1,720,959 research outputs found
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoariae (Berg.) Roscoe) Terhadap Gambaran klinis Pre dan Post Operasi Pada Kelinci Yang Diinduksi Tumor
PERBANDINGAN PERAWATAN KASUS FIP PADA KUCING DI ZOOM VET CLINIC: Comparative Treatment of FIP Cases in Cats at Zoom Vet Clinic
ABSTRAK
Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari namun rentan terinfeksi tengan berbagai penyakit akibat kontaminasi dengan lingkungan yang kotor. Salah satu penyakit yang dapat menyerang kucing yaitu Feline Infectious Peritonitis (FIP) yang merupakan penyakit virus bersifat fatal pada kucing, disebabkan oleh Feline Coronavirus (FCoV). Penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) terbagi menjadi dua bentuk, yaitu FIP basah (effusive) dan FIP kering (non-effusive), yang masing-masing menunjukkan gejala klinis dan respons terapi yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perawatan dan respons pengobatan pada dua kasus FIP dengan tipe yang berbeda di Zoom Vet clinic. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kucing yang terkena FIP dengan jenis berbeda yang dilakukan pemeriksaan fisik, tindakan medis, seria pemeriksaan penunjang seperti hematologi, kimia darah, dan uji rapid test. Hasil menunjukkan bahwa kucing dengan FIP kering memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan kucing yang terkena FIP basah, serta membutuhkan terapi yang lebih kompleks. Perbedaan penanganan ini menunjukkan pentingnya strategi perawatan bedasarkan tipe FIP untuk memperoleh hasil pengobatan yang optimal.
 
PERAWATAN PADA KUCING PENDERITA FELINE IMMUNODEFICIENCY VIRUS DENGAN KOMPLIKASI GINJAL DI PAWS CLAWS PET CLINIC: treatment of cat with feline immunodeficiency virus with kidney complications at paws claws pet clinic
Feline Immunodeficiency Virus (FIV) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh kucing, menyebabkan kucing rentan terhadap berbagai infeksi sekunder. Studi epidemiologi menyatakan jumlah kucing yang positif FIV dengan prevalensi 5,5% kucing jantan lebih banyak dari pada kucing betina. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan tindakan perawatan dan pemeliharaan suportif yang perlu dilakukan pada kucing yang mengalami FIV dengan komplikasi ginjal. Penelitian ini menggunakan satu ekor kucing terinfeksi FIV yang dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium meliputi hematologi, kimia darah, rapid test. Terapi suportif yang diberikan meliputi terapi cairan, pemberian antibiotik serta suplemen imunomodulator untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Hasil pemeriksaan hematologi dan kimia darah menunjukkan peningkatan pada beberapa parameter sebelum dilakukan perawatan. Kucing yang terinfeksi FIV setelah dilakukan perawatan suportif dapat meningkatkan kondisi kesehatan serta kualitas hidup kucing
Hemogram dan Respon Jaringan Hernia Insisional Babi Pascaterapi Mesh Bedah Polipropilen dengan atau tanpa Asam Hyaluronat
Penggunaan mesh menjadi metode yang penting untuk terapi perbaikan hernia abdominalis karena dapat menurunkan angka kejadian hernia berulang dibandingkan dengan penggunaan metode penjahitan. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari gambaran darah dan respon jaringan hernia insisional babi yang diterapi dengan mesh komposit dan polipropilen dengan atau tanpa asam hyaluronat secara histopatologi. Penelitian menggunakan babi sebanyak 11 ekor berumur 3-4 bulan yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama mendapatkan mesh komposit (Physiomesh®), kelompok kedua mendapatkan mesh polipropilen (Ultrapro®) yang diberikan asam hyaluronat (Guardic®), dan kelompok ketiga mendapatkan mesh polipropilen (Ultrapro®). Penelitian dimulai dengan menginduksi hernia setelah itu dilakukan pemasangan mesh, permanenan jaringan dan mesh, dan pembuatan preparat histopatologi. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya perbedaan yang nyata pada gambaran darah complete blood count antar kelompok. Hasil penelitian gambaran sel radang di jaringan juga tidak menunjukan perbedaan yang nyata kecuali hasil pengujian paired T-Test untuk makrofag pada kelompok mesh polipropilen. Sedangkan pada pengujian One-Way Annova tidak memberikan hasil yang berbeda nyata. Hasil penelitian ketebalan jaringan juga tidak menunjukan adanya perbedaan yang nyata antar kelompok. Dengan demikian pemberian asam hyaluronat tidak memberikan dampak negatif terhadap jaringan
Evaluasi Pemberian Ransum Ayam Sentul Di Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan Kota Tasikmalaya: Evaluation of Sentul Chicken Ration at The Tasikmalaya City Agriculture and Fisheries Food Security Office
Pemberian pakan pada ayam sentul merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak. Kota Tasikmalaya memiliki ketersediaan pakan alternatif seperti azolla dan maggot sangat melimpah sehingga menjadikannya potensi besar untuk dimanfaatkan secara optimal. Penelitian dilakukan di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya dengan melibatkan 750 ekor ayam sentul selama 11 minggu, dari 5 Agustus hingga 5 November 2024. Data yang dikumpulkan mencakup identifikasi pakan, jumlah pakan yang diberikan, serta bobot harian ayam. Setiap minggu, bobot badan ayam ditimbang secara acak pada 10 ekor sampel. Pakan campuran diberikan sesuai tabel harian yang telah ditentukan, dan bobot ayam kembali ditimbang di akhir minggu untuk memastikan konsistensi data. Perhitungan pertambahan bobot badan dan pertambahan bobot badan harian dilakukan untuk menilai pertumbuhan ayam. Hasil penelitian menunjukkan kadar serat dan fosfor dalam pakan masih di bawah kebutuhan harian, sementara kadar energi dan protein sudah mencukupi. Ayam yang diberi pakan azolla, maggot, dan pakan komersil memiliki Body Condition Score rata-rata 4, menunjukkan kondisi tubuh yang baik. Dengan demikian, model pakan ini cukup optimal, meskipun keseimbangan nutrisinya masih perlu penyempurnaa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
