1,721,146 research outputs found
Perancangan Kawasan Agrowisata Perkebunan Teh dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Sidamanik
Tea plantation is a heritage landscape from Sidamanik District which has
been established since 1927. Currently the tea plantation is managed by PT
Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. It is no longer just a tea producer but has
become a tourist destination. In the development of this tour the author assesses the
possibility of damage to the plantation environment. So the author considers that a
conservation effort is needed, this is also supported by the Sustainable Development
Goals (SDGs), namely protecting the world's natural heritage as stated by the
United Nations. Efforts to preserve this plantation can be realized by providing a
container in the form of an agro tourism area. With this tourist area, all activities
can be organized so that tourists can enjoy the beauty of the plantation and also
learn about tea and this will increase the income of the local community. In this
conservation effort, the author considers that preserving nature in agro-tourism
areas also needs to be considered, so an architectural approach is needed and the
author assesses that the ecological approach is a solution where ecological
architecture is an environmentally friendly design concept that focuses on an
approach to nature so as to reduce negative impacts of the building to the natural
conditions of the site. With the existence of this agro-tourism area, it is expected to
reduce the negative impact of tourism activities on natural plantations and can also
help improve the economy of the Sidamanik district community. And can be the face
of Sidamanik District in the eyes of the national and even the world.Perkebunan teh merupakan pusaka saujana dari Kecamatan Sidamanik yang
sudah berdiri sejak tahun 1927. Saat ini perkebunan teh dikelola oleh PT
Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Perkebunan teh ini bukan lagi sekedar penghasil
teh namun sudah menjadi sebuah destinasi wisata. Dalam perkembangan wisata ini
penulis menilai adanya kemungkinan perusakan lingkungan perkebunan. Sehingga
penulis menilai dibutuhkan sebuah upaya pelestarian, hal ini didukung juga oleh
Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu menjaga warisan alam dunia yang
diutarakan oleh PBB. Upaya pelestarian saujana perkebunan ini dapat diwujudkan
dengan menyediakan sebuah wadah berupa kawasan wisata agro. Dengan adanya
kawasan wisata ini, seluruh kegiatan dapat diorganisir sehingga wisatawan dapat
menikmati keindahan perkebunan dan juga belajar tentang teh serta hal ini akan
meningkatkan pendapatan para masyarakat setempat. Dalam upaya pelestarian ini
penulis menilai bahwa menjaga alam pada kawasan wisata agro juga perlu
diperhatikan maka dibutuhkan sebuah pendekatan asrsitektur dan penulis menilai
pendekatan ekologi adalah sebuah solusi di mana arsitektur ekologi itu adalah
sebuah konsep perancangan ramah lingkungan yang menitikberatkan pada
pendekatan terhadap alam sehingga mengurangi dampak negatif dari bangunan
terhadap kondisi alam tapak. Dengan adanya kawasan agrowisata ini diharapkan
dapat mengurangi dampak negatif dari kegiatan wisata terhadap alam perkebunan
dan juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kecamatan
Sidamanik. Serta dapat menjadi wajah Kecamatan Sidamanik di mata nasional
bahkan dunia.145 HalamanSkripsi Sarjan
Perancangan Butik Hotel Sebagai Bagian dari Olah Desain Arsitektur Pusaka (ODAP) pada Gedung Warenhuis dan Eks Kantor Borsumij
The city of Medan is the 5th oldest city in Indonesia which has existed since July 1,
1590. Starting from a village founded by Guru Patimpus named Medan Putri which
has developed into a big city until now. Various events and history complement the
development of the city of Medan. Kesawan became the beginning of the
development of the city of Medan and is referred to as the old city area of Medan
because there are many buildings from the past that are still standing today in the
Kesawan area. Some of the buildings are still well-maintained, but unfortunately
many buildings have been partially or completely damaged so that the area that
was the beginning of the city of Medan leaves many buildings that are no longer
functioning and abandoned. Warenhuis and the former Borsumij Office are 2 of the
many abandoned buildings in the Kesawan area. Warenhuis itself is the first
department store in the city of Medan which was established in 1918 but its current
condition has been damaged and is in poor condition. The author sees the potential
behind the existing problems, by reviving the warenhuis area and its surroundings
through the design of a boutique hotel. The unique impression of the old city of
Medan is the main potential in designing boutique hotels in the Warenhuis area.
Infill Design is the right theme in designing the boutique hotel area. With the
existence of this boutique hotel, it is hoped that the public, government and tourists
will be able to enjoy the impression of the old city of Medan while also appreciating
the existing buildings as traces of architects' works in the past.Kota Medan adalah kota ke -5 tertua di Indonesia yang sudah ada sejak 1 juli 1590.
Dimulai dari sebuah kampung yang didirikan oleh Guru Patimpus bernama Medan
Putri yang berkembang menjadi kota besar hingga saat ini. Berbagai peristiwa dan
sejarah melengkapi perkembangan kota Medan. Kesawan menjadi awal mula
perkembangan kota Medan dan disebut sebagai kawasan kota lama Medan karena
terdapat banyak bangunan dari masa lalu yang masih berdiri hingga saat ini pada
kawasan kesawan. Beberapa diantara bangunan itu masih terawat namun sayangnya
banyak pula bangunan yang telah rusak sebagian maupun seluruhnya hingga
kawasan yang dulunya menjadi awal mula kota Medan ini menyisakan banyak
bangunan yang tidak berfungsi lagi dan terbengkalai. Warenhuis dan Eks Kantor
Borsumij menjadi 2 diantara banyak bangunan yang terbengkalai di kawasan
kesawan. Warenhuis sendiri adalah toko serba ada pertama di kota Medan yang
berdiri sejak 1918 namun kondisinya saat ini telah rusak dan memprihatinkan.
Penulis melihat adanya potensi dibalik permasalahan yang ada, dengan
menghidupkan kembali kawasan warenhuis dan sekitarnya melalui perancangan
butik hotel. Keunikan kesan kota lama Medan yang menjadi potensi utama dalam
merancang butik hotel pada kawasan Warenhuis. Olah desain arsitektur pusaka
(ODAP) menjadi tema yang tepat dalam merancang kawasan butik hotel. Dengan
adanya butik hotel ini diharapkan masyarakat, pemerintah maupun wisatawan
mampu menikmati kesan kota lama Medan sekaligus menghargai bangunan yang
ada sebagai jejak karya arsitek pada masa lalu.191 HalamanSkripsi Sarjan
Studi Bentuk Perumahan di Jalan Karya Wisata Medan (Studi Kasus : Perumahan Citra Wisata dan Perumahan Johor Indah Permai I )
Housing is the collection of several homes that provide infrastructure and
other supporting facilities. The construction of housing that has begun since long
time ago has been easier for people to get shelter both needs or wishes of their
community.However, along the way, people have a tendency to change the form
of their house depend on trends and needs of the occupants. Because of that, this
research based on the form of house and street patterns of housing with its
modification happened. The goal of this research is identifying the patterns of
residence and analyzing the similarities and differences of two residence, Citra
Wisata and Johon Indah Permai I. The method that is used in this research is
qualitative research methods with the data obtained by observation and
documentation. Results of this research is the form of two difference of housing
and the street patterns used both.The last step of this research is concluded that is
better if residential house still retains the original form of the building though
there are some renovations done before in order to keep their housing still has the
characteristics inside.96 HalamanSkripsi Sarjan
STUDI TEKNO-EKONOMIS DAN KONSUMSI ENERGI MESIN PENYIANG GULMA (POWER WEEDER) TIPE CAKAR DI LAHAN SAWAH KOTA SOLOK
STUDI TEKNO-EKONOMIS DAN KONSUMSI ENERGI MESIN
PENYIANG GULMA (POWER WEEDER) TIPE CAKAR DI LAHAN
SAWAH KOTA SOLOK
Tri Utami Wahyu Ningsih, Muhammad Makky, Ashadi Hasan
ABSTRAK
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama penghasil karbohidrat di
Indonesia. Hampir 90% masyarakat di Indonesia mengkonsumsi nasi (hasil olahan padi)
untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Namun diketahui jumlah produksi padi di
Sumatera Barat pada tahun 2018-2020 mengalami penurunan. Salah satu faktor terbesar
menurunnya jumlah produksi padi adalah adanya gangguan gulma. Penyiangan gulma
biasanya dilakukan secara manual yaitu menggunakan tangan. Namun cara ini memiliki
kelemahan yaitu memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar sehingga upah yang akan
dikeluarkan juga cukup besar. Salah satu mesinyang digunakan untuk menyiangi padi adalah
mesin power weeder. Berdasarkan spesifikasi buku penuntun operasi mesin penyiang padi tipe
YA-1 yang digunakan memiliki kaki penyiang tipe cakar dengan daya 2 HP dan 7000 rpm
model EC 04 ER. Mesin penyiang padi tipe cakar ini belum pernah diuji secara teknis dan
mekanis di daerah Kota Solok. Untuk itu, perlu adanya kajian teknis dan ekonomis mesin
penyiang padi tipe cakar di lahan sawah yang dapat meningkatkan kapasitas kerja
penyiangan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji teknis, ekonomis, dan
analisis energi terhadap mesin power weeder tipe cakar yang mana telah dilaksanakan pada
bulan Januari - Maret 2022. Penyiangan gulma pada tanaman padi dilakukan dengan dua
cara yaitu penyiangan dengan cara manual menggunakan tangan dan penyiangan dengan
menggunakan mesin power weeder tipe YA-1. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini
yaitu penyiangan padi dilakukan pada saat umur tanaman padi berkisar ± 28 hari setelah
tanam (HST) menyesuaikan dengan kondisi gulma sebanyak 6 demplot. Berdasarkan hasil
dan pembahasan yang didapat pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa uji teknis mesin
power weeder memiliki nilai efisiensi lebih besar daripada manual yaitu sebesar 82,574% dan
manual sebesar 76,915%. Maka dapat dikatakan penggunaan mesin power weeder di lahan
sawah Kota Solok sudah sangat layak digunakan. Analisis ekonomis mesin power weeder
meliputi biaya pokok yaitu sebesar Rp 773.603,648/ha dengan nilai titik impas sebesar 9,559
ha/tahun. Total konsumsi energi yang digunakan pada penyiangan ini yaitu sebesar 629,822
MJ/ha.
Kata Kunci – Power Weeder, Manual, Gulma, Penyianga
Perancangan Kantor dan Co-Working Space sebagai Bagian Dari Olah Desain Arsitektur Pusaka (ODAP) pada EKS Rumah Sakit Umum Tembakau Deli
Medan is full of buildings of high historical value, the majority of which are
monuments documenting the glory of the plantation industry. Many buildings are
now abandoned, including the Deli Tobacco General Hospital (RSUTD) which
closed in 2008. The hospital was originally built in 1885 by Deli Maatschappij, a
pioneering company, pioneered tobacco cultivation on Deli lands, and is the first
modern construction hospital in Sumatra. . Located in the historical district of
Kesawan, Merdeka Square. Data were collected using two methods, namely a case
study to assess cultural heritage data and existing conditions in the Deli Tobacco
General Hospital building, and using the POE (Post-Occupancy Evaluation)
method to analyze current utilization. building. Data collection was also carried out
through direct observation at the Deli RSUT location. From now on the design
method used is EBD (Evidence Based Design). Research shows that the historical
building status of Deli Hospital is an abandoned cultural heritage building.Medan penuh dengan bangunan nilai sejarahnya tinggi, mayoritas berupa monumen
yang mendokumentasikan kejayaan industri perkebunan. Banyak bangunan yang
kini terbengkalai, termasuk RSUTD Deli yang ditutup pada 2008. Awalnya
dibangun Deli Maatschappij pada 1885, seorang pionir perusahaan, memulai
pembudidayaan tembakau di tanah Deli, serta adalah konstruksi modern pertama
rumah sakit di Sumatera. Terletak di area penuh sejarah Kesawan, Lapangan
Merdeka. Data dikumpulkan menggunakan dua cara yakni studi kasus tujuannya
menilai data cagar budaya serta situasi eksisting di gedung RSU Tembakau Deli,
serta memakai metode Post-Occupancy Evaluation untuk menganalisis
pemanfaatan. bangunan. Data diamati melalui pengamatan langsung di area RSUT
Deli. Mulai saat ini metode perancangan yang dipergunakan yakni EBD (Evidence
Based Design). Penelitian memperlihatkan status bangunan bersejarah RSUT Deli
adalah konstruksi cagar budaya telah diabaikan.162 HalamanSkripsi Sarjan
Pusat Indusri Kreatif Remaja di Lubuk Pakam
Lubuk Pakam merupakan ibu kota Kabupaten Deli Serdang dan bagian dari
wilayah Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo), yang fungsi utamanya
sebagai pusat perekonomian nasional yang produktif yang mampu bersaing secara
internasional khususnya dalam kerja sama ekonomi subregional Segitiga
Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand. Tetapi dalam realita, didapatkan masih
banyak tamatan sekolah / perguruan tinggi yang masih mengganggur dan
kemampuan kerja yang tidak memumpuni. Hal tersebut yang melatar belakangi
perancangan Pusat Industri Kreatif Remaja di Lubuk Pakam. Perancangan Pusat
Industri Kreatif Remaja mengusung tema Metafora, yang mengambil konsep
simbol “Infinity” sebagai representasi karakter Remaja dan perkembangan kota
Lubuk Pakam. Pusat Industri Kreatif remaja di Lubuk Pakam sebagai hasil dari
tugas akhir mahasiswa ini akan bisa menjadi sebuah bangunan atau wadah yang
berperan memfasilitasi kegiatan kreatif dengan tujuan menumbuh kembangkan
minat dan bakat serta lapangan pekerjaan bagi remaja dalam mengeksplor bidang
kreatif.Lubuk Pakam is the capital of Deli Serdang Regency and part of the
Mebidangro region (Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo), which is linked as a
national economic center developed to obtain international support in the subregion.
Thailand. But in reality, there are still many schools / colleges that are still
needy and work abilities that are not qualified. This is the background for the design
of the Youth Creative Industry Center in Lubuk Pakam. The design of the Center
for Youth Creative Industries carries the theme of Metaphor, which takes the
concept of the symbol "Infinity" as a representation of the character of Youth and
the development of the city of Lubuk Pakam. The Youth Creative Industry Center in
Lubuk Pakam as a result of this student's final project will be able to become a
building or container that facilitates creative activities with the aim of fostering
interests and talents as well as employment for youth in exploring the creative field.167 HalamanSkripsi Sarjan
Perancangan Villa
Perancangan Villa Merupakan Sebuah rumah atau bangunan yang berada pada sebuah lereng pegunungan yang cenderung bukan merupakan tempat tingggal tetap, namun hanya digunakan sebagai tempat tinggal sementara untuk berlibur pemiliknya atau bisa juga disewakan kepada para pegunjung. Villa merupakan tempat tinggal bersifat sementara yang digunakan saat berlibur dan rekreasi. Villa digunakan sebagai tempat peristirahatan. Kecenderungan masyarakat dewasa ini (terutama masyarakat golongan menengah keatas) adalah mencari rumah penginapan dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka diperlukan sarana penginapan dan salah satunya adalah villa yang disewakan. Kabupaten Karo merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki potensi tidak kalah menarik dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia. Lokasi di JL. Perwira, Gundaling I, Kec Brastagi Kabupaten Karo, Sumatera Utara.Villa Design Is a house or building located on a mountain slope that tends not to be a permanent residence, but is only used as a temporary residence for vacation owners or can also be rented to visitors. The villa is a temporary residence that is used while on vacation and recreation. The villa is used as a resting place. The tendency of today's society (especially middle and upper class people) is to find a lodging house with adequate facilities and infrastructure. To meet these needs, lodging facilities are needed and one of them is a villa for rent. Karo Regency is one of the main tourist destination areas in North Sumatra Province which has the potential to be no less attractive to other tourist destinations in Indonesia. Locations on JL. Perwira, Gundaling I, Kec Brastagi Karo Regency, North Sumatra.133 HalamanSkripsi Sarjan
Perancangan Ecomuseum Desa Buluh Awar dengan Pendekatan Isu Pusaka Saujana Pedesaan
Buluh Awar Village is one of the villages in Indonesia that has natural beauty,
unique culture and history. With its natural beauty, unique culture and history, Buluh Awar
Village can be developed into an ecomuseum that aims to preserve its heritage, which in
turn can improve the economy of the local community with village tourism activities. The
method in the design process of designing the Buluh Awar Village Ecomuseum, using the 5-
step method by Tim McGinty, the information gathering method using the method by William
Pena and the design approach method with the Open Design method. The final results in the
thesis provide a design proposal in designing the museum and its supporting facilities to
form an ecomuseum with the existing potential in Buluh Awar Village.184 HalamanSkripsi Sarjan
Rejuvenating the Face of Medan (Arsitektur Heritage)
Kota Medan merupakan kotanya orang Melayu yang mana pada zaman dulu sering dikenaldengan Tanah Deli. Tanah Deli ini memiliki beberapa sungai utama yang bermuara di Selat Melaka. Hal ini mendorong kota Medan menjadi pusat perdagangan baik espor maupun impor dari seluruh penjuru dunia, antara lain Cina, India, hingga Belanda. Pada tahun 1860-an, seorang kolonial Belanda mulai menjadikan Tanah Deli sebagai pusat produksi tembakau yang sangat terkenal. Semenjak itu, pada abad ke-20, imigran luar seperti Tionghwa dan India mulai dipekerjakan sebagai buruh perkebunan.
Hari ini bisa dilihat dampak dari kedatangan imigran-imigran tersebut telah memberi pengaruh yang kuat terutama di daerah Pasar Hindu, yang memiliki petinggal sejarah rumah-ruko (shophouse). Sungguh, kisah yang pernah terekam di kawasan ini tersampaikan oleh sisa bangunan rumah-ruko (shophouse) yang mana merupakan ciri khasnya atau heritagenya orang Tionghwa. Seiringan dengan waktu, bangunan bangunan ini seolah-olah ‘mati suri’ karena tidak di lestarikan. Banyak bangunan-bangunan menjadi rapuh dan lama kelamaan hilang dimakan zaman. Oleh itu, perancangan proyek dalam kawasan ini akan melibatkan proses revitalisasi dan perkembangan kawasan, sehingga nantinya akan menghidupkan kembali kisah sejarah yang pernah ada.Medan is the town of Melayu people, which in the pas is known as Tanah Deli. Tanah Deli has main rivers that can can connect to the Straits of Melaka. This leads Medan to becoming the trading center for all imports and exports from every corner of the world. In the 1860, a Dutch colonialist began to make Tanah Deli as a main production for tobacco that was so famous at that era. As a result, many imigrants such as the Chinese and Indians were employed as a plantation workers.
As known for today, these imigrants that lived at Medan for years has spead a strong influence, such as at the Pasar Hindu, which has left a historical building for this generations to be learn. The iconic shophouse as a symbol of Tionghwa’s community that has came to our land, is barely dying from time-to time as no one ever care about the historical value that ever recorded to this place.
Therefore, this project is focused on the act of conservation and also development, which aims to bring back the past into the future so that the stories of this place can last forever.Skripsi Sarjan
Physical Traces pada Ruang Terbuka Publik (Studi Kasus: Lapangan Merdeka)
Public open space is one of the facilitiesneeded by a town. Everybody need a public open
space as a place for recreation, do hobbies and social interaction. Lapangan Merdeka is one of
the public open space in the Medan city. Lapangan Merdeka always be used by user in the
morning and the afternoon everyday. Lapangan Merdeka had been designed very well but many
users do not used the zone by the function.The purpose of study is to find out the user’s behavior of
Lapangan Merdeka and user’s behavior modification by focusing the physical traces.Data were
collected through observation, interviews and behavioral mapping.Result were analyzed with
qualitative techniques. The study shows thatthat physical traces happen because users feel more
comfortable to do activities such as sitting or sportsbeyond the space provided and prefer in the
grass areas.84 HalamanSkripsi Sarjan
- …
