1,720,980 research outputs found
PENERAPAN E-LEARNING UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KOMPETENSI PAMONG BELAJAR
Learning civil competency improvement is needed in order to support implementation of the basic task. Educators on Learning as a civil nonformaJ channels also need to learn. This requires a systematic and continuous efforts to innovate learning for Civil Education. one of them is by using e-learning programs for the improvement of civil competence study. Need to be prepared carefully to develop e-learning, that can be utilized by the Civil Learning
STRATEGI PEMBELAJARAN DAN EFIKASI DIRI WARGA BELAJAR TERHADAP CAPAIAN BELAJAR
Within non-formal context where a tutor plays an important role, this article discusses some instructional strategies and the learner’s self efficacy. After four learning principles are identified, learning achievement in non-formal education is defined. Having reviewed a number of instructional strategies, it elaborates the concept of self efficacy which covers performance experience, vicarious experience, verbal persuasion, and physiological state. Referring to some research reports, it concludes that there is positive causal relationship between efficacy and learning achievement. This article concludes that in selecting instructional strategies, the tutors should consider the learners’ efficacy and it gives the tutors and the supervisors a set of suggestions in relation to planning, organizing, and supervising the instructional process in the classroom
PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN BAGI GURU PAUD
In establishing an advanced civilization, early childhood education has a very important contribution. This article discusses how the PAUD teachers should perform their job professional by providing educational services for the early age children properly. As science and technology are developing fast influencing the people’s needs including the early age children, the teacher should keep increasing their knowledge and skills continously. One thing emphasizes in this article that the early age children need fun learning by joyful playing. The teacher’s ability to fulfill this need will enable him/her to stimulate the children’s motoric, emotional, and intellectual development This article emphasizes how the continous professional development performed by the teacher individually or the responsible institution. The article suggests a number of ideas how to plan and implement such a program
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA ARAB
Penelitian ini untuk menguji peredaan hasil belajar Bahasa Arab peserta didik yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) dan Strategi pembelajaran Ekspositori, perbedaan hasil belajar terhadap peserta didik berkemandirian tinggi dan rendah, dan pengaruh interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) dan Strategi pembelajaran Ekspositori. Hasil dan kesimpulan penelitian diperoleh (1) Hasil belajar bahasa Arab dalam Strategi pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) lebih tinggidi banding hasil belajar dengan Strategi pembelajaran Ekspositori. nilai Fhitung dan sig. pada baris “StrategiBelajar” berturut-turut sebesar 12,512 dan 0,001. Nilai Ftabel denga nilai numerator 2-1 = 1 dan denokemandirianor 30-2 = 28 pada signifikansi 0,05 sebesar 3,34. Karena nilai Fhitung>Ftabel atau 12,512>3,34, dan nilai sig. 0,001< 0,050; (2) Terdapat pengaruh interaksi antara Strategi pembelajaran dan Kemandirian Siswa peserta didik terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab. Hasil perhitungan anava diperoleh nilai Fhitung dan sig.pada baris “Kemandirian*StrategiBelajar” berturut-turut sebesar 20,875 dan 0,000. Nilai Ftabel dengan nilai numerator 2-1 = 1 dandenokemandirianor 30-2 = 28 pada signifikansi 0,05 sebesar 3,34.Karena nilai Fhitung> Ftabelatau 20,875>3,34, dan nilai sig. 0,000<0,050; (3) Terdapat Perbedaan hasil belajar bahasa Arab. Hasil Belajar Bahasa Arab peserta didik yang memiliki Kemandirian Tinggi yang dibelajarkan dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Student Team Achievement Division (STAD) lebih tinggi dibandingkan Hasil Belajar Bahasa Arab peserta didik yang dibelajarkan dengan Strategi pembelajaran Ekspositori. Nilai t hitung sebesar 3,972. Nilai t tabel dengan nilai df 15-2 = 13 pada signifikansi 0,05 sebesar 2,160. Karena nilai t hitung > t tabel atau 4,974> 2,160; (4) Terdapat perbedaan hasil belajar bahasa Arab. Hasil Belajar Bahasa Arab peserta didik yang memiliki Kemandirian Rendah yang dibelajarkan dengan Strategi pembelajaran Ekspositori lebih tinggi dibandingkan Hasil Belajar Bahasa Arab peserta didik yang dibelajarkan dengan Strategi Pembelajaran Kooperatif Model Student Team Achievement Division (STAD) tetapi perbedaan tidak signifikan.nilai sig = 2,16 > 0,050
Pemetaan Perkembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
This article is a review on the existence and the role of teachers and education personnel for nonformal education. The role of teachers and education personnel is under supervision of The Directorate General of Quality Improvement for Teachers and Education Personnel, through regulation No.8 2005, issued by Minister National Education. This article adopts the strategic planning of Directorate of Teachers and Education Personnel as the main reference. Critical reviews on the existence of teachers and education personnel for nonformal is very scarce. This is the mjhor cause of why many people tend to think “learning is schooling”. As a results, the term “school teachers is more familiar to us than is nonformal education teachers. Though they function the same role as school teachers do. Even, they have to work harder . The article below discusses the development of functional education teachers, the organization and the strategic policies
Pengembangan Pembelajaran Online Dengan Nine Events Of Instruction Untuk Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas 8
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mengembangkan pembelajaran online untuk mata pelajaran Bahasa Inggris kelas 8. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1). Bagaimana mengembangkan model pembelajaran online dengan nine events untuk mata pelajaran Bahasa Inggris? (2). Bagaimana kelayakan model pembelajaran online dengan nine events untuk mata pelajaran Bahasa Inggris? (3). Bagaimana efektivitas model pembelajaran online dengan nine events untuk mata pelajaran Bahasa Inggris?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 35 siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Data dalam penelitian ini diambil melalui teknik gabungan dari kuis, penugasan, kuesioner, dan wawancara. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh tingkat efektivitas sebesar 60% untuk aspek kognitif, 77,14% untuk aspek afektif, dan 80% untuk aspek psikomotor. Dengan demikian, model pembelajaran yang dikembangkan mencapai tingkat kualifikasi cukup efektif untuk aspek kognitif, efektif untuk aspek afektif, dan sangat efektif untuk aspek psikomotor
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR DAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA (Studi Korelasional pada Siswa Kelas VI SDN Mulyasari Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor)
Studi dalam penelitian ini mengenai hubungan antara gaya belajar dan konsep diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDN Mulyasari Kecamatan Gunungsindur. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) hubungan gaya belajar dengan hasil belajar matematika, (2) hubungan konsep diri dengan hasil belajar matematika, dan (3) hubungan gaya belajar dan konsep diri secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika. Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan gaya belajar dan konsep diri sebagai variabel independen dengan hasil belajar matematika sebagai variabel dependen baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Jumlah sampel yang di ambil 42 responden dengan teknik simple random sampling dan menggunakan kuesioner serta tes hasil belajar untuk memperoleh data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gaya belajar memiliki hubungan dengan hasil belajar matematika di SDN Mulyasari Kecamatan Gunungsindur yang dibuktikan dari nilai hasil uji t sebesar 4,459 lebih besar dari t tabel (1,685) dan memiliki pengaruh sebesar 33,2 %. Konsep diri memiliki hubungan dengan hasil belajar matematika yang dibuktikan dari hasil uji t sebesar 3, 091 lebih besar dari t table (1,685) dan memiliki pengaruh sebesar 19,3 %. Sedangkan gaya belajar dan konsep diri memiliki hubungan secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika yang dibuktikan dengan hasil uji F sebesar 9,837 > 3,238 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05 serta memiliki pengaruh sebesar 33,5 %. Jadi ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar dan konsep diri dengan hasil belajar matematika kelas VI di SDN Mulyasari Kecamatan Gunungsindur. Dengan demikian disarankan kepada pendidik untuk selalu memperhatikan gaya belajar peserta didik dan meningkatkan konsep diri yang baik, sehingga diperoleh hasil belajar yang baik
Peran Tutor dalam Pembelajaran dengan Pendekatan Andragogi
Most of the learners in the literacy program are adult people with various backgrounds. In teaching them the tutors should well consider the learners' characteristics. This article discusses how to use andragogy approach in teaching the adult learners particularly in the literacy program. The difference between paedagogy and andragogy is clarified, and the role of tutor is specified in applying the andragogy approach in non formal education in general and in literacy program in particular
Peran Ptk-pnf dalam Menghadapi Keragaman Sosial Budaya
Indonesia has variety of social and cultural backgrounds which become the strength of the nation. This pluralism should be acknowledged and developed harmoniously. This article discusses how non-formal education should play its role in transforming the pluralism value to the Indonesian people, specifically how to conduct learning process based on the social and cultural pluralism
- …
