7 research outputs found
EVALUASI KEMAMPUAN KLINIK MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS JEMBER TAHUN AKADEMIK 2014/2015
Dunia kesehatan telah mengalami pergeseran yang sangat pesat. Salah satu
langkah awal yang perlu ditempuh untuk mengatasi pergeseran tersebut yaitu
dengan pengembangan tenaga kesehatan seperti tenaga keperawatan.
Pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan pengembangan sistem
pendidikan di bidang keperawatan sehingga dapat mencetak perawat yang
profesional. Perawat profesional harus melewati dua tahap pendidikan yaitu tahap
pendidikan akademik dan tahap pendidikan profesi. Pada tahap pendidikan profesi
keperawatan evaluasi merupakan komponen utama dalam menilai kemampuan
peserta didik. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana
kompetensi yang telah dicapai oleh mahasiswa profesi ners. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi penilaian pembimbing klinik tentang
kemampuan klinik mahasiswa profesi ners Universitas Jember tahun akademik
2014/2015 yang mencakup empat subvariabel kemampuan klinik yaitu
kemampuan sosial, kemampuan berkomunikasi, keterampilan praktik, dan
kemampuan mengambil keputusan, serta menganalisis subvariabel kemampuan
klinik yang terbaik.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menggunakan desain
penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada
penelitian ini sebanyak 45 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan profesi
ners di rumah sakit. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
purposive sampling. Penelitian dilakukan di rumah sakit yang pada saat proses
penelitian terdapat mahasiswa profesi ners Universitas Jember yaitu di RSD
dr.Soebandi Jember dan RSUD dr. Haryoto Lumajang. Alat pengumpul data yang
digunakan adalah kuesioner sehingga data yang diperoleh adalah data primer. Uji
validitas dan reliabilitas menggunakan Pearson Product Moment dan
menggunakan uji statistik uji non parametrik Kruskal-Wallis One Way ANOVA.
Hasil uji univariat terkait empat subvariabel kemampuan klinik mahasiswa
profesi ners yang dipersepsikan oleh pembimbing klinik menunjukkan 53,3%
mahasiswa profesi ners memiliki kemampuan sosial yang baik, dan 46,7%
kurang baik; 57,8% mahasiswa profesi ners memiliki keterampilan berkomunikasi
yang baik, dan 42,2% kurang baik; 51,1% mahasiswa profesi ners memiliki
keterampilan praktik yang baik, dan 48,9% kurang baik; 64,4% mahasiswa profesi
ners memiliki kemampuan mengambil keputusan yang baik, dan 35,6% kurang
baik; sedangkan hasil uji univariat terkait kemampuan klinik mahasiswa profesi
ners yang dipersepsikan oleh pembimbing klnik menunjukkan 66,7% mahasiswa
profesi ners memiliki kemampuan klinik yang baik, dan 33,3% kurang baik. Hasil
uji untuk mengetahui subvariabel kemampuan klinik yang terbaik yang dimiliki
mahasiswa profesi ners Universitas Jember dianalisis dengan uji statistik non
parametrik Kruskal-Wallis One Way ANOVA dan didapatkan nilai p = 0,249 (p >
α = 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan antara subvariabel kemampuan
klinik mahasiswa profesi ners Universitas Jember. Hasil Uji menunjukkan bahwa
Ha di tolak sehingga tidak dapat diketahui subvariabel kemampuan klinik mana
yang paling baik yang dimiliki oleh mahasiswa profesi ners Universitas Jember
tahun akademik 2014/2015 karena uji statistik tidak dapat dilanjutkan pada tahap
selanjutnya, namun jika dilihat dari presentase kategori baik didapatkan hasil
bahwa kemampuan mengambil keputusan yang memiliki presentase tertinggi dari
pada subvariabel kemampuan klinik lainnya.
Penguasaan kemampuan klinik yang baik sangat penting bagi mahasiswa
profesi ners sebagai calon perawat. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan
kunci seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada kliennya
guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan membantu penyembuhan
klien karena kemampuan seorang perawat dapat berimplikasi secara serius
terhadap kesehatan fisik dan psikologis klien. Mahasiswa Profesi Ners sebagai
calon perawat profesional hendaknya meningkatkan pengetahuan serta
kemampuan terkait aspek-aspek kemampuan klinik, baik pada saat ditahap
akademik maupun ditahap profesi guna meningkatkan kualitas pelayanan
keperawatan yang akan diberikan kepada klien nantinya
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengangguran Di Kabupaten Kuantan Singingi
This study was conducted in Kuantan Singingi Regency which aimed to determine the factors that affecting unemployment rate in Kuantan Singingi Regency. In this study, the author used secondary data from the Central Statistics Agency of Kuantan Singingi Regency and the data processing used in this study was the eviews 9 application. The main data used in this study were the unemployment rate, the minimum wage rate, the PDRB growth, and the employment rate. From this study, it could be seen that the minimum wage rate had a positive effect of 0.046675 and was not significant to the unemployment rate in Kuantan Singingi Regency, the growth of PDRB had a negative effect of - 0.235975 and was not significant to the unemployment rate in Kuantan Singingi Regency, and the employment rate had a negative effect of -19.92798 and was significant to the unemployment rate in Kuantan Singingi Regency. Keywords: Minimum wage rate, PDRB growth, and the employment rate
PERAN SEKRETARIS DALAM MENGELOLA TATARUANG KANTOR SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN DI PUSDIKLAT KEMENTERIAN PERDAGANGAN
ABSTRAKPenelitian ini mengenai peran sekretaris dalam mengelola tataruang kantor Sub Kepegawaian di Pusdiklat Kementerian perdagangan. Di instansi ini menggunakan sistem tataruang kantor terbuka, dimana kualitas kursi dan meja sudah baik, namun, menata ruangan untuk pimpinan maupun staf belum sesuai dengan asas dan prinsip tataruang kantor, selain itu, tidak ada sarana dan prasarana yang memadai di dalam ruangan tersebut untuk menempatkan berkas-berkas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penataan tataruang kantor dan pengelolaan berkas-berkas pada Sub Bagian Kepegawaian di Pusdiklat Kementerian Perdagangan. Wawancara, observasi dan riset kepustakaan digunakan dalam laporan ini sebagai metode penelitian. Berdasarkan hasil penelitian meja dan kursi staf tersusun rapi dari depan ke belakang dan menghadap langsung ke arah pimpinan, suara di kantor cukup tenang, adapun penerangan dalam ruangan sangat terang, selain itu, di dalam ruangan terdapat jendela, ventilasi dan AC. Cat tembok berwarna putih dan perabotan berwarna abu-abu. Simpulan dari hasil pengamatan yang sudah penulis lakukan yaitu penerangan dalam ruangan cukup terang, suara di dalam ruangan cukup tenang, konsep ruangan dengan warna putih memberikan efek tenang dan ringan bagi para staf, sedangkan perabotan berwarna abu-abu menimbulkan kreatifitas dan kemajuan karier. Ruangan pimpinan dan staf sebaiknya diberikan penyekat dan pembatas. Adapun saran berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yaitu perlu mengadakan pemutaran musik yang lembut di dalam kantor, dan penataan ulang tataruang kantor Subbag Kepegawaian Kata-kata Kunci: tataruang, kantor, mengelola, berkas ROLE OF THE SECRETARY IN MANAGING THE SPATIAL OF THE EMPLOYMENT SUB-DEPARTMENT OFFICE IN THE PUSDIKLAT OF THE MINISTRY OF TRADE ABSTRACTThis research is about the role of the secretary in managing the layout of the Sub Personnel office at the Ministry of Trade's Education and Training Center. In this institution, it uses an open office layout system, where the quality of chairs and tables is good, however, arranging rooms for leaders and staff is not in accordance with the principles and principles of office layout, besides that, there are no adequate facilities and infrastructure in the room to place files. The purpose of this study was to determine the arrangement of office layout and management of files in the Sub Division of Personnel at the Ministry of Trade's Education and Training Center. Interviews, observation and literature research are used in this report as research methods. Based on the research results, staff tables and chairs are neatly arranged from front to back and facing directly towards the leader, the sound in the office is quite calm, while the lighting in the room is very bright, besides that, in the room there are windows, ventilation and air conditioning. The wall paint is white and the furniture is gray. The conclusion from the observations that the author has done is that the lighting in the room is quite bright, the sound in the room is quite calm, the concept of the room in white gives a calm and light effect to the staff, while the gray furniture creates creativity and career advancement. The room for leadership and staff should be provided with insulation and dividers. The suggestions are based on the conclusions of the research results, namely that it is necessary to hold soft music playing in the office, and rearrange the office layout of the Personnel Subdivision.Key words: layout, office, manage, files
Analisis Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid dengan Komplikasi dan Tanpa Komplikasi yang Dirawat di Rumah Sakit
Latar belakang: Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica reservoir typhi, juga dikenal sebagai salmonella typhi (S. typhi). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efek penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang komplikasi dan tanpa komplikasi.
Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Desain Cross Sectional Study digunakan karena proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data yang telah ada sebelumnya di RSUD I Lagaligo Luwu Timur pada tahun 2021. Kriteria inklusi semua pasien yang terdiagnosis demam tifoid dengan dan tanpa komplikasi dengan analisis data menggunakan SPSS.
Hasil: Karakteristik penderita demam tifoid dengan komplikasi dan tanpa komplikasi berdasarkan terapi perawatan, diperoleh terapi perawatan paling banyak menggunakan ceftriaxon pada penderita dengan komplikasi sebanyak 21 orang (26,3%) dan tanpa komplikasi 22 orang (27,5%).
Kesimpulan: Terapi kausatif yang paling banyak digunakan pada penderita demam tifoid adalah penggunaan antibiotik golongan sefalosporin yaitu ceftriaxone dengan lama perawatan 1-14 hari
