425 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN BIRTH BALL TERHADAP KEMAJUAN KALA I PADA IBU BERSALIN DI TPMB AGUSTIN WULAN SARI SIDOARJO

    Get PDF
    Salah satu masalah yang dapat terjadi pada proses persalinan adalah partus lama, berdasarkan data Profil Kesehatan Propinsi Jawa Timur Tahun 2021, angka kejadian persalinan lama sebesar 5% dari jumlah 567 ibu meninggal, salah satu upaya mempercepat proses persalinan menggunakan birth ball untuk membantu ibu inpartu kala I ke posisi yang membantu kemajuan persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan birth ball terhadap kemajuan kala I pada ibu bersalin di TPMB Agustin Wulan Sari. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental design. Populasinya adalah 30 orang ibu inpartu kala I. Pengambilan sampel menggunakan jenis sampel non random (non probability) sampling dengan teknik accidental sampling.Variabel independen penggunaan birth ball dan variabel dependen kemajuan kala I. Menggunakan instrumen lembar observasi dan lembar partograf. Analisa data menggunakan uji Independen T test dengan signifikan ɑ = 0.05. Hasil penelitian menggunakan uji Independent T-Test didapatkan rata-rata lama kala I pada kelompok kontrol adalah 280.47 menit dan kelompok intervensi adalah 227.20 menit. Hasil analisis uji Independent T-Test nilai signifikasi (p-value) sebesar 0,006 < ɑ=0,05 maka H0 ditolak yang berarti ada pengaruh penggunaan birth ball terhadap kemajuan kala I pada ibu bersalin di TPMB Agustin Wulan Sari. Simpulan pada penelitian ini bahwa penggunaan birth ball mempunyai pengaruh terhadap kemajuan kala I di TPMB Agustin Wulan Sari. Oleh karena itu penggunaan birth ball diharapkan dapat mempercepat kemajuan kala I untuk mencegah terjadinya partus lama

    Adoption and diffusion of no tillage practices in Southern Spain olive groves

    Get PDF
    This paper analyses the process of adoption of no tillage in South-eastern Spain’s olive groves. Olive tree groves in South-eastern Spain’s mountainous areas are subject to a high risk of soil erosion, which is the main environmental problem for this crop, and have to incur in high costs of soil conservation. This results in a greater difficulty to comply with the practices required to benefit from both the single payment and agri-environmental schemes. In many high-steeped areas, farmers have opted for non-tillage practices as an alternative to other conservation practices. Using our own data from a survey carried out in 2006 among 215 olive tree farmers from the Granada Province in Southern Spain regarding the adoption of soil conservation and management practices, we model the diffusion process of no tillage practices using several specifications (logistic, Gompertz and exponential). We also estimate an ordered probit model to analyse which socio-economic and institutional factors determine the adoption of no tillage. Our results show that 90% of farmers in the area of study perform no tillage with either localized (21%) or no localized (69%) application of weedicides. The diffusion process of no tillage has been very intense since the middle nineties, and has been based on the interactions among farmers in the area of study rather than in external factors such as EU policies or extension services. Among other relevant factors that positively affect the adoption of no tillage practices in general, such as farm size and irrigation, the probability of a farmer adopting no tillage with non-localized application of weedicides increases when there is a relative that will continue with the farming activity, what causes the farmer to incorporate long term effects in his farming decisions, when the farmer is only a manager or when he bought the farm rather than inherited it (i.e. on more professionalized farms), and with his educational level. These results confirm some findings from previous studies in other nearby areas.Spanish olive groves, soil erosion, no tillage, Crop Production/Industries, Land Economics/Use,

    PERAN FASILITATOR DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS (Studi Kasus di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar)

    Get PDF
    Wulan Ayuningtyas Agustin. D0313083. The Role of Facilitator in Community Empowerment in Community-Based Settlement Environment Arrangement Program (A Case Study in Kemiri Village, Kebakkramat Sub District, Karanganyar Regency). Thesis. Department of Sociology. Faculty of Social and Political Sciences. Sebelas Maret University. Poverty is a very complex issue. One of the portraits of poverty can be seen from the large number of homes are not habitable and slums. The Government made the Community-Based Environment Arrangement Program (PLPBK) to resolve the problem of poverty. The role of the facilitator is needed to realize the goals of the program and bridging the Government with the community. This research was conducted recalling slum area and unlivable houses existing in Kemiri Village. This research aimed to find out the facilitator’s role and inhibiting and supporting factors in the Community-Based Environment Arrangement Program (PLPBK) in Kemiri Village. The theory used in this research was Max Weber’s Social Action Theory. The role of facilitator was the rational social action because the facilitator has contribution and purpose in performing community empowerment. The method employed in this research was qualitative one with case study. The sampling technique used was purposive sampling. Techniques of collecting data used were interview, documentation study and direct observation. Data validation was carried out using source triangulation. Technique of analyzing data used was an interactive model of analysis. The result of research showed that facilitator served to improve human resource quality by means of socialization, community facilitation and program evaluation as well as grant in the form of plan developer and construction executor. The inhibiting factors in PLPBK program included limited fund and limited construction tools. Meanwhile the supporting factors in PLPBK program included facilitator personnel, high participation of Kemiri Villagers and close relationship established between stakeholders in PLPBK program. Keywords: Facilitator, Community Empowerment

    STUDI KOMPARASI ANTARA METODE DISKUSI DENGAN METODE ROLE PLAYING DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn KELAS VII SMP N 16 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2008/2009

    Get PDF
    AGUSTIN WULAN SARI. Studi Komparasi antara Metode Diskusi dengan Metode Role Playing ditinjau dari Kreativitas Siswa pada Pembelajaran PKn Kelas VII SMP N 16 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juni. 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan metode diskusi dengan metode role playing ditinjau dari kreativitas siswa pada pembelajaran PKn kelas VII SMP N 16 Surakarta tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 16 Surakarta tahun ajaran 2008/2009, yang terdiri dari 5 kelas sebanyak 191 siswa. Sampel penelitian menggunakan cluster random sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 2 kelas yaitu kelas VII B sebagai kelas eksperimen I dan kelas VII C kelas eksperimen II. Teknik pengumpulan data untuk skor afektif kreativitas siswa menggunakan metode angket, sedangkan skor psikomotor kreativitas siswa menggunakan metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik t-test ( uji t). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung =5,471 dan ttabel= 1,99 pada α=5% dimana thitung> ttabel (5,471 > 1,99), maka Ha yang berbunyi “Ada perbedaan antara metode diskusi dengan metode role playing ditinjau dari kreativitas siswa” diterima. Ada perbedaan tersebut dapat ditunjukkan dengan µ2 > µ1 (164,24 > 149,44) yang berarti skor rata-rata kreativitas siswa pada kelas eksperimen 2 yang mengunakan metode role playing lebih baik dibanding kelas eksperimen 1 yang menggunakan metode diskusi pada pembelajaran PKn. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara metode diskusi dengan metode role playing ditinjau dari kreativitas siswa pada pembelajaran PKn kelas VII SMP N 16 Surakarta tahun ajaran 2008/2009, dimana metode role playing lebih baik dibanding metode diskusi bila ditinjau dari kreativitas siswa

    IMPLEMENTASI POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENANAMKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB ANAK USIA DINI DI DUSUN SUMBEREJO DESA LEMBEYAN WETAN KECAMATAN LEMBEYAN MAGETAN

    Get PDF
    Riski Wulan Agustin. Implementasi Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia Dini di Dusun Sumberejo Desa Lembeyan Wetan Kecamatan Lembeyan Magetan. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing 1 Dian Kristiana, M.Pd., Pembimbing 2 Betty Yulia Wulansari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Bagaimana implementasi pola asuh orang tua dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak usia dini di Dusun Sumberejo Desa Lembeyan Wetan (2) Bagaimana kelebihan dan kekurangan dari pola asuh yang orang tua terapkan dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak di Dusun Sumberejo Desa Lembeyan Wetan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan temuan yang digunakan yaitu triangulasi metode. Hasil data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dipaparkan secara deskriptif. Subyek penelitian dilakukan pada lima orang tua dan anak usia 5-6 tahun di Dusun Sumberejo Desa Lembeyan Wetan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di Dusun Sumberejo Desa Lembeyan wetan sudah baik disini orang tua menggunakan perpaduan antara pola asuh otoriter, permisif dan demokratis yang digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi, tetapi orang tua lebih dominan menggunakan pola asuh demokratis. Dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak orang tua memberikan pembiasaan-pembiasaan, memberikan contoh dan juga memberikan fasilitas-fasilitas kepada anak untuk menunjang penanaman sikap tanggung jawab anak. Kelebihan dari pola asuh yang orang tua terapkan adalah anak memiliki sikap tanggung jawab yang baik, sedangkan kekurangannya adalah terkadang anak masih semaunya sendiri dan susah untuk diatur. Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Anak Usia Dini, Sikap Tanggung Jawa

    Pengaruh Lama Penyinaran terhadap Pertumbuhan Mikroalga Scenedesmus armatus Isolat Malang dalam Skala Laboratorium.

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Wulan. 2011. Pengaruh Lama Penyinaran terhadap Pertumbuhan Mikroalga Scenedesmus armatus Isolat Malang dalam Skala Laboratorium. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Murni Saptasari, M.Si., (II) Sitoresmi Prabaningtyas,S.Si.M.Si.   Kata Kunci :Lama penyinaran, pertumbuhan, Scenedesmus armatus Keberadaan bahan bakar minyak semakin menipis di alam karenadipergunakan untuk berbagai keperluan.Berdasarkan masalah tersebut makadilakukan penelitian untuk mendapat bahan bakar alternatif, salah satunya adalah biodiesel. Mikroalga dipilih sebagai bahan biodisel karena pertumbuhannya yang  cepat dan minyak nabati yang sangat tinggi sehingga dapat dijadikanbiodiesel. Mikroalga yang digunakan adalahScenedesmus armatusmengandung lemak (fatty acid) sebesar 16 – 40 %.Sebelum diproses menjadi biodiesel,  diperlukan adanya perbanyakan.Proses perbanyakan biasa dikenal dengan pengkulturan yang memerlukan kondisi lingkungan yang optimal. Salah satu faktor lingkungan antara lainadalah cahaya. Oleh karena itu penentukan lama pencahayaan yang tepat merupakan hal penting untuk pertumbuhan Scenedesmus armatusdalam skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh lama pencahayaan terhadap pertumbuhanScenedesmus armatus ;2)mengetahuilama pencahayaan yang tepat untuk Scenedesmus armatus; 3)mengetahui pola pertumbuhan Scenedesmus armatus selama pengamatan dan mengetahui waktu pertumbuhan maksimal dariScenedesmus armatus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2009 di Laboratorium Mikrobiologi jururan Biologi FMIPA UM. Jenis penelitian ialah penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Bahan yang digunakan adalah mikroalga jenis Scenedesmus armatusyang diberi perlakuan pencahayaan. Perlakuan pencahayaan dilakukan selama 24 jam dengan perbedaan gelap  dan terang yang bervariasi. Perbedaan gelap dan terang yang diujikan yaitu 6 jam terang / 18 jam gelap, 8 jam gelap / 16 jam terang, 10 jam gelap/ 14 jam terang, 12 jam gelap/ 12 jam terang, dan 14 jam terang/ 10 jam gelap. Pertumbuhan Scenedesmus armatusyang  ditunjukkan dengan penambahan jumlah sel tiap mililiternyadihitung dan pengamatan dilakukan tiap 2 hari sekali selama 10 hari. Data  yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA Ganda dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) lama pencahayaan mempengaruhi pertumbuhan Scenedesmus armatus ; 2) pencahayaan yang tepat untuk Scenedesmus armatus adalah pada rentangan 6 jam gelap / 18 jam terang; 3) pertumbuhan paling tinggi terjadi pada pengamatan hari ke 6. Berdasarkan hasil penelitian tersebut saran yang dapat dikemukakan yaitu perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan modifikasi lama periode gelap, penggunaan mikroalga yang lain juga bisa menjadi alternatif penelitian selain itu media juga bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan penelitian selanjutnya

    PENGARUH EKSTRAK FLAVONOID DAUN TEMBAKAU KASTURI TERHADAP EKSPRESI TOLL-LIKE RECEPTOR 4 PADA KULTUR SEL OSTEOBLAS YANG DIPAPAR LIPOPOLISAKARIDA

    No full text
    Toll-Like Receptor 4 (TLR4) merupakan pattern recognition receptors (PRRs) yang dapat mengenali lipopolisakarida (LPS) dari bakteri Gram-negatif. Pengenalan LPS oleh TLR4 pada sel osteoblas dapat mengakibatkan teraktivasinya sinyal transduksi yang menyebabkan produksi sitokin proinflamasi. Produksi berlebihan dari sitokin proinflamasi karena stimulasi kronik dari TLR4 dapat menyebabkan destruksi jaringan dan kerusakan tulang yang parah. Daun tembakau kasturi memiliki bahan aktif yang bermanfaat bagi tubuh manusia antara lain flavonoid. Flavonoid dapat bekerja sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Flavonoid dapat menghambat terjadinya inflamasi. Mekanismenya yaitu menghambat aktivitas enzim dari metabolisme asam arakidonat seperti fosfolipase A2, siklooksigenase, lipoksigenase dan sintesis NO serta menghambat aktivasi NF- кB. Penghambatan aktivitas enzim tersebut oleh flavonoid mengakibatkan penurunan produksi dari asam arakidonat, prostaglandin, leukotrin, nitrat oksida yang merupakan mediator inflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak flavonoid daun tembakau kasturi sebagai antiinflamasi terhadap ekspresi TLR4 pada kultur sel osteoblas yang dipapar LPS. Untuk mengetahui adanya ekspresi TLR4 pada kultur sel dilakukan uji imunositokimia. Uji imunositokimia dilakukan pada kultur sel osteoblas pada pertumbuhan sel 80% konfluen

    Efek Antibakteri Ekstrak Flavonoid Daun Singkong (Manihot Esculenta) Terhadap Porphyromonas Gingivalis ( In Vitro)

    No full text
    Periodontitis kronis merupakan penyakit periodontal yang sering dikeluhkan oleh hampir 75% penduduk Indonesia. Periodontitis kronis ini disebabkan oleh periodontal patogen terutama Porphyromonas gingivalis (P.gingivalis). P.gingivalis banyak ditemukan dalam kasus periodontitis kronis yaitu sebesar 53,8%. P.gingivalis ini merupakan bakteri yang membutuhkan perhatian khusus oleh karena memiliki faktor virulensi yang diduga memiliki keterlibatan pada berbagai kelainan sistemik, seperti cardiovascular disease (CVD), kelahiran prematur, dan preklamsia. Kontrol proliferasi dan virulensi bakteri ini perlu dilakukan selain melakukan perawatan scaling dan root planning, pemberian antibiotik seperti metronidazole gel merupakan salah satu upaya kontrol koloni P.gingivalis. Metronidazole bekerja dengan cara menghambat sintesis DNA asam nukleat bakteri. Akan tetapi penggunaan metronidazole akan menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mual, mulut kering, dan berasa logam di mulut, serta dapat menimbulkan resistensi. Hal tersebut yang mendasari pemanfaatan obat alternatif dari bahan alam yang memiliki daya antibakteri, salah satunya yaitu daun singkong. Daun singkong diketahui memiliki kandungan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak flavonoid daun singkong (Manihot esculenta) terhadap pertumbuhan P.gingivalis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah the post test only control group design. Penelitian ini menggunakan metode disk diffusion yang terdiri dari 8 kelompok penelitian (2 kelompok kontrol dan 6 kelompok perlakuan)

    Efektifitas Penggunaan Sikat Gigi Elektrik Sebagai Alat Kontrol Plak Anak Usia Sekolah yang Mengalami Down Syndrome

    No full text
    Down Syndrome adalah salah satu kelainan genetik pada kromosom 21 yang mengganggu tumbuh kembang serta fisik dari penderitanya. Penderita down syndrome akan mengalami keterbatasan dalam berinteraksi sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar pribadinya seperti menjaga kebersihan diri, salah satu contohnya adalah menyikat gigi. Sikat gigi merupakan usaha individu untuk melakukan kontrol plak. Kontrol plak secara mekanis lebih baik dibandingkan dengan kimiawi. Pembersihan secara mekanis dapat membersihkan plak pada bagian supragingival dan bagian interproksimal dikarenakan bulu sikat menyentuh langsung ke daerah permukaan gigi. Menyikat gigi membutuhkan keterampilan seseorang agar pembersihan dapat optimal. Penderita down syndrome yang memiliki keterbatasan diharapkan dapat mengoptimalkan kontrol plak dengan penggunaan sikat gigi elektrik yang penggunaannya tidak memerlukan teknik khusus. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental dengan menggunakan Within subject design (rancangan sama subjek), yaitu satu kelompok yang menerima dua perlakuan. Penilaian indeks plak menggunakan metode Loe and Silness dengan memeriksa 6 gigi dan 4 permukaan. Subjek penelitian dilakukan pemeriksaan sebelum dan setelah menyikat gigi menggunakan sikat gigi manual, setelah satu minggu kemudian dilakukan kembali pemeriksaan indeks plak Loe and Silness sebelum dan setelah menggunakan sikat gigi elektrik. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji sign test. Hasil penelitian didapatkan dari analisis sign test dan memperoleh hasil yang signifikan pada skor plak indeks sebelum dan setelah menyikat gigi baik menggunakan sikat gigi manual maupun sikat gigi elektrik (p£0,05), Selain itu juga terdapat perbedaan yang signifikan pada selisih skor indeks plak sikat gigi manual dengan sikat gigi elektrik (p£0,05). Kontrol plak menggunakan sikat gigi dapat menurunkan skor indeks plak menjadi lebih rendah dari sebelum menyikat gigi. Penurunan skor indeks plak tersebut dikarenakan ketika menyikat gigi bulu sikat bergesekan secara langsung pada plak yang menempel di permukaan gigi, sehingga plak dapat berkurang dari permukaan gigi. Selisih skor indeks plak pada sikat gigi elektrik lebih besar karena pada sikat gigi elektrik memiliki motor pada kepala sikat, sehingga gerakan yang optimal bergerak dari kepala sikat, bukan dari penggunanya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sikat gigi elektrik merupakan alat kontrol plak yang efektif untuk digunakan pada anak usia sekolah yang mengalami down syndrome

    Kekuatan Mekanis Tulang Mandibula Pada Hewan Model Disfungsi Ovarium

    No full text
    Hasil penelitian kemudian dilakukan uji normalitas dan homogenitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Levene. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data terdistribusi secara normal dan homogen (p≥0.05), Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas, nilai rata-rata modulus elastisitas, kekakuan, dan ketabalan dianalisis dengan menggunakan independent t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai sifat mekanis tulang antar kelompok. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai rata-rata kekuatan mekanis tulang mandibula kelompok kontrol dan kelompok model disfungsi ovarium (p≤0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya perbedaan kekuatan mekanis tulang mandibula kelompok kontrol dan kelompok model disfungsi ovarium
    corecore