441 research outputs found
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IIS DI SMA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil dan aktivitas belajar ekonomi dengan menggunakan model Tutor Sebaya di kelas XI IIS SMA Negeri 1 Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dan subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IIS 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Teknik Pengukuran, Observasi Langsung dan Studi Dokumenter. Sedangkan alat pengumpul datanya adalah: 1. Butir tes, 2. Lembar observasi, dan 3. Lembar catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan signifikan antara hasil dan aktivitas belajar mata pelajaran ekonomi yang diajar dengan model Tutor Sebaya dengan model pembelajaran konvensional, di mana nilai kelas eksperimen (84,71) lebih baik dibandingkan dengan nilai kelas kontrol (75,69) di kelas XI IIS SMA Negeri 1 Pontianak Kata Kunci: Tutor Sebaya, Konvensional, Aktivitas Belajar Abstract: This study aims to identify and describe the learning outcomes and activities of economic by using the peer tutoring type cooperative model in class XI IIS Senior High School 1 Pontianak. This study used a quasi-experimental methods, and the subjects were students of XI IIS1 as an experimental class and XI IIS 2 as a control class. Data collection techniques used are: Measurement Techniques, Direct Observation and Documentary Studies. While the data collection tools are: 1. Grain test, 2. Sheet observation, and 3. Sheet notes. These results indicate that there is a positive and significant difference between the results of studying the accounting cycle training eye 2 taught by the Peer Tutoring type cooperative learning model and the conventional model, where the value of the experimental class (84,71) is better than the control class value (75,69) in XI IIS class of Senior High School 1 Pontianak Keywords: Peer Tutoring, Conventional, Learning Activit
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI
Wahyuni Hidayani. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas X IIS 1 Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran ekonomi kelas X IIS 1 SMA negeri 3 surakarta melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Jenis penelitian ini merupakan penelitain tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan secara kolaborasi anatara peneliti dengan guru mata pelajaran ekonomi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IIS 1 SMA negeri 3 surakarta yang berjumlah 25. Teknik pengumpulan data penelitain adalah observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemebelajaran kooperatif tipe team assisted individualization (TAI) dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar peserta didik dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Peningkatan kekatifan peserta didik terlihat pada siklus I dari segi mental activities meningkat ( presentase pra siklus 8% , siklus I 91%, dan siklus II 93%), keaktifan peserta didik dari segi oral activities ( presentase pra siklus 0%, siklus I 85% dan siklus II 92%), keaktifan peserta didik dari segi visual activities ( presentase pra siklus 44%, siklus I 88%, dan siklus II 95%), dari segi listening activities ( presentase pra tindakan 48%, siklus I 89,33% dan siklus II 93,33%), dari segi writing activities (presentase pra tindakan 0%, siklus I 93,33%, siklus II 95%). Prestasi belajar peserta didik meningkat pada rata-rata nilai pra siklus 77,4 dengan presentase ketuntasan 56%, siklus I rata-rata nilai 80,38 dengan presentase ketuntasan 64%, siklus II nilai rata-rata 85,5 dengan presentase ketuntasan 88%. Kata Kunci: Team assisted individualization (TAI), keaktifan
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFIT DARI LAHAN KOPI ARABIKA YANG TERSERANG NEMATODA Radopholus similis
Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang tumbuh dalam jaringan
tanaman, dapat membentuk koloni tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman
tersebut. Bakteri endofit dapat diisolasi dari tanaman kopi. Program konversi lahan
kopi di Indonesia menemui kendala yaitu muncul serangan nematoda Radopholus
similis pada tanaman kopi arabika yang dilakukan di lahan ketinggian menengah (700
– 900m dpl). Nematoda ini menimbulkan gejala kerusakan pada varietas kopi arabika
tipe katai tahan penyakit karat daun, tanaman tumbuh meranggas dengan ranting
mengering tanpa daun setelah pembuahan pertama. Namun, beberapa tanaman tidak
menunjukkan gejala kerusakan, hal ini diduga pada tanaman memiliki bakteri endofit
yang membuat pertahanan dalam tubuhnya. Bakteri endofit mampu menghasilkan
senyawa metabolit sekunder yang sama dengan induknya, salah satunya yaitu
senyawa antimikroba, antifungi, dan nematisidal. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui spesies/genus dan karakter baik morfologi, fisiologi, dan biokimia bakteri
endofit yang berhasil di isolasi dari lahan kopi arabika yang terserang Nematoda
Radopholus simili
Analisis kinerja bank pemerintah sebelum dan selama pandemi covid-19
State-owned banks are able to provide nearly 50 percent of the net profit of the entire national banking sector. However, the Covid-19 pandemic that hit the face of the earth in early 2020 turned the development of the Indonesian government Bank upside down. As a result of this outbreak, state-owned banks experienced several problems, namely arrears in payments from customers, increased credit exposure, and decreased levels of liquidity, solvency and profitability. This study aims to examine differences in Third Party Funds (DPK), credit risk (NPL), liquidity (LDR), and profitability (ROA) of state-owned banks before and during the COVID-19 pandemic. This study used a comparative quantitative method with analytical techniques using the paired sample t-test and the Wilcoxon signed ranks test with the classical assumption test. The sampling technique used purposive sampling, then obtained 4 research samples, including Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, and Bank BTN. This study uses secondary data in the form of quarterly financial reports of government banks listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2021 period. The results of this study indicate that Third Party Funds (DPK), Non-Performing Loans (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA) all experienced significant differences during the 2018–2019 period before the COVID-19 pandemic significant differences occurred during the COVID-19 pandemic (2020–2021)
evaluasi kinerja pemasaran pada perusahaan roti said's
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjualan riil dibanding target penjualan yang dicapai, efisiensi biaya pemasaran, profitabilitas dan efisiensi biaya promosi pada perusahaan roti said's jembe
Dasar dan Pertimbangan Hakim Mengabulkan Dispensasi Usia Perkawinan : studi di Pengadilan Agama Kota Malang
Di dalam Undang-Undang Perkawinan, terkandung beberapa prinsip untuk menjamin cita-cita luhur perkawinan. Salah satunya adalah prinsip kematangan calon mempelai. Oleh karena itu, Undang-Undang Perkawinan di dalam pasal 7 ayat (1) membatasi usia minimal bagi seseorang yang akan melangsungkan perkawinan.
Selanjutnya, di dalam pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan, diatur mengenai dispensasi usia perkawinan. Namun, tidak diatur secara detail. Permasalahan yang diangkat ada dua. Yang pertama, faktor apa saja yang menyebabkan diajukannya dispensasi usia perkawinan. Kedua, bagaimana dasar dan pertimbangan hakim mengabulkan dispensasi usia perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan diajukannya dispensasi usia perkawinan dan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana dasar dan pertimbangan hakim mengabulkan dispensasi usia perkawinan. Terdapat dua manfaat dalam penelitian ini. Pertama, manfaat teoritis yang akan memberikan sumbangsih kepustakaan khususnya memberikan kajian empirik dari pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan agar para hakim bertindak secara tepat dan obyektif dalam mengabulkan permohonan dispensasi usia perkawinan. Kedua, manfaat praktis yang berguna bagi dua komponen, yaitu bagi pemerintah dan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan penentuan lokasi penelitian di Pengadilan Agama Kota Malang. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari mempelajari laporan penelitian, skripsi, penetapan hakim, artikel, serta dokumentasi Pengadilan Agama Kota Malang yang terkait dengan dispensasi usia perkawinan. Teknik analisa data menggunakan metode deskriptif, yaitu menguraiakan, menjelaskan, dan menggambarkan data yang diperoleh. Pembahasan penelitian ini merupakan hasil analisis mengenai faktor-faktor yang menyebabkan diajukannya dispensasi usia perkawinan serta dasar dan pertimbangan hakim mengabulkan dispensasi usia perkawinan. Ada dua faktor yang menyebabkan diajukannya dispensasi usia perkawinan. Pertama, karena calon mempelai wanita sudah hamil terlebih dahulu.
Kedua, karena kekhawatiran orang tua melihat hubungan percintaan anaknya yang sudah sangat intim. Hakim menggunakan dua dasar alam mengabulkan dispensasi usia perkawinan, yaitu ketentuan pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan dan qoidoh fiqhiyyah. Sedangkan pertimbangan hakim adalah untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat yang sudah sadar hukum dan meluangkan waktu dan biaya untuk mengajukan permohonan dispensasai usia perkawinan serta memberikan kemanfaatan hukum bagi masyarakat karena mayoritas alasan permohonan dispensasi usia peerkawinan adalah calon mempelai wanita telah hamil terlebih dahulu. Sehingga, jalan keluar terbaik adalah dengan menikahkan calon mempelai perempuan tersebut secepat mungkin dengan calon suami yang mengahamilinya. Berdasarkan kondisi di atas, maka perlu diadakan pengaturan yang lebih detail mengenai dispensasi usia perkawinan agar ada ukuran yang jelas bagi hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi usia perkawinan
Analisis Kesalahan kalimat Bahasa Jepang Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya (Kajian Morfologi dan Sintaksis).
Dalam mempelajari suatu bahasa, terkadang para pembelajar melakukan kesalahan, jika kesalahan tersebut tidak segera diperbaiki, maka akan terjadi terus menerus secara berulang. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti kesalahan berbahasa morfologi dan sintaksis kalimat bahasa Jepang mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya. Ada 3 rumusan masalah yang akan diteliti yaitu : (1) Apa jenis kesalahan kalimat yang terjadi pada mahasiswa Sastra Jepang universitas brawijaya yang lulus nihongo noryoku shiken level 3, (2) Dari jenis kesalahan kalimat tersebut, jenis apa saja yang termasuk ke dalam kesalahan morfologi pada mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya yang lulus nihongo noryoku shiken level 3, (3) Dari jenis kesalahan kalimat tersebut, jenis apa saja yang termasuk ke dalam kesalahan sintaksis pada mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya yang lulus nihongo noryoku shiken level 3.Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif, dengan data yang diteliti hasil terjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang. Jumlah soal ada 30 buah soal dan jumlah responden ada 45 orang, sehingga data yang dianalisis berjumlah 1350 data. Untuk menganalisis data menggunakan tabulasi, tabel dan persentase, kemudian dijelaskan dengan kalimat-kalimat. Ada 6 jenis kesalahan kalimat yang ditemukan pada hasil penelitian yaitu : (1) jenis kesalahan kalimat datsuraku (pelesapan), (2) jenis kesalahan kalimat fuka (penambahan), (3) jenis kesalahan kalimat gokeisei (salah pembentukan), (4) jenis kesalahan kalimat kondou (kerancuan), (5) jenis kesalahan kalimat ichi (posisi), (6) jenis kesalahan kalimat sono ta (lainnya). dari ke enam jenis kesalahan tersebut, yang termasuk ke dalam kesalahan morfologi yaitu : jenis kesalahan kalimat datsuraku (pelesapan), jenis kesalahan kalimat fuka (penambahan), jenis kesalahan kalimat gokeisei (salah pembentukan) dan jenis kesalahan kalimat sono ta (lainnya). Kemudian yang termasuk ke dalam kesalahan sintaksis yaitu : jenis kesalahan kalimat fuka (penambahan), jenis kesalahan kalimat kondou (kerancuan), jenis kesalahan kalimat ichi (posisi) dan jenis kesalahan kalimat sono ta (lainnya).Dalam pengajaran bahasa asing, agar tidak terjadi kesalahan berbahasa di antara para pembelajar, sebaiknya pengajar memberikan penjelasan secara mendetail tentang bahasa yang akan dipelajari dan memberikan perbedaan dan persamaan antara bahasa pertama dan kedua agar pembelajar bisa memahami bahasa kedua yang dipelajari. Sehingga dapat mengurangi adanya kesalahan berbahasa. Penelitian selanjutnya dapat mempergunakan sumber data berupa novel, rekaman percakapan responden untuk dijadikan sebagai obyek penelitian. Penelitian dalam bidang lain seperti fonetik, leksikal juga dapat digunakan
ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS OF MSMEs TO DRIVE MSMEs IN BOGOR CITY TO RISE DURING POST-COVID-19 PANDEMIC
It was recorded that there were 65,000 MSMEs in the city of Bogor which were registered in the MSME Service Office data, which experienced a significant decline in sales during the COVID-19 pandemic. The role of accounting for MSMEs is to assist in financial control, operations, reporting, and planning. This study aims to determine the business conditions of MSME actors during the COVID-19 pandemic.
The results of the study revealed that the business conditions of MSME actors in the city of Bogor during the Covid-19 pandemic experienced a decline in sales turnover, some even had to terminate their employment. The role of MSME financial accounting standards during the COVID-19 pandemic has not helped much, only to facilitate administration in obtaining government stimulus assistance and tax incentives, to assist in obtaining government capital loans and other financial institutions, and assisting in making business decisions during the pandemic and post-pandemic. pandemic
Efektivitas Pemberian Edukasi ASI Terhadap Perilaku Menyusui Ibu Postpartum Di Rumah Sakit Daerah Balung Jember
ASI merupakan makanan alami yang dapat diperbarui dan berfungsi sebagai sumber gizi lengkap bagi bayi, serta melindungi baik ibu dan anak dari penyakit, dan memiliki sifat anti inflamasi ((Mekurian, 2015)dalam (Handayani dkk., 2019)). ASI dapat mencegah kesakitan dan kematian pada anak. Cakupan ASI yang rendah dikarenakan masih banyak kesalahan yang terletak pada perilaku ibu dalam memberikan ASI, sehingga pemberian ASI pada ibu postpartum belum maksimal, dan salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu postpartum tentang ASI. Rendahnya perilaku ibu dalam pemberian ASI dapat mengakibatkan berbagai masalah. Masalah yang sering dihadapi yaitu mengalami kegagalan dalam menyusui hal ini dikarenakan masih banyak kesalahan yang terletak pada teknik menyusui yang belum benar, memposisikan serta melekatkan bayi. Oleh karena itu, upaya yang bisa dilakukan untuk mengarahkan perilaku pemberian ASI pada ibu postpartum supaya dapat mengatasi permasalahan yaitu dengan memberikan edukasi kesehatan (Maulida, 2017).
Edukasi atau pendidikan kesehatan merupakan solusi yang tepat untuk ibu postpartum karena edukasi kesehatan merupakan suatu proses pemberian informasi yang bertujuan untuk merubah perilaku individu. Pemberian edukasi kesehatan dapat meningkatkan lamanya pemberian ASI, sehingga hal ini dapat dilakukan dengan cara mempromosikan yaitu melalui konseling atau edukasi kesehatan mengenai informasi pemberian ASI, manfaat menyusui, mengatasi hambatan-hambatan dalam pemberian ASI, posisi serta cara menyusui yang benar, memerah ASI serta penyimpanan ASI.
Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui efektivitas pemberian edukasi ASI terhadap perilaku menyusui ibu postpartum di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi-eksperimental design den pendekatan non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum di RSD. Balung Jember. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil analisis karakteristik responden didapatkan usia ibu postpartum yang menjadi responden pada kelompok intervensi rata-rata berusia 25,07 tahun dengan rentang usia 20-32 tahun dan kelompok kontrol rata-rata usia 22,53 tahun dengan rentang usia 19-35 tahun. Status pekerjaan terbanyak pada kelompok intervensi dan kontrol adalah ibu rumah tangga (IRT). Pendidikan terakhir pada kelompok intervensi terbanyak yaitu SMA/SMK sedangkan pada kelompok kontrol terbanyak adalah SMP. Jumlah paritas pada pada kelompok intervensi terbanyak adalah multigravida, sedangkan pada kelompok kontrol adalah primigravida. Hasil penelitian pada kelompok intervensi didapatkan hasil mengalami peningkatan sebanyak 15 responden dengan presentase 100% pada kategori baik, sedangkan pada kelompok kontrol di dapatkan hasil sebanyak 12 responden dengan presentase 80% pada kategori cukup. Hasil uji statistik menggunakan Mann-Whitney menunjukkan ada pengaruh yang bermakna antara pemberian edukasi ASI terhadap perilaku menyusui ibu postpartum di Rumah Sakit Daerah Balung Jember dengan p-value 0,000.
Kesimpulan dari hasil penelitian adalah adanya pengaruh yang bermakna antara pemberian edukasi ASI terhadap perilaku menyusui ibu postpartum di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi ASI dapat diberikan kepada ibu postpartum untuk meningkatkan pengetahuan perilaku menyusui. Rekomendasi penelitian ini adalah disarankan untuk menambah faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap perilaku menyusui. Peneliti selanjutnya disarankan menambahkan intervensi lain yang mungkin berpengaruh dengan perilaku menyusui pada ibu postpartum
Analyzing Brazilian markets using the Global VAR & IIS Approach
This thesis consists of three chapters. The chapters can be read separately, ie there is no predetermined reading order. However, the suggested order follows a linear evolution of the theme. This work expands the work of Barbosa (2017), in his study the author establishes a model for the Brazilian market taking into account the interdependencies between regions using the Global VAR (GVAR) methodology, and uses this model to estimate the elasticity of regional employment in relation to the country’s economic activity. In this study we expand the Barbosa (2017) model on several fronts. First, the study addresses the use of different weight matrices. Traditionally, the weight matrix used in the literature is based on trade weights and bilateral trade between two countries. Barbosa (2017) proposes a weight matrix based on connections between regions, this study in its turn expands these weight matrix allowing the weight matrix to be based not only on connections between regions but also on macroeconomic variables of each region such as GDP, GDP per capita and population. A second innovation is made with the proposal of a new econometric model. This new econometric model is built from the Global VAR model, which is expanded through a saturation with impulse indicators (henceforth called GVAR-IIS). It is worth mentioning that the hypothesis of weak exogeneity remains a requirement for the validity of the GVAR-IIS. For validation of weak exogeneity, the study applies not only the classical tests of weak exogeneity proposed by Granger and Lin (1995) but expands the tests by applying the concept of separability proposed by Hecq et al. (2002). The first part of the study analyzes the original model proposed by Barbosa (2017) using a weight matrix based on connections between cities. The database is expanded to include the period of forecasts that took place between 2016 and 2018. In this chapter we assess how the forecasts behave in the face of the scenario, we also assess the resilience of the regions and the heterogeneity of the responses. In the second part, the GVAR model proposed by Barbosa (2017) is saturated with impulse indicators, this new model is referred as GVAR-IIS. The chapter proposes an estimation procedure for the GVARIIS. The Chapter also presents an empirical exercise in which the new GVAR-IIS model is evaluated together with other models to assess its predictive power. To validate the hypotheses of weak exogeneity, the classical tests proposed by Granger and Lin (1995) are carried out, in which an innovation is the use of the concept of separability proposed by Hecq et al. (2002) to validate the hypothesis of weak exogeneity. Finally, in the third part, the GVAR-IIS model developed in the previous chapter is used together with a weight.Este trabalho utiliza um modelo para o mercado Brasileiro levando em conta as interdependências entre as regiões utilizando a metodologia do Global VAR (GVAR), o estudo é dividido em 3 partes. A primeira parte do estudo analisa o modelo original proposto por (Barbosa, 2017) utilizando uma matriz de peso baseada nas conexões entre cidades. A base de dados é expandida para contemplar o período de previsões ocorridas entre 2016 e 2018. Neste capitulo avaliamos como as previsões se comportam frente ao cenário ocorrido bem como avaliamos a resiliência das regiões e a heterogeneidade das respostas. Na segunda parte, o modelo GVAR é saturado com a indicadoras de impulso, sendo este novo modelo referenciado como GVAR-IIS. O capitulo propõe um procedimento de estimação para o GVAR-IIS. O Capitulo apresenta também um exercício empírico no qual o novo modelo GVAR-IIS é avaliado juntamente com outros modelos para avaliação do seu poder preditivo. Para validação das hipóteses de exogeneidade fraca é realizado os testes clássicos propostos por Granger (1995), em sendo que uma inovação é a utilização do conceito de separabilidade proposto por Hecq (2002) para validação da hipóteses de exogeneidade fraca. Por fim, na terceira parte, o modelo GVAR-IIS desenvolvido no capitulo anterior é utilizado juntamente com uma matriz de pesos baseado na conexões entre cidades ponderada com informações do PIB per-capta. O capitulo avalia a performance de previsão do modelo GVAR-IIS, juntamente com a matriz de conexões, em um cenário de especificação incorreta
- …
