1,721,015 research outputs found
SIMULASI LINTASAN JALUR TERPENDEK ALGORITMA DIJKSTRA BERBASIS EXTENSIBLE MARKUP LANGUAGE (XML)
An optimation is a classical problem to use determine decision making. Traditionally to solve an optimation problem, it is needed a precission and long time. The improvement of this problem, needs simulation software development, less time relatively, and the result more than manually calculated, cause error probability to much. This research concern to make a simulation software based on Dijkstra Algorithm, as tool to give informations on the optimation decision making
Meminimalkan fungsi pseudo boolean non linear dengan kendala persamaan non liner homogen
ABSTRAKS
Fungsi pseudo boolean nonlinier dalarn penyelesaiaanya kalau secara
langsung akan mengalami suatu kesulitan. Sehingga untuk mengurangai kesulitan tersebut, fungsi pseudo boolean nonlinier dibawa ke bentuk fungsi pseudo boolea.n linier 14x1,...,xn), clan dalarn penyelesaiaanya digunakan suatu fungsi karakteristik . Meminimalkan fungsi pseudo boolean nonlinier dilakukan dengan suatu proses iterasi, kemudian akan didapatkan balsa minimum fungsi pseudo boolean nonlinier Dalam meminimalkan fungsi pseudo boolean nonlinier dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Meminimalkan fungsi pseudo boolean nonlinier f(xi ,...,xn) tanpa kendala, yaitu dengan algoritma dasar.
2. Meminimalkan fungsi pseudo boolean nonlinier f(xl,...,xn) dengan kendala, yaitu dengan penggandaan lagra.ngean.
ABSTRACTS
Nonlinier pseudo boolean functions f(x ,...,xn) could be found difficulties if it use a direct solving. In order to reduce the difficulties, the nonlinier pseudo boolean functions f(x , xn) bring to the linier pseudo boolean function xn),
which use a characteristic functions (p(xi ,...,xn) in its solving. The minimizing of nonlinier pseudo boolean functions done by an iteration process, and then it will got minimum value of nonlinier pseudo boolean functions f(x 1, , x j .
The minimizing of nonlinier pseudo boolean functions f(xi,...,xn) could by two groups, i.e :
1. Minimizing of nonlinier pseudo boolean functions f( x , , xn) without constraints, it use the basic algorithma.
2. Minimizing of nonlinier pseudo boolean functions f(x ,...,xn) with constraints, it use lagrangean multipliers
HUBUNGAN FAKTOR PENERIMAAN APLIKASI UJIAN SEKOLAH BERBASIS KOMPUTER MENGGUNAKAN MODEL UTAUT
Information Technology (IT) implementation has been applied in various areas of life, including education. The field of education of any IT application is toorganize a computer-based school exam model. Computer-based school examsprincipally refer to all paper-based test processes, such as questioning, testexecution, and promising results. This paper discusses the relationship offactors that affect the acceptance of the use of computer-based school examapplications using Unified Theory of Acceptance and Use of Technology(UTAUT). Data analysis techniques using Structural Equation Model (SEM,) todetermine the relationship of UTAUT factors that affect the acceptance ofcomputer-based school exam applications.The number of respondents used asmuch as 132 taken from users of computer-based school exam applications. Theresult of descriptive analysis shows that Performance Expectancy (PE), SocialInfluence (SI) and Facilitating Condition (FC) have significant influence onBehavioral Intention variable, while Effort Expectancy (EE) variable hasinsignificant influence. Keywords: UTAUT, SEM, Acceptance, Exam, and School
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT LUNAK SISTEM PENCOCOKAN SIDIK JARI DENGAN ALCORITMA FILTERBANK GABOR
Telah dilakukan penelitian tentang sistem verifikasi sidik,jari yaitu Algoritma Filterbank Gabor yang dapat memperbaiki kelemahan yang terjadi pada Algoritma Minusi yang masih terdapat keleinahan pada proses pengenalan. Sistem ekstraksi ciri dan pencocokan dengan algoritina filterbank gabor, secara MUM terdiri dari dua bagian utama, yaitu : (i) bagian ekstraksi ciri, dan (ii) bagian pencocokan. Proses yang dilakukan pada bagian ekstraksi ciri adalah (i) menentukan titik pusat dan region of interest (ROD, (ii) Normalisasi ROI, (iii) pemfilteran dengan filter bank Gabor, dan (iv) inenghitung average absolute deviation (AAD) untuk mendapatkan FingerCode.
Dari basil penelitian dengan menggunakan algoritma filterbank gabor, maka didapatkan sebanyak 96 (24 x 4) ciri dari 24 sektor untuk 4 buah filter. Adapun filter Gabor yang digunakan adalah 23 x 23 dengan perubahan sudut orientasi 0°, 45°, 90°, dan 135°. Setiap perubahap sudut orientasi akan mengakibatkan filter Gabor berputar sebesar sudut orientasi tersebut. Pembentukan vektor ciri atau FingerCode dangan rnetode Average absolute deviation (AAD) merupakan nilai rata-rata dari jumlah selisih piksel setiap sektor dan nilai tengah pada sektor tersebut. Kesalahan sistem berada pada perpotongan antara FAR dan FRR sebesar 3,6% dengan threshold 39. Sedangkan slope dari grafik GAR sebesar 40', hal ini membuktikan bahwa sistem ini telah berjalan dengan balk, karena slope yang direkomendasikan sebesar 45°11]
SHOPPING ASSISTANT MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID
Augmented reality merupakan kecerdasan buatan yang dapat dikendalikan secara langsung
oleh pengguna dengan visual 3 dimensi yang dapat dimanfaatkan untuk bisnis. Dalam hal
ini, Toko Segoro Antique dijadikan sebagai tempat penelitian karena semakin banyak macam
barang yang dijual sehingga pemilik toko sering kali kewalahan melayani pembeli.
Diperlukan asisten pembelanjaan yang dapat membantu melayani semua pembeli sekaligus
dengan augmented reality konsumen dapat mengetahui informasi rinci tentang barang secara
cepat. Aplikasi yang dikembangkan berfungsi mengenali barang dan diberi nama Shopping
Asisstant. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini adalah Rational Unified
Process yang biasa digunakan untuk mengembangkan sistem berbasis objek. Shopping
Assistant dapat mengenali secara langsung barang-barang yang ada didalam toko cukup
dengan scan barang menggunakan smartphone. Aplikasi ini menggunakan Vuforia sebagai
software library yang berguna sebagai database sekaligus sistem tracking yang digunakan
saat proses pengenalan barang. Hasilnya dengan augmented reality pengunjung dapat
mengenali barang akan tetapi pada proses pengenalan barang, lingkungan pengenalan harus
sesuai dengan lingkungan pencahayaan saat barang di scan
PENGEMBANGAN APLIKASI IDENTIFIKASI KUALITAS DAGING SAPI MENGGUNAKAN POHON KEPUTUSAN C4.5
Daging sapi adalah salah satu makanan sumber protein yang penting bagi masyarakat di
Indonesia. Oleh karena itu, daging sapi yang beredar di pasaran harus memiliki kualitas yang
baik. Namun, peredaran daging sapi yang tersedia di pasar terkadang tidak diketahui secara
pasti bagaimana standar kualitasnya, maka dari itu dibutuhkan sebuah alat pengidentifikasi
standar kualitas daging sapi yang dapat digunakan oleh banyak orang. Standar pengujian
dapat dilakukan di sebuah laboratorium yang dilakukan oleh lembaga pemeriksaan makanan,
tetapi tidak dapat langsung digunakan oleh konsumen. Maka dikembangkan sebuah aplikasi
berbasis mobile dengan sistem operasi Android yang mampu mengidentifikasi kualitas
daging sapi menggunakan ponsel pintar pengguna. Proses pengujian diukur dari nilai luas
daging, dan luas lemak. Nilai tersebut selanjutnya diklasifikasi ke dalam beberapa kelas
sesuai skor marbling sebagai acuan standar kualitas yang sudah teruji. Aplikasi ini
dikembangkan dengan menggunakan metodologi Object oriented dengan model
menggunakan Waterfall. Hasil pengembangan aplikasi identifikasi kualitas daging sapi yang
dapat diaplikasikan di ponsel pintar berbasis Android dengan tingkat akurasi mencapai
83,3%.
Kata Kunci: Daging Sapi, Skor Marbling, Pohon Keputusan C4.5, Androi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
