1,720,975 research outputs found

    The Ideal Leader in the Perspective of Hadith

    No full text
    Changes in time affect changes in the condition of the state and society. For example, there will be elections for both central and regional leaders in Indonesia soon. Because each political party names one of its cadres as the country's top official, today's election of leaders is an incredible gambling arena. This research tries to examine the perfect leader from a Hadith-based perspective. The Al-Qur'an, Hadith, journals, and books about leadership were employed as the key data sources for this research using the inductive content analysis approach. The study results demonstrate that the definition of a leader in Islamic guidance should encompass the concept of a helper because a leader is in charge of protecting the people he leads and makes an effort to assist and save them when difficulties or disasters occur. A leader is also in charge of everything that occurs and exists in their territory and the affairs of the people it leads. A group selects a leader to guide the members toward achieving a common objective. The ideal leader is humility, the nature of being open to criticism, honesty, and trustworthiness, acting reasonably, commitment to the struggle being democratic, devoted, and serving Allah SWT

    Hermeneutika Hadis Hukum

    No full text
    Artikel ini menawarkan pendekatan baru melalui sudut pandang hermeneutika dalam melakukan kajian kritis terhadap hadis. Kajian hadis dimulai dengan melakukan kritik, baik terhadap sanad maupun matan hadis, sebagaimana dijabarkan dalam ilmu hadis. Hal ini dilakukan untuk menguji otentisitasnya. Melalui perspektif hermeneutika, teks hadis yang merupakan produk masa lalu harus selalu berdialog dengan penafsir dan audiennya yang baru di sepanjang sejarah. Banyak sarjana kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi, Syuhudi Ismail dan Fazlur Rahman yang memperlihatkan pendekatan ini dalam karya-karya mereka. Tulisan ini menunjukkan relevansi dan signifikansi penggunaan hermeneutika filosofis sebagai kerangka acuan dalam memahami hadis. Tujuannya adalah untuk menemukan “makna hadis yang berarti” bagi kekinian kita. Logika praksisnya adalah mengkaji teks hadis secara tematik-komprehensif. Selanjutnya dilakukan upaya penentuan konteks sosio-historis hadis, baik makro maupun mikro. Setelah ditemukan makna moral-universalnya, makna-makna ini selanjutnya digeneralisasikan ke dalam konteks situasi baru yang plural, tetapi partikular.</jats:p

    REALIBILITAS RIWAYAT SAHABAT: PEMBACAAN ULANG ATAS DOKTRIN KEADILAN SAHABAT

    Get PDF
    Sahabat Nabi diklaim paling mengetahui doktrin agama dalam bentuknya yang orisinal. Merekalah yang mentransmisikan doktrin tersebut kepada generasi berikutnya. Dalam kajian hadis, suatu riwayat agar dapat diterima harus memenuhi kriteria keadilan periwayatnya. Haruskah kriteria ini diterapkan kepada sahabat? Tulisan ini hendak mempertanyakan dan mendiskusikan kembali wacana keadilah sahabat (‘ada&gt;lah al-s}ah{abah) ini. Beberapa pertimbangan rasional dan historis ditawarkan untuk mendedah hakikat persoalan ini dan melihat implikasinya bagi kajian hadis. Kata Kunci: Sahabat, Keadilan, Ahli Sunnah, Hadis, Muh{addis\u&gt;n, Ulama Ushu

    Hermeneutika Hadis Hukum

    Get PDF
    Artikel ini menawarkan pendekatan baru melalui sudut pandang hermeneutika dalam melakukan kajian kritis terhadap hadis. Kajian hadis dimulai dengan melakukan kritik, baik terhadap sanad maupun matan hadis, sebagaimana dijabarkan dalam ilmu hadis. Hal ini dilakukan untuk menguji otentisitasnya. Melalui perspektif hermeneutika, teks hadis yang merupakan produk masa lalu harus selalu berdialog dengan penafsir dan audiennya yang baru di sepanjang sejarah. Banyak sarjana kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi, Syuhudi Ismail dan Fazlur Rahman yang memperlihatkan pendekatan ini dalam karya-karya mereka. Tulisan ini menunjukkan relevansi dan signifikansi penggunaan hermeneutika filosofis sebagai kerangka acuan dalam memahami hadis. Tujuannya adalah untuk menemukan “makna hadis yang berarti†bagi kekinian kita. Logika praksisnya adalah mengkaji teks hadis secara tematik-komprehensif. Selanjutnya dilakukan upaya penentuan konteks sosio-historis hadis, baik makro maupun mikro. Setelah ditemukan makna moral-universalnya, makna-makna ini selanjutnya digeneralisasikan ke dalam konteks situasi baru yang plural, tetapi partikular

    DINAMIKA PEMAHAMAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM MENAFSIRKAN AL-QUR’AN DENGAN AL -RA’YU

    No full text
    Berbicara tentang hadis, pasti akan sampai pada permasalahan bahwa tidak semua hadis berkedudukan Qat’iy al-Wurud. Ada sebagian yang bersifat Zanniy al-Wurud sehingga hadis perlu dieliti kembali orisinalitasnya. Karya ini mengkaji matan hadis larangan menafsirkan alQur’an dengan ra’y dan penelitian matan ini tidak bisa terlepas dari penelitian sanad hadisnya. Pada hadis larangan menafsirkan al-Qur’an dengan ra’y sanad hadisnya berkedudukan hasan. Sedangkan hadis-hadis yang terkait secara langsung hanya terdapat pada Sunan al-Turmuzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad bin H{anbal. Makna al-Ra’y yang dikehendaki dalam hadis tersebut adalah penafsiran yang hanya didasarkan pada nalar semata dengan tidak memperhatikan riwayat atau kaedahkaedah atau pengetahuan yang terkait atau tidak selaras dengan prinsipprinsip syariat merupakan sesuatu yang sangat berbeda antara menafsirkan al-Qur’an dengan ra’yu (bi al-Ra’y) dengan tafsir bi al-Ra’yu yang dalam penefsirannya didominasi oleh akal namun tetap dalam bingkai syar`iat. Penelitian dilakukan dengan metode research library, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap literatur-literatur yang ada di perpustakaan terutama yang berkaitan dengan kitab-kitab hadis, dan literatur-literatur syarah alHadis. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki dua data yaitu data primer dan skunder. Kata Kunci: Tekstual dan Kontekstual, Tafsir al-Qur’an, al Ra’y

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM

    Get PDF
    AbstractThe family environment should be a place for family members to find happiness and love among family members, a place for shelter and rest from all daily activities, as well as a place for children to grow and develop physically and psychologically. With acts of domestic violence, the intent and purpose of marriage to create a happy family cannot be realized. The purpose of this research is to find out about domestic violence according to Islamic law and how to eliminate violence in the household according to Islamic criminal law. The research method used is a qualitative method that refers to legal norms contained in applicable regulations, the type of research to be used is literature. The results of this study are that Islam strictly prohibits domestic violence. However, if the violence is carried out to educate/provide teaching as justified by Islamic teachings, for example, husbands are allowed to beat their nusyûz wives only within reasonable limits and not in the form of abuse. According to the perspective of Islamic criminal law, the act of a husband who commits physical violence against his wife is a form of crime and an act that is prohibited by the Shari'a because it will cause harm and harm the safety of the wife, therefore it is included in the act of fingering.Keywords: Domestic Violence, Islamic Criminal Law AbstrakLingkungan keluarga hendaknya menjadi tempat bagi anggota keluarga untuk menemukan kebahagiaan dan kasih sayang di antara anggota keluarga, tempat berlindung dan beristirahat dari segala aktivitas sehari-hari, serta tempat tumbuh dan berkembangnya anak secara fisik dan psikis. Dengan adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga, maka maksud dan tujuan perkawinan untuk mewujudkan keluarga bahagia tidak dapat terwujud. Tujuan penlitian ini mengetahui kekerasan dalam rumah tangga menurut hukum Islam dan bagaimana upaya pengahapusan kekerassan dalam rumah tangga menurut hukum pidana Islam. Medote penelitian yang dugunakan yaitu metode kualitatif yang mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan yang berlaku, jenis penelitian yang akan digunakan yaitu kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu Islam secara tegas melarang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Namun jika kekerasan itu dilakukan untuk mendidik/memberikan pengajaran sebagaimana yang dibenarkan oleh ajaran Islam seperti suami dibolehkan memukul istri mereka yang nusyûz hanya dalam batas yang wajar dan tidak dalam bentuk penganiayaan. Menurut perspektif hukum pidana Islam tindakan suami yang melakukan kekerasan fisik terhadap istri adalah suatu bentuk kejahatan dan perbuatan yang dilarang oleh syariat karena akan mengakibatkan kemudharatan dan merugikan keselamatan istri, oleh karena itu termasuk dalam perbuatan jarimah.Kata Kunci : KDRT, Hukum Pidana Isla
    corecore