2 research outputs found
Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Pangan di Kabupaten Madiun
The production areas of food crops reported fluctuating during 2005 to
2009 reported by Mitra Usaha
Tani. The datas showed that the production areas of rice was
decresed. In contrast, its corn, cassava and sweet potato were
decreased. It is necessary to increase the food production area through
government policy. Analysis of land suitability for crops with a
Geographic Information System (GIS) is one of the basic for
policy-making and the development of technical suggestions in the
agricultural sector.
This research used grid-type survey method. In this case, the soil
properties compared to the factor class of land suitability for
particular plant based on modifi ed of FAO 1976) and Sys et. al. (1993)
according to the local conditions of Madiun.
The aim of this research was to evaluate the land in Madiun. It could
be recomand to increase the production area of rice, corn, peanuts,
bean, soybean, cassava and sweet potato. The result showed that land
suitability for areas of rice production was 41.347 ha, corn 42.909 ha,
peanut 41.547 ha, bean 42.909 ha, soybean 41.927 ha, cassava 41.537 ha,
and sweet potato 41.537 ha
Kajian Kesuburan Tanah di Kabupaten Madiun
Tanah merupakan salah satu komponen dasar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Hasil analisis laboratorium menggambarkan sebagai berikut; kabupaten madiun mempunyai tekstur liat, liat berdebu, lempung, lempung berdebu, lempung berliat. Status pH tanah adalah agam masam hingga netral. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) cukup tinggi. Kandungan C-organik mayoritas rendah dan sangat rendah. Kandungan nitrogen total dalam tanah rendah. Kandungan fosfat bervareasi dari bernilai sedang, rendah dan sangat rendah. Kandungan kalium tergolong sangat rendah. Kandungan natrium rendah dan sedang. kandungan calsium bervareasi dari sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan magnesium bervareasi dari kandungan magnesium sangat rendah, Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil kajian kesuburan tanah kabupaten madiun harus melakukan sebagai berikut; Pengolahan tanah, pengolahan air dan perbaikan drainase. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Penambahan pupuk yang mengandung Mg. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik.Tanah merupakan salah satu komponen dasar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Hasil analisis laboratorium menggambarkan sebagai berikut; kabupaten madiun mempunyai tekstur liat, liat berdebu, lempung, lempung berdebu, lempung berliat. Status pH tanah adalah agam masam hingga netral. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) cukup tinggi. Kandungan C-organik mayoritas rendah dan sangat rendah. Kandungan nitrogen total dalam tanah rendah. Kandungan fosfat bervareasi dari bernilai sedang, rendah dan sangat rendah. Kandungan kalium tergolong sangat rendah. Kandungan natrium rendah dan sedang. kandungan calsium bervareasi dari sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan magnesium bervareasi dari kandungan magnesium sangat rendah, Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil kajian kesuburan tanah kabupaten madiun harus melakukan sebagai berikut; Pengolahan tanah, pengolahan air dan perbaikan drainase. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Penambahan pupuk yang mengandung Mg. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik
