1,720,962 research outputs found

    UJI DIAGNOSTIK UJI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN NITRIT DENGAN KULTUR URIN PADA SUSPEK INFEKSI SALURAN KEMIH

    No full text
     Urinary tract infection (UTI) is the second largest infection after respiratory infection and can cause sepsis. Urinary tract infections occur due to the entry of microorganisms in the urinary tract. The urinary tract that is usually infected is the urethra (urethritis), bladder (cystisis), ureter (ureteristis), kidney tissue (pyelonephritis). This study aims to determine the sensitivity and specificity of the diagnostic test of nitrite examination with urine culture in suspected urinary tract infections. The method of this study is a descriptive-analytical study with a cross-sectional retrospective approach, conducted in the STIKes field laboratory with the population studied in this study were all patients diagnosed with urinary tract infection with a sample size of 50 samples. The results of this study showed positive nitrite results as many as 17 people, 34% percentage, and negative nitrite results as many as 33 people with a percentage of 66% and on urine culture examination obtained positive results as many as 17 people with a percentage of 34%, which results in growth of bacterial colonies on cultures> 100,000 CFU / mL and negative results of 33 people with a percentage of 66%. Sensitivity Results 82%, Specificity 90.9%. The conclusion of this study is the value of sensitivity, high specificity so that the nitrite test with urine culture can be applied to help diagnose UTI.Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi terbesar kedua setelah infeksi pernafasan dan dapat menyebabkan sepsis. Infeksi saluran kemih terjadi karena adanya proses masuknya mikroorganisme pada saluran kemih. Saluran kemih yang biasa terinfeksi yaitu antara lain uretra (urethritis), kandung kemih (cystisis), ureter (ureteristis), jaringan ginjal (pyelonephritis). Penelian ini bertujuan Untuk menetukan sensitivitas dan spesifisitas pada uji diagnostik pemeriksaan nitrit dengan kultur urine pada suspek infeksi saluran kemih.  Metode penelitian ini adalah studi deskriptif-Analitik dengan pendekatan cross-sectional study, dilakukan di laboratorium STIKes padang dengan populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosa mengalami infeksi saluran kemih dengan besar sampel 50 sampel. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil nitrit posistif  sebanyak 17 orang persentasi  34%, dan hasil nitrit negatif sebanyak 33 orang dengan persentasi 66% dan Pada pemeriksaan kultur urin didapatkan hasil positif sebanyak 17 orang dengan persentase 34%, dimana hasil pertumbuhan koloni bakteri pada biakan  >100.000 CFU/mL dan hasil negatif sebanyak 33 orang dengan persentase 66%. Hasil Sensitifitas 82%,Spesifisitas 90,9 %. Kesimpulan dari penelitian ini dari nilai Sensitifitas, Spesifisitas yang tinggi maka uji nitrit dengan kultur urin dapat di terapkan untuk membantu diagnosis ISK

    Uji Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa

    No full text
    Tanaman lidah buaya (Aole vera L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai tanaman obat. Bagian tanaman lidah buaya dimanfaatkan yaitu gel yang mengandung senyawa saponin, flavonoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian Eksperimental laboratory secara in vitro. Sampel yang digunakan adalah lidah buaya dengan strain murni Pseudomonas aeruginosa ATCC dan anova untuk membandingkan daya hambat lidah buaya terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hasil penelitian uji aktivitas daya hambat ekstrak lidah buaya menunjukkan perbedaan rata-rata pada konsentrasi 25 mg/ml berdiameter 6,33 mm, konsentrasi 50 mg/ml berdiameter 7,33 mm, konsentrasi 75 mg/ml berdiameter 7,67 mm, dan 100 mg/ml berdiameter 9,67 mm, menunjukkan ekstrak lidah buaya kurang efektif untuk menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Sehingga lidah buaya tidak sesuai dalam pengobatan yang diterapkan untuk infeksi bakteri ini

    GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS KOMPLIKASI GINJAL

    Full text link
    Diabetes Mellitus (DM) commonly known as diabetes is a disease characterized by persistent and varied hyperglycemia (elevated blood sugar), especially after eating. Diabetes mellitus is a state of chronic hyperglycemia with a variety of metabolic abnormalities due to hormonal disturbances, leading to various chronic complications of the eyes, kidneys, and blood vessels, with lesions in the basement membrane in examination with an electron microscope. Chronic complications of DM are impaired renal function with a high incidence rate of 20-40% which can inhibit the formation of erythropoietin as Hb formers and cause anemia.The purpose of this study was to determine hemoglobin levels in people with diabetes mellitus kidney complications. This research type is descriptive analitik, sample population in this research is patient with diabetes mellitus kidney complication with total sample 30 people, this research took place at RSUD Solok in February until march 2017.Data processed in a way of frequency distribution table, zingga in get the results of most people with diabetes mellitus kidney complications are below normal levels

    Kombinasi Ekstrak Lidah Buaya dengan Antibiotik Ciprofloxacin dapat Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli

    No full text
    Diare salah satu penyakit disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Semua golongan umur dapat menderita penyakit diare mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. kombinasi yang digunakan beserta bahan alam dengan antibiotik menjadi salah satu pengobatan terhadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kombinasi fraksi etil asetat lidah buaya dengan antibiotik Ciprofloxacin terhadap bakteri dari infeksi pencernaan. Metode penelitian menggunakan Ekserimental laboratory dengan metode difusi Kirby Bauer untuk melihat zona hambat dan analisa data secara komputerisasi. Hasil penelitian kombinasi fraksi etil asetat lidah buaya dengan antibiotik Ciprofloxacin menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna pada masing-masing konsentrasi 75, 150, 300 dan 600 mg/ml pada bakteri Escherichia coli menghasilkan zona hambat secara beturut-turut 12,0 mm, 13,0 mm, 13,7 mm, 15,7 mm. Kombinasi fraksi etil asetat lidah buaya dengan antibiotik Ciprofloxacin menghasilkan daya hambat hampir sama  dengan bahan tunggal. Hasil uji statistik dari masing-masing bakteri menunjukan (P < 0.05) berarti ada pengaruh kombinasi ekstrak lidah buaya dengan antibiotik Ciprofloxacin terhadap bakteri Escherichia coli. Dapat  disimpukan  kombinasi ekstrak lidah buaya dengan antibiotik Ciprofloxacin mampu menghambat petumbuhan pada bakteri

    Interaksi Ekstrak Etanol Daun Petai Cina ( Leucaena leucocephala folium ) Dan Lidah Buaya ( Aloe vera L.) Menghambat Pertumbuhan Staphylococus aureus Secara Invitro

    Full text link
    Tanaman petai cina (Leucaena leucocephala folium) dan lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai tanaman obat.Bagian tanaman petaicinayang dapat dimanfaatkan yaitu pada daun dan lidah buaya dimanfaatkan yaitu gelyang sama-sama mengandungsenyawa saponin, flavonoiddantanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena leucocephalafolium) dan lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap pertumbuhan Staphylococus aureusMetode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian Ekperimental laboratory secara In vitro dengan metode Kirby Bauer.Sampel yang digunakan adalah tanaman petai cina dan lidah buaya denganstrain murni Staphylococus aureusdan Anova digunakan untuk membandingkan perbedaan daya hambat daunpetaicina dan lidah buaya terhadap pertumbuhanbakteriStaphylococus aureus. Hasilpenelitian uji kombinasi ektrsak etanol petai cina dan lidah buaya menunjukkanterdapatperbedaan yang bermaknapadakonsentrasi 25 gr/ml, 50 gr/ml, 75 gr/ml dan 100 gr/ml. Menunjukkan(p<0,05) yang berarti ekstrak etanol daun petai cina dan lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan Staphylococus aureusDari hasil penelitian inididapatkan adanya interaksi pada kombinasi ekstrak etanol daun petai cina dan lidah buaya menghambat pertumbuhan Staphylococus aureusdengan konsentrasi yang paling efektif adalah konsentrasi 100 gr/ml. Manfaat bagi peneliti dalampenelitianini dapat mengetaui manfaat daridaunpetai cina dan lidah buaya, bagimasyarakatakantahumanfaatdan khasiat daunpetaicina dan lidah buaya dalampengobata

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Kadar Kalsium terhadap Jumlah Retikulosit Pada Penderita Anemia Aplastik

    No full text
    Anemia aplastik disebabkan adanya gangguan fungsi pada sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah. Retikulosit merupakan salah satu pemeriksaan penunjang pada anemia. Kalsium beredar dalam darah menjadi patokan keseimbangan terutama ditentukan oleh hormon paratiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kalsium dengan jumlah retikulosit pada  penderita anemia aplastik. Pemeriksaan kadar kalsium pada penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk deteksi dini adanya resiko terjadinya anemia aplastik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain Cross sectional. Subyek penelitian adalah 30 responden dengan anemia aplastik di RSUP M.Djamil Padang diambil secara random sampling. Pemeriksaan yang digunakan adalah pemeriksaan kadar kalsium dan jumlah retikulosit. Uji yang digunakan adalah uji univariate dan uji bivariate. Hasil penelitian menunjukanpemeriksaan kadar kalsium dalam darah normal dengan nilai rerata 8,26 mg/dl. Pada pemeriksaan jumlah retikulosit didapatkan nilai kadar normal dengan rerata 1,05%. Hasil kolerasi antara kadar kalsium dan jumlah retikulosit (0,666 > 0,05) yang menyatakan terdapat hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel tersebut. Simpulan penelitian ini Adanya hubungan kadar kalsium dan jumlah retikulosit pada penderita anemia aplastik (0,000 < 0,05)

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore