183 research outputs found
PENENTUAN JUMLAH OPERATOR BERDASARKAN WORKLOAD DAN YAMAZUMI CHART DENGAN PERTIMBANGAN LEARNING CURVE
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui emailMawaddah Warrahmah Mardatillah1), Arif Rahman2), Remba Yanuar Efranto3Terima kasi
STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN SKILL BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK MELALUI MEDIA DARING (STUDI MULTISITUS DI SMPN 1 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG DAN SMPN 3 TULUNGAGUNG)
Tesis dengan Judul “Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Skill Berpikir Kritis Peserta Didik melalui Media Daring (Studi Multisitus di SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung)” ini ditulis oleh Yanuar Wicaksono, NIM. 12506194064 dengan Pembimbing Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I. dan Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd.
Kata Kunci: Strategi Guru PAI, Skill Berpikir Kritis, Media Daring
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah perkembangan pendidikan abad 21 yang mengarahkan pada peningkatan skill berpikir kritis pada peserta didiknya. Saat ini, dunia pendidikan dihadapkan pada situasi yang berbeda dari sebelumnya. Adanya pandemi covid-19 SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung melaksanaan pembelajaran melalui media daring dengan memanfaatkan fitur aplikasi yang tersedia. Dengan keadaan demikian, guru dan peserta didik dapat mengambil sisi positif karena memanfaatkan media daring untuk kegiatan pembelajaran. Disisi lain, guru memiliki strategi tertentu dalam meningkatkan skill berpikir kritis peserta didik melalui media daring.
Pertanyaan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana guru PAI merancang pembelajaran dalam meningkatkan skill berpikir kritis peserta didik melalui media daring di SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung?; (2) Bagaimana guru PAI melaksanakan pembelajaran dalam meningkatkan skill berpikir kritis peserta didik melalui media daring di SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung?; (3) Bagaimana guru PAI mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pembelajaran dalam meningkatkan skill berpikir kritis peserta didik melalui media daring di SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung?; dan (4) Bagaimana hasil dan evaluasi strategi guru PAI dalam meningkatkan skill berpikir kritis peserta didik melalui media daring di SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung?
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Jenis penelitian adalah field research dengan rancangan studi multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisa data yaitu analisa data situs individu (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dan analisa data lintas situs (perumusan proporsi pada temuan situs pertama kemudian dilanjutkan pada temuan situs kedua, perbandingan dan perpaduan temuan teoritik dari kedua situs, dan perumusan simpulan teoritik pada analisis lintas situs sebagai temuan akhir dari kedua situs penelitian). .
Hasil penelitian ini yaitu (a) Guru menggunakan fitur seperti Google Classroom, WhatsApp, Google Meet, Google Form, Zoom, dan sebagainya. RPP yang digunakan model satu lembar yang dirancang untuk pembelajaran daring. Orientasi pembelajaran yaitu peserta didik memiliki daya berpikir kritis, analitis, kolaboratif, dan bisa menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran; (b) Pelaksanaan pembelajaran menggunakan K13 dengan sistem kurikulum darurat. Guru terlebih dahulu mendesain pembelajaran yang disesuaikan dengan materi inti pelajaran kemuidan diterapkan dalam bentuk aplikasi. Guru memberikan materi pelajaran dan menjelaskannya secara rinci serta memberikan stimulus. Guru terlebih dahulu mengasah level berpikir mulai dari C1, C2, dan C3. Setelah itu, guru menaikkan level berpikir peserta didik menuju C4, C5, dan C6. Adapun tugas yang diberikan pada level berpikir kritis C4, C5, dan C6 adalah peserta didik ditugasi untuk menganalisis suatu kasus dan memecahkannya. Sedangkan untuk level berpikir C6, siswa diminta untuk membuat video; (c) Faktor pendukung pembelajaran yaitu ketersediaan sarana dan prasarana seperti Jaringan IT, Hotspot Wifi, Laboratorium Komputer, Laboratorium IPA, dan sebagainya. Para guru telah mengikuti berbagai workshop, seminar, dan pelatihan tentang pembelajaran HOTS dalam meningkatkan skill berpikir kritis maupun pembelajaran berbasis digital yang diselenggarakan oleh institusi pemerintah. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu keterbatasan paket data, terdapat peserta didik yang belum memiliki HP sendiri, terdapat peserta didik yang HPnya rusak, kurang disiplinnya peserta didik dalam mengikuti pelajaran maupun pengumpulan tugas, dan sebagainya. Sekolah melakukan koordinasi dengan guru, dengan peserta didik, dan dengan wali murid untuk mendata peserta didik yang bermasalah untuk dilakukan pembelajaran secara luring; (d) Respon peserta didik cukup baik meskipun guru tidak bisa mengontrol secara langsung. Guru memberikan kebebasan peserta didik untuk mengembangkan pikirannya serta memberikan umpan balik. Untuk hasil belajar peserta didik untuk SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung rata-rata adalah 83-85. Sedangkan untuk SMPN 3 Tulungagung rata-rata adalah 85-87
STRATEGI GURU DALAM MEMBINA KEDISIPLINAN BELAJAR DAN IBADAH SHALAT BERJAMAAH SISWA DI MA UNGGULAN BANDUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Guru dalam Membina Kedisiplinan Belajar dan Ibadah Shalat Berjamaah Siswa di MA Unggulan Bandung Tulungagung” ini ditulis oleh Yanuar Wicaksono, NIM. 17201153041, pembimbing Drs. H. Timbul, M.Pd.I., NIP. 19611010 199203 1 002.
Kata Kunci: Strategi, Kedisiplinan, Belajar, Shalat Berjamaah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan IPTEK dan globalisasi yang semakin pesat menuntut sebuah lembaga pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Akan tetapi, hal tersebut juga mengakibatkan seseorang kehilangan identitas diri karena terpengaruh nilai-nilai budaya dari luar. Oleh karena itu, seseorang harus memiliki pengendali diri yang kuat melalui proses pendidikan karakter. Dari berbagai problem tersebut maka guru sebagai pendidik harus berada di garda terdepan untuk membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana langkah-langkah guru dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa di MA Unggulan Bandung Tulungagung? (2) Bagaimana hambatan guru dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa di MA Unggulan Bandung Tulungagung? (3) Bagaimana dampak guru dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa di MA Unggulan Bandung Tulungagung?
Skripsi ini bermanfaat bagi MA Unggulan Bandung Tulungagung sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa, bagi para guru MA Unggulan Bandung Tulungagung sebagai bahan referensi dan evaluasi guna memilih strategi dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa, dan bagi pembaca lain sebagai bahan referensi dan pemahaman dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah siswa yang kemudian menjadikan bahan masukan untuk dikembangkan oleh peneliti selanjutnya.
Rancangan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian terletak di MA Unggulan Bandung Tulungagung. Pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi meliputi kegiatan guru dalam membina kedisiplinan siswa, kegiatan pembelajaran, dan kegiatan ibadah shalat berjamaah. Wawancara dengan informan Kepala Madrasah, Guru, Siswa, Orang Tua Siswa, dan Masyarakat. Dokumentasi berupa foto kegiatan-kegiatan yang ada di Madrasah dan arsip dokumen Madrasah. selanjutnya, data-data tersebut di analisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Langkah-langkah guru dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamah meliputi: a. Langkah-langkah guru dalam membina kedisiplinan belajar, yaitu melalui langkah guru dalam membina kedisiplinan siswa, langkah guru dalam membina tata tertib, langkah guru dalam membina kedisiplinan belajar didalam kelas, langkah guru dalam membina kedisiplinan berpakaian, langkah guru dalam membina kedisiplinan diluar lingkup madrasah, kegiatan jumat bersih di MA Unggulan Bandung Tulungagung, kurikulum lokal di MA Unggulan Bandung Tulungagung, sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, dan sumber dana pendidikan di MA Unggulan Bandung Tulungagung. b. Langkah-langkah guru dalam membina kedisiplinan ibadah shalat berjamaah, yaitu melalui pembinaan setiap pukul 09.25 melaksanakan shalat dhuha berjamaah, setiap pukul 12.05 melaksanakan shalat dhuhur berjamaah, dan setiap hari Sabtu melaksanakan kegiatan kultum. (2) Hambatan guru dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah meliputi: a. Hambatan guru dalam membina kedisiplinan belajar, yaitu hambatan guru dalam membina kedisiplinan belajar di lingkup Madrasah dan hambatan guru dalam membina kedisiplinan belajar diluar lingkup Madrasah. b. Hambatan guru dalam membina kedisiplinan ibadah shalat berjamaah yaitu terdapat sebagian siswa yang belum sadar akan pentingnya shalat. (3) Dampak guru dalam membina kedisiplinan belajar dan ibadah shalat berjamaah meliputi: a. Dampak guru dalam membina kedisiplinan belajar, yaitu dampak pembinaan kedisiplinan belajar di Madrasah, dampak pembinaan kedisiplinan belajar siswa di rumah, dan dampak pembinaan kedisiplinan siswa di masyarakat. b. Dampak guru dalam membina kedisiplinan ibadah shalat berjamaah, yaitu siswa sadar akan arti penting melaksanakan shalat tanpa perintah dan komando dari guru
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PADA PERUSAHAAN PUPUK DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DAN SIMULASI ARENA
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
SEGMENTASI PELANGGAN BISNIS DENGAN MULTI KRITERIA MENGGUNAKAN K-MEANS
Customer knowledge is an important asset, in gathering, and managing from sharing customer knowledge into valuable capital for the company. This causes the company to continue to innovate in producing products and serving according to customer needs. To find out the needs of each customer, the company needs to make customer segmentation. Customer segmentation is defined as the division into different groups with similar characteristics to develop marketing strategies that are tailored to customer characteristics. The easiest, simplest, well-known and commonly used model of customer characteristics is the model of the recency, frequency, monetary (RFM) criteria. The RFM model still has weaknesses in low customer segmentation capacity and does not provide information on the continuity of customer transactions in understanding customer loyalty. The research method used is the Knowledge Discovery in Database (KDD) method. The data is transformed into another format that suits the needs of analysis and then the customer is segmented using clustering data mining techniques with the K-Means algorithm. From the experiments, the RFM model guesses loyal customers when reviews, frequency and monetary are high. In reality, the recency only provides information on the customer making the last transaction and the high number of transaction frequencies can be done without the customer\u27s stability in making transactions each period. Implementing multi-criteria in customer segmentation can be better than just RFM criteria. So it will not be wrong to treat customers according to the groups that have been formed
Rancangan proses pengecoran cetakan pasir untuk produk kaki meja
Pengecoran logam baik logam ferrous maupun non ferrous banyak berkembang di Indonesia. Salah satu home industry pengecoran di daerah Klaten, Jawa Tengah mempergunakan aluminium paduan untuk memproduksi sebuah produk berupa kaki meja. Tetapi tidak semua hasil pengecoran mendapatkan produk yang memuaskan sebab terdapat cacat berapa shrinkage pada kaki meja tersebut. Untuk mengatasi cacat shrinkage salah satunya dengan merancang sistem saluran yang sesuai. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan untuk mengeliminir cacat shrinkage adalah ukuran riser dan penempatan riser. Ukuran riser yang digunakan adalah diameter 7 cm dan 7,5 cm, dengan variasi penempatan jarak riser 5 cm, 6,5 cm dan 8 cm dari tepi kaki meja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran riser dengan diameter 7 cm dan 7,5 cm dan penempatan jarak 6,5 cm dari tepi kaki meja dapat mengeliminir cacat shrinkage
EKSTRAKSI FITUR WARNA DAN TEKSTUR MENGGUNAKAN FILTER GABOR-LOCAL BINARY PATTERNS UNTUK SEGMENTASI CITRA DENGAN FUZZY C-MEANS
- …
