1,720,970 research outputs found

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN BERBASIS KEBERLANJUTAN DAERAH ALIRAN SUNGAI

    No full text
    Budidaya tanaman semusim yang dilakukan petani desa Bendosari mengancam keberlanjutan hutan di KHDTK Pujon Hill yang merupakan wilayah DAS Brantas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan Kelompok Tani Hutan Pujon Hill. Pengabdian ini secara jangka panjang akan mewujudkan daerah aliran sungai yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan di Desa Bendosari kecamatan Pujon mulai bulan Juli 2023-Januari 2024 di desa Bendosari kecamatan Pujon. Kelompok sasarannya Kelompok Tani Hutan Pujon Hill. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan konservasi hutan, budidaya sistem agoforestri, bantuan dan penanaman bibit tanaman serta peningkatan kapasitas kelembagaan Kelompok Tani Hutan

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KHDTK UMM DALAM KONSERVASI KAWASAN HUTAN MELALUI SISTEM AGROFORESTRI

    Get PDF
    Masyarakat di desa sekitar kawasan KHDTK UMM dalam memanfaatkan sumberdaya alam masih bergantung pada kawasan hutan. Kondisi demikian sangat membahayakan kelestarian kawasan hutan. Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan perlu ditingkatan agar masyarakat turut serta dalam menjaga kawasan. Tujuan dari dilakukannya pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat sekitar KHDTK UMM untuk konservasi kawasan penyangga melalui sistem agroforestri. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2021 di desa Bendosari kecamatan Pujon yang terletak berdampingan dengan KHDTK UMM. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan tentang konservasi kawasan penyangga hutan, pelatihan sistem agroforestri, pendampingan pemeliharaan sistem agroforestri, monitoring dan evaluasi keterlibatan masyarakat dalam konservasi kawasan. Sosialisasi kegiatan telah dilakukan kepada masyarakat dusun Tretes desa Bendosari, khususnya anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Pujon Hill. Koordinasi dengan perangkat desa Bendosari dan Kepala KHDTK Pujon Hill UMM juga telah dilakukan. Survey telah dilakukan untuk mengetahui karakteristik anggota KTH Pujon Hill. Musyawarah anggota dilakukan untuk menentukan komoditi unggulan dalam sistem agroforestri yang dilakukan dan menyepakati kopi sebagai unggulan. Selanjutnya dilakukan bimbingan teknik budidaya tanaman kopi

    PENDAMPINGAN KONSERVASI KAWASAN PENYANGGA HUTAN KHDTK PUJON HILL UMM BERBASIS KOPI

    No full text
    KHDTK Universitas Muhammadiyah Malang terletak di RPH Kedung Rejo BKPH Pujon KPH Malang merupakan kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Ketergantungan masyarakat sekitar kawasan KHDTK dalam memanfaatkan sumberdaya alam masih terdapat di beberapa desa sekitar kawasan. Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan perlu ditingkatkan agar masyarakat turut serta dalam menjaga kawasan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan konservasi kawasan penyangga pada masyarakat sekitar KHDTK UMM. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2022 di desa Bendosari kecamatan Pujon yang terletak berdampingan dengan KHDTK Pujon Hill UMM. Kegiatan yang sudah dilaksanakan terdiri dari penyuluhan tentang konservasi kawasan penyangga hutan, pengolahan kopi, monitoring dan evaluasi keterlibatan masyarakat dalam konservasi kawasan

    PENDAMPINGAN KONSERVASI KAWASAN PENYANGGA HUTAN PADA MASYARAKAT SEKITAR KHDTK UMM

    Get PDF
    Ketergantungan masyarakat sekitar kawasan KHDTK dalam memanfaat sumberdaya alam masih terdapat di sekitar kawasan. Interaksi masyarakat terhadap kawasan hutan sudah terjadi sebelum kawasan ini berstatus menjadi KHDTK. Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan perlu diperhatikan agar masyarakat turut serta dalam menjaga kawasan tersebut. Tujuan dari dilakukannya pengabdian ini adalah untuk memberikan pendampingan konservasi kawasan penyangga pada masyarakat sekitar KHDTK UMM. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tahun 2020 di dusun Tretes desa Bendosari kecamatan Pujon yang terletak berdampingan dengan KHDTK UMM. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan tentang konservasi kawasan penyangga hutan, pemberian bantuan bibit tanaman, pendampingan penanaman bibit tanaman, monitoring dan evaluasi keterlibatan masyarakat dalam konservasi kawasan. Semua tahapan kegiatan telah dilaksanakan dengan baik didukung partisipasi masyarakat yang tinggi

    Sedimentation Analysis Burned Forest Land at Tahura R.Soerjo Ledug Block

    Get PDF
    Kebakaran merupakan penyebab kerusakan hutan yang paling besar, yang mana dalam waktu singkat dapat menghancurkan kawasan yang cukup luas. Kebakaran hutan ternyata lebih banyak menimbulkan dampak negatif daripada dampak positif terhadap sifat-sifat tanah dan terutama terhadap erosi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui besarnya sedimentasi, dan mengetahui hubungan antara curah hujan dengan sedimentasi yang terjadi pada kawasan bekas kebakaran hutan TAHURA R.Soerjo Blok Ledug. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di Kawasan bekas kebakaran hutan TAHURA R.Soerjo, dengan estimasi ketinggian 1100-1200 mdpl. Terdapat 13 kejadian hujan pada bulan Desember 2018. Curah hujan tertinggi 68,2mm, dan curah hujan terrendah 2,5mm. Nilai muatan sedimen terbesar yaitu 0,94 kg/ha, serta nilai muatan sedimen terkecil yaitu 0,29 kg/ha, dan nilai muatan sedimen rata-ratanya yaitu 0,48 kg/ha rendahnya nilai sedimen yang didapatkan dipengaruhi oleh baiknya kualitas tanah pada lahan tersebut, dan juga dipengaruhi oleh keadaan vegetasi yang rapat dan di dominasi oleh ilalang

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore