1,720,964 research outputs found
Earned Value Management (EVM) Analysis for Maintenance Projects: Insights from GKB 4 at Universitas Muhammadiyah Malang
Building maintenance is a critical element of asset management to ensure functional feasibility, safety, and operational efficiency. This study evaluates the effectiveness of implementing Earned Value Management (EVM) in the maintenance project of Building 4, Universitas Muhammadiyah Malang (GKB 4 UMM), based on the Building Maintenance and Care Guidelines (Permen PU No. 24/PRT/M/2008). The research method includes collecting actual project data, analyzing EVM metrics such as Planned Value (PV), Earned Value (EV), and Actual Cost (AC), as well as calculating variance and performance indices. The results demonstrate that EVM effectively detects cost inefficiencies, with a total Cost Variance (CV) of Rp -70,012,501 and an average Cost Performance Index (CPI) of 0.88, highlighting low cost efficiency in key components such as brick walls and lifts. The project is on schedule with an average Schedule Performance Index (SPI) of 1.01. This study concludes that EVM serves as a reliable tool for identifying cost deviations, enabling quicker and more accurate evaluations, and supporting budget optimization for building maintenance projects.Pemeliharaan gedung merupakan elemen penting dalam manajemen aset, terutama untuk memastikan kelayakan fungsi, keamanan, dan efisiensi operasional. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penerapan Earned Value Management (EVM) pada proyek pemeliharaan Gedung Kuliah Bersama 4 Universitas Muhammadiyah Malang (GKB 4 UMM) berdasarkan Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung (Permen PU No. 24/PRT/M/2008). Metode penelitian melibatkan pengumpulan data aktual proyek, analisis metrik EVM seperti Planned Value (PV), Earned Value (EV), dan Actual Cost (AC), serta penghitungan variansi dan indeks kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EVM efektif dalam mendeteksi pemborosan biaya, dengan Cost Variance (CV) total Rp -70.012.501 dan Cost Performance Index (CPI) rata-rata 0,88, menunjukkan efisiensi biaya rendah pada beberapa komponen utama seperti dinding bata dan lift. Proyek berjalan sesuai jadwal dengan Schedule Performance Index (SPI) rata-rata 1,01. Penelitian ini menyimpulkan bahwa EVM merupakan alat yang andal untuk mengidentifikasi penyimpangan biaya, memungkinkan evaluasi yang lebih cepat dan akurat, serta mendukung optimalisasi anggaran proyek pemeliharaan gedun
Implementasi Sistem Building Information Modeling (BIM) Untuk Analisis Waktu dan Biaya (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Universitas Islam Malang)
The brief representation of the whole article which contains the context of the problem (background), purpose of the research, the principal methods, the results and major conclusion (contribution). An abstract is often presented separately from the article, so it must be able to stand-alone. Thus, the reference must be avoided. Abtract must be written in Arial 9pt, with no more than 300 words in one paragraph. Conventional construction work has many weaknesses, so it takes the role of technology in the construction sector to make it more effective and efficient. This research focuses on implementing a management method in the construction industry, namely Building Information Modeling (BIM). Where this study aims to determine the volume of work (Quantity Take Off) of the structure, the duration of the 3D simulation of the work (Time Schedule), and the estimated budget. This study uses the simulation method (simulation research), where direct modeling is carried out using Autodesk Revit 2023 software for 3D and 5D BIM, as well as 4D scheduling using Microsoft Project 2020 and Autodesk Naviswork 2023 software. In the analysis process, this research requires detailed engineering design drawings, time schedules, and work unit prices. The results of this study indicate that the volume of concrete work is 4898.71m³ with an estimated cost of IDR 7,172,372,614.68 and for reinforcement volume of 1136750.2 kg with an estimated cost of IDR 18,615,421,275.20 with a total estimated structure work of IDR 25,787,793,889.88. The duration of the work obtained on the 4D BIM model is 289 days. The use of BIM can be said to be more effective and efficient because it can simulate and calculate work volumes in more difficult geometrical conditions in detail, and can visualize 3D models so that it can detect and control planning errors from the start
PENDAMPINGAN MANAJEMEN DAN MUTU PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PADA HOME INDUSTRI BATU BATA MERAH DI DESA PAKEM WAJAK MALANG
Permasalahan yang tengah dihadapi oleh usaha home industry batu bata merah yang ada di Desa Pakem, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Usaha yang dimulai sejak tahun 2005 berawal dari usaha turun temurun Bapak Sanipan, yang akhirnya dikelola secara bersama dengan tujuan untuk memberikan wadah dan kegiatan kepada para pemuda Karang Taruna Desa di Desa Pakem, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, untuk mendongkrak perekonomian desa setempat. Permasalahan yang masih dijumpai pada home industry batu bata di Desa Pakem, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, antara lain: kualitas mutu produk yang masih belum konsisten dalam setiap proses produksi, pemilihan kualitas material yang belum pasti, belum ada manajemen pengelolaan dan pemasaran yang baik dan penjualan masih bersifat pasif. Adapun solusi dari permasalahan pada home industry ini adalah dengan melakukan pendampingan kembali kepada para pekerja tentang tata cara pembuatan batu bata yang tepat sesuai SNI 15-2094-2000, melakukan pendampingan manajemen pengelolaan yang tepat, arus sirkulasi pembiayan produksi hingga diketahui kapan home industry ini mengalami Break Event Point dan mengalami keuntungan usaha yang konstan. Dari hasil pendampingan tersebut, didapatkan meningkatnya pembelian produk, arus kas yang tercatat dengan rapi, mutu produk mengalami peningkatan dan areal kerja mulai terta rapi serta sistem kerja menjadi produktif
Ipteks Pendampingan Desain Dan Renovasi Bangunan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Al – Ashfa Dusun Rampal Desa Dadapan
Al-Quran Education Park is a community group providing non-formal Islamic religious education which has an important goal of imparting religious knowledge to its students. TPQ AL Ashfa, which is located in Rampal hamlet, Dadapan village, Malang Regency, is one of the TPQs that was established in 2018. Until now, this TPQ has approximately 100 students with 4 teachers. The construction of the TPQ began with the provision of waqf land which was then built independently by the local community. In this service program, the service team collaborates with PMM Mitra Lecturer students to provide assistance with the design, physical work and arrangement of TPQ Al-Ashfa. The results are in the form of design of the talud/retaining wall, sanitation work, rebate work on the side yard of the TPQ so that it can be used as an outdoor facility, arrangement of the TPQ space, provision of assistance for supporting facilities for the TPQ program. With this assistance, TPQ becomes more neatly organized and the community and TPQ students can carry out the learning process comfortably and conducively.
Taman Pendidikan Al-Quran adalah kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam informal, dan tujuan utamanya adalah untuk memberikan pengetahuan agama kepada siswa. TPQ AL Ashfa yang terletak di dusun rampal desa Dadapan Kabupaten Malang, merupakan salah satu TPQ yang berdiri sejak tahun 2018. Hingga saat ini, TPQ ini memiliki kurang lebih 100 santri dengan 4 orang guru. Pembangunan TPQ ini diawali dengan adanya pemberian tanah wakaf yang kemudian dibangun secara swakelola oleh masyarakat setempat. Pada program pengabdian ini, tim pengabdi bekerjasama dengan mahasiswa PMM Mitra Dosen melakukan pendampingan desain, pekerjaan fisik dan penataan TPQ Al-Ashfa. Adapun hasilnya berupa desain talud/retaining wall, pekerjaan sanitasi, pekerjaan rabat pada halaman samping tpq sehingga dapat digunakan sebagai fasilitas outdoor, penataan ruang TPQ, pemberian bantuan fasilitas pendukung program TPQ. Dengan adanya pendampingan ini, TPQ menjadi lebih tertata rapi dan Masyarakat maupun para santri TPQ dapat melakukan proses belajar dengan nyaman dan kondusif
PENINGKATKAN DAYA SAING DAN KUALITAS PRODUK HOME INDUSTRI BATU BATA MERAH MELALUI PENDAMPINGAN SESUAI SNI 15-2094-2000
Kabupaten Malang, antara lain; kualitas produk masih rendah, belum memiliki standar kerja dan kualitas produksi sesuai dengan peraturan SNI15-2094-2000, sehingga mutu produksi tidak bisa seragam, belum ada manajemen pengelolaan dan pemasaran yang baik (penjualan masih bersifat pasif) serta skill pekerja yang masih rendah. Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain; melakukan pendampingan kepada pekerja home industri tentang pembuatan batu bata sesuai standart SNI, pendampingan tentang tata kelola usaha kepada pemilik dan pengelola home industri, bantuan peralatan penunjang home industri, pembuatan modul pembuatan batu bata, pengaturan lokasi dan pemasangan papan nama serta pembuatan media promosi usaha home industri seperti mencetak brosur penjualan, membuat website dan Instagram sebagai direct selling secara on-line. Dari pendampingan ini didapatkan adanya peningkatan kualitas produk batu bata merah sesuai dengan SNI dengan memperbaiki proporsi campuran bahan yang digunakan, serta pengujian kualitas secara berkala. Adapun dari segi produksi mengalami peningkatan seiring dengan bertambanya permintaan konsumen. Adapun capaian lainnya yaitu adanya perbaikan dan penataan tempat usaha menjadi lebih baik dan lebih nyaman baik bagi pekerja maupun bagi konsume
IPTEKS Pendampingan Desain dan Pengawasan Renovasi Bangunan Ponpes Shirotul Fuqoha’ dan Masjid Al Falah
Kegiatan IPTEKS Pendampingan Desain dan Pengawasan Renovasi Bangunan Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha’ dan Masjid Al-Falah merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi yang bertujuan membantu mitra memperoleh dokumen teknis pembangunan yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Program ini menjadi sarana penerapan ilmu teknik sipil secara langsung melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas perencanaan serta pelaksanaan renovasi masjid. Kegiatan meliputi survei dan pengukuran kondisi eksisting, perencanaan renovasi masjid dari satu lantai menjadi dua lantai, penyusunan denah dan pemodelan struktur 3D, pembuatan Detail Engineering Design (DED), perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta penyusunan spesifikasi teknis. Tim juga terlibat dalam pengawasan konstruksi, penggalangan dana, dan penyusunan brosur publikasi untuk mendukung keterlibatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil menghadirkan rancangan masjid yang lebih representatif, aman secara struktural, efisien dalam biaya, serta meningkatkan kemampuan praktis mahasiswa dalam penerapan ilmu teknik sipil di lapangan.Kegiatan IPTEKS Pendampingan Desain dan Pengawasan Renovasi Bangunan Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha’ dan Masjid Al-Falah merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi yang bertujuan membantu mitra memperoleh dokumen teknis pembangunan yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Program ini menjadi sarana penerapan ilmu teknik sipil secara langsung melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas perencanaan serta pelaksanaan renovasi masjid. Kegiatan meliputi survei dan pengukuran kondisi eksisting, perencanaan renovasi masjid dari satu lantai menjadi dua lantai, penyusunan denah dan pemodelan struktur 3D, pembuatan Detail Engineering Design (DED), perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta penyusunan spesifikasi teknis. Tim juga terlibat dalam pengawasan konstruksi, penggalangan dana, dan penyusunan brosur publikasi untuk mendukung keterlibatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil menghadirkan rancangan masjid yang lebih representatif, aman secara struktural, efisien dalam biaya, serta meningkatkan kemampuan praktis mahasiswa dalam penerapan ilmu teknik sipil di lapangan
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BATA EKPOSE PADA SENTRA INDUSTRY BATU BATA MERAH DESA PAKEM KECAMATAN WAJAK SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KUALITAS
Desa Pakem Kecamatan Wajak Kabupaten Malang memiliki lebih dari tiga home Industri/Sentra industry batu bata. Usaha ini dimulai sejak tahun 2005 dan merupakan usaha turun-temurun serta dikelola bersama oleh masyarakat, dan sebagian menjadi mata pencaharian warga. Dalam dua tahun terakhir, kuantitas dan kualitas produk telah mengalami peningkatan setelah diadakan pendampingan oleh tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang dan Mahasiswa PMM UMM. Permasalahan saat ini yang tengah dihadapi oleh home industry bata adalah harus mampu mengimbangi perkembangan konstruksi saat ini yang berkembang sangat pesat. Selain keutamakan dalam sisi kekuatan, estetika juga menjadi pertimbangan dalam konstruksi. Untuk itu, distributor material konstruksi salah satunya bata juga harus mulai mengalami perkembangan dan melihat dari sisi estetika. Material yang saat ini digemari masyarakat adalah batu bata jenis bata ekspose bata press, dimana selain kokoh juga memberikan kesan alami dan estetik untuk bangunan tersebut. Batu bata ekspos adalah batu bata merah seperti biasa yang terbuat dari tanah liat. Namun mempunyai tingkat presisi yang tinggi dan pori yang sedikit. Pembuatannya menggunakan mesin press lalu dibakar. Material ini difungsikan khusus untuk diekspos agar menumbulkan kesan klasik pada bangunan. Tantangan untuk indstri batu bata, khususnya di desa Pakem kecamatan wajak adalah mulai mengembangkan produk bata ekspose untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Adapun rencana kegiatan dalam program pengabdian ini adalah melakukan pendampingan pembuatan bata ekspose kepada para pekerja home industry yang dimulai dengan penyiapan material dan alat produksi, pemilihan proporsi pencampuran material yang tepat, proses produksi yang tepat, serta pengujian kualitas batu bata ekspose yang bekerjasama dengan laboratoium teknologi beton teknik sipil agar mencapai kualitas yang disyaratkan SNI. Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan produk bata ekspose sebagai alternatif diversifikasi dan pengembangan usaha bagi home industry desa Pakem dengan harapan dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk sehingga pemasaran lebih luas dan dikenal masyarakat
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
