1,720,970 research outputs found

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IIC DI SDN KEPATIHAN 05

    No full text
    Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar masih berfokus dan berkisar pada teori dan materi yang ada di buku. Sebagai guru di SDN Kepatihan 05 Jember khususnya di kelas IIc, penulis juga menemukan kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak aktif bahkan cenderung malas jika mendapat pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), sehingga tugas-tugas baik di sekolah maupun di rumah tidak dapat terselesaikan dengan baik, jika masalah ini tidak dicarikan pemecahannya, maka pembelajaran IPA akan berjalan di tempat atau bahkan menemui kegagalan yang sangat fatal. Dengan segala keterbatasan pengetahuan tentang prinsip-prinsip pembelajaran khususnya IPA, penulis introspeksi dan merefleksi diri sambil mencari dan berdiskusi dengan teman-teman sejawat, bagaimana menjadikan pembelajaran IPA menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan berhasil.Akhirnya, penulis sampai pada satu jawaban sebagai langkah alternatif pemecahan masalah di atas. Penulis tertarik akan pendekatan pembelajaran kontekstual atau disebut Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di SDN Kepatihan 05 khususnya Kelas IIc. Selain itu juga untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran bidang studi IPA sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kepatihan 05 khususnya kelas IIc yang terdiri dari 40 siswa; 24 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui metode observasi, tes Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran IPA dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas IIc SDN Kepatihan 05 Semester II Tahun 2010 – 2011. Pembelajaran IPA dengan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IIc SDN Kepatihan 05 Semester II Tahun 2010 – 2011

    Pengaruh model pembelajaran problem based learning (pembelajaran berbasis masalah) terhadap hasil belajar IPS Siswa: Pre eksperimen di kelas VIII MTs Al-Layyinah Tangerang

    No full text
    Pendidikan merupakan suatu kegatan yang universal dalam kehidupan. Pendidikan dapat dilakukan melalui proses kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar tersebut harus melibatkan siswa secara aktif bukan hanya berpusat pada guru (teacher centered). Dengan demikian, dalam proses belajar mengajar dibutuhkan suatu metode pembelajaran, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajarn pembelajaran berbasis masalah (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPS siswa. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Agustus � September 2012 di MTs Al- Layyinah Tangerang. Adapun objek penelitian adalah siswa kelas VIII.1 dan VIII.2 masing- masing 35 dan 37 siswa. Metode yang digunakan adalah pre ekperiment. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar berupa tes pilihan ganda (PG). Hasil belajar kelompok siswa eksperimen rata- rata posttest hasil belajarnya lebih tinggi (rata- rata pretest = 52,78 dan rata- rata posttest = 71,13) daripada kelompok kontrol (rata- rata pretes = 46,60 dan rata- rata posttest = 62,09) dan dari hasil perhitungan uji-t diperoleh nilai thit sebesar 3,42 dan ttab sebesar 2,00 atau t hitung > t tabel (3,42>2,00) maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IIC DI SDN KEPATIHAN

    No full text
    Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar masih berfokus dan berkisar pada teori dan materi yang ada di buku. Sebagai guru di SDN Kepatihan 05 Jember khususnya di kelas IIc, penulis juga menemukan kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak aktif bahkan cenderung malas jika mendapat pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), sehingga tugas-tugas baik di sekolah maupun di rumah tidak dapat terselesaikan dengan baik, jika masalah ini tidak dicarikan pemecahannya, maka pembelajaran IPA akan berjalan di tempat atau bahkan menemui kegagalan yang sangat fatal. Dengan segala keterbatasan pengetahuan tentang prinsip-prinsip pembelajaran khususnya IPA, penulis introspeksi dan merefleksi diri sambil mencari dan berdiskusi dengan teman-teman sejawat, bagaimana menjadikan pembelajaran IPA menjadi pembelajaran yang menyenangkan dan berhasil.Akhirnya, penulis sampai pada satu jawaban sebagai langkah alternatif pemecahan masalah di atas. Penulis tertarik akan pendekatan pembelajaran kontekstual atau disebut Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di SDN Kepatihan 05 khususnya Kelas IIc. Selain itu juga untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran bidang studi IPA sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kepatihan 05 khususnya kelas IIc yang terdiri dari 40 siswa; 24 siswa perempuan dan 16 siswa laki-laki. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui metode observasi, tes Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran IPA dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) mampu meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas IIc SDN Kepatihan 05 Semester II Tahun 2010 – 2011. Pembelajaran IPA dengan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IIc SDN Kepatihan 05 Semester II Tahun 2010 – 2011

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Analisis Perilaku Santri Putri Terhadap Local Name Branded Dan Local Name Unbranded Pada Produk Jilbab Dalam Tinjauan Teori Perilaku Konsumen Islam

    Get PDF
    Perilaku konsumen yang sejalan dengan Alqur%E2%80%99an dan Sunnah pasti akan membawa kebaikan dan keberkahan. Juga tidak hanya memenuhi sandang, pangan dan papan akan tetapi akan menghasilkan maslahah. seperti halnya perilaku santri putri Pondok Pesantren Ngalah, Sengonagung, Purwosari terhadap jilbab local name branded dan local name unbranded. Yang mana menjadikan jilbab branded atau unbranded tersebut menjadi suatu kebutuhan atau keinginan. Dikarenakan maraknya jilbab branded atau unbranded di dunia fashion jilbab muslimah di era millenial saat ini. Dalam hal ini, peneliti melakukan penelitian dengan judul %E2%80%9CAnalisis Perilaku Santri Putri Terhadap Local Name Branded Dan Local Name Unbranded Pada Produk Jilbab Dalam Tinjauan Teori Perilaku Konsumen Islam%E2%80%9D. Tujuan penelitian ini yang pertama yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku santri putri terhadap local name branded dan local name unbranded pada produk jilbab dan tujuan yang kedua yaitu untuk mengetahui bagaimana tinjauan teori perilaku konsumen Islam terhadap perilaku santri putri dalam menggunakan local name branded dan local name unbranded pada produk jilbab. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa ada 3 aspek perilaku santri tersebut yaitu pemborosan, pembelian tidak rasional, dan pembelian impulsif. Dari 3 aspek tersebut bahwa ada 60%25 santri putri cenderung pada jilbab unbranded dan 40%25 cenderung pada jilbab branded. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor salah satunya lingkungan sosial, usia dan lain-lain. Hal itu termasuk pada aspek pembelian tidak rasional dan pembelian impulsif. Sedangkan aspek pemborosan tidak sesuai dengan arti definisi itu sendiri,karena jilbab unbranded merupakan suatu kebutuhan bukan keinginan. Dan sikap tersebut sesuai dengan teori perilaku konsumen Islam yaitu Maslahah. selain maslahah, terdapat prinsip syariah, prinsip kuantitas, prioritas, sosial, kaidah lingkungan, dan prinsip tidak meniru yang telah diterapkan dari beberapa santri putri
    corecore