1,721,022 research outputs found
ANALISIS PEMIKIRAN SULISTYO BASUKI DAN WIJI SUWARNO TENTANG FUNGSI PERPUSTAKAAN DALAM MASYARAKAT
Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode literature studies. Penelitian mengacu pada pemikiran Sulistyo Basuki dan Wiji Suwarno mengenai fungsi perpustakaan dalam masyarakat. Dalam penelitian ini diketahui bahwa Fungsi perpustakaan di masyarakat menurut Sulistyo Basuki yaitu (1) fungsi simpan karya, (2) fungsi informasi, (3) fungsi pendidikan, (4) fungsi rekreasi dan (5) fungsi budaya atau kultural. Wiji Suwarno mengadaptasikan fungsi perpustakaan ini dalam situasi kekinian yang berpedoman pada Undang-Undang Tentang Perpustakaan No. 43/2007 sebagai (1) fungsi simpan saji karya, (2) pusat sumber daya informasi (SDI), (3) pusat sumber belajar dan penelitian masyarakat, (4) rekreasi dan re-kreasi, dan (5) fungsi pengembangan kebudayaan. Kontribusi pertama dari pemikiran Sulistyo Basuki dan pemikiran Wiji Suwarno, ditemukan adanya pengembangan konsep fungsi perpustakaan dalam bidang library science. Kontribusi kedua, pengembangan konsep fungsi perpustakaan berpengaruh terhadap kreativitas perpustakaan sehingga lebih dinamis di era sekarang. Kata Kunci : The five laws of library science, Sulistyo Basuki, Wiji Suwarno, Fungsi Perpustakaan dalam Masyarakat
Mengembangkan SDM Perpustakaan Dalam Rangka Menuju World Class University
World Class University (WCU) menjadi istilah yang membumi pada beberapa kurun waktu terakhir ini. Perguruan Tinggi (PT) menjadi pionir terdepan yang mengambil istilah ini untuk diimplementasikan. Tentu saja dengan berbagai resiko kritik masyarakat terhadap institusi. Bisa jadi perguruan tinggi ini dinilai masyarakat sebagai aksi untuk meningkatkan kualitas, bisa juga berefek pada promosi yang mempropaganda pikiran masyarakat untuk memihak dan mengantarkan putra-putrinya masuk kuliah di perguruan tinggi tersebut. Namun lebih dari itu ada satu kesan positif dari WCU ini adalah untuk membulatkan kualitas PT sehingga secara akademis mampu memberikan nilai optimal yang bisa disandingkan dengan PT lainnya di dunia internasional. World Class Univeristy (WCU) sebenarnya dimulai sejak Departemen pendidikan Nasional (Diknas) membentuk Tim Gugus Tugas Penetapan 10 Perguruan Tinggi (PT) yang dipersiapkan untuk menjadi universitas kelas dunia. Tidak lama kemudian Diknas kembali memberikan peluang bagi 50 PT untuk tujuan yang sama. PT itu terdiri dari 27 PT negeri dan 23 PT swasta
- …
