3 research outputs found

    ANALISIS DAMPAK PERANTARA KOPI TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN SOLOK

    No full text
    Abstrak Perkembangan segmentasi permintaan kopi melalui relasi kopi membuat petani kopi memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan perbaikan penghidupan. Relasi kopi menyederhanakan rantai distribusi kopi sehingga petani kopi memperoleh peluang pendapatan dan pengembangan yang lebih baik. Relasi kopi juga mendorong terbentuknya perantara yang bisa memenuhi kualitas kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Perantara tersebut diantaranya bisa berupa organisasi petani seperti koperasi dan pedagang pengumpul. Dengan demikian, aktor yang menentukan perbaikan terhadap kesejahteraan petani kopi sebenarnya adalah perantara yang dalam analisis ini adalah Koperasi Solok Radjo dan pedagang pengumpul. Dampak kesejahteraan yang diberikan oleh masing-masing perantara pada skema relasi kopi terhadap petani kopi diukur dengan menggunakan sebanyak 76 rumah tangga petani kopi yang terdiri dari 42 rumah tangga partisipan koperasi dan 34 non-koperasi pada Kecamatan Lembah Gumanti dan Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik petani kopi partisipan koperasi justru memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang non-koperasi atau pedagang pengumpul. Petani non-koperasi lebih mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya sehingga kesejahteraan yang didapatkannya lebih baik dari partisipan koperasi. Petani partisipan koperasi belum memperoleh manfaat sebagaimana layaknya anggota koperasi karena operasional koperasi belum mewakili petani kopi. Dengan demikian, koperasi hanya mampu mengembangkan petani kopi sebatas peningkatan produk, sedangkan dampak transformatif sangat terbatas. Ke depannya, perlu adanya penguatan kelembagaan koperasi yang mewakili petani kopi dengan melibatkan partisipasi aktif mereka. Selain itu, bantuan dan dukungan pemerintah tetap diperlukan dan tidak hanya sebatas anggota koperasi saja namun juga mendorong terbentuknya organisasi petani seperti kelompok tani yang menaungi non-koperasi sehingga mereka bisa melakukan peningkatan produk kopi. Kata kunci: relasi kopi, organisasi petani, ekonomi kop

    Dampak Skema Relasi Kopi Sebagai Pengembangan Perekonomian Petani Kopi di Pedesaan

    No full text
    Perkembangan segmentasi permintaan kopi melalui relasi kopi membuat petani kopi memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan perbaikan penghidupan. Relasi kopi menyederhanakan rantai distribusi kopi sehingga petani kopi memperoleh peluang pendapatan dan pengembangan kapasitas yang lebih baik. Relasi kopi juga mendorong terbentuknya perantara yang bisa memenuhi kualitas kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Perantara tersebut diantaranya bisa berupa organisasi petani seperti koperasi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan pelaku ekonomi kopi diantaranya, petani dan pengelola koperasi.  Hasil identifikasi menunjukkan bahwa skema relasi kopi mampu meningkatkan perekonomian petani kopi dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, petani kopi mampu meningkatkan kapasitas yang dibutuhkannya untuk dapat menghasilkan kopi berkualitas sesuai dengan permintaan pasar. Hal yang perlu dibenahi dalam implementasi model relasi kopi adalah pengelolaan dan penguatan organisasi petani kopi

    Peranan Model Relasi Kopi Terhadap Pengembangan Perekonomian Petani Kopi di Pedesaan (literature Review)

    No full text
    The relationship coffee model is one of the developments of the coffee trade by simplifying the coffee value chain. The relationship coffee model proposed as a model of direct business cooperation between roastery and coffee farmers based on coffee with a premium quality profile. The change in the segmentation of demand for coffee has encouraged roastery to develop the quality of coffee, approved by more involving the role of coffee farmers. This involvement provides opportunities to develop the capacity of coffee farmers to meet market needs so that they get higher and more stable coffee prices. The research method uses literature studies on the role of the relationship coffee model on the economic development of farmers. The literature review shows that the relationship coffee model is able to develop the coffee farmer's economy and get higher added value. In addition, coffee farmers are able to increase the capacity they need to be able to produce quality coffee according to market demand. What needs to be addressed in the implementation of the relationship coffee model is the management and strengthening of coffee farmer organizations
    corecore