10 research outputs found
Design implementation of lean supply chain management: A case study on loading process of fertilizer at PT Petrokimia Gresik port
Assesing the Electronic Service Quality using E-S-Qual and Importance Performance Analysis Combined Method
Internet is an integral part of any service provider activity which serve millions of users with variety of needs throughout the world. The function of internet is widely used and adapted by companies providing services in the form of business transactions, electronically or by means of e - commerce. The quality of service provided is vital to each company’s success. This case study was conducted in one of the biggest companies engaged in Indonesia’s online shopping business: LAZADA. Assessing the quality of electronic services provided by LAZADA using a combination of E - S - Qual and IPA methods to know the quality of services provided by LAZADA and how customer perceive LAZADA’s service. The result of this study procured E - S - Qual value as 2.5 out of a scale of 5, which shows that a lot of things can still be explored by LAZADA in providing services for the customers. Perceptions or expectations of the customers that have not been fulfilled in LAZADA’s service delivery are: appropriate duration of delivery, the certainty of the number of goods ready for shipment, and out of stock items
Assesing the Electronic Service Quality using
Internet is an integral part of any service provider activity which serve millions of users with variety of needs throughout the world. The function of internet is widely used and adapted by companies providing services in the form of business transactions, electronically or by means of e - commerce. The quality of service provided is vital to each company’s success. This case study was conducted in one of the biggest companies engaged in Indonesia’s online shopping business: LAZADA. Assessing the quality of electronic services provided by LAZADA using a combination of E - S - Qual and IPA methods to know the quality of services provided by LAZADA and how customer perceive LAZADA’s service. The result of this study procured E - S - Qual value as 2.5 out of a scale of 5, which shows that a lot of things can still be explored by LAZADA in providing services for the customers. Perceptions or expectations of the customers that have not been fulfilled in LAZADA’s service delivery are: appropriate duration of delivery, the certainty of the number of goods ready for shipment, and out of stock items
Pengembangan Desain Produk Permen Davos dengan Menggunakan Metode QFD (Quality Function Deployment)dan Analisa Market Trial (Studi Kasus pada PT. Slamet Langgeng Purbalingga)
Proses perancangan dan pengembangan produk permen Davos ini dilakukan dengan menggunakan metode QFD. Proses perencanaan produk dimulai dari identifikasi variabel-variabel produk, sebagai dasar penentuan kebutuhan konsumen. Kemudian kebutuhan konsumen yang diperoleh diterjemahkan kedalam aspek-aspek teknis guna mewujudkan kebutuhan konsumen terhadap produk ini. Dari aspek-aspek teknis ini dan perbandingan dengan produk kompetitor, dibuat model / desain dari produk baru. Tahap terakhir yaitu market trial dimana prototype dibuat berdasarkan model yang direkomendasikan.
Prototype produk baru ini dibuat dengan bahan dan proses yang sama, dengan terdapat perubahan pada bentuk, diameter, ketebalan, serta tingkat kepedasannya; berdasarkan aspek teknis yang diperoleh. Setelah dibuat, prototype diujicobakan ke responden untuk menilai apakah prototype tersebut sudah sesuai dengan harapan mereka atau belum.
Kata Kunci : variabel produk, kebutuhan konsumen, aspek teknis, prototype, market trial
EVALUASI KESIAPAN IMPLEMENTASI ISO 31000:2009 PADA DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Departemen Teknik Industri sebagai bagian dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saingnya agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menghasilkan lulusan yang dapat diterima pada lapangan kerja. Sebagai institusi pendidikan Departemen Teknik Industri tidak terlepas dari berbagai tantangan dan risiko terhadap kegagalan manajemen kegiatan terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi. Risiko-risiko tersebut dapat menyebabkan kerugian yang jika tidak diantisipasi dapat menurunkan daya saing dan kredibilitas institusi. Tingkat kerugian akibat risiko yang dihadapi sangat bervariasi bergantung penyebab dan dampaknya terhadap institusi. Pada institusi pendidikan, risiko yang dihadapi tidak sekedar berupa finansial tetapi juga ketidakefektifan proses belajar mengajar, kegagalan mahasiswa dalam memperoleh kelulusan, dan rendahnya peluang lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan implementasi Manajemen Risiko ISO 31000:2009 pada Departemen Teknik Industri. Tujuan implementasi manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan entitas untuk menyerap kerugian tersebut ataupun membahayakan kelangsungan proses pencapaian visi. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas output lulusan. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan 45 risiko yang mungkin terjadi pada Departemen Teknik Industri. Risiko-risiko tersebut didapat dari 6 konteks atau sasaran yang terkait dengan tujuan yang ingin dicapai oleh Departemen Teknik Industri. Hasil dari pengolahan data menunjukkan terdapat 2 risiko dengan tingkat extremely high, 9 risiko dengan tingkat high, 27 risiko dengan tingkat medium, dan 7 risiko dengan tingkat low. Mitigasi risiko dilakukan untuk risiko dengan tingkat extremely high dan high.
Abstract
Department of Industrial Engineering as part of the Faculty of Engineering, University of Diponegoro required to continuously improve the quality and competitiveness to be able to carry out the taskof Tri Dharma Universities and produce graduates who can be accepted in the field of employment. As an educational institution of the Department of Industrial Engineering is inseparable from the various challenges and risks to management failures related activities Tri Dharma Universities. The risks that can cause harm if not anticipated can lower the competitiveness and credibility of institutions. The level of loss due to the risk of facing the highly variable dependent causes and its impact on the institution. In educational institutions, the risks faced not only be financial but also the ineffectiveness of teaching and learning, student failure in obtaining the graduation, and the low chances of graduates to get jobs. This study aimed to evaluate the readiness of the implementation of ISO 31000 : 2009 Risk Management in the Department of Industrial Engineering. The purpose of implementation of risk management is to keep operational activities that do not result in losses that exceed the entity's ability to absorb such losses or endanger the continuation of the process of achieving the vision. This research focuses on improving the quality of human resources, improving the quality of teaching and learning processes and improving the quality of graduate output. Research conducted by interview and direct observation. Based on the results of interviews obtained 45 risks that may occur in the Department of Industrial Engineering. These risks come from 6 context or goal related to the objectives to be achieved by the Department of Industrial Engineering. The results of processing the data shows that there are two risks with extremely high levels, 9 risk with high levels, 27 medium risk level, and 7 risks with low leve ls. Risk mitigation is done to extremely high level risk and high level risk
Pemanfaatan Pati Limbah Biji Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Sebagai Edible Coating Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Langsat (Lansium Domesticum L.)
Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, khususnya buah-buahan tropis seperti langsat. Namun, buah langsat memiliki umur simpan yang sangat pendek dengan perubahan warna kulit menjadi coklat setelah 3 hari penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang umur simpan buah langsat. Metode penelitian mencakup preparasi biji rambutan, pembuatan pati, formulasi edible coating dengan berbagai konsentrasi (0-5%), dan aplikasinya pada buah langsat. Parameter yang diamati selama 7 hari penyimpanan meliputi padatan terlarut, susut bobot, kadar air, dan uji organoleptik, serta karakterisasi FTIR untuk analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 menunjukkan performa optimal dalam mempertahankan padatan terlarut dengan nilai tertinggi (28,90635%) pada hari ke-7. Perlakuan P1 terbukti paling efektif dalam menghambat susut bobot (4,95840%) dibandingkan perlakuan lainnya yang berkisar antara 23,89951-29,55146%. Untuk kadar air, perlakuan P2 memiliki kemampuan terbaik mempertahankan kadar air (64,94%) pada hari ke-7, jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol (56,20%). Uji organoleptik menunjukkan konsentrasi 3-4% memberikan hasil optimal dalam mempertahankan kualitas warna, bau, tekstur, dan rasa hingga hari ke-5. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil (-OH) pada 3313.33 cm⁻¹, gugus karbonil (C=O) pada 1636.82 cm⁻¹, dan gugus C-O pada kisaran 1000-1200 cm⁻¹, yang membuktikan kemiripan struktur dengan pati kentang. Penelitian ini membuktikan potensi pemanfaatan limbah biji rambutan sebagai bahan edible coating yang efektif untuk memperpanjang umur simpan buah langsat
Edukasi Penggunaan Mordant pada Pewarnaan Tote Bag Kulit Buah Naga bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran Kimia Pontianak
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kapasitas guru kimia dalam menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dan potensi lokal. Kegiatan difokuskan pada pelatihan anggota MGMP Kimia Kota Pontianak mengenai teknik ekstraksi pewarna alami dari kulit buah naga dan penggunaan mordant pada proses pewarnaan tote bag, yang dimanfaatkan sebagai media ajar visual berbasis kontekstual. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Project-Based Approach (PPBA) yang mengintegrasikan prinsip Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, baik secara konseptual maupun praktis. Penggunaan tote bag hasil praktikum memperkaya strategi pembelajaran kimia berbasis eksperimen, serta mendukung keberlanjutan dan kreativitas dalam pengajaran. Luaran program berupa modul praktikum, produk tote bag, dan peningkatan literasi saintifik guru berkontribusi nyata terhadap pembelajaran kimia yang lebih kontekstual dan aplikatif di sekolah
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani “Alam Berkah” di Desa Rasau Jaya Umum melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis limbah kulit nanas dengan teknologi bioaktivator EM4. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) yang menekankan pada penggalian potensi lokal dan keterlibatan aktif masyarakat. Kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan kelembagaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 70% menjadi 100% setelah pelatihan serta peningkatan kemampuan teknis dalam produksi pupuk organik. Dampak kegiatan meliputi efisiensi biaya produksi pertanian, peningkatan kesadaran lingkungan, dan terbentuknya kelompok swadaya yang mandiri. Program ini berkontribusi pada penguatan ekonomi sirkular desa dan mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal
Analysis of Lead (Pb) and Zinc (Zn) Heavy Metal Levels in Coastal Waters of Lemukutan Island, Bengkayang Regency
The waters of Teluk Surau, Lemukutan Island, Bengkayang Regency are part of a Conservation Area that is the center of economic activities such as pearl shell cultivation, fishing, tourist transportation and settlement. These activities have the potential to pollute waters with heavy metals lead (Pb) and zinc (Zn) which can disrupt ecosystems and public health. This study aims to analyze the concentration of heavy metals Pb and Zn based on location characteristics and human activities in the waters. Sampling was conducted at four strategic points representing residential areas, pearl mussel farms, docks and control areas (no activity). Water samples were taken at a depth of 30 cm, then preserved with HNO₃ until pH ≤ 2 and analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that Pb concentrations ranged from 0.1385-0.1763 mg/L, with the highest concentrations found in residential areas and docks (0.1763 mg/L) and the lowest concentrations in areas without activities (0.1385 mg/L). Zn concentrations ranged from 0.0061-0.0140 mg/L, the highest concentration in the dock area (0.0140 mg/L) and the lowest concentration in the pearl mussel cultivation area (0.0061 mg/L). All sampling locations showed Pb concentrations far exceeded the seawater quality standard for marine tourism (0.005 mg/L) according to Government Regulation No. 22 of 2021 appendix VIII on the Implementation of Environmental Protection and Management, while Zn concentrations were still below the standard
Production of Liquid Organic Fertilizer from Pineapple Peel Waste Using EM4 as a Bioactivator
Pineapple peel waste is an abundant agricultural residue that remains underutilized. This study aims to produce liquid organic fertilizer (LOF) from pineapple peels using EM4 bioactivator, cow manure, rice-washing water, and palm sugar through a 30-day fermentation process. Fermentation performance was monitored via daily temperature and pH, along with nutrient content analysis including nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and organic carbon (C-organic). The results showed temperature ranged from 27.9–32.3°C and pH between 3.0–4.0, within the optimal range for microbial activity. However, nutrient concentrations of N (0.153%), P (0.116%), K (0.105%), and C-organic (1.58%) did not meet the Indonesian National Standard (SNI 261/2019). This indicates that pineapple peel alone requires nutrient-rich additives to produce standard-compliant LOF. This study highlights the potential of pineapple peel waste as an eco-friendly LOF source, emphasizing the need for further formula optimization
