1,720,955 research outputs found
PELAKSANAAN PEMISAHAN HARTA DALAM PERJANJIAN PERKAWINAN (MARRIAGE AGREEMENT) YANG BERBENTUK AKTA NOTARIS (STUDI KASUS DI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020)
PELAKSANAAN PEMISAHAN HARTA DALAM PERJANJIAN PERKAWINAN
(MARRIAGE AGREEMENT) YANG BERBENTUK AKTA NOTARIS (STUDI KASUS DI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020)
Tesis, S2, Wanda Octarian, 1820123058
Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Andalas ABSTRAK
Perjanjian kawin/pranikah yaitu suatu perjanjian yang dibuat sebelum pernikahan dilangsungkan dan mengikat kedua belah pihak calon pengantin yang akan menikah dan berlaku sejak pernikahan dilangsungkan. Pokok permasalahan adalah bagaimana pelaksanaan pemisahan harta dalam perjanjian perkawinan (marriage agreement) yang berbentuk akta notaris di Kabupaten Kampar tahun 2020 dan apa sajakah hambatan-hambatan dan upaya pelaksanaan pemisahan harta dalam perjanjian perkawinan (marriage agreement) yang berbentuk akta notaris tersebut. Penelitian hukum ini menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu suatu penelitian yang menggunakan metode pendekatan terhadap masalah dengan melihat norma-norma hukum yang berlaku kemudian dihubungkan dengan fakta-fakta hukum yang terdapat dilapangan. Dalam penelitian ini sumber data diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian, Pelaksanaan pemisahan harta dalam perjanjian perkawinan (marriage agreement) yang berbentuk akta notaris di Kabupaten Kampar tahun 2020 yaitu harus dibuat dengan akta notaris yang dilakukan di hadapan notaris, dibuat oleh para pihak yaitu calon suami dan calon istri atau pasangan suami istri di hadapan notaris, isi akta perjanjian kawin, mengenai pemisahan harta tidak boleh bertentangan dengan hukum Islam dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, perjanjian perkawinan termasuk mengenai pemisahan harta suami dan istri pada saat sekarang ini dicatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Maka dari pada itu notaris mempunyai kewenangan yang sangat penting dalam pembuatan perjanjian perkawinan karena notaris berwenang membuat akta otentik yang terdapat dalam Pasal 15 Ayat 1 UUJN. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pemisahan harta dalam perjanjian perkawinan (marriage agreement) yang berbentuk akta notaris yaitu suami isteri beritikad buruk dalam hal utang piutang terhadap pihak ketiga, calon suami atau istri melanggar isi perjanjian kawin, selama berlangsungnya pernikahan suami atau istri melanggar isi perjanjian kawin, terjadi sengketa perdata mengenai isi perjanjian kawin, perjanjian hanya dapat diubah dengan persetujuan kedua pihak suami dan istri, dan tidak merugikan kepentingan pihak ketiga, serta disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan. Sedangkan upaya pelaksanaan pemisahan harta dalam perjanjian perkawinan (marriage agreement) yang berbentuk akta notaris yang paling sering terjadi yaitu dilakukan secara litigasi maupun non litigasi.
Kata Kunci : Pemisahan Harta, Perjanjian Perkawinan, Notari
PEMBERIAN IZIN USAHA PERCETAKAN OLEH PEMERINTAH KOTA PADANG
Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, Pengurusan Izin telah terdesentralisikan kepada Pemerintah
Daerah sesuai adanya pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat ke Daerah
diharapkan agar pemerintahan Daerah dapat mengatur dan mengurus sendiri urusan
Pemerintahannya. Dalam hal ini penulis berfokus kepada lembaga Dinas Penanaman
Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai wadah pemberian Izin.
Keduduan Lembaga Dinas Perizinan ini di katakan sebagai suatu keberadaan di mana
bahwa suatu perizinan itu telah dilimpahkan tanggungjawab dari Pemerintah Pusat
kepada Dareah, yang di
jamin dalam Pasal 350 Undang-Undang Nomor 23 tahun
2014. Sehingga hal ini juga memperlihatkan bahwa setiap pengusaha dan perusahaan
harus mempunyai Izin usaha, dikarenakan perizinan berkaitan dengan kepentingan
yang diinginkan oleh masyarakat dengan tujuan untuk melakukan aktivitas tertentu
dengan mendapat persetujuan atau legalitas dari pejabat negara didalam administrasi
pemerintah dalam suatu negara. Tetapi daam perakteknya masih banyak pengusaha
atau perusahaan yang masih tidak memiliki izin usaha. Dari penjelasan di atas maka
dapat di tarik perumusan masalah yaitu Bagaimana pemberian izin Percetakan oleh
pemerintah kota padang, kedua apa saja kendala yang dihadapi pemerintah dalam
pelaksanaan pemberian izin usaha Percetakan oleh pemerintah kota padang, dan
ketiga bagaimana tindakan pemerintah kota padang terhadap pelaku usaha
Percetakanyang tidak memiliki izin usaha. Skripsi ini bertujuan untuk merangkum
dan melihat seberapa banyak pengusaha usaha jasa Percetakan yang sudah memiliki
Izin untuk usahanya dan juga melihat bagai mana cara atau upaya Pemerintah untuk
memberikan peringatan atau suatu penyuluhan terhadap pengusaha atu perusahaan
yang masih tidak memiliki izin usaha terutama di Kota Padang. Metode yang
digunakan Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan melakukan
observasi lapangan dan wawancara kepada narasumber yang dianggap memahami
ataupun menjadi subjek penelitian.Penelitian ini juga didukung dengan metode
yuridis normatif dengan mempertimbangkan sumber data sekunder berupa bahasan
tentang pokok ide dari penulis dan literatur lainnya. Dalam penelitian ini di temukan
hasil penelitian berupa proses pemberian izin usaha percetakan oleh dinas perizinan
Terpada kota padang dan kendala-kendala dalam proses pemberian izin usaha percetakan oleh dinas penanaman modal dan pelayanan perizinan terpada satu pintu
kota padang
Pelaksanaan pemisahan Harta Dalam Perjanjian Perkawinan (Marriage Agreement) yang Berbentuk Wanda OctarianAkta Notaris (Studi Kasus Di Kabupaten Kampar Tahun 2020)
iv.; 120 Hal.; ill.; 19 c
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
