58 research outputs found
Peningkatan Pemahaman Materi Kuantisasi Besaran Fisis pada Calon Guru Fisika menggunakan Metode Diskusi Kelas dan Scaffolding
Physical quantities quantization is an essential subject in Quantum Physics. The topic used as a bridge and a starting point of the revolution of physical thinking into the real Quantum Physics. This study aims to determine the application of discussion methods to enhance the learning outcomes of physics education students on the topic of quantization of physical quantities. This research conducted at the Physics Department, Universitas Negeri Surabaya on the subject of Quantum Physics. This research is a Classroom Action Research with research object is students of Physics Education B 2012 and students who programmed Quantum Physics course in academic year 2014/2015. The study conducted with two cycles. In the first cycle, the learning outcomes are 63.6%. The cycle is continued until the learning outcomes more than 75%, that is, in the second cycle is 79.4%. The main difference between cycle 1 and cycle 2 is the presence of scaffolding by lecturers in the second cycle. Scaffolding was given in the form of helping questions so that the students can explain the concept of the material being taught and the discussion process can run better.
Kuantisasi besaran fisis merupakan materi penting dalam Fisika kuantum. Topiknya merupakan jembatan dan titik awal revolusi pemikiran Fisis dikenalnya Fisika Kuantum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode diskusi untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pendidikan fisika pada materi kuantisasi besaran fisis. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya pada matakuliah Fisika Kuantum khususnya materi Kuantisasi Besaran Fisis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan obyek penelitian mahasiswa Pendidikan Fisika B 2012 dan/atau mahasiswa yang memprogam matakuliah Fisika Kuantum pada tahun ajaran 2014/2015. Penelitian dilakukan dengan 2 siklus. Pada siklus pertama, hasil belajar mahasiswa sebesar 63,6%. Siklus dilanjutkan hingga hasil belajar mahasiswa lebih dari 75% yakni pada siklus kedua sebesar 79,4%. Perbedaan utama dari siklus 1 dan siklus 2 adalah adanya scaffolding oleh dosen di siklus kedua. Scaffolding yang diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan bantuan agar mahasiswa mampu menjelaskan konsep materi yang diajarkan dan proses diskusi dapat berjalan dengan lebih baik
SOLUSI PERSAMAAN SCHRODINGER D-DIMENSI UNTUK POTENSIAL NON SENTRAL SHAPE INVARIANT DENGAN METODE NIKIFOROV-UVAROV
This research’s aim are to determine energy spectra and wave function of
Schrodinger Equation in D-Dimensions for non central shape invariant potentials,
that is, Scarf hyperbolic plus non central Poschl-Teller potential and Scarf
trigonometric plus non central Rosen-Morse potential with Nikivarof-Uvarov
method. Nikivarof-Uvarov method are the method for solving a second order of
differential equation which transform that equation into hypergeometric equation
using a correct subtitution of variable.
Research was done through a literature studies to solve the Schrodinger
equation D-Dimensions analitically for Scarf hyperbolic plus non central Poschl-
Teller potential and Scarf trigonometric plus non central Rosen-Morse potential.
Energy spectra and wave function obtained by Nikivarof-Uvarov method. After
obtaining energy levels and compared with the other methods in the special
conditions, the wave function can be obtained by Nikivarof-Uvarov method.
Energy spectra of the Scarf hyperbolic plus non-central Poschl Teller
potential and Scarf trigonometric plus non-central Rosen Morse potential on DDimensions
which obtained by Nikiforov-Uvarof methods have a results
consistently with previous research on special condition. Energy spectra and wave
functions of both combination of potentials are determined approximately for the
value of orbital quantum number l ≠ 0.
Keywords: Schrodinger Equation in D-Dimensions, Non Central Shape Invariant
Potentials, and Nikivarof-Uvarov Method
Pembelajaran Fisika dengan Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Metode Proyek dan Inkuiri Terbimbing Ditinjau dari Kreativitas dan Keterampilan Proses Sains Siswa (Studi Kasus pada Pembelajaran Fisika Materi Fluida Statis Kelas XII Semester 2 di SMA Negeri 1 Papar Kediri Tahun Pelajaran 2011/2012)
ABSTRACT
A research that aims to determine the differences in learning achievements between students who are taught by PBL with guided-inquiry method and project method, creativity, and science process skills, and it’s interactions.
Research was conducted in SMA Negeri 1 Papar Kediri with topic static fluid class XI IA semester 2 in academic year 2011/2012. The population of reasearch are all students of class XI IA and samples of 2 classes were taken with random cluster sampling method. Test of the hypothesis using three-way ANOVA to study cognitive and psychomotor learning achievements. For the affective learning achievement, the hypothesis was tested by Kruskal-Wallis one way ANOVA because the data are not normally distributed.
According analyzed results, obtained: there are differences in students cognitive achievement with guided inquiry and project methods; there are differences in affective student achievement with high and low creativity; there are differences in cognitive, psychomotor, and affective student achievement with high and low science process skills; there are interactions between learning methods and creativity with affective achievement; there are interactions between learning methods and creativity with psychomotor and affective achievement; there are interaction between creativity and science process skills with affective achievement; and there are interactions between learning methods, creativity, and science process skills with cognitive and affective achievement.
Keywords: guided-inquiry method, project method, creativity, science process skills.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit t
Analisis Implementasi Kurikulum Cambridge pada Salah Satu Sekolah Internasional di Jakarta
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan dan kualitas pendidikan yang diwujudkan dalam perubahan kurikulum. Kurikulum di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda misalnya kurikulum nasional dna kurikulum internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kurikulum nasional seringkali lebih terkait dengan budaya lokal dan nilai-nilai nasional, menciptakan fondasi yang mencerminkan identitas dan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kurikulum internasional, seperti kurikulum Cambridge dan International Baccalaureate (IB) mencerminkan aspirasi global dan standar yang relevan dalam skala internasional (Cambridge Assessment International Education, 2021). Pada salah satu sekolah internasional di Jakarta terdapat beberapa jenis kurikulum, meliputi: Singapore Curriculum, IGCSE, dan IB Diploma. Terdapat tingkat prasekolah yang menggunakan Kurikulum Singapura, di tingkat dasar dan menengah menggunakan IGCSE dan Kurikulum Singapura, sedangkan di tingkat perguruan tinggi junior menggunakan kurikulum IB Diploma. Pembelajaran pada kurikulum nasional dan internasional memiliki perbedaan pada penggunaan bahasa, misalnya pada kurikulum nasional menggunakan bahasa utama Bahasa Indonesia sedangkan pada kurikulum internasional menggunakan bahasa utama Bahasa Inggris
PEMBELAJARAN FISIKA MODEL DISKUSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTRAPERSONAL SISWA
Model pembelajaran diskusi menitikberatkan pada keaktifan siswa. Dalam model pembelajaran diskusi, diperlukan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian, secara teori, dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model diskusi memerlukan kecerdasan interpersonal yang tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar model diskusi dengan pembelajaran biasa; kecerdasan interpersonal siswa tinggi dan rendah; serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan control group post-test,yakni menggunakan satu kelas eksperimen dan kelas kontrol kemudian diuji hasil belajar siswa dengan soal formatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi pembelajaran fisika model diskusi dengan pembelajaran biasa; tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi dan rendah; dan terdapat interaksi antara model pembelajaran diskusi dengan kecerdasan interpersonal siswa terhadap hasil belajar.</jats:p
PEMBELAJARAN FISIKA MODEL DISKUSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTRAPERSONAL SISWA
Model pembelajaran diskusi menitikberatkan pada keaktifan siswa. Dalam model pembelajaran diskusi, diperlukan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dan
menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian, secara teori, dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model diskusi memerlukan kecerdasan interpersonal yang tinggi.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar model diskusi dengan pembelajaran biasa; kecerdasan interpersonal siswa tinggi dan rendah; serta
interaksi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan control group post-test,yakni menggunakan satu kelas eksperimen dan kelas kontrol kemudian diuji hasil belajar siswa
dengan soal formatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi pembelajaran fisika model diskusi dengan pembelajaran
biasa; tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi dan rendah; dan terdapat interaksi antara model pembelajaran diskusi dengan
kecerdasan interpersonal siswa terhadap hasil belajar.
Kata Kunci: Model diskusi, kecerdasan interpersonal, dan hasil belajar
STUDI KORELASI ANTARA KEMAMPUAN MATEMATIKA DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMA PGRI SUMBERREJO BOJONEGORO TAHUN AJARAN 2014/2015
Fisika merupakan cabang ilmu sains yang mempelajari perilaku alam melalui pengamatan eksperimental dan pengukuran secara kuantitatif. Dalam mempelajari alam tersebut, Fisika menggunakan bahasa matematika untuk memodelkan gejala alam dalam persamaan-persamaan matematis. Dalam mempelajari Fisika, diperlukan kemampuan matematis tertentu sebagai kemampuan awal peserta didik dalam memecahkan permasalahan Fisika. Penelitian ini merupakan studi korelasi antara kemampuan Matematika dengan hasil belajar Fisika peserta didik SMA PGRI Sumberrejo pada tahun ajaran 2014/2015. Kemampuan Matematika dan hasil belajar Fisika peserta didik tercermin dari nilai raport peserta didik kelas X, XI, dan XII semester genap 2014/2015. Berdasarkan hasil analisis korelasi, diperoleh korelasi yang cukup erat antara kemampuan Matematika dan hasil belajar Fisik
The Implementation of Education Unit Curriculum in Special Condition in Physics Lessons at SMAN 18 Surabaya
The COVID-19 pandemic has caused many changes in all aspects of life, including education, which continues to be implemented through a limited online learning system. This limitation underlies the emergence of relevant alternative curricula to simplify the revised 2013 curriculum. This study aims to analyze the implementation of the Education Unit Curriculum in Special Conditions in high school physics subjects and students' responses to the simplification. The method used is a mixed-method using the Explanatory Factor Analysis (EFA) technique with the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test to determine the instrument's validity and the Cronbach Alpha test to determine the reliability of the instrument. Qualitative descriptive analysis was also carried out from interviews with students, teachers, and students. The factor analysis results using the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test and the Cronbach Alpha test showed that the instrument was valid and reliable so that it could be used in research. The questionnaire and interview analysis results showed that the curriculum of the education unit under special conditions had been implemented well. This can be seen from the number of students during hybrid learning and the reduction in learning time. However, according to respondents, the essential competencies used are not simplified to maintain the quality of student competencies. Based on the analysis results, it can be concluded that the Implementation of the Education Unit Curriculum in Special Conditions has been carried out well. Students, teachers, and students support the implementation of the Education Unit Curriculum in Special Conditions during online learning or hybrid learning while still using the essential competencies in the Revised 2013 Curriculum.
Keywords: Education unit curriculum in particular conditions, revised 2013 curriculum, high school physics learningPandemi covid-19 menyebabkan banyak perubahan pada seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan yang tetap terlaksana melalui sistem pembelajaran online yang bersifat terbatas. Keterbatasan ini mendasari munculnya alternatif kurikulum yang relevan berupa penyederhanaan kurikulum 2013 revisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus pada mata pelajaran fisika SMA serta respon peserta didik, guru, dan mahasiswa terhadap penyederhanaan tersebut. Metode yang digunakan adalah mixed method menggunakan teknik Explanatory Factor Analysis (EFA) dengan uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) untuk mengetahui kevalidan instrumen serta uji Cronbach Alpha untuk mengetahui reliabilitas instrumen. Analisis deskriptif kualitatif juga dilakukan dari hasil wawancara peserta didik, guru, dan mahasiswa. Hasil analisis faktor dengan uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan uji Cronbach Alpha menunjukkan bahwa instrumen telah valid dan reliabel sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Hasil analisis angket dan wawancara menunjukkan bahwa kurikulum satuan pendidikan dalam kondisi khusus telah terlaksana dengan baik. Hal ini dilihat dari kuantitas peserta didik saat pembelajaran hybrid dan reduksi waktu pembelajaran, akan tetapi menurut responden kompetensi dasar yang digunakan dianggap tidak perlu disederhanakan untuk mempertahankan kualitas kompetensi peserta didik. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus telah terlaksana dengan baik. Peserta didik, guru, dan mahasiswa mendukung implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus selama pembelajaran online atau hybrid learning dilaksanakan dengan tetap menggunakan kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 Revisi.
Kata kunci: Kurikulum satuan pendidikan dalam kondisi khusus, kurikulum 2013 revisi, pembelajaran fisika SM
STUDI KORELASI ANTARA KEMAMPUAN MATEMATIKA DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMA PGRI SUMBERREJO BOJONEGORO TAHUN AJARAN 2014/2015
Fisika merupakan cabang ilmu sains yang mempelajari perilaku alam melalui pengamatan eksperimental dan pengukuran secara kuantitatif. Dalam mempelajari alam tersebut, Fisika menggunakan bahasa matematika untuk memodelkan gejala alam dalam persamaan-persamaan matematis. Dalam mempelajari Fisika, diperlukan kemampuan matematis tertentu sebagai kemampuan awal peserta didik dalam memecahkan permasalahan Fisika. Penelitian ini merupakan studi korelasi antara kemampuan Matematika dengan hasil belajar Fisika peserta didik SMA PGRI Sumberrejo pada tahun ajaran 2014/2015. Kemampuan Matematika dan hasil belajar Fisika peserta didik tercermin dari nilai raport peserta didik kelas X, XI, dan XII semester genap 2014/2015. Berdasarkan hasil analisis korelasi, diperoleh korelasi yang cukup erat antara kemampuan Matematika dan hasil belajar Fisika</jats:p
- …
