12 research outputs found

    Prokrastinasi dan Penggunaan Internet Bermasalah

    Get PDF
    Prokrastinasi merupakan penundaan yang irasional, ketika seseorang melakukan penundaan meskipun hal itu dapat menyebabkan keadaan menjadi lebih buruk (Steel, 2010). Penggunaan Internet bermasalah merupakan tingkat Kenyamanan seseorang dalam menggunakan Internet dibandingkan dengan kehidupannya di dunia nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji Temporal Motivation Theory (TMT) dengan menghubungkan penggunaan Internet bermasalah dan prokrastinasi. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Fakultas Psikologi UBAYA yang mengambil mata kuliah PAU pada semester genap tahun ajaran 2011/ 2012 sebanyak 131 orang. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa skala, yaitu Pure Procrastination Scale (PPS), Online Cognition Scale (OCS), dan Steel Procrastination Scale (SPS). Pada penelitian ini ditemukan adanya korelasi positif antara prokrastinasi dan penggunaan Internet bermasalah (r = 0,370, p < 0,05). Variabel utama dalam korelasi itu berasal dari aspek distraction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara prokrastinasi dan penggunaan Internet bermasalah bukan dijembatani oleh aspek expectancy, value, dan sensitivity to delay

    Hubungan Antara Prokrastinasi Dan Penggunaan Internet Bermasalah

    Get PDF
    Prokrastinasi merupakan penundaan yang irasional, ketika seseorang melakukan penundaan meskipun hal itu dapat menyebabkan keadaan menjadi lebih buruk (Steel, 2010). Penggunaan Internet bermasalah merupakan tingkat kenyamanan seseorang dalam menggunakan Internet dibandingkan dengan kehidupannya di dunia nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji Temporal Motivation Theory (TMT) dengan menghubungkan penggunaan Internet bermasalah dan prokrastinasi. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Fakultas Psikologi UBAYA yang mengambil mata kuliah PAU pada semester genap tahun ajaran 2011/ 2012 sebanyak 131 orang. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa skala, yaitu Pure Procrastination Scale (PPS), Online Cognition Scale (OCS), dan Steel Procrastination Scale (SPS). Pada penelitian ini ditemukan adanya korelasi positif antara prokrastinasi dan penggunaan Internet bermasalah (r = 0,370, p < 0,05). Variabel utama dalam korelasi itu berasal dari aspek distraction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara prokrastinasi dan penggunaan Internet bermasalah bukan dijembatani oleh aspek expectancy, value, dan sensitivity to delay

    Penyusunan Spesifikasi Pekerjaan dan Panduan Wawancara Berbasis Perilaku untuk Seleksi di PT.X

    Get PDF
    Saat ini kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang menurun. Oleh karena itu, perusahaan di Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang perbankan, perlu mengatur strategi agar dapat mempertahankan usahanya secara berkepanjangan. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah berinvestasi pada sumber daya manusia yang merupakan salah satu aset yang memiliki peranan penting bagi perusahaan. Agar sumber daya manusia dapat menunjang pencapaian tujuan perusahaan, perusahaan perlu melakukan pengelolaan terhadap sumber daya manusia yang dimiliki, yaitu dengan mendapatkan sumber daya manusia yang benar-benar mampu memenuhi tuntutan pekerjaan dan kebutuhan perusahaan. Untuk itu, perusahaan membutuhkan kriteria dasar persyaratan dan alat ukur seleksi yang standar dalam mendapatkan sumber daya manusia yang diharapkan. Salah satu alat ukur seleksi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan adalah wawancara berbasis perilaku. Dalam menyusun spesifikasi pekerjaan dan panduan wawancara berbasis perilaku, pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara, studi dokumentasi, dan diskusi dengan pihak perusahaan. Hasil dari penelitian ini berupa spesifikasi pekerjaan serta panduan pelaksanaan dan penilaian wawancara berbasis perilaku yang standar, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan wawancara seleksi

    Procrastination and Problematic Internet Use

    Get PDF
    Problematic Internet use is the degree of comfort of a person in using Internet than living his life in the real world. The purpose of this study was to test Temporal Motivation Theory (TMT) by correlating problematic Internet use and procrastination. Subjects were psychiology students (N=131) who took Measurement Instrument Construction (MIC) course. Data were obtained by using the Pure Procrastination Scale (PPS), Online Cognition Scale (OCS), and Steel Procrastination Scale (SPS). Results revealed a positive correlation between procrastination and problematic Internet use (r = .370, p &lt; .05). The main variables in the correlation originated from the distraction aspect. Results showed that the correlation between procrastination and problematic Internet use was not mediated by expectancy, value, and sensitivity to delay. Penggunaan Internet bermasalah merupakan tingkat kenyamanan seseorang dalam menggunakan Internet dibandingkan dengan kehidupannya di dunia nyata. Tujuan studi ini adalah untuk menguji Temporal Motivation Theory (TMT) dengan menghubungkan penggunaan Internet bermasalah dan prokrastinasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa psikologi (N=31) yang mengambil mata kuliah PAU (Penyusunan Alat Ukur) pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Data diperoleh dengan menggunakan skala Pure Procrastination Scale (PPS), Online Cognition Scale (OCS), dan Steel Procrastination Scale (SPS). Pada studi ini ditemukan adanya korelasi positif antara prokrastinasi dan penggunaan Internet bermasalah (r = .370, p &lt; .05). Variabel utama dalam korelasi ini berasal dari aspek distraksi. Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara prokrastinasi dan penggunaan Internet bermasalah bukan dijembatani oleh aspek expectancy, value, dan sensitivity to delay

    Differences of lipid profile, body fat percentage, and waist circumference between childbearing age women acceptors of depot medroxy progesterone acetate contraceptive injection with non-acceptors in Padang City 2017

    Get PDF
    Background: A hormonal contraception which considered ideal is depot medroxy progesteron acetat. There are large number of acceptors choose this contraception because this contraception is considered safe, effective, and can be used after labor. The possible side effect which can occur are increase of lipid profile, body fat percentage, and waist circumference. The purpose of this study is to see the differences between lipid profile, body fat percentage, and the waist circumference of women of childbearing age who use depot medroxy progesteron acetat injection compared with non-acceptors.Methods: This study was observational study with a cross sectional comparative approach and was conducted at the Regional Technical Services Unit (UPTD) at Regional Health Laboratory in West Sumatera Province from December 2017 until June 2018. The samples were 46 DMPA acceptors and 46 non-acceptors. The sampling method used random sampling technique. The measurements of lipid profile was conducted with colorimetric enzymatic method, which is GPO-PAP for triglycerides, and CHOD-PAP for total cholesterol, HDL and LDL. The percentage of body fat examination was conducted using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). The obtained data were analyzed by using t-test. Abnormal data were confirmed by Mann-whitney non-parametric test with p&lt;0.05.Results: The results showed a significant difference between DMPA acceptors and non-acceptors (p&lt;0.05). In total cholesterol (p = 0.000), LDL (p = 0.000), triglycerides (p = 0.000), body fat percentage (p = 0.007), body mass index (p = 0.004), and waist circumference (p = 0.001). But, in HDL there was no significant difference between DMPA acceptors and non-acceptors with p value = 0.302 (p&gt;0.05). There were significant differences in total cholesterol, LDL, triglycerides, fat percentage, body mass index, and the circumference of waist in both DMPA acceptors and non acceptors. There were no significant difference in HDL levels between DMPA acceptors and non acceptors.Conclusions: There were significant differences in total cholesterol, LDL, triglycerides, fat percentage, body mass index, and waist circumference between DMPA acceptors and non-acceptors. There was no significant difference in HDL between DMPA acceptors and non-acceptors

    The Relationship between Intellectual Intelligence Levels and Students’ Discipline in Implementing Regulations

    Get PDF
    Intellectual intelligence or Intellegence Quotient (IQ) is a general term used to explain the nature of the mind that includes a number of capabilities such as the ability to analyze, plan, solve problems, comprehend ideas, to use language, perception and learning. This is the background of the author to examine whether there is a relationship between intellectual intelligence with existing regulations in the Boarding school Kalimasada Plandaan Jombang.The method used in this research was a quantitative research, the population in this research was the students of the Boarding school Kalimasada Jombang and the research sample amounted to 50 students, data collection techniques such as interviews, questionnaires, observation and documentation.The average value for intelligent students Kalimasada belonging to the high criterion, namely 37,2 in the analysis with the formula the mean, is based on the findings of data processing. While the Calculation of product moment correlation that has been done for the discipline of students on the criteria of extremely high at 43, it can be observed that rxy or r count with the number of 0,519 greater than r table 0,279. So Ha is received, i.e., “there is a relationship between the level of intelligence of the intellectual discipline of students in the running of the rules of the Boarding school Kalimasada Plandaan Jombangâ€. These results also have a level of relationship between the variables X and Y with the criteria being. As well as producing coefficient determination of 26%, which means that the magnitude of the relationship between the level of intelligence of the Intellectual discipline of students in the running of the rules of the Boarding school Kalimasada Jombang is by 26%

    PENERAPAN TOKEN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS III SDN SUKOLILO SURABAYA

    Get PDF
    Kedisiplinan memiliki peran penting dalam pendidikan dan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Di SD Negeri Sukolilo 250 Surabaya, ditemukan masalah rendahnya kedisiplinan siswa kelas III, terutama dalam hal ketepatan waktu, banyaknya siswa terlambat masuk kelas hingga mengganggu efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penerapan teknik modifikasi perilaku menggunakan sistem token ekonomi yang telah terbukti efektif dalam memotivasi perubahan perilaku. Dalam program ini, siswa yang datang tepat waktu diberikan stempel sebagai penghargaan yang dapat ditukarkan dengan hadiah, seperti alat tulis dan es krim. Program yang melibatkan 28 siswa kelas III ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan mereka dalam ketepatan waktu dan dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari persiapan hingga evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan yang signifikan dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, penulis, dan lembaga pendidikan

    Safety Training as a Predictor of Seafarers Performance

    Get PDF
    A good performance of seafarers is expected by any shipping company because it will bring benefits to the company itself. In order to get this performance, seafarers as one of the important assets must be managed properly by the company. One of them is the participation of seafarers to attend training for mutual safety. The purpose of this study was to analyse the effect of training on seafarers' performance. The sample in this study amounted to 100 seafarers who happened to be attending education in educational institution, which were selected using incidental sampling techniques. Research uses a training scale and a performance scale to measure seafarers' perceptions of training that has been conducted and performance as a result. Data were analysed using a simple regression test. Regression test results show that training has a positive and significant role on the performance of seafarers. 

    Manajemen Logistik dan Obat Rumah Sakit

    No full text
    Buku ini disusun sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya sistem logistik dan pengelolaan obat dalam menunjang kualitas pelayanan medik di rumah sakit. Dalam era pelayanan kesehatan yang semakin kompleks dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien, pemahaman terhadap pengelolaan logistik dan obat secara efektif dan efisien menjadi sangat krusial. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para mahasiswa, praktisi kesehatan, pengelola rumah sakit, serta tenaga kefarmasian yang terlibat langsung dalam pelayanan medik dan manajemen logistik. Pembahasan dalam bab ini disusun secara sistematis, mulai dari pengertian dasar, prinsip manajemen logistik dan obat, hingga tantangan dan strategi implementasinya di fasilitas pelayanan kesehatan. Buku Manajemen Logistik dan Obat Rumah Sakit yang berada di tangan pembaca ini terdiri dari 13 bab Bab 1 Konsep Logistik dan obat dalam pelayanan Medik di RS Bab 2 Siklus Logistik dan Fungsi-fungsinya Bab 3 Kebijakan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan Minuman Bab 4 Aksesibilitas Obat dan Vaksin Bab 5 Standar Pelayanan Kefarmasian Bab 6 Pengunaan Obat Rasional Bab 7 Pengadaan Perbekalan Farmasi Bab 8 Pengelolaan Sediaan Farmasi Berbasis Farmakoekonomi Bab 9 Manajemen Pengelolaan Farmasi Rumah Sakit Bab 10 Pengendalian dan Pengawasan Persediaan Bab 11 Penyimpanan dan Pendistribusian Bab 12 Evaluasi Logistik Bab 13 Logistik Farmasi Rumah Saki
    corecore