1,720,961 research outputs found

    Peran Stakeholders dalam Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum Kalimantan Barat

    No full text
    Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TNBKDS) merupakan penggabungan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No: P.7/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 29 Januari 2016. TNBKDS adalah kawasan konservasi lintas batas negara (transboundary ptotected area) Indonesia-Malaysia yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Kawasan TNBKDS memiliki berbagai potensi ekowisata menarik yang tercakup dalam konteks nature, culture dan adventure. Kendala yang muncul dalam pengelolaan ekowisata membuat TNBKDS belum menjadi destinasi unggulan. Pengelolaan ekowisata seyogyanya melibatkan berbagai stakeholders yang berkepentingan dengan berbagai peran yang dimilikinya. Kajian tentang siapa saja stakeholders yang terlibat dan pemetaan stakeholders sangat diperlukan untuk keberhasilan pengembangan ekowisata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merumuskan peran stakeholders terkait pengembangan ekowisata di TNBKDS. Penelitian dilakukan dari bulan Januari 2016 hingga April 2016. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis stakeholders, analisis kebutuhan, dan analisis peraturan perundangundangan. Hasil pemetaan stakeholders menunjukkan enam stakeholders berada di kelompok Key player yaitu BBTNBKDS, Disbudpar, Bappeda, Disparekraf, Dishubkominfo dan Disbunhut. Stakeholders ini mempunyai pengaruh dan kepentingan tinggi terhadap keberhasilan pengembangan ekowisata di TNBKDS. Hasil identifikasi kebutuhan pengembangan ekowisata di TNBKDS dikelompokkan menjadi enam aspek kebutuhan utama yaitu: (a) objek daya tarik wisata, (b) infrastruktur sarana dan prasarana, (c) promosi publikasi dan informasi, (d) peningkatan SDM, (e) perencanaan pengembangan ekowisata, dan (f) dana. Hasil identifikasi peraturan perundang-undangan ditemukan 16 peraturan terkait pengembangan ekowisata di TNBKDS. Peraturan perundang-undangan tersebut sebagai dasar untuk mengelola kawasan TN dan pembangunan pariwisata di Kabupaten Kapuas Hulu. Rumusan peran stakeholders sesuai dengan aspek-aspek manajemen terhadap pengembangan ekowisata di TNBKDS yaitu: (a) stakeholders yang berperan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program kegiatan pengembangan ekowisata di TNBKDS (b) stakeholders yang berperan sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengembangan ekowisata di TNBKDS; dan (c) stakeholders yang berperan sebagai perencanaan dan pengendalian pembanguna

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    ANALISIS KUALITAS AIR DAERAH IRIGASI LUBUK ANTUK KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU

    Full text link
    Desa Lubuk Antuk Kecamatan Hulu Gurung memiliki lahan daerah irigasi fungsional seluas 38,11 Ha. Saat ini petani maupun pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu belum mengetahui apakah air daerah irigasi Lubuk Antuk masih sesuai atau tidak untuk irigasi. Untuk menjawab kekhawatiran terhadap kualitas air irigasi yang digunakan maka perlu dilakukan penelitian kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Lubuk Antuk. Pengambilan data untuk penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu pengambilan sampel air di lapangan dan uji kualitas air di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan kualitas air permukaan, dapat dilihat bahwa hampir semua parameter pencemaran air di lokasi masih berada dibawah baku mutu lingkungan kategori Air Kelas III berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hanya satu parameter di titik lokasi yang melebihi baku mutu, yaitu BOD. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Lubuk Antuk masih memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan

    Analisis Penyediaan Air Bersih Fakultas Teknik Universitas Panca Bhakti : Studi Kasus Pada Infrastruktur Dan Keberlanjutan

    Full text link
    Air bersih merupakan salah satu bagian dari sistem utilitas yang penting di Gedung kampus. Fakultas Teknik Universitas Panca Bhakti telah berdiri sejak tahun 1981 dengan program studi pertama yaitu program studi Teknik sipil. Sejak tahun 2023 dilakukan penambahan program studi yaitu Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan . Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui berapa besar kebutuhan air bersih dan besar kapasitas volume reservoir yang dibutuhkan di Fakultas Teknik Universitas Panca Bhakti untuk pemenuhan penyediaan air bersih dikawasan fakultas Teknik. Hasil penelitian yang didapat yaitu volume Ground water tank yang didapat sebesar 28 m3, Saat ini kapasitas yang tersedia berukuran 4 x 4 x 2,5 = 40 m3, artinya kapasitas Ground Reservoir yang ada sudah memenuhi untuk penyediaan air bersih. Dimensi roof tank yang didapat sebesar 4 m3,  saat ini kapasitas tangki atas sudah memenuhi, namun jika ada penambahan program studi baru pada Gedung Fakultas Teknik perlu ditambahkan 1 buah Reservoir dengan kapasitas yang sama untuk memenuhi kebutuhan program studi baru di masa yang akan datang. Hasil simulasi jaringan distribusi air bersih Gedung menggunakan tiga ukuran pipa yaitu Ø 1/2 inch (12,07 mm) , Ø 3/4 inch (19,05 mm) dan Ø 2 inch (50,8 mm). Dimensi pipa mempengaruhi kecepatan air dalam pipa, dalam perencanaan ini digunakan pipa ukuran Ø 1/2 inch untuk distribusi pada tangki 3 pada pipa 9,12, 6 dan 7 yang berada dikawasan Gedung Fakultas Teknik sehingga memenuhi syarat kecepatan air dalam pipa yaitu sebesar 0,3-3 m/s.kecepatan aliran air yang rendah dapat menyebabkan terjadinya pengendapan sedimen dalam pipa, menimbulkan efek korosi dalam pipa, sedangkan bila kecepatan aliran air yang terlalu tinggi menyebabkan terjadinya penggerusan pipa sehingga mempercepat usia pipa.

    ZONASI PENGENDALIAN BANJIR DI WILAYAH PERUMNAS 3 TANJUNG HULU KECAMATAN PONTIANAK TIMUR

    Full text link
    Wilayah Perumnas 3 sering terjadi genangan air dan banjir saat musim penghujan. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan permasalahan bagi lingkungan. Air dari saluran drainase meluap ke jalan disekitar saluran drainase. Banjir yang terjadi sangat mengganggu aktifitas maupun kesehatan warga. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap permasalahan di atas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian evaluative. Data primer diambil dengan menggunakan metode survey melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diambil menggunakan metode studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah memetakan zonasi banjir wilayah Perumnas 3 Tanjung Hulu dan menganalisis upaya untuk mengantisipasi genangan air/banjir di Perumnas 3 Tanjung Hulu. Hasil penelitian ini adalah bahwa wilayah Perumnas 3 terbagi menjadi 4 zona banjir dengan pembagian arah aliran saluran outlet. Tindakan antisipasi sebagai upaya untuk pengendalian banjir yaitu: (1) Perbaikan infrastruktur drainase; (2) Normalisasi saluran drainase; (3) Kegiatan operasi dan pemeliharaan secara rutin; (4) Merubah perilaku masyarakat melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore