1,722,042 research outputs found

    Tinjauan Terhadap Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung yang Menerima Permohonan Tanpa Adanya Novum Studi Kasus: Putusan PK No. 53 PK/PID/2013 / oleh Wandi Irwanto

    No full text
    abstrak (A)Nama : Wandi Irwanto (NIM: 205110121). (B) Judul Skripsi: (C)) Tinjauan Terhadap Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung yang Menerima Permohonan Tanpa Adanya Novum (Studi Kasus: Putusan PK No. 53 PK/PID/2013 (D)Halaman: x + 128 + 7 + 2015 (E)Kata Kunci: Peninjauan Kembali, Mahkamah Agung, Novum. (F)Isi: Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia yang berdasar atas hukum, bukan atas kekuasaan. Pada masa saat ini telah banyak terjadi perubahan pada Republik ini yang terjadi dari berbagai aspek kehidupan dan kenegaraan. Hal tersebut memiliki penafsiran yaitu pada perubahan ke arah yang lebih baik atau kepada suatu penurunan dari kualitas hidup dan bernegara. Untuk mengajukan upaya hukum peninjauan kembali pada perkara pidana, salah satu syarat materiilnya adalah ditemukannya bukti baru atau keadaan baru, atau yang disebut dengan novum. Dalam ketentuan Pasal 263 Ayat (2) huruf a KUHAP dikatakan bahwa alasan peninjauan kembali dapat diterima apabila terdapat keadaan novum. Novum merupakan bukti baru yang belum pernah diajukan sama sekali dalam persidangan, yang dapat digunakan sebagai alasan untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu Mahkamah Agung seharusnya tidak menerima permohonan peninjauan karena melanggar ketetentuan Pasal 263 Ayat (2) huruf a KUHAP dan bagaimana kontruksi pandangan Hakim menilai kasus yang semula pidana menjadi perdata dalam kasus ini. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris/sosiologis. Hasil penelitian ini adalah Putusan Peninjauan Kembali No. 53 PK/PID/2013 telah bertentangan dengan asas kepastian hukum dan asas fiat justitia et pereat mondus. Saran dari Penulis yaitu Hakim dalam menerima permohonan Peninjauan Kembali seharusnya lebih jeli dan memperhatikan ketentuan dalam pasal 263 ayat (2) KUHAP dan diperlukan persamaan persepsi hukum yang jelas antara sesama hakim mengenai apa saja yang masuk ke dalam ranah hukum pidana dan yang masuk ke dalam ranah hukum perdata, dan apabila hal tersebut saling berkaitan antara maka ditetapkan suatu aturan yang jelas mengenai hal tersebut akan masuk ke ranah hukum pidana atau perdata. (G)Acuan: 32 (1977-2014) (H) Pembimbing : Hery Firmansyah, S.H., M.Hum., M.PA. (I)Penulis: Wandi Irwant

    DK1-050 - Wandi on Kem being bitten by pig, death of Kem's kid, Dreams

    No full text
    Side A: 000-100 Sombang 14/6/91 100-end kem, Wandi 14/6/91; Side B: 000- Kem, Wandi on Kem being bitten by pig, death of Kem's kid, Dreams **Numbers refer to cassette player counter. Language as given: Taya

    Final Report: Clinical Evaluation of the Wandi Nerida Residential Care Facility

    No full text
    It was not possible to explore Indigenous peoples’ experiences at Wandi Nerida due to very low self-identification. As in other research, the low numbers are likely due to reluctance to disclose following known historical injustices and power imbalances. We recommend that one way to mitigate this potential problem in the future is to embed Aboriginal and Torres Strait Islander mental health workers in clinical and research settings that enable Indigenous peoples to feel safe to share their stories. Overall the staff at Wandi Nerida were positive about the program. Those with Lived Experience expertise perceived they were highly valued by residents and other staff and there was a high level of the use of their expertise in the program. open text responses indicated a positive attitude towards the Wandi Nerida program. Staff perceived the program to be a holistic treatment program that treated participants with care and respect within a treatment non-negotiable framework

    PERILAKU PEDAGANG CENGKEH DI KELURAHAN LINDAJANG MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    Full text link
    ABSTRAK WANDI, 2020. “Perilaku Pedagang Cengkeh Di Kelurahan Lindajang Menurut Perspektif Ekonomi Islam”. Skripsi Program Studi Ekonomi Syariah Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Rahmawati dan Muhammad Iliyas. Skripsi ini membahas tentang perilaku pedagang cengkeh di Kelurahan Lindajang Kecamatan Suli Barat dalam perspektif ekonomi Islam pada masyarakat petani di Kelurahan Lindajang. Penelitian ini mengangkat beberapa permasalahan yakni: Bagaimana perilaku pedagang dan praktek jual beli cengkeh di Kelurahan Lindajang dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi .Informan penelitian ini, adalah sejumlah pedagang dan pembeli cengkeh yang ada di Kelurahan Lindajang Kecamatan Suli Barat. Pemilihan subjek penelitian digunakan dengan metod epurposive sample yakni pengambilan sampel yang didasar kanpa datujuan tertentu. Tehnik analisis yang digunakan ialah deduktif dan induktif .Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk melihat Perilaku pedagang dan praktek jual beli cengkeh dalam perspektif ekonomi Islam pada masyarakat petani Kelurahan Lindajang Kecamatan Suli Barat dapat dilihat bahwa proses pelaksanaan jual beli cengkeh di Kelurahan Lindajang terjadi seperti pelaksanaan jual beli pada umumnya, masyarakat Lindajang melakukan Transaksi jual beli cengkeh diberbagai tempat dimana mereka bertemu. Tetapi keseringan mereka melakukan transaksi jual beli tersebut di rumahsi pembeli. Kata Kunci: Perilaku pedagang Cengkeh, Pandangan Ekonomi Isla

    Practical sketching algorithms for low-rank tucker approximation of large tensors

    No full text
    Low-rank approximation of tensors has been widely used in high-dimensional data analysis. It usually involves singular value decomposition (SVD) of large-scale matrices with high computational complexity. Sketching is an effective data compression and dimensionality reduction technique applied to the low-rank approximation of large matrices. This paper presents two practical randomized algorithms for low-rank Tucker approximation of large tensors based on sketching and power scheme, with a rigorous error-bound analysis. Numerical experiments on synthetic and real-world tensor data demonstrate the competitive performance of the proposed algorithms

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore