1,721,066 research outputs found
Optimasi Proses Pembuatan Wafer Limbah Habbatusauda (Nigella Sativa) dengan Menggunakan Pendekatan Viskositas Molases dan Pengaruhnya Terhadap Daya Simpan Produk
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kondisi yang optimal pada proses pembuatan wafer limbah habbatussauda melalui pendekatan viskositas molases untuk menghasilkan wafer pakan yang memiliki kualitas fisik, kualitas kimia dan daya simpan yang baik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Industri Pakan dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, IPB University. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor (3x3). Faktor pertama adalah lama pembuatan wafer dengan taraf 5 menit, 10 menit dan 15 menit, dan faktor kedua adalah viskositas molases dengan taraf viskositas 125dPa.s + kadar gula 48%, viskositas 140dPa.s + kadar gula 50% dan viskositas 150dPa.s + kadar gula 55%. Sedangkan daya simpan menggunakan 4 ulangan setiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah waktu penyimpanan wafer berupa minggu ke 0,2,4,6 dan 8. Analisis data yang digunakan dalam adalah Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu pemanasan berpengaruh sangat nyata (P <0.01) terhadap kadar air, aktivitas air, dan durabilitas wafer yang mengandung habbatussauda. Viskositas molasess tidak berpengaruh pada aktivitas air dan kadar air namun berpengaruh sangat signifikan (P <0.01) terhadap durabilitas wafer yang menghasilkan data sebesar 48.04 - 67.16%. Tidak terjadi interaksi antara waktu pemanasan dan tingkat viskositas molases terhadap kadar air, aktivitas air dan durabilitas wafer. Data kapasitas mesin dan biaya produksi menunjukkan bahwa waktu pemanasan dan tingkat viskositas molases tidak berpengaruh nyata terhadap kapasitas mesin. Hasil analisa proksimat menunjukan bahwa wafer pakan domba yang mengandung habbatussauda hasil dari optimasi proses yang terbaik tidak menunjukan penurunan kualitas kimia, didapatkan protein kasar sebesar 18.06%, lemak kasar 2.89%, serat kasar 7.31% . Daya simpan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar air (KA) , aktivitas air (AW), dan durabilitas wafer.(WDI), pada setiap minggu nya terjadi peningkatan kadar air maupun aktivitas air berkisar , namun berat jenis (BJ) tidak berpengaruh nyata terhadap daya simpan. Area permukaan wafer rentan terkontaminasi setelah disimpan pada minggu ke 4 sampai 8 yang berkisar 71.33 – 83.75%. Disimpulkan bahwa hasil optimasi terbaik didapatkan pada pembuatan wafer dengan viskositas sedang (140dPa.s) dan lama proses pemanasan 10 menit. Waktu penyimpanan terbaik wafer berada pada rentang waktu 0 - 2 minggu
Suplementasi Chitosan Oligosaccharide (COS) dan L-arginine terhadap Performa, Profil Darah, dan Ekspresi Gen TLR4 pada Ayam Broiler.
Antibiotic growth promotor (AGP) telah dilarang penggunaannya untuk peternakan unggas mulai Januari 2018. Kebijakan ini dapat mempengaruhi status kesehatan dan produktivitas hewan ternak di negara-negara beriklim tropis termasuk Indonesia. Alternatif pengganti AGP sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan hewan ternak. Studi tentang suplementasi Chitosan Oligosaccharide (COS) dan L-arginine dilakukan untuk mengevaluasi performa, profil darah, dan ekspresi gen TLR4 pada ayam broiler.
Total 300 DOC ayam broiler Lohmann dengan berat badan rata-rata awal 46 ± 0.7 g, secara acak ditempatkan ke dalam 5 perlakuan dan 6 ulangan (10 ekor per ulangan) dan dipelihara selama 35 hari. Pakan perlakuan yang diberikan adalah basal diet (BD) tanpa suplemen (P0), BD + AGP (Zinc Bacitracine 200 mg kg-1) (P1), BD + COS 100 mg kg-1 (P2), BD + L-arginine sampai 1,9% (P3), BD + COS mg kg-1 + L-arginine sampai 1,9% (P4).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi COS dan L-arginine serta kombinasinya meningkatkan konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan menurunkan feed conversion ratio (FCR) pada fase starter (P0.05) terhadap profil darah ayam broiler. Suplementasi COS mampu menekan level ekspresi mRNA TLR4 dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Suplementasi COS menghasilkan Indeks performa tertinggi dan income over feed and chick cost (IOFCC) sebanding dengan perlakuan yang diberi AGP.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi COS dan L-arginine serta kombinasinya dapat meningkatkan performa ayam broiler dan tidak berpengaruh terhadap profil darah ayam broiler. Suplementasi COS mampu menekan level ekspresi mRNA TLR4 dan menghasilkan indeks performa dan IOFC yang setara dengan perlakuan AGP
Penambahan Isolat Bakteri Asam Laktat Dan Isolat Bakteri Rumen Terhadap Profil Fermentasi Rumen Dan Kecernaan Pakan Secara In Vitro
Ruminansia memiliki proses pencernaan pakan yang difermentasikan oleh
mikroba di rumen. Mikroba rumen merupakan unsur sangat penting bagi
ruminansia karena mengatur kecernaan nutrien. Penggunaan mikroorganisme
sebagai probiotik berguna untuk menjaga keseimbangan atau mengatur fungsi
rumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fermentasi rumen dan
kecernaan pakan dengan penambahan isolat BAL dan isolat BR pada pakan
ruminansia secara in vitro.
Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap percobaan. Percobaan I adalah
screening isolat bakteri yang dirancang dengan menggunakan rancangan acak
kelompok dengan 3 ulangan. Seratus satu isolat bakteri yang terdiri dari lima puluh
empat isolat BAL dan empat puluh tujuh isolat BR diamati efeknya terhadap
kecepatan produksi gas dan total produksi gas, pH dan identifikasi isolat bakteri.
Percobaan II adalah pemberian isolat bakteri yang terpilih dari percobaan I yang
dirancang dengan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan.
Percobaan I screening isolat bakteri menunjukkan bahwa beberapa dari isolat
BAL dan isolat BR dapat meningkatkan kecepatan produksi gas dan total produksi
gas secara in vitro yaitu 26, 38 dan 42 untuk isolat BAL dan 23, 93 dan 99 untuk
isolat BR. Penggunaan isolat BAL berpengaruh nyata terhadap nilai pH rumen
(P<0.05), sedangkan penggunaan isolat BR tidak berpengaruh nyata terhadap nilai
pH rumen (P>0.05). Isolat BAL 26, 38 dan 42 diidentifikasi yaitu Lactobacillus
plantarum, sedangkan untuk isolat BR 23, 93 dan 99 diidentifikasi secara berurutan
yaitu Streptococcus lutetiensis, Streptococcus sp (unculture bacteria) dan
Streptococcus equinus. Percobaan II penambahan isolat BAL 38 dan isolat BR 99
yang diinkubasikan selama 24 jam. Hal ini berpengaruh nyata terhadap peningkatan
jumlah produksi gas (P<0.05), pH rumen (P<0.05), degradasi bahan kering (DBK)
(P>0.05), degradasi bahan organik (DBO) (P>0.05), VFA total (P>0.05), VFA
parsial (asetat, propionat dan butirat) (P>0.05), C2/C3 (P>0.05), populasi protozoa
(P>0.05), konsentrasi amonia (P0.05) dan metan/total VFA
(P>0.05). Pemberian isolat BAL dan isolat BR secara in vitro tidak meningkatkan
fermentasi rumen dan kecernaan dalam rumen
Seleksi Tanaman Alfalfa Medicago sativa L. Tahan Asam yang Diiradiasi Sinar Gamma 300 Gy melalui Kultur Jaringan
Alfalfa (Medicago sativa L) merupakan leguminosa yang tinggi nutrien
yang mulai dikembangkan di Indonesia. Permasalahan adaptasi lahan tanam
mengakibatkan alfalfa sulit berproduksi dengan baik terutama di daerah asam.
Penelitian ini bertujuan menyeleksi tanaman alfalfa tahan asam yang telah
diiradiasi sinar gamma 300 gy melalui kultur jaringan. Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor (Faktor A dan B) dengan
ulangan berbeda. Faktor A merupakan perlakuan asam dengan penambahan AlCl3
dalam berbagai dosis (0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm dan 500
ppm) dan faktor B adalah pengaruh nomor tanaman. Analisis data menggunakan
analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan dibantu software SPSS 16. Parameter
yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, kelayuan daun, penyusutan
media dan bobot akhir tanaman. Hasil percobaan menunjukan bahwa perlakuan
asam dan pengaruh nomor tanaman nyata memengaruhi paramater yang diamati.
Hasil seleksi menunjukan produktivitas tanaman terbaik yaitu pada individu
tanaman nomor G3G50 sampai level toleransi pH 3.66
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
