203 research outputs found

    Political Reformation and its Impact on Library And Information Science Education And Practice: A Case Study Of Indonesia During And Post-President-Soeharto Administration

    Get PDF
    The author discusses library and information science education before and after 1998, the year President Soeharto stepped down. Before 1998, the government centralized policy making. For LIS education, the Ministry of Education through the Directorate General of Higher Education (DGHE), issued a nation-wide curriculum for sarjana or undergraduate programmes, leaving little space for LIS schools to establish additional courses. After 1998, the Directorate General of Higher Education issued minimum requirements for LIS schools with the remaining credit hours to be decided by each institution. Also before 1998, DGHE issued permission to open new LIS schools after reviewing the submitted proposals. Post 1998, any university could open undergraduate and graduate programmes in LIS without DGHE permission even though not all academic requirements are fulfilled. However, LIS schools must be supervised for two years after their programmes begin by an accrediting agency. The centralised policy also influenced course content

    Respon Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) terhadap Pemberian Kompos dan Arang Tempurung Kelapa pada Media Limbah Tambang Pasir

    No full text
    Sand mining activity is having potential to river ecosystem disruption. An amount left over of sands from this activity can cause the river water to become turbid. Sand mining waste utilization as growing medium of Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) is necessary to be tested. Jabon is one of basic commodity of timber industries. This research was aimed to analyze growth responses of jabon seedlings with the addition compost and coconut shell on sand mining waste. This research used factorial experiment in complete random design. The result showed that interaction of compost fertilizer and coconut shell charcoal is clearly affected height and total dry weight. Compost with dosage 60 gram and charcoal coconut shell dosage 3% into medium sand mining waste can increase value of the total dry weight of jabon seedling

    Respon Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia mangium. Willd.) terhadap Pemberian Arang Sekam dan Kompos pada Media Tailing

    No full text
    Tailing merupakan salah satu limbah utama yang dihasilkan pada kegiatan pertambangan emas. Tailing memiliki beberapa karakter diantaranya, kandungan bahan organik dan aktivitas mikroorganime yang rendah, rendahnya kandungan hara esensial dan KTK (kapasitas tukar kation) rendah. Karakteristik tersebut menimbulkan kendala dalam kegiatan revegetasi, sehingga perlu dilakukan perbaikan lahan sebelum dilakukan kegiatan revegetasi, salah satunya dengan cara penambahan arang sekam, dan kompos. Arang sekam dan kompos merupakan media tumbuh yang baik untuk pertumbuhan tanaman dimana keduanya mampu memperbaiki kondisi lahan yang marginal serta sebagai sumber hara dan mikroba untuk kesuburan lahan. Pemilihan jenis pohon yang tepat seperti jenis pioner mempunyai kemampuan adaptabilitas yang baik, cepat tumbuh, teknik silvikulturnya diketahui, tersedia bahan tanamannya, bersimbiosis dengan mikroba dan bersifat katalitik. Salah satu jenis yang potensial adalah akasia (Acacia mangium. Willd). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian arang sekam dan pupuk kompos, berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan semai A. mangium. Pemberian dosis terbaik adalah arang sebesar 100 g dan pupuk kompos sebesar 20 g untuk pertumbuhan A. mangium

    Pertumbuhan Bibit Trembesi (Samanea saman Merr.) pada Media Tailing dengan Penambahan Arang Sekam dan Pupuk Kompos

    No full text
    Penambangan emas merupakan jenis penambangan terbuka yang menghasilkan limbah berupa tailing yang beracun. Sebelum dikembalikan ke lingkungan, tailing harus melalui proses pengolahan untuk menghilangkan sifat-sifat kimia yang berbahaya. Setelah kadar racun hilang maka tailing dapat dikembalikan ke lingkungan, namun tanah jenis ini tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu perlu perlakuan tambahan agar tanaman dapat tumbuh pada media tailing. Salah satu caranya adalah dengan penambahan bahan organik seperti arang sekam dan pupuk kompos. Selain itu pemilihan tanaman juga perlu diperhatikan, jenis tanaman yang sebaiknya ditanam adalah tanaman cepat tumbuh seperti tanaman trembesi (Samanea saman Merr). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemberian arang sekam dan pupuk kompos terhadap pertumbuhan bibit trembesi pada media bekas tambang emas (tailing). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu arang sekam dan pupuk kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan arang sekam dan pupuk kompos secara tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Interaksi penambahan kedua faktor pun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi dan diameter, namun berpengaruh nyata pada parameter berat basah total (BBT) dan berat basah kering (BKT)

    Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba) pada Media Bekas Tambang Pasir dengan Penambahan Sub Soil dan Arang Tempurung Kelapa

    No full text
    The effect of sand mining are environmental degredation and reduction of soil quality (physically, chemistry, or biological). The land of ex-sand mining could be marginal land and causes the revegetation barrier. Soil amendment is a necessary phase for this problem i.e. additional of sub soil and charchoal of coconut shell on the soil. The species selection also determine for revegetation result. Jabon (Anthocephalus cadamba) is an pioneer, adaptive and fast growing species. The aim of this reasearch are to analyze the effect of sub soil and charcoal of coconut shell increment to the growth of jabon seedling on ex-sand mining soil and to find out the optimum dose of sub soil and charcoal of coconut shell increment. The result of this research showed that sub soil and charcoal of coconut shell increment on ex-sand mining soil extend positive influence. The combination 500 g sub soil and 20 g charcoal of coconut shell gave the best growth for jabon seddling on ex-sand mining soil

    Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia mangium Willd.) pada Media Bekas Tambang Kapur dengan Penambahan Pupuk NPK dan Kompos

    No full text
    Batu kapur merupakan bahan galian golongan C yang banyak digunakan untuk industri dan bahan bangunan. Penambangan batu kapur yang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan hilangnya vegetasi penutup hutan serta rusaknya lapisan tanah. Jenis Acacia mangium merupakan salah satu jenis pionir yang cocok digunakan untuk revegetasi. Selain itu penambahan pupuk NPK dan kompos diharapkan dapat memperbaiki sifat-sifat tanah bekas tambang kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk NPK dan kompos terhadap pertumbuhan bibit akasia pada media bekas tambang kapur serta mengetahui dosis pemberian pupuk NPK dan kompos yang sesuai dengan kondisi media bekas tambang kapur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk NPK dan kompos hanya memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi. Penambahan pupuk NPK tunggal maupun kompos tunggal tidak memberikan pengaruh nyata pada semua parameter yang diujikan yaitu tinggi, diameter, berat basah total, berat kering total, nisbah pucuk akar, dan jumlah bintil akar. Perlakuan N2K3 (pupuk NPK dosis 10 gram dengan kompos dosis 90 gram) memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tinggi semai akasia

    Respon Pertumbuhan Bibit Leda (Eucalyptus deglupta Blume) terhadap Penambahan Arang Tempurung Kelapa dan Pupuk Kandang Sapi pada Media Bekas Tambang Pasir

    No full text
    Daerah tepi sungai adalah area yang sering digunakan untuk penambangan pasir. Penambangan pasir yang terlalu dieksploitasi dan dikelola dengan buruk akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Limbah pasir dari aktivitas tersebut menyebabkan air sungai dapat menjadi keruh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan pupuk kandang sapi dan arang tempurung kelapa terhadap pertumbuhan bibit leda (Eucalyptus deglupta Blume) pada media bekas tambang pasir dan mengetahui dosis pemberian pupuk kandang sapi dan arang tempurung kelapa yang sesuai dengan kondisi media lahan bekas tambang secara efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan media tanam, penyapihan, pemeliharaan, pengamatan dan pengambilan data, serta analisis unsur hara, rancangan percobaan dan analisis data. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Hasil penelitian menunjukkan pemberian arang tempurung kelapa dan pupuk kandang sapi menghasilkan pengaruh positif terhadap pertumbuhan bibit leda. Interaksi antara pupuk kandang sapi dan arang berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi dan berat kering total. Pemberian pupuk kandang sapi tunggal berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi dengan dosis terbaik 100 g (A4). Pemberian dosis arang tempurung kelapa 60 g (B3) memberikan respon terbaik terhadap parameter tinggi

    Pertumbuhan Bibit Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) pada Media Bekas Tambang Pasir dengan Pemberian Subsoil dan Arang Batok Kelapa

    No full text
    Exploitation of natural resources in order to meet the increasingly commonplace as the needs of the population increase. Exploitation are likely to cause environmental damage. One such activity is the mining of sand. River sand mining will lead to a sustained decrease in the amount of sand in the river bed. As a result, the river will be damaged by excavation continues. In addition to damaging the ecosystem of the river, sand mining has also led to a decrease in water quality and air pollution. In order to reduce the impact of damage, utilization and processing of mining waste as a growing medium in a first step into alternative revegetation can be done. However, low nutrient content and CEC and texture of sand dominated an obstacle in the utilization of tailings sand as a growing medium. Application subsoil and the addition of coconut shell charcoal is expected to help improve these constraints. Sengon is a very fast growing plant and has a high potential and has been widely known to the public. These plants are best used in the post-mining land rehabilitation. The results showed that the addition of the interaction of subsoil and coconut shell charcoal gives the best growth of influence. Interaction addition of 75% subsoil and charcoal 40 g (a3b2) is the best treatment to improve seedling height by 64%. While the increase in diameter increment, the interaction of subsoil 75% and the addition of 60 g charcoal (a3b3) is the best treatment with the addition of a diameter of 87.50%. The best treatment for weight parameters in total bases (BKT) and total dry weight (BKT) indicated by the treatment (a3b3) with a 63.49% increase% and 36.10%. Giving a single charcoal best in show at the addition of 60 g charcoal (a0b3). Indicated by a high addition of 47.32%. While granting subsoil singly not give significant effect on seedling growth

    Respons Pertumbuhan Bibit Kayu Putih (Melaleuca cajuputi Roxb.) Terhadap Pemberian Kompos (Acacia mangium Wild.) Di PT Tunas Inti Abadi

    No full text
    Ketersedian kompos merupakan kunci keberhasilan reklamasi lahan pasca tambang untuk memperbaiki kesuburan tanah. Untuk mendukung keberhasilan reklamasi maka berbagai upaya perbaikan lahan bekas tambang perlu dilakukan dengan tetap mengoptimalkan potensi bahan organik yang berada pada areal pertambangan. Kompos serasah A. mangium dalam penelitian ini digunakan sebagai campuran media tumbuh bibit kayu putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos A. mangium terhadap pertumbuhan bibit kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kompos serasah akasia dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kayu putih. Penambahan kompos menunjukkan berpengaruh nyata terhadap parameter diameter dan berat kering total sedangkan untuk parameter tinggi, nisbah pucuk akar dan indeks mutu bibit tidak memberikan pengaruh nyata. Perlakuan pembuatan kompos dengan penambahan EM4 dan kotoran kambing merupakan perlakuan efektif dan efisien untuk perusahaan

    Dampak Pertambangan Batu Granit terhadap Sifat Fisik, Sifat Kimia, dan Sifat Biologi Tanah di Areal Hutan Lindung PT. Karimun Granit Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau

    No full text
    Introduction. Indonesia have variated potency of nature resources that indigenous to forest. Besides management of forest, there is other activity that goes on in forest area that is mining activity. Mining Activity generaly conducted in nature forest, and even protected forest. Mining Activity of course can destroy forest ecosystem that opened for made areal mining. Mining Activity cause vegetation and land damage that affect erosion and sedimentation. Mining also can cause loss of land fertility at ex areal mine. In consequence, its needed research about the impact of mining . Specifically for granite mining that conducted PT. Karimun Granite in Sub-province Karimun, Province Kepulauan Riau, that reported has caused various of landscape and land damage in the mining areal. Materials and Method. This Research uses data of physical characteristic analysis, chemistry and biology of protected forest area land PT. Karimun Granit Sub-province Karimun, Province Kepulauan Riau. Research Method as used in this research is by purposive sampling, that location has been determined by Tim KementrianLingkungan Hidup. Data of physical analysis, chemistry and biology characteristic are compared to every location to analize the level of change at each of land characteristic value. Analysis of land characteristic is conducted to know the characteristic of physical, chemistry, and land biology at research location. Analysis of Variance (ANOVA) by F test to variable perceived, conducted to know physical denaturing, chemistry and land biology after activity of granite mining. If f-count reach > F tables (value of reality opportunity < 0.05) or granite mining has an effect on reality, then conducted test continues to compare the middle value treatment. The test continues that used is Tukey test. Result and Discussion. Base value of analysis result characteristic of physical, chemistry, and land biology is known that at the three of location that is nature forest, dig land, and erotion land value each characteristic of land experiences of change either degradation or improvement. Then base testing result by F test, characteristic of land physical are not influenced manifestly by granite mining. Whereas for characteristic of chemistry and biology of some of which land is influenced manifestly by granite mining that is C-Organic, N-total, Mg, Na, KTK, Mn, and totalize mikroorganisme land. Result continues Tukey test for land characteristics referred as indicate that value at dig land and erotion land differ reality by value at nature forest. Conclusion. Activity of granite mining causes change the physical characteristic of land, that shown by the increase of bulk density, and degradation of land porosity, water availabilty, and permeability. In other hand, activity of granite mining causes change at characteristic of land chemistry that shown by increasing of pH, Fe, and Zn and degradation of C-organic content, KTK, N-total, P-Bray, K, Ca, Mg, Na. And then, activity of granite mining causes change at characteristic of land biology that is shown by increase of fungi land, totalize solute P bacterium, and totalize land respiration, and degradation of land mikroorganisme
    corecore