31 research outputs found
Kepribadian Guru Kristen Dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16
Talizaro Tafonao, Christian Teacher Personality in Perspective of 1 Timothy 4: 11-16. One important indicator that must be known by Christian teachers is to have a good personality. Trough this research, author describes the Christian Teacher Personality in Perspective of 1 Timothy 4: 11-16. Authors used qualitative research methods in doing study of the text 1 Timothy 4: 11-16 to analyze the Bible\u27s point of view of the personality of Christian teachers. The results of these research analysis are: First, Being in words. Based on this text , Timothy was instructed to be an ensamples in words, both of personal conversations with several people and those delivered in public. Second, ensamples in Love. This love refers to love between humans and between human and God. God desired all human to love one another, with agape love, because the other third love, named storge, philo and eros will properly function if it is based on agape love. Third, ensamples in holiness. Holy and pure life needs to be developed and struggled for because God has delivered and saved. Holiness means clean, free from sin, sacred etc Thus, the successful of a Christian Religion teacher is having a personality with Bible truth as guidance. Talizaro Tafonao, Kepribadian Guru Kristen Dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16. Salah satu indikator penting yang harus diketahui oleh guru Kristen adalah memiliki kepribadian yang baik. Dari karya tulis ini, penulis mendreskripsikan Kepribadian Guru Kristen Dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16. Dalam menemukan jawaban penelitian ini maka penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan kajian terhadap teks 1 Timotius 4:11-16 untuk menganalisis pandangan Alkitab tentang kepribadian guru Kristen. Setelah penulis melakukan kajian terhadap teks tersebut di atas, maka adapun hasil analisisnya adalah: Pertama, Keteladanan dalam perkataan. Dalam hubungannya dengan konteks ini, Timotius diperintahkan untuk menjadi teladan dalam perkataan, baik yang ia sampaikan secara pribadi kepada beberapa orang maupun yang disampaikan di depan umum. Kedua, Keteladan Dalam Kasih. Kasih ini dinyatakan pada sesama manusia dan kepada Tuhan. Allah menghendaki agar manusia saling mengasihi satu dengan yang lain, dengan kasih agape, sebab ketiga kasih, yakni storge, philo dan eros hanya dapat berfungsi dan terjalin dengan baik sebagaimana mestinya jika didasari oleh kasih agape. Ketiga, Teladan Dalam Kesucian. Hidup suci dan murni perlu dikembangkan dan diperjuangkan karena Tuhan yang telah membebaskan dan menyelamatkan. Jadi kesucian adalah bersih, bebas dari dosa, keramat dan lain-lain. Dengan demikian, keberhasilan seorang guru Agama Kristen harus memiliki kepribadian sesuai dengan kebenaran Alkitab
Analisis Algoritma Round Robin, Least Connection, Dan Ratio Pada Load Balancing Menggunakan Opnet Modeler
Load balancing is a technique to distribute traffic load into two or more lanes to reach balanced connection, optimized traffic performance, maximized data throughput, minimized delay, and avoiding data overload. Load balancing in a computer network used to modulate the balance of bandwidth USAge between multiple internet service provider. This research contains Load Balancing performance test on HTTP, FTP, and VoIP. Testing application used is OPNET Modeler 14.5 simulator, and load balancing algorithm which being tested is Least Connection, Round Robin, and Ratio. The test results shows generally Ratio is better than Least Connection and Round Robin. Ratio excels on handling End-to-End Delay and Jitter in VoIP, while Least Conncetion shows the highest throughput value in all test cases
Jurnal Sistem Informasi : Vol. 6, No.1, Maret 2011
1. Aplikasi Logistik Log_Sys PT Cipaganti Citra Graha / Daniel Jahja Surjawa, Vian Christian
2. Audit Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Pada PT. X Menggunakan Cobit Framework 4.1 / Diana Trivena Yulianti, Michael Canggih Patria
3. Kontrol dan Audit Kinerja Management Information System PT. X Pemrograman di Bidang Marketing Menggunakan Cobit 4.1 / Meliana Christianti, Billy Bobby A.B
4. Aplikasi Pengendalian Persediaan Produk dengan Persediaan Produk Perpetual Inventory System dan Pemilihan Supplier Optimal dengan Metode AHP / Niko Ibrahim, Syarli Angelina Gunawan
5. Pembuatan Sistem Informasi Pembelian, Penjualan dan Produksi dengan Penjadwalan Mesin Produksi / Radiant Victor Imbar, Billy
6. Pengukuran Tingkat Implementasi Green Computing Pada Departemen Network dan Departement Facilities Management PT XL Axiat, Tbk. Cabang Bandung / Saron Kurniawan Yefta, Asley Yvonne Elyeni Muljadi
7. Penerapan Knowledge Management System Berbasis Website CMS pada Divisi Produksi CV. Indotai Pratama Jaya / Tanti Kristanti, Niko Pamela
8. Pembuatan Aplikasi Lelang Web Jual Beli dan Lelang Online / Timotius Witono, Ferry Hendrayan
Perancangan dan Evaluasi Usability Aplikasi Pengelolaan Laboratorium Komputer
Abstrak— Aplikasi pengelolaan laboratorium komputer dirancang dan diterapkan sebagai studi kasus pengukuran evaluasi tingkat kegunaan, dengan tujuan akhir sebagai peningkatan layanan dari laboratorium. Aplikasi dirancang untuk dapat mengakomodasi tiga tingkatan pengguna dengan memiliki empat fitur utama, yaitu: chatting, internet connection, service request serta information. Hasil rancangan dan implementasi aplikasi telah dievaluasi dengan menggunakan standar ISO 9241-11 untuk mengukur tingkat kegunaan (usability) terhadap pengguna, tiga faktor yang terlibat dalam pengukuran adalah efektivitas, efisiensi, serta kepuasan. Pengukuran tingkat kegunaan penting untuk menentukan tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi dan sekaligus sebagai sarana pengumpulan masukan untuk penyempurnaan aplikasi bagi pengembang. Hasil evaluasi untuk tingkat efektivitas menunjukkan angka keberhasilan yang tinggi terhadap penggunaan aplikasi, yaitu 90-100%. Sedangkan hasil pengukuran efisiensi menunjukkan waktu penggunaan fitur yang masih belum merata, ada sebagian fitur yang masih belum intuitif sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang bagi pengguna untuk mengoperasikan sebuah fitur, dengan waktu terlama 20 detik. Sejalan dengan hasil evaluasi efektivitas yang tinggi, pengukuran tingkat kepuasan pengguna juga menghasilkan contribution score yang signifikan di angka 88,75, sehingga dapat ditarik simpulan bahwa pengguna hanya memiliki sedikit ketidaknyamanan pada aplikasi dan relatif memberikan penilaian positif pada implementasi aplikasi.
Kata Kunci—Evaluasi usability, Perancangan Perangkat Lunak, Standar ISO 9241-11, User Experience
Abstract— A laboratory management application has been designed and implemented as a case study for usability evaluation of the application, with the final aim is to increase the service level of the laboratory. The application is designed to accommodate three different users with their own specific roles and also has four main features, that are: chatting, internet connection, service request, and information. The result of the application’s design and implementation have been evaluated using ISO 9241-11 standard to measure the effectivity, efficiency, and satisfaction. The measurement of usability level is important for determining the users’ acceptance level of application and also as a feedback mechanism for the benefit of application improvement by the developer. Evaluation results for effectivity level show a high success rate of the application usage, as big as 90-100%. While the efficiency measurement results show the time of use of application’s features that are still not evenly distributed, there are several features that are not quite intuitive and require a long time for users to accomplish some particular tasks, with the longest time is 20 seconds. In line with the high result of effectivity, measurement of users satisfaction also show a significant contribution score at 88,75, so it can be concluded that users only have minor inconvenience against the application and tend to have a positive rating to the application.
Keywords— ISO 9241-11 Standard, Software Design, Usability Evaluation, User Experienc
Perancangan dan Evaluasi Usability Aplikasi Pengelolaan Laboratorium Komputer
Abstrak— Aplikasi pengelolaan laboratorium komputer dirancang dan diterapkan sebagai studi kasus pengukuran evaluasi tingkat kegunaan, dengan tujuan akhir sebagai peningkatan layanan dari laboratorium. Aplikasi dirancang untuk dapat mengakomodasi tiga tingkatan pengguna dengan memiliki empat fitur utama, yaitu: chatting, internet connection, service request serta information. Hasil rancangan dan implementasi aplikasi telah dievaluasi dengan menggunakan standar ISO 9241-11 untuk mengukur tingkat kegunaan (usability) terhadap pengguna, tiga faktor yang terlibat dalam pengukuran adalah efektivitas, efisiensi, serta kepuasan. Pengukuran tingkat kegunaan penting untuk menentukan tingkat penerimaan pengguna terhadap aplikasi dan sekaligus sebagai sarana pengumpulan masukan untuk penyempurnaan aplikasi bagi pengembang. Hasil evaluasi untuk tingkat efektivitas menunjukkan angka keberhasilan yang tinggi terhadap penggunaan aplikasi, yaitu 90-100%. Sedangkan hasil pengukuran efisiensi menunjukkan waktu penggunaan fitur yang masih belum merata, ada sebagian fitur yang masih belum intuitif sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang bagi pengguna untuk mengoperasikan sebuah fitur, dengan waktu terlama 20 detik. Sejalan dengan hasil evaluasi efektivitas yang tinggi, pengukuran tingkat kepuasan pengguna juga menghasilkan contribution score yang signifikan di angka 88,75, sehingga dapat ditarik simpulan bahwa pengguna hanya memiliki sedikit ketidaknyamanan pada aplikasi dan relatif memberikan penilaian positif pada implementasi aplikasi.Kata Kunci—Evaluasi usability, Perancangan Perangkat Lunak, Standar ISO 9241-11, User ExperienceAbstract— A laboratory management application has been designed and implemented as a case study for usability evaluation of the application, with the final aim is to increase the service level of the laboratory. The application is designed to accommodate three different users with their own specific roles and also has four main features, that are: chatting, internet connection, service request, and information. The result of the application’s design and implementation have been evaluated using ISO 9241-11 standard to measure the effectivity, efficiency, and satisfaction. The measurement of usability level is important for determining the users’ acceptance level of application and also as a feedback mechanism for the benefit of application improvement by the developer. Evaluation results for effectivity level show a high success rate of the application usage, as big as 90-100%. While the efficiency measurement results show the time of use of application’s features that are still not evenly distributed, there are several features that are not quite intuitive and require a long time for users to accomplish some particular tasks, with the longest time is 20 seconds. In line with the high result of effectivity, measurement of users satisfaction also show a significant contribution score at 88,75, so it can be concluded that users only have minor inconvenience against the application and tend to have a positive rating to the application.Keywords— ISO 9241-11 Standard, Software Design, Usability Evaluation, User Experience </jats:p
Cara praktis membangun situs e-learing dengan teknologi open source/ Emanuel
ix, 190 hal.: ill.; 23 cm
Cara praktis membangun situs e-learing dengan teknologi open source/ Emanuel
ix, 190 hal.: ill.; 23 cm
