60 research outputs found

    METODE PENGOLAHAN HIDANGAN PANCAKE DI DEMANDAILING CAFÉ SURABAYA

    No full text
    The purpose of this writing is to find out how the processing of pancake desserts at Demandailing cafe Surabaya. The author observes the processing of pancakes at the Demandailing Cafe. The author can conclude that the processing of pancake desserts at Demandailing Café Surabaya is as follows: Processing of pancakes is done according to existing standard recipes. Thus, pancakes have the same shape and taste

    Branding Politik Caleg Perempuan dari Partai Islam: Studi Kasus Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief di Kota Bekasi

    No full text
    Elections of 2019 are simultaneous elections. Elections 2019 require candidates to do a number of things to win the elections. Political branding is the common way of legislature candidates. Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief are candidates for legislative members in Bekasi City from the Prosperous Justice Party (PKS). Interestingly, Lilis Nurlia used a success team while Eka Widyani Latief did not use a successful team in facing the 2019 election. Lilis Nurlia does her political branding through face-to-face media and social media and carries the name of the party on every occasion. This study aims to look at the political branding of Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief in facing the 2019 election in Bekasi City because there are still few studies that discuss political branding, especially in female legislative candidates. This research uses Kapferer political branding theory to analyze the experience of political branding implemented Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief. This research uses qualitative research with a case study approach. The author obtained primary data from the results of semi structure in-depth interviews and secondary data from article documents, journals, document archives, and so on. The results of the study obtained that Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief were legislative candidates with sequence number 1. Lilis Nurlia does political branding with various activities mainly through tabloids. Lilis Nurlia also uses a group approach to approach the community, while Eka Widyani Latief also carries out various activities, especially gatherings and social relations approached to approach society. Lilis Nurlia and Eka Widyani Latief also introduced themselves and shared the activity on social media.Penelitian ini membahas tentang branding politik dari calon anggota legislatif perempuan dari Partai Islam dengan menganalisis Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief. Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief merupakan calon legislatif di Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menariknya, Lilis Nurlia menggunakan tim sukses sementara Eka Widyani Latief tidak menggunakan tim sukses dalam menghadapi pemilu 2019. Lilis Nurlia melakukan branding politiknya melalui media tatap muka dan media sosial serta membawa nama partai pada setiap kesempatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat branding politik Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief dalam menghadapi pemilu 2019 di Kota Bekasi dikarenakan masih sedikit penelitian yang membahas mengenai branding politik khususnya calon legislatif perempuan. Penelitian ini menggunakan teori branding politik Kapferer untuk menganalisis pengalaman branding politik yang diimplementasikan Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis memperoleh data primer dari hasil wawancara mendalam semistruktur dan data sekunder dari dokumen artikel, jurnal, arsip dokumen, dan sebagainya. Hasil penelitian diperoleh bahwa Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief merupakan calon legislatif dengan nomor urut 1. Lilis Nurlia melakukan branding politik dengan berbagai kegiatan terutama melalui tabloid. Lilis Nurlia juga menggunakan pendekatan kelompok untuk mendekati masyarakat, sementara Eka Widyani Latief juga melakukan berbagai kegiatan terutama silaturahmi dan pendekatan hubungan sosial untuk mendekati masyarakat. Lilis Nurlia dan Eka Widyani Latief juga memperkenalkan dirinya dan membagikan kegiatan di media sosial

    PENILAIAN RESIKO K3 PADA PENGUJIAN KANDUNGAN URANIUM MENGGUNAKAN ALAT TITROPROSESOR

    No full text
    ABSTRAK–Penilaian resiko K3 pada pengujian kandungan Uranium menggunakan alat Titroprosesor telah dilakukan. Penilaian resiko K3 dimaksudkan untuk menciptakan daerah kerja yang aman, efisien dan produktif mengingat Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) merupakan salah satu fasilitas nuklir di Kawasan Nuklir Serpong. Instalasi ini dirancang untuk melakukan kegiatan penelitian bahan bakar reaktor daya.  Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas pemurnian dan konversi uranium, fabrikasi elemen bakar dan kendali kualitas. Salah satu kegiatan pada laboratorium kendali kualitas adalah pengujian kandungan uranium untuk mendukung kegiatan penelitian tersebut. Dari kegiatan pengujian tersebut tidak menutup kemungkinan adanya potensi bahaya baik yang berasal dari proses kerja maupun dari bahan yang digunakan. Potensi bahaya tersebut perlu diminimalkan atau dihilangkan agar keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan terjamin sehingga produktifitas bisa ditingkatkan. Untuk menciptakan daerah kerja yang aman, efisien dan produktif di IEBE perlu disusun penilaian resiko K3 dalam kegiatan pengoperasian peralatan, khususnya pada pengujian U menggunakan alat Titroprosesor. Dalam penilaian resiko K3 pada pengujian U menggunakan alat Titroprosesor berpedoman pada persyaratan seperti tertuang dalam Perka Batan No. 020/KA/I/2012 tentang Pedoman Penilaian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.  Tahapan dalam penyusunan penilaian resiko K3 ini meliputi mempelajari langkah kerja, mengidentifikasi potensi bahaya tiap langkah kerja, menilai risiko bahaya yang telah diidentifikasi dan melakukan langkah pengendalian bahaya. Dari hasil penilaian resiko untuk identifikasi bahaya dalam kegiatan pengujian kandungan uranium dengan Titroprosesor berada pada kelas A, dengan skala diantara 0 – 24 yang berarti risiko dapat diterima. Kata kunci–Pengujian kandungan uranium, identifikasi bahaya, penilaian resiko K3 ABSTRACT-K3 risk assessment for Uranium content analysis by using Titroprocessor has been carried out. K3 assesment was conducted to establish the safe, efficiency and proactive workplace as remainds that the experimental fuel element installation is one of nuclear facility in Serpong nuclear area. The installation was designed to conduct fuel for power reactor research. The facility was equipped with purification and conversion uranium facility, fuel element fabrication and quality control. One of activity in quality control laboratory is uranium content analysis to support the research activity. The analysis activity shows the possibility of potential hazards from working process or materials that had been used. The potential hazards need to be minimized or eliminated in order to safety of workers, society and environment assured so that productivity can be improved. To create the safe, efficient, and productive workplace in IEBE, it need to arrange K3 risk assessment in equipment operation activity, especially for U content analysis by using Titroprocessor. K3 risk assessment for U content analysis by using Titroprocessor is guided by requirement as stated in Perka Batan No. 020/KA/I/2012 about Guidance of Safety and Healty Work Risk Assessment. Stage to arrange K3 risk assessment are learn the working step, assess hazards risk that had been identify and make hazards control step. The results of risk assessment for hazads identification shows U content analysis by using Titroprocessor is in A class, with scale on 0 – 24, it means risk can be accepted. Keywords – Uranium  content analysis, hazard identification, K3 risk assessmen

    Penentuan Rasio O/u Serbuk Simulasi Bahan Bakar Dupic Secara Gravimetri

    No full text
    PENENTUAN RASIO O/U SERBUK SIMULASI BAHAN BAKAR DUPIC SECARA GRAVIMETRI. Telah dilakukan penentuan rasio O/U serbuk simulasi bahan bakar DUPIC. DUPIC (Direct Use of Spent PWR fuel In Candu reactor) adalah daur ulang cara kering (recycle) dari bahan fisil yang berasal dari reaktor PWR untuk diolah ulang menjadi bahan bakar PHWR/CANDU. Berbagai kegiatan dan penelitian telah dilakukan di Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, untuk mempelajari metode DUPIC ini dari proses pembuatan, keselamatan maupun seifgardnya. Salah satu proses pembuatan bahan bakar DUPIC adalah proses oksidasi-reduksi. Pada tahap ini perlu dilakukan karakterisasi terhadap serbuk yang dihasilkan dengan tujuan untuk mengetahui kualitasnya. Karakterisasi tersebut diantaranya adalah penentuan kadar uranium, densitas, rasio O/U dan kadar pengotor. Pada kegiatan ini dilakukan penentuan rasio O/U terhadap serbuk bahan bakar DUPIC awal dan pelet sinter. Dengan dilakukan penentuan rasio O/U ini dapat diketahui kualitas dari serbuk yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah gravimetri yaitu didasarkan atas pengukuran Perubahan berat setelah proses kalsinasi pada suhu 900 oC selama 4 jam. Dari hasil analisis diperoleh rasio O/U pada serbuk DUPIC awal masing-masing dengan burn-up 40 MWD/kg dan 60 MWD/kg sebesar 2,0319 dan 2,0381 dan hasil rasio O/U pelet sinter sebesar 1,9837 dan 1,9814. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa rasio O/U serbuk simulasi bahan bakar DUPIC awal telah memenuhi batasan yang diijinkan yaitu 2,00 sampai 2,13 sedangkan untuk pelet sinter masih sedikit diluar batasan yang diijinkan

    Analisis Pengotor Karbon (C) dalam Serbuk UO2 Hasil Konversi YC Limbah Pupuk Fosfat dengan Carbon Analyzer Leco IR-212

    No full text
    ANALISIS PENGOTOR KARBON (C) DALAM SERBUK UO2 HASIL KONVERSI YC LIMBAH PUPUK FOSFAT DENGAN CARBON ANALYZER LECO IR-112. Telah dilakukan analisis pengotor karbon (C) dalam serbuk UO2 hasil konversi Yellow Cake (YC) limbah pupuk fosfat dengan Carbon Analizer LECO IR-212. Analisis kadar karbon ini dilakukan dengan tujuan untuk menjamin kelayakan serbuk UO2 yang dihasilkan pada proses konversi yellow cake limbah pupuk fosfat sebagai bahan bakar nuklir. Batasan kadar karbon di dalam serbuk UO2 sebagai bahan bakar nuklir tidak boleb melebihi 100 ppm. Salah satu alat yang dipakai untuk menganalisis kadar karbon dalam serbuk UO2 adalah Carbon Analyzer LECO type IR-212 yang berada di lnstalasi Elemen Bakar Eksperimental - Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN. Metode yang dipergunakan mengacu pada ASTM C 1408-09 “Standard Test Method for Carbon (Total) in Uranium Oxide Powders and Pellets By Direct Combuslion-lnfrared Detection Method”. Sebelum alat dipakai untuk menganalisis sampel serbuk UO2 dilakukan kalibrasi dengan menganalisis sampel standar dari pabrikan LECO USA yang mengacu pada NIST (National lnstitute of Standards and Technology), SRM (Standard Reference Ma1erials) dengan sertifikat yang tenelusur. Analisis sampel standar dan sampel serbuk VO, dilakukan masing-masing 5 kali pengulangan. Perhitungan hasil menurut ASTM C 1408 -09 diperoleh kadar karbon dalam U basis sebesar 113,310 ppm dengan standar deviasi sebesar 0,253. Hal ini menunjukkan bahwa sampel serbuk UO2 yang dihasilkan pada proses konversi yellow cake limbah pupuk fosfat belum memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan sebagai bahan bakar nuklir karena kandungan karbonnya melebihi 100 ppm, sehingga perlu dilakukan proses pemurnian lagi

    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL NONTEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN HUKUM BERANCANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF-INTEGRATIF UNTUK KELAS X SMA

    No full text
    PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL NONTEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERWAWASAN HUKUM BERANCANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF-INTEGRATIF UNTUK KELAS X SMA Lilis Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong digitalisasi pembelajaran, termasuk pengembangan bahan ajar digital. Selain itu, tantangan yang dihadapi peserta didik, seperti meningkatnya kenakalan remaja, menuntut adanya nilai-nilai hukum yang diintegrasikan dalam pembelajaran sehingga bahasa mempunyai peran dalam meminimalisasi kenakalan remaja yang marak terjadi. Berdasarkan wawancara ditemukan bahwa masih banyak peserta didik yang melakukan pelanggaran aturan sekolah. Oleh sebab itu, penulis mengembangkan buku pendamping digital yang berwawasan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk buku digital nonteks pelajaran bahasa Indonesia berwawasan hukum untuk kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap: define, design, development, dan diseminate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi kelayakan produk dari aspek bahan ajar mendapatkan nilai skor dengan rata-rata 4 pada kategori “layak” dari interval 0-5. Aspek materi dengan nilai skor rata-rata 4,6 pada kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Aspek bahasa dengan nilai skor rata-rata 4,4 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Secara keseluruhan diperoleh rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Adapun hasil nilai respons peserta didik dengan rata-rata skor 4,0 dengan kategori “layak” dari interval 0-5 dan hasil nilai respons pendidik dengan rata-rata 4,3 dengan kategori “sangat layak” dari interval 0-5. Bahan ajar ini mendapatkan respons positif dari peserta didik dan pendidik. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar digital bahasa Indonesia berwawasan hukum untuk SMA layak digunakan sebagai buku pendamping dalam proses pembelajaran. Kata kunci: bahan ajar digital, komunikatif-integratif, wawasan hukum. DEVELOPMENT OF A NON-TEXT BOOK OF DIGITAL LESSONS IN INDONESIAN WITH A LEGAL PERSPECTIVE WITH A COMMUNICATIVE-INTEGRATIVE APPROACH FOR CLASS X SENIOR HIGH SCHOOL Lilis Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRACT The existence of companion books is still inadequate and challenges in the world of education, such as the increase in juvenile delinquency, require legal values to be integrated in learning so that language has a role in minimizing juvenile delinquency that is rampant. Based on interviews, it was found that there are still many students who violate school rules. Therefore, the author developed a companion book with a legal perspective. This research aims to produce Indonesian digital teaching material products with legal insight for class X SMA. The research method used in this study is research and development (R&D) with the 4D development model consisting of four stages: define, design, develop, and disseminate. The results showed that the validation of product feasibility from the aspect of teaching materials received an average score of 4 in the “feasible” category from the interval 0-5. The material aspect with an average score of 4.6 in the “very feasible” category from the 0-5 interval. The language aspect with an average score of 4.4 in the “very feasible” category from the 0-5 interval. Overall, an average of 4.3 was obtained in the “very feasible” category from the 0-5 interval. The results of the learner response value with an average score of 4.0 with the category “feasible” from the interval 0-5 and the results of the educator response value with an average of 4.3 with the category “very feasible” from the interval 0-5. This teaching material received a positive response from learners and educators. This shows that Indonesian digital teaching materials with a legal perspective for high school are suitable for use as companion books in the learning process. Keyword: digital teaching materials, communicative-integrative, legal insight

    DIFUSI KARBON AKIBAT PELAPISAN GRAFIT PADA KELONGSONG ZIRCALOY-2

    No full text
    DIFUSI KARBON AKIBAT PELAPISAN GRAFIT PADA KELONGSONG ZIRCALOY-2. Telah dilakukan penelitian difusi karbon ke dalam zircaloy-2 akibat pelapisan grafit. Sebagai variabel ialah waktu dan suhu pemanasan. Bahan yang digunakan ialah kelongsong zircaloy-2 sebagai kelongsong elemen bakar reaktor Cirene. Variasi suhu pemanggangan 450 oC, 500 oC dan 550 oC. Variasi waktu pemanggangan 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Identifikasi kadar karbon dengan Leco IR-212. Kesimpulan hasil penelitian adalah kadar karbon, pada interval suhu antara 450 oC sampai dengan 550 oC dengan waktu pemanasan 2 jam sampai dengan 8 jam kadar karbon meningkat dari 0,03526 wt% menjadi 0,3055 wt%. Entalpi, Pada interval suhu dan waktu tersebut adalah antara 6,1722E+03 cal mol-1 dan 2,1127E+04 cal mol-1. Entropi antara 3,9881E+03 cal mol-1K-1 dan 2,3280E+08 cal mol-1K-1. Rasio ekspansi volume pelelehan antara 35,64% dan 10,41%. Difusivitas antara (1,6683E-12 ± 7,2712E-13) cm2s-1 dan (1,1565E-11 ± 4,2483) cm2s-1. Energi aktivasi antara 5,21085E-08 cal mol-1 dan 1,40353E-07 cal mol-1

    ANALISIS KADAR THORIUM SECARA TITRIMETRI MENGGUNAKAN TITRAN HEDTA DAN INDIKATOR SPADNS

    No full text
    ABSTRAKTelah dilakukan analisis kadar thorium dengan metoda titrimetri menggunakan titran HEDTA dan indikator SPADNS dengan tujuan untuk mengetahui nilai presisi dan akurasi hasil analisis thorium dalam konsentrasi rendah (mg/L). Larutan analit yang digunakan adalah larutan standar thorium dengan konsentrasi 1000 mg/L. Analisis dilakukan dengan mengatur pH larutan analit antara 2,0 – 3,0 dengan menambahkan larutan NaOH 1 M dan indikator Dihydroxy-2-(4-sulfophenylazo)-naphthalene-3,6-disulfonic acid trisodium salt (SPADNS). Selanjutnya dilakukan titrasi menggunakan larutan N-(2-hydroxyethyl) ethylenediamine-N,N’,N’-triacetic acid (HEDTA) 0,01 M sampai titik akhir yang ditandai dengan perubahan warna larutan dari violet menjadi scarlet. Dari hasil analisis larutan standar thorium 1000 mg/L dengan volume analit 25 mL (25 mg Th) konsentrasi thorium terukur sebesar 955,177 mg/L dengan deviasi standar (SD) sebesar 20,124 mg/L, RSD sebesar 2,107% serta akurasi sebesar 4,482%. Sedangkan hasil analisis dengan volume analit 10 mL (10 mg Th) konsentrasi thorium terukur sebesar 976,720 mg/L, SD sebesar 7,458 mg/L, RSD sebesar 0,764% dan akurasi sebesar 2,286%. Hasil analisis thorium secara titrimetri dengan analit mengandung 10 mg Th lebih presisi dan mempunyai akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan analit mengandung 25 mg Th.Kata Kunci : Kadar Thorium, titrimetri, presisi, akurasiABSTRACTThorium content was analyzed by titrimetric method using HEDTA as titrant and SPADNS indicator to know precision value and accuracy of thorium analysis result in low concentration (mg/L). Analytical solution used is thorium standard solution 1000 mg/L. The analysis was performed by adjusting the pH of the analytical solution between 2.0 - 3.0 by adding 1 M NaOH solution and the Dihydroxy-2- (4-sulfophenylazo) -naphthalene-3,6-disulfonic acid trisodium salt (SPADNS) indicator. The titration was then carried out using 0.01 M ethylenediamine-N, N ', N'-triacetic acid (HEDTA) solution until the end point marked by the color change of the solution from violet to scarlet. From the analysis of standard thorium solution 1000 mg/L with the analytical solution volume of 25 mL (25 mg Th) measured thorium concentration of 955.177 mg/L with standard deviation (SD) of 20.124 mg/L, RSD of 2.107% and accuracy of 4.482%. While the result of analysis with 10 mL analytical solution volume (10 mg Th) thorium concentration measured equal to 976,720 mg/L, SD equal to 7,458 mg/L, RSD equal to 0,764% and accuracy equal to 2,286%. Thorium analysis results with titrimetric with analytical solution containing 10 mg Th more precision and has a higher accuracy than analytical containing 25 mg Th.Keywords: Thorium content, titrimetric, precision, accurac

    Marketing communication strategy of national indie movies: a case study of Yogyakarta indie movies

    No full text
    Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced outside major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie film practitioners or indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. Although there have been many indie films by Indonesian filmmakers who won numerous awards both nationally, regionally and internationally, but the funding problem often hindered their efforts to market their works, so only a handful of spectators who enjoyed the indie film. This problem was attracted the author to do research on the marketing communication strategy of national indie movies. In this article, the authors use qualitative research methods, precisely descriptive-qualitative research methods. Interview techniques, observation, library study and Focus Group Discussion (FGD) are used to collect all of research data. Data analysis using case study method. The author has conducted interviews and FGDs with two young producers who are also indie practitioners in Indonesia, namely Ifa Isfansyah (Fourcolours Films) and Ismail Basbeth (Hide Project Films). The research results show that indie filmmakers in Indonesia, especially in Yogyakarta, make film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition to using film festivals as a promotional event, indie filmmakers in Indonesia also use some media/other ways, through social media (Twitter, Facebook, Instagram, Path, and Youtube), websites that market alternative films (Layaria, ID Film Center, Kineria, VidSee, Buttonijo, nonton.com) and through press screening

    PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SERBUK UO2 DARI YELLOW CAKE SECARA POTENSIOMETRI DAN GRAVIMETRI

    No full text
    PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SERBUK UO2 DARI YELLOW CAKE SECARA POTENSIOMETRI DAN GRAVIMETRI. Telah dilakukan penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2 dari yellow cake yang berasal dari Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN). Serbuk UO2 yang ditentukan kadar uraniumnya merupakan hasil konversi yellow cake melalui jalur amonium diuranat (ADU) dan amonium uranil karbonat (AUK). Dalam penentuan kadar uranium diperlukan suatu metode yang valid sehingga diperoleh data yang akurat. Dalam kegiatan ini dibandingkan dua metode penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2, yaitu secara potensiometri dan secara gravimetri. Tujuannya untuk menentukan mana metode yang memberikan hasil dengan ketelitian dan presisi tinggi. Penentuan kadar uranium secara potensiometri mengacu kepada ASTM C1267-11 yang dimodifikasi dengan mereduksi pemakaian pereaksi menjadi 10% dari metode asli, sedangkan metode gravimetri mengacu kepada ASTM C1453-00 (2011). Penentuan kadar uranium secara potensiometri berdasarkan oksidasi-reduksi, sedangkan secara gravimetri berdasarkan perubahan berat setelah serbuk UO2 dikalsinasi pada temperatur 900°C selama 3 jam hingga diperoleh berat konstan. Dari kegiatan ini diperoleh hasil rerata untuk penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2 melalui jalur ADU dan AUK secara potensiometri masing-masing adalah (87,4019 ± 0,7873) % dan (87,5575 ± 0,4775) %, sedangkan secara gravimetri masing-masing adalah (87,5241 ± 0,0432) % dan (87,4492 ± 0,0440) %. Uji t dari kedua metode menunjukkan bahwa hasil penentuan kadar uranium tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Oleh sebab itu, penentuan kadar uranium dalam serbuk UO2 pada penelitian berikutnya digunakan metode gravimetri karena lebih mudah tahapan pengerjaannya dibandingkan dengan metode potensiometri
    corecore