166 research outputs found
PENGARUH SAHAM SYARIAH DAN OBLIGASI SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE 2018-2020 DENGAN KURS SEBAGAI VARIABEL KONTROL
Adib Wicaksono. Pengaruh Saham Syariah dan Obligasi Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode 2018-2020 Dengan Kurs Sebagai Variabel Kontrol.
Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui pengaruh Saham Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, 2) untuk mengetahui pengaruh Obligasi Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, 3) untuk mengetahui pengaruh Saham Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan Kurs sebagai variabel kontrol. 4) untuk mengetahui pengaruh Obligasi Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan Kurs sebagai variabel kontrol.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar efek syariah pada BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Teknik Pengumpulan Data dengan Metode Sampel Jenuh yang terdiri dari seluruh jumlah populasi perusahaan dengan indeks sebagai indikator utamanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saham Syariah, Obligasi Syariah dan Kurs sebagai variabel kontrol secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan nilai signifikan 0,008. Saham Syariah secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan nilai signifikan 0,027; Obligasi Syariah atau Sukuk secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan nilai signifikan 0,001; Kurs secara parsial berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan nilai signifikan 0,027;
Kata kunci: Saham Syariah, Obligasi Syariah (Sukuk), Kurs, Pertumbuhan Ekonomi.
vii
Interview with Abdel Hai Adib
لقاء مع الكاتب والسيناريست المصري عبد الحي أديب الحاصل على جائزة أحسن سيناريو لهذا العام عن فيلم "ديسكو ديسكو" حول مشوار حياته مع السينما و بداية علاقته بالكتابة. أجرى هذا اللقاء حسن شمس الدين.An interview with Egyptian writer and screenwriter Abdel Hai Adib, who won the best screenplay award for this year for his movie Disco (Discū Discū), about his cinematic career and his beginnings as a writer and author. Interview conducted by Hassan Shams El Din
An integrated microfinancing concept for rural electrification by photovoltaics in developing countries
--
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PADA PERUSAHAAN PUPUK DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DAN SIMULASI ARENA
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
Perencanaan Tata Letak Fasilitas Perusahaan Pupuk Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Simulasi
PT. Suwarni Agro Mandiri (PT. SAM) merupakan sebuah perusahaan industri
fertilizer yang memproduksi pupuk dengan berbagai varian/formula. PT. SAM diharapkan
dapat membantu kebutuhan pupuk oleh para petani dan pengusaha perkebunan. PT. SAM
saat ini memiliki 4 line produksi dengan tiap line memiliki 7 proses dan dijalankan secara
konvensional. Permasalahan PT. SAM itu adanya penambahan 1 line produksi baru
sehingga perusahaan ingin mengganti sistem material handling menjadi bucketconveyor
atau apronconveyor dan melakukan perluasan area lantai produksi pembuatan pupuk.
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Simulasi
Arena. SLP digunakan untuk perencanaan alternatif tata letak dengan menentukan
hubungan kedekatan dan aliran material dengan jarak terpendek. Setelah mendapat
alternatif tata letak, lalu dilakukan pembuatan model simulasi arena untuk evaluasi
rancangan tata letak di lantai produksi. Model simulasi digunakan untuk melihat output
produk, waktu proses dan waktu transfer. Setelah mengetahui output dari simulasi Arena
tersebut, dilakukan analisa hubungan kedekatan antar fasilitas, alternatif usulan tata letak
dan hasil output simulasi.
Hasil penelitian ini untuk mengetahui usulan alternatif terbaik yang dapat dipilih oleh
perusahaan PT. SAM. Aliran material pembuatan pupuk dengan total waktu proses yaitu
1,9-2,5 menit per 50 kg, dengan jarak 117, 8 meter. Perancangan tata letak menghasilkan 2
alternatif usulan, yaitu usulan pertama menggunakan sistem material handling bucket
conveyor dengan luas area lantai produksi sebesar 1.229m2 dan total jarak perpindahan
material yaitu 131 meter, sementara untuk usulan kedua menggunakan sistem material
handling apron conveyor dengan luas area lantai produksi sebesar 1270,25m2 dan total
jarak perpindahan material yaitu 141,2 meter. Berdasarkan hasil output dari simulasi arena,
model simulasi pertama mendapatkan rata-rata waktu proses 1,06373 jam dengan output
168 sak dan besar waktu perpindahan material yaitu 0,0077 jam, sementara untuk model
simulasi kedua mendapatkan rata-rata waktu proses 1,06734 jam dengan output 184 sak
dan besar waktu perpindahan material yaitu 0,0099 jam. Hasil terpilih dari kedua usulan
alternatif lantai produksi pembuatan pupuk adalah usulan alternatif yang kedua.
Keuntungan dari usulan alternatif ke dua yaitu lintasan aisle dapat dibuat lebih lebar,
adanya area kosong yang dapat dipakai untuk parkir atau area briefing dan output produksi
akan lebih maksimal dikarenakan sistem material handlingapron conveyor sehingga proses
produksi bersifat otomatis dan stabil
MEDIA PEMBELAJARAN IOT MENGGUNAKAN ESP8266 PADA MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA DAN INTERFACE
Internet of Things (IoT) merupakan infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dengan virtual melalui kemampuan komunikasi bersama. Teknologi yang ditawarkan meliputi, teknologi komunikasi, jaringan sensor, internet protokol dan aplikasi kooperatif. Dengan banyaknya teknologi tersebut, IoT perlu dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran khususnya pada mata kuliah komunikasi data dan interface. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IoT, mengetahui unjuk kerja, dan mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran IoT menggunakan ESP8266 pada mata kuliah komunikasi data dan interface.
Penelitian ini menggunakan metode pengembangan teknologi dengan tahapan: (1) mengidentifikasi masalah penelitian, (2) pengumpulan data, (3) desain produk (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, dan (9) revisi produk. Objek penelitian adalah media pembelajaran IoT menggunakan ESP8266. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Elektronika semester 6 dan semester 8 kelas Komunikasi Data dan Interface. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukan bahwa : (1) media pembelajaran IoT menggunakan ESP8266 yang tersusun dari media objek dan modul praktikum; (2) unjuk kerja media pembelajaran bekerja dengan baik menghasilkan error 0,485%; (3) tingkat kelayakan media pembelajaran oleh ahli materi mendapatkan 85%, oleh ahli media mendapatkan 95.83%, dan oleh mahasiswa mendapatkan 81.57%. Berdasarkan ketiga persentase tersebut, maka media pembelajaran IoT menggunakan ESP8266 termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan pada mata kuliah Komunikasi Data dan Interface
Adapting authoritarianism: institutions and co-optation in Egypt and Syria
This PhD thesis compares Egypt and Syria’s authoritarian political systems. While the tendency in social science political research treats Egypt and Syria as similarly authoritarian, this research emphasizes differences between the two systems with special reference to institutions and co-optation. Rather than reducibly understanding Egypt and Syria as sharing similar histories, institutional arrangements, or ascribing to the oft-repeated convention that “Syria is Egypt but 10 years behind,” this thesis focuses on how events and individual histories shaped each states current institutional strengthens and weaknesses. Specifically, it explains the how varying institutional politicization or de-politicization affects each state’s capabilities for co-opting elite and non-elite individuals.
Beginning with a theoretical framework that considers the limited utility of democratization and transition theoretical approaches, the work underscores the persistence and durability of authoritarianism. Chapter two details the politicized institutional divergence between Egypt and Syria that began in the 1970s. Chapter three and four examines how institutional politicization or de-politicization affects elite and non-elite individual co-optation in Egypt and Syria. Chapter five discusses the study’s general conclusions and theoretical implications.
This thesis’s argument is that Egypt and Syria co-opt elites and non-elites differently because of the varying degrees of institutional politicization in each governance system. Rather than view one country as more politically developed than the other, this work argues that Syria’s political institutions are more politicized than their Egyptian counterparts. Syria’s political arena is, thus, described as politicized-patrimonialism. Syria’s politicized-patrimonial arena produces uneven co-optation of elites and non-elites as they are diffused through competing institutions. Conversely, the Egyptian political arena remains highly personalized as weak institutions and individuals are manipulated and molded according to the president’s ruling clique. This is referred to as personalized-patrimonialism. As a consequence, Egypt’s political establishment demonstrates more flexibility in ad hoc altering and adapting its arena depending on the emergence of crises.
This study’s theoretical implications suggest that, contrary to modernization and democratization theory’s adage that institutions lead to a political development, politicized institutions within a patrimonial order actually hinder regime adaptation because consensus is harder to achieve and maintain. It is within this context that Egypt’s de-politicized institutional framework advantages its top political elite. In this reading of Egyptian and Syrian politics, Egypt’s personalized political arena is more adaptable than Syria’s. These conclusions do not indicate that political reform is a process underway in either state
L’Analyse du Risque Géopolitique: du Plausible au Probable
This paper is going to explore the logical process behind risk analysis, particularly in geopolitics. The main goal is to demonstrate the ambiguities behind risk calculation and to highlight the continuum between plausibility and probability in risk analysis. To demonstrate it, the author introduces two notions: the inference of abduction, often neglected in the social sciences literature, and the Bayesian calculation. Inspired by the works of Louise Amoore, this paper tries to go further by studying qualitative tools used in geopolitical risk analysis and establishing links between abduction and Bayesian probability. After a brief exploration of some epistemological contradictions in risk analysis, the paper explores different methodological tools used in geopolitical risk analysis, through a comparison between quantitative and qualitative tools. Finally, the author suggests new avenues for research on risk analysis
- …
