1,721,013 research outputs found
Partisipasi Politik Wanita Muslim
Terlepas dari kontroversi peran wanita dalam politik, sebagian wanita muslim di Surabaya banyak yang mulai terlihat aktif di politik. Perkembangan ini seiring dengan perjalanan waktu reformasi, yang berimplikasi pada munculnya partai-partai yang mengafiliasikan sebagai partai Islam Sehingga saluran politik wanita muslim semakin banyak dan semakin membuka kesempatan wanita muslim untuk aktif di partai politik. Saluran politik mereka di antaranya; Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Bulan Bintang, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan
Meskipun saluran politik wanita muslim di Surabaya berbeda, namun tujuan yang hendak dicapai melalui wadah-wadah tersebut esensinya sama. Mereka ingin memperlihatkan pada dunia bahwa wanita mampu berkiprah di politik sebagaimana laki-laki. Ini diwujudkan dengan tampilnya beberapa wanita muslim Surabaya duduk di kursi legislatif. Di sanping itu mereka berupaya untuk meningkatkan peran dan kualitas wanita yang selama ini terpinggirkan.
Bentuk partisipasi politik wanita muslim di Surabaya (PKB, PBB, PAN, dan PPP DPW Jawa Timur) yang paling nyata adalah keterlibatan mereka dalam Pemilihan Umum, internal organisasi, dan eksternal organisasi yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam Pemilu misalnya, mereka tidak canggung untuk menjadi juru kampanye partai Juga dalam internal maupun eksternal mereka terlibat partisipasi secara berkesinambungan untuk menghadiri rapat, memberikan sumbangan kepada partai baik yang berupa materiil, immateriil, sampai lobbying kepada pemerintah
Mengasah Interpersonal Skills Mahasiswa Calon Pendidik
Interpersonal skills merupakan salah satu hal penting dalam intelek manusia. Kegunaan kreatif dari pikiran manusia dituntut untuk mampu mempertahankan hubungan sosial manusia secara efektif. Banyak orang mampu memikirkan semua konsekuensi dari apa yang telah mereka perbuat, mengantisipasi tingkah laku orang lain, menentukan keuntungan dan kerugian, dan mengatasi dengan baik hal-hal hubungan interpersonal. Sebagai calon pendidik, kompetensi sosial dan Kapabilitas komunikasi interpersonal menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas pendidik. Pendidik yang sukses adalah pendidik yang memiliki kemampuan bekerja sama, berempati, dan pengendalian diri yang menonjol
Pengembangan Kreativitas Guru sebagai Modal Penerapan Kurikulum 2013
Penerapan kurikulum baru 2013 menuntut guru kreatif, yang mampu melihat perubahan yang selalu terjadi. Dia mampu menempatkan siswa sebagai komponen penting dalam sistem pembelajaran di sekolah, karena ia merupakan subyek dari proses dan aktivitas pembelajaran. Guru yang kreatif bukan hanya pandai dalam pengambilan keputusan dan mendominasi kelas, tetapi bagaimana mendesain suatu gaya mengajar yang melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan sehingga membuat siswa aktif, variatif dan kreatif dalam setiap sesi pembelajaran
MEMBENTUK PRIBADI POSITIF MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
Pendidikan karakter menjadi tema penting saat ini untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial yang kerap melanda negara ini. Ia menjadi alternatif solusi yang perlu dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali di lembaga pendidikan, yang notabene sebagai wadah penggodokan tiga ranah tingkah laku; kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sekolah dipandang sebagai lahan yang efektif untuk membentuk pribadi positif anak, setelah keluarga. Pribadi positif yang terbangun dari proses pembiasaan karakter di sekolah diantaranya: Mampu menilai diri sendiri secara realisitik, Menerima tanggung jawab, kemandirian, dapat mengontrol emosi, berorientasi tujuan, penerimaan sosial, berbahagia, dan lainnya. Ini semua dapat terwujud jika semua stakeholder dilibatkan untuk mengawal dan menjalankan, dan mengevaluasi semua proses ini sehingga menjadi budaya positif di sekolah
PENGARUH BEHAVIOR MODELING TRAINING TERHADAP CARING GURU SEKOLAH DASAR
Caring merupakan hal yang sangat mendasar dalam mensukseskan pendidikan. Guru yang percaya pada kemampuan siswanya, maka dia akan menunjukkan bahwa dia care, dengan menempatkan siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran dan guru mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi problem caring guru SD, behavior modeling training merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan caring guru, karena model ini memiliki tuntunan yang jelas dalam merubah perilaku. Apakah ada pengaruh behavior modeling training terhadap caring guru SD menjadi konsentrasi yang perlu dijawab dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan caring guru yang diberi pelatihan BMT dan guru yang tidak diberi pelatihan BMT. Penelitian ini termasuk penelitian true experiment dengan desain pretest-postest design with control group. Subjek penelitian ini guru SD kelas awal (1-3) pada KKG gugus 06 di Sidoarjo berjumlah 54 orang yang terbagi dalam 2 kelas. Pemilihan sampel dilakukan secara acak. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik dengan menggunakan teknik analisis ANOVA. Berdasarkan analisis data, ditemukan hasil penelitian: (1) penerapan BMT bagi guru SD berpengaruh terhadap caring guru, (2) efektifitas penerapan BMT dapat dilihat dari hasil uji statistik ANOVA pada kelompok kontrol dan eksperimen. Secara serempak diketahui ada perbedaan signifikan caring guru yang dilatih dan yang tidak dilatih dengan BM
- …
