4 research outputs found
Manajemen Keuangan dalam Peningkatan Mutu Sekolah berbasis Rapor Pendidikan
Penelitian ini mengkaji manajemen keuangan dalam peningkatan mutu sekolah berbasis rapor pendidikan di SDN 004 Bontang Barat. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan keuangan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses perencanaan anggaran, faktor-faktor penentu prioritas, keterlibatan pemangku kepentingan, serta efektivitas penggunaan dana dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan berdasarkan hasil dari Rapor Pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil utama menunjukkan bahwa perencanaan anggaran yang cermat dan berbasis data rapor pendidikan, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu sekolah. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya dan kompleksitas regulasi. Kesimpulannya, manajemen keuangan yang transparan, efisien, dan akuntabel merupakan kunci dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PASIEN PUSKESMAS SADENG PASAR DENGAN METODE EXTREME PROGRAMMING
ABSTRAKPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PASIEN PUSKESMAS SADENG PASAR DENGAN METODE EXTREME PROGRAMMING. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik secara langsung maupun tidak langsung di sarana pelayanan kesehatan. Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat. Hal itu pula yang dilakukan oleh Pusekesmas Sadeng Pasar Desa Babakan Sadeng Kabupaten Bogor. Saat ini ini sistem pengolahan data pasien masih menggunakan sistem konvensional, yaitu masih mengandalkan lembaran kertas dan buku sebagai media dokumentasi atau pendataan semua kegiatan di puskesmas. Akibatnya, proses pendataan dan pencarian data pasien sering mengalami keterlambatan. Di samping itu, resiko kehilangan data pasien dan transaksi pelayanan sering terjadi, karena proses penyimpanannya kurang teratur. Berkenaan dengan permasalahan tersebut, diperlukan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dapat memudahkan seluruh kegiatan di puskesmas. Metode Pengembangan Sistem yang digunakan pada penelitian adalah Extreme Programming yaitu sebuah proses rekayasa perangkat lunak yang cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek dan sasaran. Dengan adanya sistem informasi pasien berbasis web ini, Diharapkan ke depannya Pusekesmas Sadeng Pasar bisa menjadi lebih baik lagi dalam proses pendataan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi masalah keterlambatan pendataan dan pencarian data pasien di Pusekesmas Sadeng Pasar dengan membangun sistem informasi pasien yang sudah terkomputerisasi. Dengan sistem yang akan dibuat ini diharapkan akan dapat membantu dan mempermudah dalam pelaksanaan pendataan pasien. Dalam perancangan sistem ini penulis, menggunakan menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language), bahasa PHP dan dalam perancangan Database menggunakan MySQL.
Kata Kunci: Pasien, Puskesmas, Extreme Programming, UML, MySQL
ABSTRACTSADENG PASAR HEALTH CENTER PATIENT INFORMATION SYSTEM DESIGN USING EXTREME PROGRAMMING METHOD . A patient is every person who consults about their health problems to obtain the necessary health services, either directly or indirectly at a health service facility. Puskesmas is an organizational unit that operates in the field of health services which is at the forefront and has a mission as a center for service development health, which carries out comprehensive and integrated health guidance and services for the community. This is also what is done by the Sadeng Community Health Center, Babakan Sadeng Village Market, Bogor Regency. Currently, the patient data processing system still uses a conventional system, that is, it still relies on sheets of paper and books as a medium for documentation or data collection for all activities at the health center. As a result, the process of collecting data and searching for patient data often experiences delays. In addition, the risk of losing patient data and service transactions often occurs, because the storage process is less organized. Regarding this problem, a computerized information system is needed that can facilitate all activities at the community health center. The system development method used in the research is Extreme Programming, which is a software engineering process that tends to use an object and target oriented approach. With this web-based patient information system, it is hoped that in the future the Sadeng Pasar Health Center can be even better in the patient data collection process. The aim of this research is to overcome the problem of delays in data collection and searching for patient data at the Sadeng Pasar Health Center by building a computerized patient information system. It is hoped that the system that will be created will help and simplify the implementation of patient data collection. In designing this system the author uses UML (Unified Modeling Language) modeling, the PHP language and in designing the database using MySQL.
Keywords: Patient, Public Health Center, Extreme Programming, UML, MySQ
LEGAL TRANSFORMATION OF MOVABLE WAQF: Contemporary Legal and Regulatory Perspectives in Modern Indonesia
This article discusses the legal transformation of movable waqf in the context of current laws and regulations in Indonesia, particularly in the modern era. Waqf, which is commonly known in the form of land and fixed property, has experienced developments in terms of the objects that can be waqfed, including movable objects such as money, vehicles, and other equipment. This study outlines the changes in legal perspectives that have occurred in line with the development of regulations and policies related to the waqf of movable objects, including Law No. 41/2004 on Waqf, as well as its implementing regulations. In addition, the article also highlights the challenges and opportunities that arise in the implementation of movable waqf in Indonesia, as well as the role of religious institutions and the government in regulating and ensuring the sustainability of movable waqf. Hopefully, this article can provide a deeper understanding of the potential and legal implications of movable waqf in Indonesia's increasingly dynamic legal system.Keywords: Legal Transformation, Waqf Legislation, Contemporary Waqf, Utilization of Movable Asset
Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Bebas (Vrijspraak) Dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik di Media Sosial
76 HalamanPencemaran nama baik atau penghinaan diartikan sebagai perbuatan yang dengan sengaja menyerang kehormatan dan/atau nama baik seseorang. Berdasarkan data yang penulis peroleh dalam penelitian di Pengadilan Negeri Medan, di tahun 2018 terdapat 114 kasus, 164 kasus di tahun 2019 dan 279 kasus pencemaran nama baik di tahun 2020. Seperti halnya yang terjadi di kota Medan, seorang perempuan yang melakukan pencemaran nama baik di media sosial dan pihak yang menjadi korban pencemaran nama baik merasa dirugikan karena nama baiknya telah tercemar di lingkungan sosialnya dan didalam persidangan hakim menjatuhkan putusan bebas kepada terdakwa. Dalam skripsi ini penulis mengangkat sebuah putusan Nomor 3563/Pid.Sus/2019/Pn.Mdn. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ketentuan putusan bebas (vrijspraak) dan delik pencemaran nama baik di media sosial dalam hukum pidana dan bagaimana pertimbangan hukum terhadap putusan bebas (vrijspraak) dalam tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial berdasarkan Putusan Nomor: 3563/Pid.Sus/2019/Pn-Mdn.
Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan mempelajari norma-norma yang ada atau peraturan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Sifat penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan penerapan hukum positif, suatu gejala, peristiwa, dan kejadian yang terjadi saat ini. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Pustaka (Library Research), Penelitian lapangan (field research) yaitu dengan melakukan studi langsung ke Pengadilan Negeri Medan dan Wawancara dengan Bapak Syafril P.Batubara S.H M.H selaku Hakim di Pengadilan Negeri Medan.
Ketentuan putusan bebas secara tegas telah diatur dalam Pasal 191 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana menyatakan, “jika pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan di sidang kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan menyakinkan, maka terdakwa diputus bebas”. Pertimbangan hukum terhadap putusan bebas (vrijspraak) adalah bahwa dalam penjatuhan pidana haruslah memenuhi unsur-unsur terhadap pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Namun perbuatan terdakwa yakni Febi Nur Amelia tidak memenuhi unsur-unsur seperti yang didakwakan dalam Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Maka terdakwa Febi Nur Amelia haruslah dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Defamation or humiliation is defined as an act that intentionally attacks someone's honor and/or reputation. Based on the data that the authors obtained in the study at the Medan District Court, in 2018 there were 114 cases, 164 cases in 2019 and 279 cases of defamation in 2020. As was the case in the city of Medan, a woman who committed defamation in social media and parties who are victims of defamation feel aggrieved because their good names have been polluted in their social environment and in the trial the judge handed down an acquittal to the defendant. In this thesis the author raises a decision Number 3563/Pid.Sus/2019/Pn.Mdn. The formulation of the problem in this study is how the provisions of acquittal (vrijspraak) and defamation offenses on social media are in criminal law and how are legal considerations for acquittal (vrijspraak) in criminal acts of defamation through social media based on Decision Number: 3563/Pid .Sus/2019/Pn-Mdn.
The research method used is normative juridical, namely the type of research carried out by studying existing norms or laws and regulations related to the problems discussed. The nature of this research is descriptive, namely research that seeks to describe the application of positive law, a symptom, event, and events that are currently happening. The data collection method used in this research is Library Research, field research, namely by conducting a study directly at the Medan District Court and interviewing Mr. Syafril P.Batubara S.H M.H as a Judge at the Medan District Court.
The provisions for the acquittal are expressly regulated in Article 191 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code which states, "if the court is of the opinion that from the results of the examination at trial the defendant's guilt for the actions he is accused of is not legally and convincingly proven, then the defendant is decided. free". The legal consideration for the acquittal (vrijspraak) is that in imposing a criminal sentence, the elements of the article charged by the Public Prosecutor must be met. However, the actions of the defendant, namely Febi Nur Amelia, did not meet the elements as charged in Article 45 Paragraph (3) in conjunction with Article 27 Paragraph (3) of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. So the defendant Febi Nur Amelia must be acquitted of all legal charges
