1,720,968 research outputs found

    PENGARUH DRAMA KOREA “TRUE BEAUTY” TERHADAP PERSEPSI REMAJA PUTRI SMKN 4 PEKANBARU

    Full text link
    Wiwin Winarti (2022) : Pengaruh Drama Korea “True Beauty” Terhadap Persepsi Remaja Putri SMKN 4 Pekanbaru Drama Korea adalah salah satu budaya kesenian populer yang mengacu kepada drama televisi di Korea dalam sebuah format miniseri dan menggunakan bahasa Korea. Dengan perkembangan globalisasi budaya dan teknologi yang semakin canggih dan pesat, masuknya budaya lain ke suatu negara yang berupa fashion, gaya hidup/ pola hidup, kebiasaan, sikap, perilaku dan lainnya, dapat mengubah kebiasaan hidup masyarakat. Banyak drama Korea yang menjadi populer di seluruh Asia dan telah memberi kontribusi pada fenomena umum dari gelombang Korea atau Hallyu, salah satunya di Indonesia. Dimana Drama Korea saat ini banyak di gandrungi oleh para remaja, Maka dari itu penelitian ini ingin meneliti seberapa besar pengaruh Drama Korea “True Beauty” Terhadap Persepsi Remaja Putri SMKN 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan adalah deskriptif statistik dengan menggunakan tehnik simple random sampling dan data yang diperoleh menggunakan kuesioner (skala likert) serta metode analisis data menggunakan regresi liniear sederhana dan uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi (R1). Berdasarkan hasil yang diperoleh terdapat adanya pengaruh Drama Korea “True Beauty” Terhadap Persepsi Remaja Putri SMKN 4 Pekanbaru sebesar 48.5% (koefisien korelasi), sedangkan sisanya 51,5% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Kata kunci: Drama Korea True Beauty, persepsi

    THE COMPARATIVE STUDY OF THE STUDENTS’ MASTERY IN ENGLISH VOCABULARY BY USING CROSSWORD AND SCRABBLE AT THE SEVENTH YEAR STUDENTS OF SMPN 1 SUMBERJAYA

    Full text link
    WIWIN WINARTI: “The Comparative Study of the Students’ Mastery in English Vocabulary by Using Crossword and Scrabble at the Seventh Year Students of SMPN 1 Sumberjaya” This research is conducted to compare the teaching English vocabulary using crossword and scrabble to the Junior High School students. Teaching vocabulary to Junior High School students is not an easy task. It requires a lot of creativity from a professional teacher. The objective of the study is to identify whether there is any significant difference in students’ achievement in vocabulary between those who were taught by using crossword and those who were taught by using scrabble. This way, hopefully, would be useful for teachers and students in language teaching and learning process. The Junior High School students have different characteristics with adults; they easily get bored, losing interest after ten minutes or so. A teacher of this level has got a challenging task to motivate them. He or she needs to modify the way of their teaching. So, they can use the media in order to attract their attention and interest. The method of the research is a quantitative research by using the t-test formula. In this research, the population is all of the seventh year students of SMPN 1 Sumberjaya with the total number 190 students and the sample is the total number 60 students, and the writer uses some techniques to collect data as follow: observation, interview, and test. The students’ mastery in English vocabulary by using crossword can concluded that the highest score is 93 and categorized “outstanding”, the lower score is 60 and categorized as “very weak”. The mean score is 80.9. While the students’ mastery in English vocabulary by using scrabble can concluded that the highest score is 80 and categorized “satisfactory”, the lower score is 60 and categorized as “very weak”. The mean score is 73.6. The t-test application to the scores of the two groups showed that the value (18.71) is higher than the t-table number (2.002). Therefore, the way of teaching vocabulary by using crossword presented in this final project was proved to be better. There is difference between the students’ mastery in English vocabulary by using crossword and scrabble. The teacher should be able to use the various methods in the process of teaching and learning English, so that they can enjoy and interest to follow the English lesson

    MENINGKATKAN KREATIVITAS GERAK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN TARI MELALUI RANGSANGAN AUDITIF : Penelitian Tindakan Kelas terhadap Anak TK Kelompok B di TK Khas Masjid Agung Garut Tahun Ajaran 2011-2012

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kreativitas gerak dalam tari pada anak TK. Berdasarkan observasi awal kreativitas gerak anak dalam pembelajaran tari di TK Khas Masjid Agung Garut kurang optimal, dikarenakan dalam pembelajaran tari guru kurang kreatif dalam menyajikan materi tari. Guru masih cenderung memberikan materi tari bentuk. Guru kurang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan idenya, guru kurang memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi dan mencoba gerak-gerak yang baru yang diciptakan oleh anak. Secara keseluruhan kegiatan menari di TK Khas Masjid Agung Garut masih kurang variatif, anak-anak hanya melakukan kegiatan menari dengan mencontoh gerakan yang diperagakan oleh guru tanpa adanya rangsangan awal terlebih dahulu sebagai penciptaan gerak dalam tari. Oleh karena itu diperlukan kegiatan menari yang lebih bervariatif, salah satunya dengan menggunakan rangsangan auditif berupa rekaman suara binatang dan musik sebagai rangsangan awal dalam menciptakan gerak-gerak kreatif yang diciptakan sendiri oleh anak. Yang menjadi fokus penelitian adalah 1) Bagaimana kondisi objektif kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK Khas Masjid Agung Garut, 2) Bagaimana proses pembelajaran melalui rangsangan auditif dalam meningkat kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK Khas Masjid Agung Garut, 3) Bagaimana peningkatan kreatvitas gerak anak setelah diberikan rangsangan auditif dalam kegiatan pembelajaran tari pada anak kelompok B di TK Khas Masjid Agung Garut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kreativitas gerak dalam kegiatan pembelajaran tari melalui rangsangan auditif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah anak TK Khas Masjid Agung Garut kelompok B sebanyak 28 anak. Analisis data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan rangsangan auditif dalam kegiatan pembelajaran tari, kreativitas gerak anak mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan anak dalam mengemukakan ide beragam aktivitas dari delman, mengemukakan berbagai macam gerak secara spontan melalui rangsangan auditif, melakukan gerakan secara lancar, anak mampu melakukan gerak hasil eksplorasi dengan mengikuti irama musik yang diberikan, mengekspresikan berbagai gerakan berdasarkan tempo musik, menciptakan ide dalam bentuk gerakan yang dibuat sendiri tanpa meniru, mengembangkan idenya yang tercermin dari gerak tarinya yang bervariasi. Adapun saran bagi guru TK adalah hendaknya guru memberikan rangsangan-rangsangan yang menarik agar dapat membuat anak lebih ekspresif lagi dalam menciptakan gerak. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengangkat kembali permasalahan yang ada tetapi dengan metode, teknik, strategi dan rangsangan yang lain serta tindakan yang berbeda agar dapat memberikan masukan atau temuan-temuan baru khususnya dalam meningkatkan kreativitas gerak anak sehingga dapat meningkatkan potensi anak secara optimal

    Hubungan Berat Lahir dengan Kesintasan Bayi terhadap Infeksi Aliran Darah (IAD) di Unit Perinatologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional DR. Cipto Mangunkusumo Tahun 2012

    No full text
    Health Care-Associated Infection (HAIs) telah menjadi topik besar dari tahun ketahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat lahir dengan kesintasan bayi terhadap Infeksi Aliran Darah (IAD). Variabel lain yang ikut dianalis hubungannya dengan kesintasan bayi terhadap IAD adalah jenis kelamin, usia gestasi, APGAR, kelainan kongenital, usia ibu saat melahirkan, penyakit maternal dan penggunaan alat invasif seperti kateter intravena, ETT, dan NC-CPAP. Desain penelitian adalah kohort retrospektif dengan menggunakan metode Kaplan Meier, menggunakan rekam medis pasien Perinatologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2012. Selama periode pengamatan, dari 298 bayi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, diketahui kesintasan terhadap IAD pada non BBLR 72,4% dibandingkan dengan BBLR 69,3%. Insiden IAD sebesar 8,7% (5,9/1000) dengan median waktu kesintasan terhadap IAD adalah 10 hari. Berat lahir memiliki efek protektif terhadap IAD sebesar 0,54 (p>0,05), sedangkan kateter sentral diketahui memiliki efek risiko yang besar terhadap IAD (HR=6,5;95% CI:2,4-17,6; p<0,001)

    HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN TINGKAT INTELEJENSI DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR MOYUDAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan tingkat intelejensi secara individu dan bersama-sama dengan prestasi belajar. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Moyudan Sleman yang berjumlah 77 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan instrumen berupa kuisioner, daftar nilai tes IQ dan daftar nilai ulangan harian. Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar adalah kuisioner. Instrumen untuk mengukur tingkat intelejensi adalah daftar nilai tes IQ. Instrumen untuk mengukur prestasi belajar adalah daftar nilai ulangan harian siswa. Populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas VIII SMP Pangudi Luhur Moyudan tahun ajaran 2009/2010. dengan teknik sensus yang berjumlah 77 orang. Validitas instrumen motivasi belajar menggunakan korelasi product moment. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi bivariat dengan taraf signifikansi 5% serta analisis regresi linier berganda dengan menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar (rx1.y) = 0,330 dengan signifikansi 0,003, terdapat hubungan tingkat intelejensi dengan prestasi belajar (rx2.y) = 0,758 dengan signifikansi 0,000. Selain itu, diketahui juga hubungan gabungan motivasi belajar dan tingkat intelejensi dengan prestasi belajar (rx1. x2.y) = 0,775, nilai R2 = 60,1%, nilai F = 55,782 dengan signifikansi 0,000, sedangkan sumbangan efektif (SE) motivasi belajar terhadap prestasi belajar = 2,10%, sumbangan efektif (SE) tingkat intelejensi terhadap prestasi belajar = 58%, sumbangan relatif (SR) motivasi belajar terhadap prestasi belajar = 3,50% dan sumbangan relatif (SR) tingkat intelejensi terhadap prestasi belajar = 96,5

    Hubungan Berat Lahir dengan Kesintasan Bayi terhadap Infeksi Aliran Darah (IAD) di Unit Perinatologi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional DR. Cipto Mangunkusumo Tahun 2012

    No full text
    Health Care-Associated Infection (HAIs) telah menjadi topik besar dari tahun ketahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat lahir dengan kesintasan bayi terhadap Infeksi Aliran Darah (IAD). Variabel lain yang ikut dianalis hubungannya dengan kesintasan bayi terhadap IAD adalah jenis kelamin, usia gestasi, APGAR, kelainan kongenital, usia ibu saat melahirkan, penyakit maternal dan penggunaan alat invasif seperti kateter intravena, ETT, dan NC-CPAP. Desain penelitian adalah kohort retrospektif dengan menggunakan metode Kaplan Meier, menggunakan rekam medis pasien Perinatologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2012. Selama periode pengamatan, dari 298 bayi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, diketahui kesintasan terhadap IAD pada non BBLR 72,4% dibandingkan dengan BBLR 69,3%. Insiden IAD sebesar 8,7% (5,9/1000) dengan median waktu kesintasan terhadap IAD adalah 10 hari. Berat lahir memiliki efek protektif terhadap IAD sebesar 0,54 (p>0,05), sedangkan kateter sentral diketahui memiliki efek risiko yang besar terhadap IAD (HR=6,5;95% CI:2,4-17,6; p<0,001)

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL KARAWITAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI CITRASARI KECAMATAN LEMBANG

    Full text link
    Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013 dikatakan bahwa ‘’Muatan lokal dirumuskan dalam bentuk dokumen yang terdiri atas: kompetensi dasar, silabus, dan buku teks pelajaran’’. Akan tetapi, berdasarkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, ketiga dokumen tersebut belum terpenuhi, sehingga terjadi permasalahan pada saat pembelajaran Muatan Lokal (Mulok) Karawitan di SDN Citrasari, diantaranya: kurangnya bakat dan pengetahuan siswa mengenai karawitan, siswa kurang berminat dalam mempelajari karawitan, terbatasnya kemampuan guru dalam membuat dan mengembangkan perangkat pembelajaran, dan keterbatasan media yang cocok pada saat pembelajaran daring. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat pembelajaran Mulok Karawitan untuk siswa Sekolah Dasar Kelas V pada materi Sekar Irama Merdika (Pupuh) yang berupa silabus, RPP, modul, dan media video. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Design and Development Research (DDR), pengembangan silabus dilakukan sesuai dengan prosedur dari BSNP tahun 2006, pengembangan RPP didasarkan pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP. Model pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model ASSURE. Pengumpulan data yang digunakan meliputi studi dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket. Berdasarkan hasil penilaian ahli terhadap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan yaitu: penilaian ahli desain pembelajaran menetapkan bahwa silabus Mulok Karawitan dalam kategori ‘baik’, dan menetapkan RPP Mulok Karawitan dalam kategori ‘sangat baik’. Ahli materi menetapkan bahwa modul dalam kategori ‘sangat baik’ dilihat dari kelayakan isi, kelayakan penyajian, kebahasaan dan kegrafikan, serta menetapkan media video dalam kategori ‘sangat baik’ dilihat dari kesesuaian materi, kemampuan media, dan kemudahan media. Ahli media menetapkan modul dan media video dalam kategori ‘baik’ dilihat dari aspek desain dan isi, sedangkan guru sebagai pengguna memberikan penilaian ‘sangat baik’ pada silabus, RPP, modul, dan penilaian ‘baik’ pada media video, sedangkan siswa yang juga sebagai pengguna memberikan penilaian ‘baik’ pada modul dan media video mulok karawitan. Berdasarkan penilaian para ahli dan tanggapan pengguna bahwa perangkat pembelajaran Mulok Karawitan berupa silabus, RPP, modul, dan media video telah layak digunakan pada proses pembelajaran. Saran dari pengguna diantaranya menambahkan ilustrasi gambar dan menambahkan glosarium pada modul agar istilah asing mudah dipahami oleh siswa. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran, Muatan Lokal, Karawitan According to Minister of Education and Culture Number 79 in 2014 concerning Local Content for the 2013 Curriculum, "Local content is formulated in the form of documents consisting of: basic competencies, syllabus, and textbooks." However, the preliminary research which was gained through observation, interviews, and documentation showed that the three documents have not been fulfilled. Thus, it highlights the problems encountered when learning local content Karawitan at Citrasari elementary school, such as students' lack of musical instrument skills and knowledge, students' lack of interest in learning Karawitan, teachers' limited ability to create and develop learning packages, and the limitations of suitable media during online learning. As a results, this study aims to design and develop Karawitan learning packages for Grade 5 elementary school students on the Sekar Irama Merdika (Pupuh) material in the form of syllabus, lesson plans, modules, and video media. The study employed Design and Development Research (DPR) method. The development of the syllabus is carried out in accordance with the procedures from the BSNP 2006, whereas the development of the RPP is based on the Circular of the Minister of Education and Culture Number 14 in 2019 concerning the Simplification of the RPP. The ASSURE model was used in the development of the learning packages. Documentation, observation, interviews, and questionnaires were used to collect data. The results revealed by the expertise in the development of learning packages. The learning design expert confirmed that Karawitan syllabus is categorized as “good”, meanwhile the Karawitan lesson plan is determined in the “very good” category. According to the material expert, the module is in the 'very good' category in terms of content feasibility, presentation feasibility, language and graphics, and video media is in the 'very good' category in terms of material suitability, media capabilities, and media convenience. In terms of design and content, media experts rated the module and video media as 'good.' As a user, the teacher gave the syllabus, lesson plans, modules, and video media a 'excellent' rating. Meanwhile, students who are also users gave the Karawitan video module and media a 'good' rating. Based on expert evaluations and user feedback, the Karawitan learning packages in the form of syllabus, lesson plans, modules, and video media were found to be appropriate for assisting the learning process. Users recommend that the module should include image illustrations and a glossary so that students can easily understand foreign terms. Keywords: Learning packages development, Local Content, Karawita

    Peran Home Industri Sandal Hotel Zahwa Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Pekerja Di Desa Panembahan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon

    Full text link
    Secara umum Home Industri adalah suatu unit usaha atau perusahaan dalam skala kecil yang bergerak dalam bidang industri tertentu. Biasanya usaha ini hanya menggunakan satu atau dua rumah sebagai pusat produksi, administrasi dan pemasaran sekaligus secara bersamaan dengan kegiatan mengubah bahan dasar menjadi barang jadi untuk dijual. Home Industri sandal hotel zahwa merupakan salah satu home industri yang mendukung wadah bagi sebagian besar masyarakat dengan mengambil andil besar serta menduduki peran strategis dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Panembahan. Disamping itu home industri sandal hotel zahwa juga merupakan kegiatan usaha yang mampu memnafaatkan bahan baku yang ada dengan kegiatan produksi yang masih menggunakan alat manual atau sederhana. Meningkatnya kebutuhan hidup secara tidak langsung mendorong masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup, seperti yang ada di masyarakat Desa Panembahan berusaha memanfaatkan usaha atau bisnis skala kecil yang bergerak dalam bidang tertentu dengan kekayaan sumber daya alam yang tersedia untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Usaha tersebut seperti usaha makanan kueh maupun sandal untuk dijadikan nilai tambah pendapatan masyarakat. Berdasarkan latar belakang tersebut kajian analisis peran home industri sandal hotel zahwa dalam penyerapan tenaga kerja lokal sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat di Desa Panembahan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Maka dari itu pertanyaan yang segera dikemukakan adalah. Bagaimana peran home industri sandal hotel dalam penyerapan tenaga kerja lokal dan bagaimana peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat lokal home industri sandal hotel zahwa di Desa Panembahan Kecamatan Plered. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran home industri sandal hotel zahwa dalam penyerapan tenaga kerja lokal, Peningkatan perekonomian masyarakat di Desa Panembahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik penarikan informan dengan menggunakan purposive serta menggunakan tiga teknik pengupulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian menggunakan metode lapangan, yakni dengan melakukan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi tau penarikan kesimpulan. Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah melakukan triangulasi atau penggabungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran home industri sandal hotel zahwa mampu berpera dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan, dan memanfaatkan bahan baku yang ada. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh perubahan tingkat upah, permintaan pasar akan hasil produksi dan harga-harga barang modal. Disamping itu peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat home industri dapat dilihat melalui pendapatan yang diterima perbulan meningkat, sumber pekerjaan, meningkatkan taraf hidup, dan beban keluarga yang di tanggung. Berdasarkan hasil tinjauan mengenai pendapatan masyarakat home industri sandal ini meningkat, dibuktikan dengan adanya peningkatan pendapatan yang diterima perbulan berbeda dari sebelum dan sesudah bekerja di home industri. Oleh karena itu, peran home industri sandal hotel zahwa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar

    FRASA PANGANTET DINA CAMPAKA MANGKAK ANTOLOGI KARYA NU NGARORA

    Full text link
    Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata depan dalam bahasa Sunda yang ditemukan dalam novel berbahasa Sunda tersebut. Deskripsinya meliputi jumlah frasa depan, kata depan sebagai pembentuk frasa depan, struktur frasa depan, makna frasa depan, dan karakteristik frasa depan. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan teknik studi pustaka. Pengolahan data menggunakan analisis teks. Sumber data adalah Campaka Mangkak Antologi Karangan Nu Ngarora. Seluruh kata depan dalam kumpulan carpon tersebut dijadikan populasi atau sampel total. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Frasa depan dalam bahasa Sunda adalah frasa yang dibentuk dari kata depan (preposisi) sebagai penanda (direktor) bagi sumbu (aksis) dalam frasa eksosentris direktif (preposisional). Frasa depan memiliki struktur dan makna tersendiri. Di dalam konstruksi frasa depan diperoleh kata depan yang berdistribusi di depan kata benda (nomina) atau frasa benda (nominal) dan beberapa jenis kata lain yang dibendakan. Hubungan kata depan dengan sumbunya menimbulkan makna, antara lain: tempat, asal, tujuan, pelaku, perbandingan, kegunaan, cara, penyerta, bahan, pembatas, dan pengecualian. Penelitian ini masih terbatas pada kajian frasa depan dengan sumber data berupa ragam bahasa tulis, belum dikaitkan dengan bahan ajar dan kemampuan siswa. Oleh karena itu, perlu ada penelitian lanjutan berkaitan dengan sumber data lisan, penyajian bahan ajar frasa depan, dan kemampuan siswa dalam menggunakan dan menganalisis frasa depan bahasa Sunda
    corecore