1,720,957 research outputs found
PENERAPAN OVER CURRENT RELAY (OCR) KOPEL 20 KV DI GARDU INDUK BOOMBARU
Abstrak: PMT kopel 20 kV adalah suatu hal yang penting pada sistem 20 kV di GI Boombaru yang berfungsi untuk penggabungan beban pada penyulang di sistem 20 kV sehingga diperlukanya sistem proteksi yang handal dalam kinerjanya yaitu Over Current Relay (OCR). Relay OCR pada kopel diharapkan dapat menghindari dari gangguan hubung singkat pada sistem 20 kV penyulang ataupun beban lebih. Relay ini bekerja dengan cara membandingkan arus yang terbaca dengan nilai setinganya, bila arus yang dibaca lebih besar dari pada nilai setingan maka relay akan menge-trip-kan Pemutus Tenaga (PMT) atau circuit breaker (CB) setelah waktu tertentu. Dari hasil perhitungan OCR PMT kopel 20 kV dengan kopel penyulang selisih waktu tms = 0,08 SI,dan waktu kerja t = 0,2 s. Untuk waktu kerja rele terhadap OCR penyulang dan incoming dimana waktu kerja incoming yaitu : tset penyulang < tset inc , maka tset inc = 0,4 + tset penyulang = 0,4 + 0,3= 0,7 detik, penyulang 0,3 detik dan PMT kopel 20 kV 0,4 detik. Waktu kerja OCR PMT 20 kV berada di tengah antara penyulang dan incoming.Kata kunci: sistem proteksi, arus hubung singkat, relai arus lebih, setting relai, PMT kopel 20 k
ANALISIS PERUBAHAN KONFIGURASI JARINGAN RADIAL KE SPINDEL OPEN – LOOP PENYULANG JERUK DAN PENYULANG KOMERING
Abstrak: Perencanaan suatu sistem tenaga listrik tentunya sudah mempunyai pertimbangan dalam berbagai kajian, kajian sistem tenaga listrik. Salah satu yang di rencanakan untuk masalah durasi padam yang lama (rata – rata 27 menit) padahal banyak titik manuver. Dilihat dari SOP ternyata dikarenakan terlalu banyak nya titik manuver menyebabkan rawan terjadinya miss communication yang dapat berakibat terjadinya kesalahan pengoperasian titik manuver. Belum lagi masalah drop tegangan yang terjadi ketika penyulang komering memanuver 2 section di P. Jeruk yang langsung berakibat drop tegangan yang melebihi SPLN 72:1987. PT. PLN UP2D dan ULP Rivai telah merencanakan rekonfigurasi P. Jeruk dan Komering akan direkonfigurasi sehingga menjadi lebih sederhana dan lebih pendek. Dengan rekonfigurasi tadi, setelah dilakukan analisis drop tegangan yang terjadi di P. Jeruk dan Komering pada saat normal maupun manuver belum melewati SPLN 72:1987 (Drop tegangan terbesar adalah 4,38%), untuk sistem proteksi juga tidak perlu dilakukan setting ulang karena dengan settingan saat ini relay Penyulang di GI masing – masing juga masih berfungsi dengan baik, dan untuk kemampuan daya trafo di masing masing GI pun masih mampu bahkan dalam beberapa kondisi tergolong pembebanan efektif trafo daya. (Beban puncak siang, pada saat manuver Trafo 2 GI Boom baru 72,90% dan Trafo 1 GI Sei Juaro 67,57%)Kata kunci: miss communication, relay proteksi, kemampuan daya trafo, drop teganga
ANALISA KONTINGENSI SISTEM KELISTRIKAN DI PT. PUPUK SRIWIDJAJA
Abstrak : Kestabilan frekuensi dan tegangan (kontingensi) sangat berpengaruh bagi kualitas daya pada sistem kelistrikan PT. Pusri Palembang. Oleh karenanya supplai energi listrik haruslah memiliki tingkat keandalan yang tinggi agar proses produksi dapat berlangsung secara maksimal. Oleh karena itu PT. Pusri Palembang mempunyai 4 unit gas turbin generator dan 1 unit steam turbin generator untuk menjaga keandalan sistem kelistrikannya. Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisa kestabilan frekuensi dan tegangan (kontingensi) akibat salah satu unit pembangkit lepas kemudian akan di lakukan mekanisme load shedding untuk menjaga kestabilan sistem. Software yang digunakan dalam menganalisis kestabilan frekuensi dan tegangan (kontingensi) yaitu ETAP 12.6. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lepasnya satu generator mengakibatkan sistem blackout karena tidak dapat menanggung beban, maka dari itu harus dilakukan mekanisme load shedding untuk menjaga sistem kelistrikan tetap dapat beroperasi.Kata kunci : analisa, kontingensi, sistem kelistrikan, ETAP, pupuk sriwidjaj
ANALISA KEHANDALAN SISTEM JARINGAN SUPLAI ASIAN GAMES 2018 DENGAN PENAMBAHAN GH BARU DI KOMPLEK GOR JAKABARING
Manuver jaringan distribusi adalah kegiatan modifikasi terhadap operasi normal akibat dari adanya gangguan atau pemeliharaan listrik sehingga tetap tercapai kondisi penyaluran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenyulang mana yang akan dimanuver jika terjadi gangguan dan kehandalan sistem jaringan dengan menghitung nilai SAIFI, SAIDI pada Gardu Hubung GOR. Dari hasil pembahasan menunjukan paada saat keadaan normal, Penyulang Sriwijaya merupakan prioritas utama penyaluran daya di GH GOR karena tidak terjadi drop tegangan. Penyulang Unglen merupakan prioritas kedua penyaluran daya di GH GOR Lama dengan tegangan terendah di GH GOR sebesar 19946 volt, persentase drop tegangan sebesar 0.11% dari tegangan kirim dan rugi daya sebesar 8 kW. Pada saat terjadi gangguan Penyulang yang paling tepat untuk melakukan manuver adalah Penyulang Meranti dengan tegangan terendah 19548 volt dengan persentase 0.74% diikuti Penyulang Gurami 19516 volt dengan persentase 1.68% dan Padjajaran 18764 volt dengan persentase 6.22%. Untuk indeks SAIDI SAIFI yang terbaik adalah Penyulang Unglen merupakan prioritas utama pada GH GOR Lama. Apabila Penyulang Unglen mengalami gangguan maka Penyulang yang paling tepat untuk melakukan manuver adalah Penyulang Gurami dengan nilai indeks SAIDI 0.081 diikuti dengan penyulang Meranti 0.137 dan Penyulang Padjajaran 0.507.Kata kunci: manuver, drop tegangan, gangguan, SAIFI, SAIDI
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
