242 research outputs found

    Kegagalan Program Perhutanan Sosial: Kasus Lembaga Masyarakat Desa Hutan Ngimbang Makmur, Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur

    Get PDF
    Program Perhutanan Sosial dinilai oleh berbagai pihak sebagai program yang strategis dalam mewujudkan hutan lestari dan berkelanjutan. Penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman bahwa, kelestarian dan keberlanjutan hutan akan terancam jika kehidupan warga masyarakat di sekitar hutan dililit kemiskinan dan kelaparan. Sayangnya, program yang sudah direncanakan cukup baik ini kurang berhasil sesuai yang diharapkan. Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelitian atas persoalan tersebut. Melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap berbagai pihak yang terkait dalam pelaksanaan program Perhutanan Sosial di Lembaga Masyarakat Desa Hutan Ngimbang Makmur, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dapat diidentifikasi bahwa salah satu sebab utama kegagalannya adalah terjadinya kesenjangan antara regulasi dan implementasinya

    Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Situs Manusia Purba Sangiran: Studi pada Pokdarwis Wonderful Sangiran

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh Pokdarwis Wonderful dan mengusulkan solusi guna meningkatkan kinerja Pokdarwis Wonderful dalam pengembangan kepariwisataan di Situs Manusia Purba Sangiran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang berlandaskan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang mendalam dan observasi. Teknik analisis dan strategi validitas data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya isu dan konflik dalam organisasi Pokdarwis Wonderful dalam mengembangkan kepariwisataan Sangiran, ditambah ketidak mampuan pengurus dalam menyelesaikan masalah, berpengaruh kepada minimnya tingkat partisipasi masyarakat lokal bergabung ke organisasi Pokdarwis Wonderful. Sementara itu, rendahnya inovasi dan kreativitas organisasi Pokdarwis Wonderful yang hanya mengelola beberapa bagian dari museum Manusia Purba Sangiran menjadi masalah dalam pengembangan kepariwisataan di Sangiran. Beberapa kendala tersebut berkaitan dengan masalah internal organisasi Pokdarwis Wonderful yang pada akhirnya juga berdampak pada pengembangan kerja sama dengan lembaga lain.The research is to identify the problems faced by Pokdarwis Wonderful and to propose solutions to improve the performance of Pokdarwis Wonderful in tourism development at Sangiran Early Man Site. This research uses qualitative research methods based on case studies.The data was collected by using in-depth interviews and observation.The analysis technique and data validity strategy used the triangulation method. The results of this study indicate the existence of issues and conflicts in the Pokdarwis Wonderful organization in developing Sangiran tourism, plus the inability of the management to solve problems has an effect on the minimum level of participation of local people in joining the Pokdarwis Wonderful organization. Meanwhile, the low innovation and creativity of the Pokdarwis Wonderful organization which only manages a few parts of the Sangiran Early Man Museum has become a problem in tourism development in Sangiran. Some of these obstacles are related to internal problems of the Pokdarwis Wonderful organization which in the end also have an impact on developing cooperation with other institutions

    Artikel Eva Handayani

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani

    Batik Warna Alam: Antara harapan dan kenyataan (Studi pada Industri Batik Rumahan di Jarum, Klaten)

    Get PDF
    Tidak diijinkan karya tersebut diunggah ke dalam aplikasi Repositori Perpustakaan Universitas dikarenakan telah dipublikasikan di jurnal lain

    PENGARUH KETOROLAK INTRA VENA TERHADAP KADAR KREATININ URIN ENAM JAM PASCA BEDAH DENGAN ANESTESI UMUM

    Get PDF
    Background: Ketorolac is a potent agent from non steroidal anti inflammatory drugs (NSAIDs) family that frequently used in a combined analgesic. In reducing pain it inhibits prostaglandin synthesis. This lowering level of prostaglandin creates endogen vasoconstriction in renal arteries, followed by decreasing glomerular filtration rate (GFR). Decreasing GFR correlates with decreasing creatinine secretion since creatinine only secreted by kidney. The aim of this study is to find out how much IV ketorolac can decrease urine creatinine. Patients and Methods: This study is a 3rd phase of 2nd stage clinical trial with parallel design without matching, included 42 patients, divided into 2 groups using consecutive sampling and followed by block randomization. Samples were patients undergoing to elective surgery in Dr. Kariadi Hospital Semarang that fulfilling inclusion criteria that are: 16-40 years old, ASA physical status I-II, using general anesthesia, length of operation 2-3 hours, no contra indication for anesthetic agent, normal weight (Brocca 90%-110%); and not fulfilling exclusion criteria that are: having muscle, heart, or kidney diseases, and those that are cured with cimetidine, isoniazid, or gentamicin. The collected data for this study consist of demographics data and urine creatinine before and after operation. The data normality test was Shapiro-Wilk. Result: The demographics and urine creatinine before operation data of ketorolac group and control group revealed no significant differences so that both group can be compared. The result of this study indicated that there were significant changes at urine creatinine in ketorolac group but no significant changes if we compared it with control group. Conclusion: Thirty milligrams of ketorolac tromethamine intravenous decreases urine creatinine in patient with general anesthesia but it is not significant changes if compared with control. Keywords: anesthesia, ketorolac, urine creatinin

    KEBIJAKAN SISTEM PUBLIKASI NOTARIS SEBAGAI PEJABAT PUBLIK DALAM PERSPEKTIF SOCIO LEGAL (Studi Tentang Penerapan Kode Etik Notaris)

    No full text
    Pengawasan Notaris diatur dalam pasal 67 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris diubah dengan Undang- Undang nomor 2 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Jabatan Notaris, yang menyebut bahwa Pengawasan atas Notaris dilakukan oleh Menteri. Menteri membentuk Majelis Pengawas sebagai pelaksana fungsi pengawasan tersebut. Majelis Pengawas melakukan pengawasan meliputi perilaku Notaris sebagai Pejabat Umum maupun pelaksanaan jabatan Notaris termasuk dalam kaitannya mengenai publikasi. Penerapan publikasi oleh notaris kepada masyarakat seharusnya perlu dilakukan, sebab notaris merupakan pejabat publik. Pertanyaan yang timbul dari problem ini adalah: Mengapa Notaris sebagai pejabat publik tidak dibolehkan mempublikasikan jabatan kepada masyarakat ? Bagaimana konsep ideal terhadap sistem publikasi Notaris sebagai pejabat publik ? Metode Penelitian yang digunakan adalah sosio legal yaitu pendekatan normatif pasal-pasal dalam peraturan perUndang-Undangan diantaranya Undang- Undang tentang Jabatan Notaris dan Undang-Undang Perubahan UUJN, di samping itu peneliti juga melihat fakta/implikasi yang terjadi di lapangan tempat melakukan penelitian. Hasil pembahasan permasalahan Notaris sebagai pejabat publik tidak dibolehkan mempublikasikan jabatan kepada masyarakat karena hal tersebut merupakan suatu larangan bagi Notaris berdasarkan pada kode etik Notaris yang dijelaskan dan diatur dalam pasal 4 ayat (3) Kode Etik Notaris. Selain itu juga larangan ini diperuntukkan agar Notaris dapat memegang teguh kewibawaan pemerintah. Sementara itu, konsep kemanfaatan publikasi mengenai sistem publikasi bahwa seorang notaries merupakan salah satu pejabat publik yang bertugas untuk membantu masyarakat dalam pembuatan akta autentik. Sudah semestinya bahwa notaries memiliki peran penting terhadap masyarakat dan manfaat dari pejabat public notaris yaitu dalam membantu masyarakat dalam membuat akta autentik, namun dalam pembuatan akta masyarakat masih belum mengerti mengenai hal-hal apa saja yang perlu dalam membuat akta autentik yang dilakukan oleh notaris, sehingga publikasi antara notaris dan masyarakat pengguna jasa notaries tersebut sangat terbatas. Saran : Peran Ikatan Notaris Indonesia seharusnya menjadi payung dalam mengawal atau memantau mengenai sistem publikasi yang masyarakat butuhkan bahwa dalam pembuatan akta harus dilakukan dengan aturan-aturan yang sesuai, sehingga tidak timbul kecurigaan dikalangan masyarakat. Dalam hal ini peran Ikatan Notaris Indonesia seharusnya memberikan solusi dan menjadi penengah sehingga publikasi notaries terhadap masyarakat dapat terlaksana dengan baik

    Embedding Community-Based Circular Economy Initiatives in a Polycentric Waste Governance System: A Case Study

    Get PDF
    This research explores the approach of embedding community-based initiatives in practicing circular economy based on a case study of waste bank movement in Salatiga, Central Java, and explains how the waste banks interact with multi sectors and levels. Data is gathered from documentary studies, in-depth interviews, and observations; and analyzed with a polycentric governance approach, which sheds light on cross-organizational collaborative arrangements. The study results show that the community-based circular economy initiatives through waste banks in Salatiga result from either a top-down approach that the municipal government instructs or a bottom-up approach that Civil Society Organizations (CSOs) and communities initiate. Thus it is significant to note that CSOs play essential roles in waste management, and it completes the model proposed by the previous study. The study findings also show that embedding community-based waste management through waste banks in Salatiga can enhance broader circular economy practices, strengthen the linkages across sectors and levels, and balance the authorities in a polycentric waste governance system. Therefore, waste banks must be recognized as reliable institutions governing waste, especially in urban areas

    CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES

    Get PDF
    Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum [email protected] Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomen
    corecore