Borreria alata, karena dapat menyerap air dengan baik serta penyebaran penutup tanah yang baik. Vegetasi yang sengaja ditanam pada TBM adalah Mucuna bracteata dan penyebaran cover crop ini sudah mencapai 72,23% saat umur 7 bulan, dan akan punah pada areal TM karena tidak toleran naungan
    corecore